Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI POLA DAN KARATERISTIK ARUS LAUT DI PERAIRAN KALIWUNGU KENDAL JAWA TENGAH PADA MUSIM PERALIHAN I Tarhadi, Tarhadi; Indrayanti, Elis; DS, Agus Anugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.693 KB)

Abstract

Abstrak Pembangunan Pelabuhan di dearah Kaliwungu Kendal menyebabkan kondisi perairan di sekitar lokasi pelabuhan menjadi dinamis. Proses hidro-oseanografi memberikan pengaruh terhadap kondisi di perairan Kaliwungu dalam hal ini khususnya arus laut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan karateristik arus laut di perairan Kaliwungu Kendal. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa arus dan data sekunder yaitu data angin dan peta bathimetri perairan Kaliwungu Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan penentuan lokasi pengambilan data arus dengan purposive sampling methods. Perekaman data arus dengan ADCP dan pengolahan data dengan ADCIRC. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kecepatan arus perlapisan sebagai berikut : lapisan permukaan (0 m s/d 2 m) adalah 0,088 m/dt, lapisan tengah (3 m s/d 8 m) adalah 0,070 m/dt dan lapisan dasar (8 m s/d 10 m) adalah 0,057 m/dt. Kecepatan rata-rata arus Perairan Kaliwungu Kendal pada musim peralihan I adalah 0,089 m/dt dan arah dominasi ke arah tenggara. Karateristik arus Perairan Kaliwungu Kendal di dominasi arus pasut sebesar 84% dan arus non pasut 16% dengan pola gerakan arus laut mengikuti pola gerakan pasang surut.
PENGARUH IOD (INDIAN OCEAN DIPOLE) TERHADAP VARIABILITAS NILAI SERTA DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a PADA PERIODE UPWELLING DI PERAIRAN SEKITAR BUKIT BADUNG BALI Hafizhurrahman, Irfan; Kunarso, Kunarso; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6740.44 KB)

Abstract

Perairan Badung Bali merupakan salah satu perairan dengan sumber daya perikanan yang tinggi. Pemahaman IOD terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dapat digunakan untuk membantu menentukan daerah potensi perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh IOD terhadap variabilitas nilai serta distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan Badung Bali. Penelitian ini menggunakan data citra MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spektroradiometer) level 3(tiga) berupa data SPL dan klorofil-a periode bulanan, data angin, data arus insitu dan permodelan serta data DMI (Dipole Mode Index) periode upwelling pada bulan Agustus-November setiap tahunnya yang dianalisis tahun 2010-2014. Distribusi parameter diolah menggunakan software ArcGIS 10.0, sedangkan data pendukung disajikan dengan software SMS 10.0. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus dan pengambilan data arus insitu menggunakan metode Lagrange. Berdasarkan hasil analisis terjadinya variabilitas nilai SPL dan klorofil-a. SPL mengalami peningkatan pada bulan Agustus-November pada setiap tahun yang dianalisis (2010-2014). Hasil sebaliknya pada konsentrasi klorofil-a yang mengalami penurunan. Nilai SPL tertinggi pada tahun 2010 dan terendah pada tahun 2011. Konsentrasi klorofil-a tertinggi pada tahun 2012 dan terendah pada tahun 2010. SPL tinggi dengan nilai maksimal 33,88⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD negative. SPL rendah dengan nilai minimal 24,00⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD positif. Pada sisi lain, konsentrasi klorofil-a di lokasi kajian tersebar di beberapa daerah, dengan nilai maksimal 4,47 mg/m3. Hal ini juga dipengaruhi transport massa air dari lapisan bawah dengan meningkatnya intensitas upwelling, sehingga memicu pertumbuhan produktivitas primer yang mengakibatkan terjadinya peningkatan klorofil-a. Proses hidrodinamika yang mempengaruhi SPL dan Klorofil-a di perairan Badung Bali secara dominan adalah arus ke barat laut dengan kecepatan berkisar 0,0980-0,2083 m/s.
ANALISIS PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI SEKITAR PERAIRAN MUARA SUNGAI WULAN, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Manurung, Jefri Gunawan; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.727 KB)

Abstract

Sedimen tersuspensi yang mengalir dari hulu ke hilir menambah kandungan sedimen tersuspensi yang diterima di muara Sungai Wulan dan menyebabkan pendangkalan. Penelitian mengenai pola persebaran material padatan tersuspensi sangat perlu dilakukan, dengan mengetahui sebaran sedimen maka dapat dibuat suatu penanggulangan maupun tindakan pencegahan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pasang dan surut terhadap pola sebaran muatan padatan tersuspensi di sekitar perairan muara Sungai Wulan. Sampel air laut untuk analisis material padatan tersuspensi dilakukan mulai tanggal 10 - 19 Maret 2016 di laboratorium Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi surut menuju pasang di kedalaman 0,2d, nilai konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun enam sebesar 129 mg/l dan terendah pada stasiun 18 sebesar 55 mg/l. Di kedalaman 0,6d, nilai konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun empat yaitu sebesar 154 mg/l dan terendah pada stasiun 19 sebesar 87 mg/l. Di kedalaman 0,8d, konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun satu sebesar 156 mg/l dan terendah pada stasiun 18 sebesar 72 mg/l. Sedangkan pada kondisi pasang menuju surut di kedalaman 0,2d, nilai konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun empat sebesar 130 mg/l dan terendah pada stasiun 20 sebesar 30 mg/l. Di kedalaman 0,6d, nilai konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun empat sebesar 130 mg/l dan terendah pada stasiun 20 sebesar 43 mg/l. Di kedalaman 0,8d, konsentrasi MPT tertinggi berada pada stasiun empat sebesar 144 mg/l dan terendah pada stasiun 18 sebesar 30 mg/l. Pola sebaran sedimen tersuspensi terjadi pada musim peralihan pertama di bulan Maret, sehingga sebaran sedimen suspensi bergerak dominan dari barat ke timur. Sedimen tersuspensi bergerak dominan menuju selatan pada kondisi surut menuju pasang dan dominan menuju barat daya pada kondisi pasang menuju surut. 
TINGGI MUKA AIR RENCANA GUNA RENOVASI BREAKWATER DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP (PPSC) Fathonah, Junika Ahmad; Dwi S, Agus Anugroho; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.704 KB)

Abstract

Tinggi muka air rencana merupakan penjumlahan dari berbagai parameter yang sangat penting bagi perencanaan bangunan pantai seperti pasang surut, kenaikan muka air akibat gelombang (wave set-up) dan kenaikan muka air laut yang selalu bertambah tiap tahun akibat pemanasan global. Besarnya kemungkinan cuaca ekstrim dengan kejadian air pasang dan gelombang badai di waktu yang bersamaan, merupakan penyebab kerusakan dan miringnya breakwater di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Tujuan penelitian adalah mengetahui tinggi muka air rencana dan menentukan elevasi puncak breakwater untuk perenovasian breakwater di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Pengambilan data primer (gelombang) menggunakan metode visual observation dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 7 April 2015 di Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Pengolahan data sekunder angin menggunakan metode SMB yang hasilnya digunakan untuk verifikasi data pengukuran gelombang, perhitungan wave set-up dan run up gelombang. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode admiralty untuk menentukan HHWL sebagai referensi muka air. Metode penelitian adalah kuantitatif. Hasil pengukuran gelombang adalah tinggi gelombang (H10) sebesar 0,8 meter dan periode gelombang (T10) sebesar 5,24 detik. Perhitungan wave set-up diperoleh sebesar 0,28 meter; run up gelombang sebesar 1,24-1,27 meter untuk struktur tetrapod dan 1,94-1,98 meter untuk struktur batuan pecah. Nilai HHWL sebesar 2,1 meter. Kenaikan muka air akibat pemanasan global adalah 0,15 meter. Tinggi muka air rencana untuk breakwater di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) adalah 2,53 meter. Elevasi puncak breakwater yang ideal untuk breakwater di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) adalah 4,30 meter untuk struktur bangunan dari tetrapod dan 5,01 meter untuk struktur bangunan dari batuan pecah.
Analisis Dampak Gelombang Tinggi Pada Musim Barat Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah Hanan, Akhmad; DS, Agus Anugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.768 KB)

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Rembang adalah daerah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dimana sangat rawan pengaruh gelombang tinggi yang biasa terjadi pada musim barat yang berdampak terhadap penggunaan lahanpesisir. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dampak gelombang tinggi pada musim barat tersebut terhadap penggunaan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data Satelit Altimetri Saral AltiKa dan Cryosat tahun 2009 – 2014 yang menghasilkan komponen gelombang. Untuk analisis data penggunaan lahan menggunakan analisis data satelit Landsat 8.  Berdasarkan hasil wilayah pesisir Kabupaten Rembang yang terkena dampak gelombang tinggi pada musim barat dengan tinggi gelombang mencapai 2,24 meter adalah wilayah pesisir Kecamatan Kaliori dan Kecamatan Sluke. Penggunaan lahan yang terkena dampak gelombang tinggi di wilayah tersebut adalah tambak 149,7  Ha, lahan pertanian 34,59 Ha, permukiman 74,6 Ha dan mangrove  2,1 Ha. Wilayah yang terkena dampak gelombang pada musim barat kategori sedang adalah di wilayah Kecamatan Rembang dan sebagian wilayah Kecamatan Lasem luas penggunaan lahan sebesar 271,6 Ha. Sedangkan di wilayah Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang dampak gelombang tinggi terhadap penggunaan lahan negatif. 
KAJIAN DAMPAK PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ANALISA PENGINDERAAN JAUH SATELIT DI KECAMATAN PAITON, KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Prameswari, Siti Rahmi; D. S, Agus Anugroho; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1947.995 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan garis pantai terhadap perubahan lahan pesisir di Kecamatan Paiton dalam jangka waktu 16 tahun dengan menggunakan analisa penginderaan jauh satelit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yakni metode penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya yang berkaitan dengan fenomena alam sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling Method yaitu penentuan lokasi pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan adanya perubahan garis pantai berdasarkan hasil overlay Peta LPI tahun 1993 dan  citra satelit Landsat 1996 di kecamatan Paiton periode tahun 1993-1996 berkurang sepanjang 909,397 m, lahan yang terakresi seluas 38,5435 ha dan lahan yang tererosi seluas 56,21 ha. Hasil overlay citra Landsat 1996 dan Ikonos 2009 terjadi penambahan garis pantai sepanjang 1.193,489 m, lahan yang terakresi seluas 11,863 ha dan lahan yang tererosi seluas 12,492 ha. Hasil pengolahan data arus didapatkan besarnya arus sepanjang pantai sebesar 1,829 m/s, kecepatan gelombang sebesar 6,187 m/s dengan Mean Sea Level sebesar 168 cm.  Hal ini menunjukkan bahwa perubahan garis pantai akan berdampak pada perubahan lahan di Kecamatan Paiton setiap tahunnya akibat dari erosi dan akresi.
HUBUNGAN ANTARA KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) DI SELAT BALI BERDASARKAN CITRA SATELIT Syihab, Dewi Masyitoh; Zainuri, Muhammad; Dwi S., Agus Anugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.107 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu komoditas penting di Indonesia adalah bidang perikanan tangkap yaitu ikan pelagis khususnya ikan Lemuru (Sardinella longiceps). Kontribusi terbesar  hasil tangkapan ikan Lemuru (S. longiceps) berada di Selat Bali. Keberadaan ikan Lemuru (S. longiceps) sangat dipengaruhi oleh jumlah makanan yang tinggi dan suhu optimum tubuhnya di perairan. Untuk mengetahui keberadaan ikan Lemuru (S. longiceps) di perairan maka dapat dilihat dengan parameter oseanografi yaitu klorofil-a dan suhu permukaan laut. Nilai klorofil-a dan suhu permukaan laut di perairan dapat diketahui dengan menggunakan citra satelit Aqua-Terra MODIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pergerakan ikan Lemuru (S. longiceps) secara horizontal dan mengetahui hubungan antara konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan Lemuru (S. longiceps) berdasarkan garis bujur dan lintang di Selat Bali. Terdapat hubungan antara konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan Lemuru (S. longiceps) pada variasi garis bujur yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar r= - 0,457 dan r= - 0,150. Hubungan konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan Lemuru (S. longiceps) pada variasi garis lintang mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,831 dan r = 0,810.
Pemetaan Banjir Rob Terhadap Pasang Tertinggi di Wilayah Pesisir Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara Frederick, Hendra; Dwi S, Agus Anugroho; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.353 KB)

Abstract

Kecamatan Medan Belawan adalah salah satu dari 21 Kecamatan yang berada dibagian utara Kota Medan dengan Luas ± 21,82 Km² dan berada pada ketinggian 3 meter diatas permukaan laut. Salah satu permasalahan di Kecamatan Medan Belawan, yaitu banjir pasang/rob. Saat ini daerah pesisir Kecamatan Medan Belawan sering terjadi banjir pasang yang diakibatkan karena air laut pasang.Banjir rob merupakan genangan air laut pada bagian daratan pantai yang terjadi akibat air laut pasang. Adanya pasang naik dan pasang surut akan mempengaruhi kondisi genangan yang terjadi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi banjir rob yang terjadi di Medan Belawan, Sumatera Utara.Analisis harmonik pasang surut menggunakan metode Admiralty. Tujuan perhitungan metode admiralty adalah untuk mendapatkan konstanta harmonik pasang surut yang meliputi Amplitudo, M2, S2, K1, O1, N2, K2, P1, M4, MS4. Melakukan pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dengan metode Topo to Raster untuk menggambarkan kondisi Medan Belawan saat ini. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,14 cm maka pasang surut perairan Medan Belawan adalah bertipe pasang surut harian ganda dengan MSL = 144,88 cm, HWL = 246 cm, dan HHWL = 232,71 cm. Luas genangan yang terjadi pada bulan September tahun 2015 sebesar 540,938 ha meliputi Kelurahan Sicanang, Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan Bahagia dan Kelurahan Bagan Deli. Berdasarkan grafik regresi didapat hubungan korelasi yang sangat kuat, artinya semakin besar elevasi pasang surut, maka akan semakin besar luas genangan yang terjadi.
Sebaran Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Berdasarkan Analisa Citra Satelit Landsat-8 di Perairan PLTU Labuhan Angin Sibolga, Sumatera Utara Sitinjak, Dedy Febrianto; Suryo P., Agus Anugroho Dwi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.416 KB)

Abstract

PLTU Labuhan Angin Sibolga memiliki air bahang yang langsung berhubungan dengan laut. Air bahang adalah air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin PLTU yang dibuang kembali ke laut, sehingga suhu permukaan laut mengalami peningkatan suhu dari suhu rata-rata laut.             Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU Labuhan Angin Sibolga dengan menggunakan data Citra Satelit Landsat-8. Sebaran suhu permukaan laut diproses melalui pendekatan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). hasil analisa terlihat adanya perubahan dan sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU. Penelitian ini dilakukan verifikasi data lapangan di beberapa titik sampling dengan penentuan titik secara acak sebanyak 15 titik yang digunakan untuk verifikasi data.             Hasil dari penelitian didapatkan adanya suhu permukaan laut yang mengalami perubahan suhu sebesar 4,8oC dari suhu rata-rata laut dan arah sebaran dominan ke arah Selatan perairan sejauh 690 meter dengan kecepatan arus permukaan rata-rata 0,032 m/s. Suhu tertinggi perairan akibat air bahang sebesar 35,4oC dan suhu terendah 31,4oC, verifikasi data lapangan mendapatkan Mean Relative Error 3,48%.
KARAKTERISTIK POLA ARUS DAN KONDISI KUALITAS PERAIRAN DI PANTAI MARINA ANCOL, JAKARTA Reiner, Muhammad; Dwi S, Agus Anugroho; Prasetyawan, Indra Budi
Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.72 KB)

Abstract

AbstrakPantai Marina Ancol merupakan salah satu lokasi wisata bahari yang terletak di utara Jakarta. Lokasinya yang dekat dengan Tanjung Priok mampu menyebabkan penurunan kualitas perairan yang menyimpang dari Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari yang yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pola arus dan parameter kualitas perairan serta pola sebarannya guna melihat kondisi perairan di Pantai Marina Ancol dengan mengacu pada Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari. Penelitian ini dilakukan pada 27-30 April 2016 di perairan Pantai Marina Ancol, Jakarta. Pengumpulan data di lapangan yaitu pengambilan data sampel air di 12 stasiun dan pengukuran arus laut selama 3 hari.  Pengolahan data terdiri dari analisis data arus, pasang surut serta pemodelan numerik dan analisis kualitas perairan (suhu, kecerahan, pH, salinitas, DO dan BOD5). Hasil penelitian menunjukan tipe pasang surut di Pantai Marina Ancol adalah pasang surut harian tunggal dengan nilai formzahl 3,12. Karakteristik pola arus di Perairan Pantai Marina Ancol mempunyai pola gerakan arus yang berubah arah. Hasil analisis kualitas perairan menunjukkan bahwa Perairan Pantai Marina Ancol memiliki beberapa parameter kualitas perairan terukur yang menyimpang dari Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari yaitu kecerahan, oksigen terlarut (DO), dan BOD5.
Co-Authors Abdillah Ranadipura Ade Firdaus Triagusta Afidyah Vicky Antari Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Trianto Agus Trianto Ahmad Nur Huda Aini, Firly Nur Ajub Ajulian Zahra Macrina Akhmad Hanan Aldi Nuary Nuary Aldi Nuary Nuary Alfi Satriadi Alvin Hidayat, Alvin Andita Agung Andnur, Mohammad Octa Andriana Kartina Wingtyas Angga Dwi Saputra Anggardha Ayu Pratiwi Anindya Wirasatriya Anissa Cintya Andika Asri Apriliawan Setiya Ramadhany Apriliawan Setiya Ramadhany Ari Soebekti Aris Ismanto Azis Rifai Azra, Mhd Rayhan Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Bintang Yosua Cristian M. Dayinta Andayani Denny Nugroho Sugianto Dewi Masyitoh Syihab Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Galih Tristianto Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hadi Endrawati Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Hendana Pristiwan Hendra Frederick, Hendra Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikno Ilham Panra, Ilham Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Ivan Febriansyah Jarot Marwoto Junika Ahmad Fathonah, Junika Ahmad Karlina Putri Diani Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Manurung, Jefri Gunawan Misbah Riyandi Fauzi Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Sababa Alhaq Muhammad Sulaiman Muhammad Zainuri Mukti Trenggono Muslim Muslim Osen Faber Romario Tampubolon Petrus Subardjo Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putu Suryaniti Dewi Reiner, Muhammad Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rizky Aditya Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sabilu, Kadir Sagita Difa Wardhani Siti Rahmi Prameswari Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Redjeki Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Surya Agung Nugroho Surya Nugraha Syaiful Syakinah Maghfirah Ayu Tarhadi Tarhadi Taufiq Hidayat Teguh Agustiadi Warsito Atmodjo Yeremia Sudibyo