Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF DISTANCE LEARNING THROUGH LEARNER CENTER MICROTEACHING MODEL ON PCK, EXPERIENCE, PERFORMANCE, AND PROFESSIONAL AWARENESS Adrianus Nasar; Melkyanus Bili Umbu Kaleka; Helena Vidamsi Alung
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 2 (2020): OPTIKA
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v4i2.706

Abstract

This study aims to see the effect of distance learning through LCMT, experience, performance, and professional awareness of 6th semester students of the Physics Education study program. This study used an experimental method with a posttest design with 33 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire technique with 33 items of instruments. Data for each instrument item using a Likert scale with the accumulated number of each instrument item. The results showed that the effect of distance learning through LCMT had a very high effect on PCK (score 149), experience (score 142), performance (score 146), and on professional awareness (score 144).
PROFIL PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SMPK MARSUDIRINI DETUSOKO Marianus Patrisius Rangga; Adrianus Nasar; Melkyanus Bili Umbu Kaleka
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2021): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v5i1.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pembelajaran IPA siswa kelas VIII SMPK Marsudirini Detusoko tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 32 orang siswa kelas VIII. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis inkuiri pada mata pelajaran IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, kuesioner, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Marsudirini Detusoko berdasarkan tiga indikator pembelajaran termasuk dalam kategori baik, dengan tiga tahapan pembelajaran yang dinilai adalah; 1) persiapan pembelajaran, 2) pelaksanaan pembelajaran, dan , 3) hasil belajar.
Faktor Dominan Penerapan Prinsip Inkuiri dalam Pembelajaran IPA SMP Adrianus Nasar; Yasinta Embu Ika
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat kekerapan guru menggunakan level inkuiri dalam pembelajaran IPA di sekolah; 2) level inkuiri yang dominan digunakan guru dalam pembelajaran di kelas. Populasi adalah guru IPA SMP di Pulau Flores dan Lembata dengan sampel diperoleh secara acak dengan jumlah 140 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan menggunakan google form. Instrumen penelitian menggunakan skala likert berjumlah 27 butir, yang terdiri atas 9 butir untuk masing-masing level inkuiri. Analisis deskriptif digunakan untuk tingkat kekerapan level inkuiri dan analisis faktor digunakan untuk menentukan inkuiri yang dominan digunakan guru dalam pembelajaran IPA di kelas. Hasil penelitian menunjukkan 1) Tingkat kekerapan guru menggunakan prinsip inkuiri dalam pembelajaran IPA di kelas adalah selalu menerapkan untuk structured inquiry (4,23), biasa menerapkan untuk guided inquiry (4,10) dan biasa menerapak untuk open inquiry (3,83); 2) Structured inquiry merupakan faktor dominan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran IPA di kelas dengan kontribusi sebesar 74,291%.
Profil Minat dan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama Andrianus Nggong; Adrianus Nasar; Hamsa Doa
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil minat belajar IPA dan hasil belajar IPA melalui belajar dari rumah pada siswa kelas VIII SMPN 1 Nangapanda pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan pendekatannya deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 55 siswa yang diperoleh melalui sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk minat belajar dan teknik dokumentasi untuk hasil belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Profil minat belajar IPA melalui belajar dari rumah pada masa pandemi covid-19 tahun pelajaran 2020/2021 adalah 69,1% pada kualifikasi cukup baik dan 30,1 % pada kualifikasi kurang baik; 2) Profil hasil belajar IPA melalui belajar dari rumah pada masa pandemi covid-19 tahun pelajaran 2020/2021 adalah siswa yang berpersentase 47,27 % dengan kualifikasi hasil belajar baik, siswa berpersentase 41,82% dengan kualifikasi hasil belajar cukup baik dan siswa berpersentase 10,91% dengan kualifikasi kurang baik.
Profil Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama Selvistika Suryanti Busri; Adrianus Nasar; Yasinta Embu Ika
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.562 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.1859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil aktivitas belajar IPA dan profil hasil belajar IPA melalui belajar dari rumah pada siswa kelas VIII SMPN 7 Nangapanda pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan pendekatannya deskriptif kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 26 siswa kelas VIII di SMPN 7 Nangapanda. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sіmple random samplіng. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk aktivitas belajar dan teknik dokumentasi untuk hasil belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Profil aktivitas belajar IPA melalui belajar dari rumah pada siswa kelas VIII SMPN 7 Nangapanda pada masa pandemi Covid-19 tahun pelajaran 2021/2022 adalah 96% berada pada kualifikasi aktif dan 4% berada pada kualifikasi cukup aktif; 2) Profil hasil belajar IPA melalui belajar dari rumah pada siswa kelas VIII SMPN 7 Nangapanda pada masa pandemi Covid-19 tahun pelajaran 2021/2022 adalah siswa yang berpersentase 54% dengan kualifikasi hasil belajar baik dan siswa berpersentase 46% dengan kualifikasi hasil belajar sangat baik.
Persepsi Siswa terhadap Google Classroom dan Motivasi Belajar IPA Siswa Kelas IX melalui Belajar dari Rumah selama Masa Pandemi Covid-19 Katharina Tey Wungubelen; Adrianus Nasar; Ana Silfiani Rahmawati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.786 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Persepsi siswa terhadap Google Classroom pada pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 kelas IX SMPN 1 Ende tahun pelajaran 2021/2022. (2) Motivasi belajar IPA siswa selama masa pandemi Covid-19 kelas IX SMPN 1 Ende tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas IX yang berjumlah 210 siswa, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 115 siswa yang diperoleh dengan cara menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data berupa angket penggunaan Google Classroom dan angket motivasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif statistik kuantitatif. Berdasarkan perhitungan SPSS, dengan jumlah siswa 115 orang dapat disimpulkan bahwa: (1) Persepsi belajar siswa terhadap penggunaan Google Classroom dikategorikan tinggi dimana, terdapat 2% siswa dengan kategori sangat tinggi, 59% siswa dengan kategori tinggi, 39% siswa dengan kategori sedang, sedangkan tidak ada siswa yang mendapat kategori rendah dan sangat rendah. (2) Tingkat motivasi Belajar IPA di masa pandemi Covid-19 dikategorikan sedang dimana, terdapat 3% siswa tingkat motivasi sangat tinggi, 53% siswa memiliki tingkat motivasi tinggi, 44% siswa memiliki tingkat motivasi sedang, sedangkan tidak ada siswa yang mendapat motivasi rendah dan sangat rendah
KKN-M Pendampingan Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 untuk Anak SD di Desa Bamo Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur Maria Angelina Gua; Elfrida Yosefina Marlon; Adrianus Nasar
Prima Abdika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2021): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.032 KB) | DOI: 10.37478/abdika.v1i3.1217

Abstract

Community service activities were carried out in Bamo Village, Kota Komba District, East Manggarai Regency. The purpose of this community service activity was to conduct tutoring assistance activities for elementary school students during the Covid-19 pandemic. Where tutoring activities were carried out by gathering elementary school students in one house. The implementation of independent KKN by Flores University students is carried out in three stages, namely introduction, implementation of activities and results of activities. The implementation of KKN is focused on a special theme, namely Innovation and Elementary Learning Technology. Learning innovation activities are carried out by utilizing technology tools in the form of a laptop. Where the laptop functions to play animated videos. And the results of the activities are documented in the form of videos and photos. The results of this learning innovation activity are where SDK Waepoang students are increasingly interested in participating in tutoring activities.
Pemanfaatan Media Video Animasi dan Permainan Tradisional dalam Bimbingan Belajar Siswa SD Selama Masa Pandemi Covid-19 Maria Silvia Aso; Helena Susanti Anur; Adrianus Nasar
Prima Abdika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2021): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.245 KB) | DOI: 10.37478/abdika.v1i3.1218

Abstract

The purpose of tutoring for the students of SDK Kekandere 2 is to help students understand the material well in the midst of the ongoing Covid-19 pandemic situation. The learning media used during tutoring are animated videos and traditional games as learning methods. The purpose of using animated videos is to make students more enthusiastic about participating in learning and also to increase students' understanding of the material they are learning. Traditional games are used so that students do not get bored easily or students can learn while playing. Besides that, it also helps students to find their own concepts because previously students only got material information from the teacher. And in between learning activities, reading exercises were carried out for students who were not yet fluent in reading. The results of the tutoring carried out can improve students' understanding, students are very enthusiastic about participating in the learning process and students are able to learn to find their own concepts even though they are not perfect. Meanwhile, to read only needs regular practice from students.
Applying the Learner-Centered Micro Teaching Model for Improving Teaching Confidence, Attitudes Toward Teaching Profession, and Pedagogical Content Knowledge (PCK) of Physics Education Students Adrianus Nasar; Melkyanus Bili Umbu Kaleka; Helena V. Alung
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2020): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v8i3.3607

Abstract

The research on the use of the LCMT model aims to find out the increase in teaching confidence, attitudes toward the teaching profession, and pedagogical content knowledge (PCK) competencies of students.  The sampling technique uses purposive sampling and the number of individuals is 31 people consisting of 22 women and 9 men. Data obtained through questionnaires and assessment rubrics and tests. Questionnaires are used to measure teaching confidence and attitudes toward teaching profession. Assessment rubrics and tests are used to measure PCK. . Data were analyzed for normalized gain and paired t-test (paired sample test). The results showed a significant increase in teaching confidence with gain = 0.535 and t = 12.336 with sig. (2-tailed) = 0,000 (p 0.05), attitudes toward the teaching profession with gain = 0.565 and t = 8.3354 with sig (2-tailed) = 0,000 (p 0.05), and PCK with gain = 0.580 and t = 16.073 with sig (2-tailed) = 0,000 (p 0.05).
Comparing Students’ Learning Outcomes Using Problem Based Learning Model and Inquiry Based Learning Model Adrianus Nasar; Klaudensia Kurniati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2020): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v8i1.2127

Abstract

This study aims to compare science learning outcomes between students who take problem based learning (PBL) with students who take part in inquiry based learning (IBL). The method used in this study is a quasi-experimental research method with a pretest-posttest control group design. The population of this study were students of class VIII SMP Negeri 1 Kuwus 2018/2019 school year which numbered 97 students and consisted of 4 classes.  Students who followed the PBL learning model numbered 24 people and those who participated in the IBL learning model were 24 people. Data collection research was carried out using test techniques. The data was processed into normalized gain (N_gain) between posttest and pretest. Furthermore, the data is calculated using the t-test to compare the mean gain of learning outcomes between students who take part in learning using the PBL model and students who take part in learning using the IBL model. The results showed that there t value (tcount) = 2.566 with a significance (Sig. (2-tailed)) of 0.014 so it can be concluded that  were differences in learning outcomes between students who took part in learning using the PBL model and students who took part in learning using the IBL model.Keywords: Problem Based Learning, Inquiry Based Learning, Learning OutcomesPenelitian ini bertujuan membandingkan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran model PBL dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model IBL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain Control Group, Pretest–Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuwus tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah siswa 97 orang dan terdiri dari 4 kelas. Siswa yang mengikuti model pembelajaran PBL berjumlah 24 orang dan yang mengikuti model pembelajaran IBL berjumlah 24 orang. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik tes. Data diolah menjadi gain ternormalisasi (N_gain) antara postest dan pretest. Selanjutnya data dihitung dengan menggunakan perbedaan rerata (uji-t) untuk membandingan rerata gain (Compare Mean-Independent Sampel T Test) antara PBL dan IBL. Hasil Penelitian menunjukkan nilai t hitung (thitung) = 2,566 dengan signifikansi (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,014 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa-siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model PBL dengan siswa-siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model IBL.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Hasil Belajar