Supratikno, Supratikno
Divisi Anatomi Histologi Dan Embriologi, Sekolah Kedokteran Hewan Dan Biomedis, IPB University, Jalan Agatis Kampus IPB Dramaga, Dramaga, 16680, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Identification and antibiotic resistance patterns of Klebsiella sp. isolated from the feces of Bornean Orangutans (Pongo pygmaeus) at Taman Safari Indonesia, Bogor Nora Dyah Ayu Purnamaningrum; Usamah Afiff; Titiek Sunartatie; Safika Safika; Rahmat Hidayat; Supratikno Supratikno; Yohana Tri Astuti
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.39-40

Abstract

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang masih bertahan di wilayah Asia Tenggara. Namun, populasi mereka di habitat liar terus menurun, dengan perkiraan menunjukkan penurunan sebesar 50% selama 60 tahun terakhir. Data mikrobiologis mengenai resistensi antibiotik Klebsiella sp. dalam feses Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Klebsiella sp. dan mengkaji pola resistensinya terhadap berbagai antibiotik dalam feses Orangutan Kalimantan. Penelitian ini melibatkan isolasi, identifikasi, dan pengujian resistensi antibiotik. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga isolat (37,5%) positif untuk Klebsiella sp. Uji sensitivitas mengungkapkan dua pola resistensi yang berbeda di antara isolat Klebsiella sp. dari feses P. pygmaeus yang sehat di Taman Safari Indonesia, Bogor. Isolat-isolat ini menunjukkan resistensi terhadap antibiotik β-laktam tetapi tetap sensitif terhadap antibiotik golongan aminoglikosida, tetrasiklin, dan fluorokuinolon.
From skin folds to flight: elastic and collagen fibers architecture in the wing of the large flying fox (Pteropus vampyrus) Danang Dwi Cahyadi; Supratikno; Yasmin Nadhiva Narindria; Savitri Novelina; Heru Setijanto; Srihadi Agungpriyono; Chairun Nisa'; Nurhidayat
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.97-98

Abstract

Terbang pada kelelawar merupakan moda gerak utama karena mereka adalah satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Karakteristik morfologi membran sayap diduga berperan penting dalam kemampuan terbangnya. Penelitian ini menganalisis morfologi fungsional membran sayap kelelawar besar (Pteropus vampyrus), dengan fokus pada pengaturan serat elastis dan kolagen. Dalam penelitian ini, kami menggunakan dua kelelawar dewasa yang ditangkap di alam liar dari Jawa Barat, Indonesia. Potongan jaringan membran sayap diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin, trikrom Masson, dan Verhoeff-Van Gieson. Membran sayap kelelawar terdiri dari kulit berlapis ganda yang ditutupi oleh lapisan epidermis tipis. Membran sayap terdiri dari serat kolagen dan bundel elastin yang tertata rapi yang disisipkan di antara dua lapisan kulit. Serat kolagen memperkuat membran sayap dengan menahan tekanan udara, sedangkan serat elastis memberikan fleksibilitas pada sayap. Hal ini dapat menggambarkan kekuatan dan fleksibilitas membran sayap kelelawar besar selama terbang.