Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Perbandingan Engine Propeller Matching Antara Single Screw Propeller Dan Twin Screw Propeller Pada Kapal Tanker 6500 DWT Niko Bayu Prasetyo; Untung Budiarto; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal harus memiliki sistem penggerak yang sesuai dengan bentuk lambung kapal, sehingga kinerja sistem propulsi menjadi optimal, modifikasi pada sistem propulsi banyak dilakukan demi memenuhi performa kapal. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi sistem propulsi dengan penambahan propeller baru, yang awalnya baling-baling tunggal mejadi baling-baling ganda.. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan interaksi yang optimal antara sistem penggerak dengan bentuk lambung kapal atau yang biasa disebut dengan Engine Propeller Matching. Penelitian dilakukan dengan mengitung hambatan kapal menggunakan metode holtrop, validasi hambatan dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Dilakukan 3 variasi jarak antara center line kapal dengan poros propeller(b)  yang  dicari hambatannya yaitu, 0.2B, 0.175B, dan 0.15B. Setelah didapatkan hambatan kapal dilakukan perhitunagn daya main engine yang akan digunakan, dihasilkan main engine dengan daya 2x1100 HP. Kemudian menghitung thrust dan torque untuk mendapatkan karakteristik tiap propeller, dilakukan validasi thrust dan torque menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD).  Penelitian ini terdapat 3 jenis propeller yang dicari karakteristiknya yaitu, propeller B-series, Kaplan, dan AU. Dari hasil perhitungan dilakukan matching engine propeller dimana didapatkan titik matching terbaik pada propeller jenis AU dengan presentase 90% rated power dan 90% rated speed. Sehingga dipilih propeller jenis AU sebagai propeller baru untuk kapal tanker dengan balling-baling ganda.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Flare Bow Dengan Stem Terhadap Nilai Hambatan dan Slamming Pada Model Haluan Ulstein X-Bow Maria Fatima; Deddy Chrismianto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.489 KB)

Abstract

Inovasi pada transportasi laut khususnya kapal agar memiliki kinerja kapal yang lebih optimal lagi. Diperlukan  upaya mulai dari mengikuti perkembangan desain bentuk haluan.  Bentuk haluan terbarukan yaitu X –bow dapat menghadapi gelombang  yang datang kearah  kapal dengan memecahkan gelombang secara lebih halus. Berdasarkan paten desain Ulstein X-bow terdapat beberapa ketentuan seperti sudut  flare bow  dan stem angle. Penelitian ini bertujuan untuk membuat beragam  model X-bow berdasarkan perubahan kedua sudut tersebut kemudian dianalisis nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Pemodelan dilakukan pada software Autocad, Delftship dan Rhinoceros sedangkan untuk pengujian dilakukan pada software Autodesk CFD dan Maxsurf Motion. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut flare dan stem dapat berpengaruh terhadap nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Dapat disimpulkan bahwa model 1 dengan variasi sudut (stem 60; flare 100 )  menghasilkan kinerja kapal yang optimal pada kecepatan 14 knot dengan hasil nilai hambatan total sebesar 383,13 KN dibanding model original yang bernilai 385,62 KN sehingga mengalami penurunan sebesar 0,64 %. Untuk analisa probability of  slamming seluruh model memilki nilai probability of slamming bernilai dibawah 0,03 .Jika ditinjau dengan kriteria Nordforks maka setiap model tidak akan mengalami slamming. Dan nilai paling kecil ada  pada model 1 dengan variasi (stem 60; flare 100 )  di tinggi gelombang 4 meter yaitu bernilai 8,56x10-15 dan 2,99x10-14  dengan sudut heading 1350 (Bow Quatering Sea)  dan 1800 (head sea).
Studi Perancangan Kapal Ikan Katamaran Dengan Alat Tangkap Purse Seine dan Longline Pengganti Cantrang, Untuk Perairan Utara Jawa Tengah I Gede Bayu Pradnya Subagia; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) menjadi permasalahan bagi nelayan terkhusus di wilayah utara jawa tengah, Karena dinilai penggunaan cantrang dapat merusak lingkungan ekosistem laut. Nelayan pantai utara Jawa Tengah memiliki kesamaan di tiap daerah yaitu alat tangkap yang digunakan dan bentuk lambung kapal yang akan dioperasikan, berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pendekatan ilmu perkapalan sebagai solusi bagi para nelayan pantai utara Jawa Tengah dalam menyikapi peraturan menteri tersebut. Sebuah solusi yang paling tepat adalah melakukan perencanaan kapal ikan dengan variasi alat tangkap, tujuan lain dari dilakukan perencanaan kapal adalah untuk mendapatkan hullform kapal ikan yang efisien. model hull katamaran menjadi pilihan dalam perancangan ini, Kapal Ikan Katamaran yang dirancang dengan panjang LPP 19,13 m , LOA 19,90 m , Lebar 6,90 m , Sarat 1,32 m dan kecepatan 12 knot. Kapal ini dirancang untuk perairan laut Jawa terkhusus untuk wilayah utara Jawa Tengah. Dengan acuan nilai RMS, Pitching, Rolling pada tinggi gelombang 0,875 (slight wave), 1,875 (moderate wave), 3,25(rough wave) pada spektrum gelombang JONSWAP di sudut heading 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ikan katamaran yang dirancang ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 
Optimasi Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF) dengan Metode Response Surface Method (RSM) terhadap Propeller INSEAN E779A Daviensya Giovancha Anabel Malingkas; Andi Trimulyono; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaannya untuk mengoptimalkan pengoperasiannya. Salah satunya adalah perencanaan sistem penggerak, salah satunya adalah propeller. Salat satu upaya pengoptimalan propulsi kapal adalah dengan melakukan pemasangan Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF). Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan performa propeller INSEAN E779A dengan pemasangan ESD PBCF. Optimalisasi dilakukan dengan pendekatan statistic menggunakan metode Response Surface Methodology. Metode ini menganalisa permasalahan dimana beberapa variabel independen mempengaruhi variabel respon. Ide dasar metode ini adalah memanfaatkan desain eksperimen berbantuan statistika bertujuan untuk mencari nilai optimal dari suatu respon. Dalam penelitian ini ditentukan variabel optimasinya adalah nilai installation angle dengan nilai awal 60 derajat serta rasio r/R PBCF dengan nilai awal 0.25 dan menggunakan bantuan software Minitab. Model PBCF yang optimal didapatkan dengan memperkecil rasio r/R ke nilai 0.179289 serta nilai tengah installation angle PBCF dengan nilai 52.9298. Dari penelitian ini dapatkan performa propeller optimal dengan nilai thrust 1000.72 kN dengan peningkatan 8% dari sebelum dilakukan pemasangan PBCF
ANALISA KESELAMATAN KAPAL FERRY RO-RO DITINJAU DARI DAMAGE STABILITY PROBABILISTIK Lily Muzdalifah; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.943 KB)

Abstract

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling berhasil di dunia kapal, feri ro-ro menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, karena moda transportasi ini sangatlah efisien dan efektif. Setiap kapal dapat mengalami kerusakan pada lambung yang disebabkan beberapa fakor antara lain tabrakan, kandas atau terjadi ledakan. Demikian pula kapal feri ro-ro yang sangat rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kondisi stabilitas kapal saat terjadi kebocoran pada satu atau beberapa kompartemen disebut damage stability. Untuk mengetahui stabilitas bocor dan peluang kapal tenggelam, analisa dilakukan melalui perhitungan damage stability dengan metode pendekatan probabilistik dengan parameter aturan mengenai konsep probabilitas sesuai ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) 2009 Chapter II-1 tentang perhitungan indek subdivisi R(required subdivision index) dan A (attained subdivison index)yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeksR (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si.Aturan ini diaplikasikan untuk kapal feri ro-ro berukuran 500,600 dan 750 GT yang umum digunakan pada penyebrangan pulau-pulau di Indonesia. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal pertama dengan panjang 40,15 m (500GT) menghasilkan indek R sebesar 0,693865 dan indek A sebesar 0,968. Kapal kedua dengan panjang 48,70 m (600GT) menghasilkan indek R sebesar 0,695886dan indek A sebesar 0,960. Kapal ketiga dengan panjang 48,82 m (750GT) menghasilkan indek R sebesar 0,694448 dan indek A sebesar 0,816. Maka, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai damage stability masing-masing  kapal  telah memenuhi aturan SOLAS Consolidated Edition 2009 Chapter II-I part B-1 tentang subdivision and damage stability.
ANALISA SEAKEEPING DAN PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE ( MSI ) PADA KAPAL PERINTIS 500 DWT DALAM TAHAP DESAIN AWAL ( INITIAL DESIGN ) Dian Purnama Putra; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.219 KB)

Abstract

Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness). Pada kapal penumpang (ferry) kondisi ini menjadi suatu persyaratan penting yang harus dipertimbangkan dalam proses desain. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap hasil perhitungan dan simulasi percepatan vertikal gerakan kapal Perintis 500 DWT sehingga bisa dilihat unjuk kerja kapal terhadap kenyamanan penumpang. Kenyamanan pada penumpang dilihat dari indeks jumlah penumpang yang mengalami mabuk laut pada periode tertentu dengan mengacu pada standard ISO-2631/1997. Perhitungan dan simulasi dilakukan pada beberapat titik di kapal untuk melihat percepatan vertikal yang terjadi. Dari hasil simulasi didapatkan pengaruh dari lokasi pengukuran, durasi dan arah ombak terhadap persentase jumlah penumpang yang mengalami gejala mabuk laut atau motion sickness incidence (MSI). Setalah mendapatkan nilai MSI lalu ditampilkan dalam diagram batang sebaran MSI/MSImax di tiap-tiap remote location di tiap deck kapal. Indeks baru yaitu Overall Motion Sickness Incidence (OMSI), juga disajikan sebagai salah satu output pada prediksi tingkat kenyamanan penumpang ini, dimana dalam perhitungan OMSI ini memakai 3 sea-state berbeda dan juga di masing-masing sea-state disimulasi dengan 4 tipe periode (Tz) berbeda, sehingga didapatkan nilai OMSI saat heading angle 180O yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 4,439 s, yaitu sebesar 00224 %, dan OMSI saat heading angle 90O  yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 12,043 s yaitu sebesar 0,3244 %. Dari hasil analisa seakeeping dan prediksi MSI dan OMSI, maka didapatlah prediksi tempat-tempat operasional Kapal Perintis 500 DWT ini, kapal ini hanya akan aman dan nyaman saat dioperasionalkan di daerah slight water dan moderate water, namun untuk rough water kapal ini tidak direkomendasikan karena tinggi gelombang yang sangat ekstrim. Ini adalah sebagai prediksi dan acuan yang akurat dalam mempertimbangkan tingkat kenyamanan penumpang pada tahap desain awal ini.
Analisa Pengaruh CenterBulb Berbentuk Foil Terhadap Vertical Motion Dan Wake Pada MV. Laganbar Khoirul Ramadhan; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Maka dari itu, dalam perancangan suatu kapal dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang terpat untuk menghasilkan  kenyamanan dan performa kapal yang baik. Salah satunya dengan memperhatikan kualias olah gerak yang merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari laut seperti gelombang dan wake yang merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepetan aliran fluida pada baling-baling dibawah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas olah gerak yang baik, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan posisi pada centerbulb bebenrtuk foil untuk melihat pengaruh vertical motion dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal meggunakan software rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian vertical motion menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 3 yang paling optimal dalam mengurangi RMS vertical motion sebesar 0,37% - 0,54% dari model original. Adapun hasil analisa wake terlihat pada letak propeller dapat mengurangi nilai pada Fn 0,35 ; 0,49 ; 0,65. Pada Fn 0,35 model 8 mengurangi nilai wake 0,28%. Pada Fn 0,49 model 8 mengurangi 0,05% dan. Pada Fn 0,65 model  8 mengurangi nilai wake 0,39%.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MEMANJANG, STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL KMP. LEMA Ro-Ro 750 GT UNTUK PELAYARAN SORONG - WAIGEO Resha Buddy Prakoso; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.946 KB)

Abstract

Hampir 85% distribusi barang dan personal menggunakan sarana angkutan laut, yang paling penting untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya adalah kapal penyebrangan. Kondisi eksisting kapal - kapal penyebrangan di Indonesia, terdiri dari beberapa macam ukuran. Mulai dari yang terkecil (75GT, 100GT, 150GT, 200GT, 300GT, 500GT, 600GT, 750GT, 1000GT, 1500GT, 3000GT, 5000GT). Kapal Ro-Ro Passenger kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off atau disingkat Ro-Ro. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan hasil analisa kekuatan konstruksi kapal, serta stabilitas dan olah gerak, hal ini dilihat dari daerah pelayaran kapal. Analisa kekuatan menggunakan  metode elemen hingga untuk mengetahui tegangan kekuatan pada lambung kapal, software ANSYS permodelan dan analisa struktur lambung, Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa stabilitas dan olah gerak. Nilai tegangan paling tinggi berada pada kondisi kapal bermuatan truck dengan hasil tengangan 67 MPa, dengan ketentuan tegangan izin BKI sebesar 181, .Nilai GZ tertinggi 2,65 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 2,25 m pada kondisi IV pada criteria Angle max GZ. Kekuatan lambung pada kapal mempunya konstruksi yang kuat sehingga dapat mempunyai daya angkut bermuatan besar, kapal Ro-Ro KMP. LEMA 750 GT mempunyai stabilitas yang baik dalam VIII kondisi yang berbeda. Olah gerak  (seakeeping) pada kapal ini memenuhi syarat kriteria yang ditentukan menurut NORDFORSK (1987).
Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Monohull untuk Perairan Indonesia Iqbal Habib; Ahmad Fauzan Zakki; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.232 KB)

Abstract

Pelaksanaan kegiatan menangkap ikan di wilayah overfishing, merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan hasil tangkapan. Nelayan banyak melakukan kegiatan penangkapan pada perairan kurang dari 12 mill laut yang merupakan wilayah perairan overfishing. Hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT) yang dilengkapi dengan alat tangkap tradisional. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage  pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 82,89 m, LWL 90,049 m, lebar 15,544 m, sarat 6,76 m, Cb 0,539 dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m dengan sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN OLAH GERAK KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY (AHTS) MENGGUNAKAN CFD Fatchul Falah Azmi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.438 KB)

Abstract

Pemakaian anti-slamming pada kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah salah satu solusi untuk mengurangi efek slamming sehingga kapal bisa berlayar dengan baik dan tidak membahayakan penumpang, peralatan kapal, muatan dan kapal itu sendiri. Perairan Nusa Teggara Timur adalah perairan yang di anggap tepat untuk penerapan teknologi ini karena mempunyai tinggi gelombang yang beraneka ragam dan adanya beberapa bangunan lepas pantai (offshore) di kawasan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analisa pengaruh pemasangan anti-slamming bulbous bow dengan tiga variasi Bulbous Bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi tinggi  Anti-slamming dengan rasio 25%, 20 % dan 15 % dari sarat kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability dan hambatan paling baik terdapat pada model C1 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan rasio tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat dan panjang anti-slamming 20% terhadap Lwl dengan mengurangi  slamming probability sebesar 12,212 % pada  tinggi gelombang 3 meter dan pengurangan hambatan sebesar  3,65 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Ahmad Fauzan Zakki Ainul Fadlilah Airlangga Herbowo Ajib Wahab Purwanto Al Muhshi, Hassan Alam Fajar Ramadhany Aldino Ihsan Alfian Tri Eka Kurniawan Alfian, Wahyu Alfonso Nababan Alvianto, Jodhy Irsyad Ananda Ragil Prakarsa Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andreas Parulian Sidabalok Andriyanto, Fajar Angelia, Christine Ari Wibawa Budi Santosa Azhabul Hayatul Fajar Bagus Prasetio Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Budi Setyawan Chairul Rizaldy Citra Eka Febrian Dama Nisphal Azis Daviensya Giovancha Anabel Malingkas Dede Nugraha Sentosa HS Dewi, Intan Koamala Dian Purnama Putra Dimas Bagus Darmawan Dirga Nur Agnesa Dwi Satria Fajar Eko Sasmito Hadi Eny Fuskhah Eny Puskhah Fachrurrozi Setiawan Fahmi Fernando Yuliansyah Fajar Aldi Prasetio Fatchul Falah Azmi Febrian Wahyu Wijaya Firdhaus, Ahmad Gagah Prayogo Wibowo Gigih Niagara Gilang Bayu Pangestu Good Rindo Harno, Harno Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hendra Gunawan Saputra Hendri Firman Hugo Digitec E. Sembiring I Gede Bayu Pradnya Subagia Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Ilham, Rizaldy Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Insanu Abdilla Cendikia Abar Iqbal Habib Jefri Harumbinang Jokosiworo, Sarjito Kenna Sani Saefuddin Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kusuma, Muhammad Rizki Darmawan Adi Lily Muzdalifah M. Nurul Hidayat Maria Fatima Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Meri Nugraha Michael Enrico Miftah, Muhammad Azizul Moh Nurdin Septiantono R Moh. Hasan Sidiq Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Mohammad Ganesha Husada Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Julnanda Serpa Muhammad Raditya Daniswara Niko Bayu Prasetyo nur khakiki Nurhali Nurhali Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Praditya Utomo Puskhah, Eny Puskhah, Eny Putra Bangkit Setya Budi, Putra Bangkit Setya Putra Bangkit Setyabudi, Putra Bangkit Putra, Rico Ade Putranda Firman Prayoga Rahmat Nurhadi Rausyan Fikri Regita Berlian Agustian Resha Buddy Prakoso Rizaldo, M. Fikry Rochman Ikhsan Pamuji Roni Prasetyo, Roni Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sheila Ayu Kirana Prabani Sukanto Jatmiko Syahab, Husein Tindaon, Aldy Sabat Tubagus Bintang Ramadhan Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahif Indramana Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Widyadhana, Bagas Dhira Wilma Amiruddin Wulan Pinkan Yusup Sobirin Zaenal Abidin