Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Media Pubadjo untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SD Kelas IV Else Qonaah Sonida; Himmatul Ulya; Ika Oktavianti
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i1.51842

Abstract

Kesulitan siswa dalam memahami rumus serta mengerjakan soal materi luas dan keliling bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah pengembangan media, mengetahui kelayakan media dan mengetahui kepraktisan media media Pubadjo untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas IV. Konsep pengembangan model mengacu pada model penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall yaitu model pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan ini akan dengan sampel 6 siswa. Penelitian ini dilakukan sampai dengan tahap ke 6 langkah, yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi 2) perencanaan 3) pengembangan produk awal 4) uji lapangan awal 5) revisi utama 6) uji lapangan utama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket. Analisis data yang digunakan meliputi analisis validasi kelayakan media dan kepraktisan media pubadjo. Hasil penelitin menunjukan pengembangan media terbuat dari kayu triplek yang dipotong dengan bingkai yang berbentuk persegi panjang, yang didalam nya terdapat potongn-totongan triplek yang dibentuk seperti bangun datar. Kepingan-kepingan puzzle tersebut memiliki gambar dan warta pada masing-masing bagian yang dimana gambar tersebut terbuat dari bahan stiker.
Studi Etnografi Budaya Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan Himmatul Ulya; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/daw9v562

Abstract

Moral education, or better known as character education, is a series of basic moral principles and the virtues of attitude and character or nature that must be possessed and made a habit by children from the beginning until they become mukallaf, that is, ready to navigate the sea of ​​life. Imam al-Ghazali emphasized that morality is a trait embedded in the human soul, which can be judged good or bad using the standards of science and religious norms. Character education has a very important role in shaping the personality of Indonesian people who have the integrity of their Indonesian soul. This study aims to examine how school culture at Bajangan Gondang Wetan Pasuruan Elementary School shapes the religious character of students. The method used in this study is an ethnographic study, which allows researchers to explore in depth the cultural practices that exist in the school and their influence on the formation of students' religious character. This study uses a qualitative approach with data collection through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The results of the study indicate that the school culture at SDN Bajangan is strongly influenced by religious values, which are reflected in various aspects of school life, such as habituation activities, school regulations, and social interactions between teachers, students, and parents. Habituation activities such as praying together before starting lessons, weekly religious activities, and commemorating religious holidays play a significant role in instilling religious values ​​in students. Furthermore, the attitudes and behavior of teachers as role models in implementing religious values ​​also significantly influence the formation of students' religious character. Harmonious social interactions and mutual respect among school members contribute to strengthening an environment conducive to the development of religious character. Abstrak Pendidikan akhlak atau yang lebih dikenal dengan karakter adalah serangkain prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak atau tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga menjadi mukallaf, yakni siap untuk memengarungi lautan kehidupan. Imam al-Ghazali menekankan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, yang dapat dinilai baik atau buruk dengan menggunakan ukuran ilmu pengetahuan dan norma agama Pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi manusia Indonesia yang memiliki keutuhan jiwa ke-Indonesiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana budaya sekolah di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan membentuk karakter religius siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam praktik budaya yang ada di sekolah serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SDN Bajangan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai religius yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, seperti kegiatan pembiasaan, tata tertib sekolah, dan interaksi sosial antara guru, siswa, dan orang tua. Kegiatan pembiasaan seperti doa bersama sebelum memulai pelajaran, kegiatan keagamaan mingguan, dan peringatan hari-hari besar agama memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa. Selain itu, sikap dan perilaku guru sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai religius juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Interaksi sosial yang harmonis dan saling menghargai antarwarga sekolah turut memperkuat lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter religius.
TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN KURIKULUM KOLABORATIF DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR Fredy Hermanto; Himmatul Ulya; Noviani Achmad Putri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9559

Abstract

Beberapa kendala ditemukan pada Prodi Pendidikan IPS pada implementasi kurikulum merdeka, salah satunya adalah rekognisi mata kuliah yang relevan dengan program-program yang diambil oleh mahasiswa selama mereka mengikut MBKM baik yang diselenggarakan oleh kementrian maupun universitas. Sumber data penelitian diperoleh secara langsung di lapangan, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi pada pembelajaran di Prodi Pendidikan IPS. Teknik Focus Group Discussion (FGD) juga digunakan untuk mendukung pengumpulan data maupun analisis mengenai tema-tema tertentu yang diperlukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif analitik. Analisis data dilakukan secara induktif, yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan data bahwa diperlukan adanya kesepakatan penyamaan CPL bagi seluruh anggota program studi Pendidikan IPS serta sebaran mata kuliah pada semester yang sama hingga dapat mengakomodir pelaksanaan program MBKM seperti pertukaran mahasiswa. Dengan adanya penyamaan CPL dan sebaran mata kuliah maka mahasiswa yang melakukan mobilisasi tetep mendapatkan standar yang sama dengan prodi asal. Kurikulum kolaborasi ini juga perlu melibatkan kebutuhan industri hingga mahasiswa lulusan prodi IPS memiliki standar lulusan yang sama
Pengaruh Perhatian Orang tua Dalam Daring terhadap prestasi belajar Muatan Matematika SD 2 Karangrowo Kevin Rangga jati Saputro; Himmatul Ulya; Much Arsyad Fardani
Jurnal Prasasti Ilmu Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Prasasti Ilmu
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpi.v1i2.6260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua dalam pembelajaran online terhadap prestasi belajar siswa pada muatan matematika kelas V SD 2 Karangrowo. Hipotesis penelitiannya adalah Terdapat pengaruh perhatian orang tua dalam pembelajaran online terhadap prestasi belajar siswa pada muatan matematika kelas V SD 2 Karangrowo. Metodologi Penelitian meliputi lokasi penelitian ini adalah di SD 2 Karangrowo Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2021. Populasi sekaligus sampel semua siswa kelas V SD 2 Karangrowo berjumlah 25 siswa. Dalam penelitian ini variabel bebasnya dalah perhatian orang tua. Dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa pada muatan matematika kelas V SD 2 Karangrowo. Teknik Pengumpulan Data menggunakan wawancara, observasi, angket dan Tes. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi lineier sederhana. Simpulan dalam penelitian adalah terdapat pengaruh perhatian orang tua dalam pembelajaran online terhadap prestasi belajar siswa muatan matematika kelas V SD 2 Karangrowo. hal ini dibuktikan dengan signifikansi 0,00 dari hasil perhitungan uji F lebih kecil dari taraf sinifikansi 0,05. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dapat diimpikasikan bahwa perhatian orang tua dalam pembelajaran online berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa muatan matematika kelas V SD 2 Karangrowo.
Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media konkret siswa kelas 1 SDN Sawah Besar 01 Himmatul Ulya; Mira Azizah; Ladung Antoko; Fine Reffiane
Jurnal Pendidikan Guru Profesional Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN GURU PROFESIONAL
Publisher : Pascasarjana Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpgp.v3i1.1690

Abstract

This research aims to determine the improvement in learning outcomes of students in mathematics subjects measuring the length of objects using the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by concrete media for class I A students at SDN Sawah Besar 01 Semarang. This research is a type of classroom action research with research implementation consisting of pre-cycle, cycle I and cycle II. The data analysis technique in this research is descriptive quantitative. The subjects of this research were 28 students in class I A at SDN Sawah Besar 01 Semarang. Data collection uses learning outcomes and documentation. The collected data is analyzed by calculating the average score achieved by students. The results showed that in cycle I, the average results increased. This is evidenced by an increase from pre-cycle of 62.85, cycle I of 76.78 and in cycle II there was an increase of 87.14. So it can be concluded that the results of learning mathematics on addition and subtraction material using the Problem Based Learning (PBL) learning model (PBL) assisted by gestic media have increased and the results are satisfactory.
ANALYZING FACTORS INFLUENCING THE MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Hanum Faizunnur Lathifah; Henry Suryo Bintoro; Himmatul Ulya
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 3 (2021): June
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/jpfkip.v10i3.8105

Abstract

This research analyzed the mathematical problem solving ability of elementary school students. This research was conducted by involving 8 grade IV students. The purpose of this study was to determine the factors affecting the students’ mathematical problem solving abilities. This study used a qualitative approach with the type of case study. The result of this study found 6 factors that affected students’ mathematical problem solving abilities. The factors were (1) the students’ ability to understand the scope of the problem in order to find the solution, (2) the students’ ability to choose a mathematical approach/strategy/model to solve the problem, (3) the students’ ability to give reasons and to solve problems, (4) the students’ self-confidence or doubt when working on problem solving questions, (5) the students’ abilityto process their own data, and (6) the students’ precision in checking the results they obtained. In this study, there were 2 novelty factors found about students’ mathematical problem solving abilities. The first factor was (1 the students’ ability to learn and solve the problem (2) the students’ self-confidence ot doubts when working on problem solving questions.
Ethnomathematics in Mathematics Education: An Integrative Literature Review on Strengthening Citizenship within Graduate Profile Dimensions Himmatul Ulya; Wahyudi; Purwoko Haryadi Santoso
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 12, No. 1, May 2026
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v12i1.30216

Abstract

Ethnomathematics has been widely studied in mathematics education, with most research focusing on the exploration of mathematical concepts within cultural practices or the development of culture-based learning innovations. However, limited studies have specifically addressed how ethnomathematics can be systematically aligned with the Strengthening Graduate Profile Dimensions (SGPD), particularly in supporting the citizenship dimension within the current curriculum framework. Based on the researcher's best search, limited literature has addressed the relevance of ethnomathematics to support the SGPD vision. This study employs an integrative literature review (ILR) to analyze 51 peer-reviewed articles published between 1980 and 2022, primarily sourced from the Scopus and Google Scholar databases, to examine the relevance of ethnomathematics to the SGPD curriculum and its practical applications in mathematics education. The analysis is grounded in theoretical perspectives, including multiculturalism, contextual learning, and culture-based pedagogy. This study develops a theoretical framework integrating constructivism, multiculturalism, RME, CTL, CRT, and CC to explain the role of ethnomathematics in supporting SGPD implementation. Within this framework, culture functions as a contextual and pedagogical foundation for strengthening students’ citizenship values. Several examples of specific applications of ethnomathematics discussed in the literature align with the theoretical lens used. It must be acknowledged that there is still room to develop ethnomathematics as an intervention to improve mathematics learning in the establishment of Student Graduate Profiles.