Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SMP Rahma Fitria; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v7i2.4363

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi pola bilangan dalam bentuk soal cerita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ada 3 orang siswa kelas VIII SMP N 7 Purworejo Tahun Pelajaran 2022/2023 yang sudah mendapatkan materi pola bilangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada siswa SMP yaitu siswa mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan (clarification) yang dapat dilihat pada tahap memahami masalah, siswa mampu menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan. Siswa mampu memberikan alasan untuk mendapatkan argumen yang benar (assessment) yang dapat dilihat pada tahap siswa merencanakan  penyelesaian, siswa mampu membuat konsep berdasarkan informasi. Siswa mampu menyelesaikan soal berdasarkan konsep yang telah diketahui (strategy/tactic) yang dapat dilihat pada tahap siswa melaksanakan rencana,  siswa menyelesaikan masalah sesuai rencana berdasarkan konsep jawaban yang telah dibuat. Siswa mampu membuat kesimpulan dengan jelas dan logis dari hasil penyelidikan (inference) yang dapat dilihat pada tahap siswa mampu menarikan kesimpulan, siswa mampu menarik kesimpulan dengan tepat dari hasil perhitungan. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah matematika
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Eva Yuriana Ambarwati; Bambang Priyo Darminto; Puji Nugraheni
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 4 No. 2 (2022): JIPM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jipm.v4i2.2402

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan media pembelajaran flipbook berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi aturan sinus dan cosinus pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) untuk menghasilkan sebuah produk. Subjek penelitian ini berjumlah 28 siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Sapuran tahun pelajaran 2021/2022.Hasil analisis data kevalidan oleh ahli media diperoleh skor 3,5 dinyatakan sangat valid dan diperoleh skor 3,18 yang dinyatakan valid oleh ahli materi. Dari analisis data kepraktisan berdasarkan angket respon siswa diperoleh skor 3,21 yang dikategorikan praktis. Untuk hasil keefektifan dengan uji N-Gain diperoleh 0,6983 dengan kategori sedang. Hasil belajar matematika setelah menggunakan media pembelajaran flipbook berbasis masalah mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media flipbook berbasis masalah masuk dalam kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Fatma Wati; Puji Nugraheni; Isnaeni Maryam
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian mengambil subjek penelitian berjumlah 6 siswa, yaitu 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditorial dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Subjek penelitian ini diambil berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket gaya belajar, tes literasi  matematika setara dengan PISA, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan gaya belajar visual mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan alasannya secara langsung. (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan secara langsung menggunakan cara yang sederhana. (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mencapai level 2 dengan kemampuan dapat mengerjakan algoritma dasar, menggunakan rumus, melaksanakan prosedur atau kesepakatan.
Analisis Numerasi Siswa SMP pada Tipe Kepribadian Keirsey: Rational dan Guardian Gisra Putri Prasasti; Puji Nugraheni; Prasetyo Budi Darmono
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis numerasi siswa SMP pada tipe kepribadian keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini yaitu 1 siswa tipe kepribadian artisan dan 1 siswa tipe kepribadian rational. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pemilihan subjek dilakukan dengan mengunakan tes setara PISA konten ruang dan bentuk (space and shape) yang didasarkan dari tes Keirsey Temparement Sorter (KTS) dengan tujuan untuk mengelompokan tipe kepribadian keirsey. Metode pengumpulan data menggunakan tes KTS, tes setara PISA konten space and shape, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas dalam penelitian ini adalah uji kredibilitas dengan triangulasi teknik yaitu tes, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Numerasi siswa rational mampu mencapai semua indikator hingga level 6 dan mengerjakan mengerjakan soal numerasi dengan acak namun dalam menafsirkan hasil sangat detail. (2) Numerasi siswa guardian mampu mencapai semua indikator hingga level 4 dan mengerjakan soal numerasi dengan terorganisir dan urut namun dalam menafsirkan kurang detail.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Dewi Lestari; Puji Nugraheni; Nila Kurniasih
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VII SMP Negeri 2 Wadaslintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu metode dokumentasi dan metode tes. Kemudian teknik analisis data yang digunakan uji normalitas metode uji Liliefors, uji homogenitas metode uji F, dan uji hipotesis metode uji t dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom sebesar 61,8519 sedangkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional sebesar 47,7408. Dapat ditunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kedua kelas tersebut dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan statistik uji t menunjukkan nilai thitung = 2,5768 dan nilai ttabel = 2,0076 dengan DK = {t|t2,0076} sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa dengan model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA TUNAGRAHITA Nugraheni, Puji; Purwoko, Riawan Yudi; Purwaningsih, Wharyanti Ika; Febriyanti, Iddha
EDUPEDIA Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i1.2657

Abstract

Multimedia pembelajaran adalah salah satu sarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa untuk memahami materi matematika yang bersifat abstrak. Terlebih untuk siswa tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Siswa tunagrahita sangat membutuhkan keberadaan multimedia pembelajaran. Akan tetapi, pada kenyataannya ketersediaan multimedia pembelajaran untuk siswa tunagrahita masih sedikit, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan numerasi siswa tunagrahita terutama pada materi operasi hitung penjumlahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita. Pengembangan multimedia pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase. Berdasarkan hasil analisis dari penilaian ahli dan uji coba, multimedia pembelajaran dalam kategori sangat valid dengan skor 5,00. Kepraktisan multimedia pembelajaran memperoleh skor 4,777 dalam kategori sangat baik. Hasil tes prestasi belajar siswa berhasil mencapai KKM, serta respon siswa terhadap multimedia pembelajaran dalam kategori sangat positif dengan persentase 92%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran efektif. Sehingga multimedia pembelajaran layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Discovery Learning yang Berorientasi pada Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VII SMP Cahyani Chasanah, Meta; Purwaningsih, Wharyanti Ika; Nugraheni, Puji
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul ajar berbasis Discovery Learning yang berorientasi pada kemampuan numerasi siswa kelas VII SMP. Modul ajar ini dikembangkan pada materi statistika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul ajar berbasis Discovery Learning yang berorientasi pada kemampuan numerasi siswa memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahapan model ADDIE yaitu (1) tahap analisis (analysis), (2) tahap desain (design), (3) tahap pengembangan (development), (4) tahap implementasi (implementation), dan (5) tahap evaluasi (evaluation). Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil uji kevalidan pada modul ajar menunjukkan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 3,54 oleh ahli media dan 3,23 oleh ahli materi dengan kategori valid. Modul ajar memenuhi kriteria kepraktisan dengan hasil rerata penilaian angket respon siswa dan guru mencapai persentase 95% pada kategori sangat praktis. Serta keefektifan modul ajar ditunjukkan pada hasil ketuntasan tes kemampuan numerasi siswa mencapai 97% dengan satu siswa tidak tuntas dari 32 siswa uji coba keseluruhan. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis Discovery Learning layak digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi statistika.
Analisis berpikir analogi siswa dalam menyelesaikan masalah materi bangun ruang sisi datar Sofiyanti, Dewi Pangestuti; Sapti, Mujiyem; Nugraheni, Puji
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v8i12024p60-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir analogi siswa dalam menyelesaikan masalah materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive. Subjek yang diambil adalah 2 dari 10 calon subjek terpilih. Metode pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menyelesaikan soal melalui tahapan berpikir analogi dengan tema-tema yang muncul pada setiap tahapannya yaitu encoding berupa pemahaman informasi dan pemahaman masalah yang dikodekan ke dalam suatu simbol atau istilah yang berkaitan dengan ukuran-ukuran panjang, tinggi, dan laiinya pada bangun ruang, inferring berupa keterkaitan hubungan antara masalah sumber dan masalah target dengan kesamaan penyelesaian menggunakan konsep yang sama pada masalah sumber untuk digunakan pada masalah target yaitu volume, luas permukaan, dan pythagoras, mapping berupa membuat rencana dengan menuliskan rumus volume, luas permukaan atau pythagoras kemudian memetakan rencana dari informasi yang telah diperoleh dengan penerapan konsep yang sama antara masalah sumber dan masalah target, dan applying berupa pelaksanaan rencana dengan menerapkan pilihan jawaban yang cocok berdasarkan pemikiran penyelesaian. Kata kunci: Analogi, Berpikir Analogi, Masalah Matematika, IPA.
Pengaruh Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media Kahoot! Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Oktiana, Irma; Sapti, Mujiyem; Nugraheni, Puji
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji  multivariat dimana sebelum dilakukan uji multivariat data diuji terlebih dahulu menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! kelas eksperimen diperoleh rata-rata keaktifan siswa sebesar 62,43 dan rata-rata nilai hasil belajarnya sebesar 69,41. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata keaktifan siswa sebesar 48,4 dan rata-rata nilai hasil belajarnya sebesar 57,91. Untuk uji  multivariat diperoleh Fobs = -67,521. dan H1 diterima, artinya ada perbedaan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! dengan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai metode konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! lebih baik dibandingkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional.
Keterampilan Metakognitif Siswa Climber dalam Pemecahan Masalah Matematika Febryanto Kurniawan; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih; Teguh Wibowo
Jurnal Tadris Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.2.163-174

Abstract

This research aims to describe metacognitive skills of climber students in solving mathematic problems in class VIII junior high school. The subject of research isthree climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research method used qualitative with the form of phenomenological research. The subject of research is climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research instrument is an Adversity Quotient questionnaire, mathematic troubleshooting test, and interviews. Data collection techniques are conducted by collecting data from writing test and interview with students. The results showed that climber students planning skills at the stage of understanding problems and planning problem solving is aware in predicting the knowledge of materials needed and have the thoroughness in digging information that is important in the matter, aware of the plan used and able to realize the relationship with the problems that ever worked. Climber students monitoring skills on the stage of implementing a solving plan, students are aware in the process of solving questions and aware that previous strategies can assist in solving the problem, students also aware and confident with the results of his work. Mean while, climber students evaluation skills realize that the results are correct, but students not realize that there are other strategies that can solve the problem.