Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

P Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script dan Circ Dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Arum Marfungah; Puji Nugraheni; Dita Yuzianah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran Cooperative Script memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran CIRC pada siswa yang memiliki gaya kognitif FI dan FD. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas VII SMP N 2 Kepil Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian 2 kelas, yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran Cooperative Script dan kelas VII D sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran CIRC. Hasil penelitian dengan = 5% diperoleh nilai Fab = 15,52 dengan DK = {F | F > 4,08} maka Fab DK sehingga H0AB ditolak, artinya terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Karena H0AB ditolak maka dilanjutkan dengan uji komparasi ganda, diperoleh nilai rata-rata siswa dengan model pembelajaran Cooperative Script pada siswa yang memiliki gaya kognitif FI dan FD adalah 66,42 dan nilai rata-rata siswa dengan model pembelajaran CIRC pada siswa yang memiliki gaya kognitif FI dan FD adalah 71,84. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran Cooperative Script pada siswa yang memiliki gaya kognitif FI dan FD.
Analisis Faktor Penyebab Kecemasan Belajar Matematika Pada Siswa SMA Ditinjau dari Hasil Belajar Pandanwangi Cahya Milena; Puji Nugraheni; Dita Yuzianah
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.555 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v11i2.4023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan kecemasan belajar matematika yang ditinjau berdasarkan hasil belajar pada siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Prembun. Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Pengambilan data penelitian menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab kecemasan belajar matematika dengan kategori hasil belajar tinggi yaitu faktor lingkungan berupa tertekan saat pembelajaran daring, faktor intelektual meliputi kebingungan dengan materi, dan faktor lainnya yaitu takut jika nilai tidak sesuai dengan harapan. Kategori hasil belajar sedang faktor penyebabnya yaitu faktor intelektual berupa kurang paham dengan matematika, faktor kepribadian meliputi kurangnya kepercayaan diri, dan faktor lingkungan meliputi takut tidak dapat menyelesaikan persoalan di depan kelas. Kategori hasil belajar rendah faktor penyebabnya adalah faktor intelektual berupa kurangnya pemahaman matematika serta cemas saat ujian, dan faktor lingkungan meliputi takut saat pembelajaran tatap muka.
Analisis Berpikir Komputasional Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Herlina Budiarti; Teguh Wibowo; Puji Nugraheni
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i4.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasional siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek pada penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Purworejo dengan kemampuan tinggi yang sudah memperoleh materi pola bilangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi telah mampu menyelesaikan soal masalah matematika dengan memuat aspek berpikir komputasional. Aspek yang termuat yaitu dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma. Berpikir algoritma dilakukan dari awal hingga akhir. Langkah pertama yang dilakukan oleh siswa yaitu melakukan dekomposisi masalah, namun telah didahului berpikir algoritma dalam menentukan kegiatan dekomposisi masalah yang akan dilakukan oleh siswa. Sedangkan, abstraksi berlangsung sejak siswa melakukan dekomposisi masalah dengan langkah mengubah masalah matematika menjadi model matematika. Setelah dekomposisi masalah, muncul pengenalan pola yang mana langkah pengenalan pola ini tidak sepenuhnya dilakukan secara tertulis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SMP Rahma Fitria; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v7i2.4363

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi pola bilangan dalam bentuk soal cerita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ada 3 orang siswa kelas VIII SMP N 7 Purworejo Tahun Pelajaran 2022/2023 yang sudah mendapatkan materi pola bilangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada siswa SMP yaitu siswa mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan (clarification) yang dapat dilihat pada tahap memahami masalah, siswa mampu menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan. Siswa mampu memberikan alasan untuk mendapatkan argumen yang benar (assessment) yang dapat dilihat pada tahap siswa merencanakan  penyelesaian, siswa mampu membuat konsep berdasarkan informasi. Siswa mampu menyelesaikan soal berdasarkan konsep yang telah diketahui (strategy/tactic) yang dapat dilihat pada tahap siswa melaksanakan rencana,  siswa menyelesaikan masalah sesuai rencana berdasarkan konsep jawaban yang telah dibuat. Siswa mampu membuat kesimpulan dengan jelas dan logis dari hasil penyelidikan (inference) yang dapat dilihat pada tahap siswa mampu menarikan kesimpulan, siswa mampu menarik kesimpulan dengan tepat dari hasil perhitungan. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah matematika
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Eva Yuriana Ambarwati; Bambang Priyo Darminto; Puji Nugraheni
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 4 No. 2 (2022): JIPM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jipm.v4i2.2402

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan media pembelajaran flipbook berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi aturan sinus dan cosinus pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) untuk menghasilkan sebuah produk. Subjek penelitian ini berjumlah 28 siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Sapuran tahun pelajaran 2021/2022.Hasil analisis data kevalidan oleh ahli media diperoleh skor 3,5 dinyatakan sangat valid dan diperoleh skor 3,18 yang dinyatakan valid oleh ahli materi. Dari analisis data kepraktisan berdasarkan angket respon siswa diperoleh skor 3,21 yang dikategorikan praktis. Untuk hasil keefektifan dengan uji N-Gain diperoleh 0,6983 dengan kategori sedang. Hasil belajar matematika setelah menggunakan media pembelajaran flipbook berbasis masalah mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media flipbook berbasis masalah masuk dalam kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Fatma Wati; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian mengambil subjek penelitian berjumlah 6 siswa, yaitu 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditorial dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Subjek penelitian ini diambil berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket gaya belajar, tes literasi  matematika setara dengan PISA, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan gaya belajar visual mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan alasannya secara langsung. (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan secara langsung menggunakan cara yang sederhana. (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mencapai level 2 dengan kemampuan dapat mengerjakan algoritma dasar, menggunakan rumus, melaksanakan prosedur atau kesepakatan.
Analisis Numerasi Siswa SMP pada Tipe Kepribadian Keirsey: Rational dan Guardian Gisra Putri Prasasti; Puji Nugraheni; Prasetyo Budi Darmono
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis numerasi siswa SMP pada tipe kepribadian keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini yaitu 1 siswa tipe kepribadian artisan dan 1 siswa tipe kepribadian rational. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pemilihan subjek dilakukan dengan mengunakan tes setara PISA konten ruang dan bentuk (space and shape) yang didasarkan dari tes Keirsey Temparement Sorter (KTS) dengan tujuan untuk mengelompokan tipe kepribadian keirsey. Metode pengumpulan data menggunakan tes KTS, tes setara PISA konten space and shape, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas dalam penelitian ini adalah uji kredibilitas dengan triangulasi teknik yaitu tes, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Numerasi siswa rational mampu mencapai semua indikator hingga level 6 dan mengerjakan mengerjakan soal numerasi dengan acak namun dalam menafsirkan hasil sangat detail. (2) Numerasi siswa guardian mampu mencapai semua indikator hingga level 4 dan mengerjakan soal numerasi dengan terorganisir dan urut namun dalam menafsirkan kurang detail.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Dewi Lestari; Puji Nugraheni; Nila Kurniasih
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VII SMP Negeri 2 Wadaslintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu metode dokumentasi dan metode tes. Kemudian teknik analisis data yang digunakan uji normalitas metode uji Liliefors, uji homogenitas metode uji F, dan uji hipotesis metode uji t dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom sebesar 61,8519 sedangkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional sebesar 47,7408. Dapat ditunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kedua kelas tersebut dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan statistik uji t menunjukkan nilai thitung = 2,5768 dan nilai ttabel = 2,0076 dengan DK = {t|t2,0076} sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa dengan model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA TUNAGRAHITA Nugraheni, Puji; Purwoko, Riawan Yudi; Purwaningsih, Wharyanti Ika; Febriyanti, Iddha
EDUPEDIA Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i1.2657

Abstract

Multimedia pembelajaran adalah salah satu sarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa untuk memahami materi matematika yang bersifat abstrak. Terlebih untuk siswa tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Siswa tunagrahita sangat membutuhkan keberadaan multimedia pembelajaran. Akan tetapi, pada kenyataannya ketersediaan multimedia pembelajaran untuk siswa tunagrahita masih sedikit, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan numerasi siswa tunagrahita terutama pada materi operasi hitung penjumlahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita. Pengembangan multimedia pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase. Berdasarkan hasil analisis dari penilaian ahli dan uji coba, multimedia pembelajaran dalam kategori sangat valid dengan skor 5,00. Kepraktisan multimedia pembelajaran memperoleh skor 4,777 dalam kategori sangat baik. Hasil tes prestasi belajar siswa berhasil mencapai KKM, serta respon siswa terhadap multimedia pembelajaran dalam kategori sangat positif dengan persentase 92%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran efektif. Sehingga multimedia pembelajaran layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita.
Keterampilan Metakognitif Siswa Climber dalam Pemecahan Masalah Matematika Febryanto Kurniawan; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih; Teguh Wibowo
Jurnal Tadris Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.2.163-174

Abstract

This research aims to describe metacognitive skills of climber students in solving mathematic problems in class VIII junior high school. The subject of research isthree climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research method used qualitative with the form of phenomenological research. The subject of research is climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research instrument is an Adversity Quotient questionnaire, mathematic troubleshooting test, and interviews. Data collection techniques are conducted by collecting data from writing test and interview with students. The results showed that climber students planning skills at the stage of understanding problems and planning problem solving is aware in predicting the knowledge of materials needed and have the thoroughness in digging information that is important in the matter, aware of the plan used and able to realize the relationship with the problems that ever worked. Climber students monitoring skills on the stage of implementing a solving plan, students are aware in the process of solving questions and aware that previous strategies can assist in solving the problem, students also aware and confident with the results of his work. Mean while, climber students evaluation skills realize that the results are correct, but students not realize that there are other strategies that can solve the problem.