Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Optimasi Dosis Pupuk Anorganik dan Pupuk Kandang Ayam pada Budidaya Tomat Hibrida (Lycopersicon esculentum Mill. L.) Haveel Luthfyrakhman; Anas D. Susila
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.333 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.119-126

Abstract

The objective of this research was study the effect of fertilizer and manure on growth and productivity of hybrid tomato(Lycopersicon esculentum Mill. L). This research conduced at Pasir Sarongge experimental field University Farm, Bogor Agricultural University, Cipanas, from February to July 2011. The experimental design used was Completely Randomized Block Design, with two factors and three replications. The first factor was manure dosages which were 0, 10, 20, and 30 ton ha-1. The second factor was fertilizer dosages which were 0%, 75%, and 150% of recommended dosage. Recommended dosage use was 100 kg ha-1 N, 100 kg ha-1 P2O5, and 50 kg ha-1 K2O, from Ministry of Agriculture. Plant height showed quadratic response to manure at 2 and 4 week after transplanted (WAT), then linier at 6 WAT. To the fertilizer, plant height showed no response at 2 WAT and has not shown linier response at 4 and 6 WAT. Interaction between manure and fertilizer was significant at 8 WAT. Manure gave linier effect to number of leaves at 2, 4, and 8 WAT but not significant at 6 WAT. Fertilizer gave no significant effect to number of leaves. Manure gave quadratic effect where as fertilizer gave linier effect to fruit weight per plot, fruit weight per hectare estimated, and relative yield. Optimum manure dose obtained from this research was 24.375 ton ha-1. Maximum fruit weight per plot was 17.41 kg. Estimated maximum fruit weight per hectare was 22.79 ton ha-1. Manure gave linier effect to fruit weight per plot of grade A and B. Fruit weight per plot of grade C, fruit diameter, and average fruit weight were not affected by manure or fertilizer given.Keywords : tomatoes, fertilizer, chicken manure, Lycopersicon esculentum
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Gedi (Abelmoschus manihot (L.) Medik.) melalui Aplikasi Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik Rahmat Hadi Wibowo; Anas D. Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.644 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi gedi (Abelmoschus manihot (L) Medik.). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2011 di Unit Lapang Cikabayan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia. Bahan tanam merupakan stek gedi yang berasal dari Sorong, Papua Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Teracak (RKLT) dengan satu faktor perlakuan yaitu dosis pupuk. Terdapat delapan taraf pupuk yang dicobakan 0, 20, 40, 60 ton.ha−1 pupuk organik dan 0, 20, 40, 60 ton.ha−1 pupuk organik + NPK. Pupuk organik yang dipakai adalah pupuk kandang ayam dan pupuk anorganik yang dipakai adalah NPK 15-15-15. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik dengan dosis 30.39-34.04 ton.ha−1 akan memberikan hasil yang optimum. Dosis pupuk optimum pupuk organik + NPK belum dapat ditentukan. Namun, penambahan pupuk NPK pada pemupukan organik dapat meningkatkan hasil panen tanaman.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil, Panen Tanaman Sayuran di dalam Nethouse Anita Maryam; Anas D. Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.322 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15109

Abstract

Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada. Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada.
Respon Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) pada Sistem Irigasi Tetes Terhadap Aplikasi Nanosilika lewat Daun Jian Ayu Pratiwi; Anas Dinurrohman Susila; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46447

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran terpenting di Indonesia. Masalah terpenting dalam produksi cabai rawit adalah rendahnya produktivitas. Aplikasi nanosilika diharapkan dapat meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi nanosilika lewat daun terhadap pertumbuhan dan hasil panen cabai rawit pada budi daya menggunakan mulsa polyethylene dan irigasi tetes. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Institut Pertanian Bogor, dengan jenis tanah latosol dan koodinat 6°33'50.2"S 106°43'31.0"E. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu konsentrasi nanosilika yang diberikan dalam 5 taraf perlakuan yaitu 0, 1.5, 3, 4.5 and 6 ml L-1 dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah karakter vegetatif, respon perkembangan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi nanosilika pada cabai rawit Harita pada sistem budi daya menggunakan mulsa polyethylene dan irigasi tetes tidak meningkatkan variabel vegetatif tanaman dan hasil tanaman. Kata kunci: buah layak jual, mulsa polyethylene, split fertigasi
Pengaruh Kandungan P dan K Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum) pada Tanah Andisol Adji, Ibnu Surastyo; Susila, Anas D; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.54543

Abstract

Tomat merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan di Indonesia. Produktivitas tomat dapat ditingkatkan dengan pendekatan teknologi budidaya seperti menggunakan teknologi irigasi dan pemupukan yang presisi. Penelitian bertujuan mengevaluasi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada berbagai tingkat ketersediaan unsur hara P dan K di dalam tanah andisol asal Garut. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik kebun percobaan tajur PKHT IPB menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor berupa status hara (rendah, sedang, dan tinggi) pada unsur hara P dan K secara terpisah berdasarkan hasil uji cepat perangkat uji tanah kering (PUTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hara P tanah berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, yaitu pada bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering total. Status hara K tanah nyata berpengaruh pada tinggi tanaman, bobot biomassa basah, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total, diameter batang, jumlah buah, dan total bobot buah. Status hara K tinggi menunjukkan hasil total bobot buah yang paling tinggi yaitu dengan rata-rata 320.17 gram tomat per tanaman atau setara dengan 10,565 ton ha-1, sedangkan status hara P tinggi menunjukkan hasil total bobot buah yaitu dengan rata-rata 256.32 gram tomat per tanaman atau setara dengan 8,458 ton ha-1. Kata kunci: biomassa, fosfor, kalium, status hara, produktivitas
Selection of the Best Method of Soil Phosphorus Test for Tomato (Solanum lycopersicum L.) on Andisols Gunawan, Endang; Susila, Anas D; Santosa, Edi; Sutandi, Atang
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 2 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i2.65362

Abstract

Determination of recommendations for phosphorus (P) based on soil tests for tomato in Andisol has not been done in Indonesia. Beginning with the making of P soil status in IPB Research Station Pasirsarongge Cianjur and followed by a correlation test in PKHT IPB greenhouse Tajur Bogor West Java, from November 2015 to April 2016. The objective was to select the best extraction method of P Andisols for tomato. This research used a single-location approach; with a randomized block design. The treatments were soil P status by application of phosphoric acid solution (H3PO4) with five rates of P : 0, ¼,X, ½X, ¾X, and X. X was the P rate of 2240 kg P ha-1 was applied to achieve maximum P concentration in the soil. H3PO4 solution was applied to the bed surface and incubated for 4 months to obtain different P nutrient statuses. A study of the Correlation test conducted in the greenhouse used the 4 month incubated soil. Analysis of soil P using five extraction methods: Bray 1 (HCl 5N), HCl 25%, Morgan Wolf (NaC2H3O2.3H2O), Mechlich (HCl 0.05N + H2SO4 0.025N) dan NH4OAc (NH4OAc, pH 7). The results showed differences in response of plant height and biomass dry weight on nutrient status of Andisols P. Quandratic response pattern was shown in tomato plant height at 7 weeks after planting and biomass dry weight. The best Andisols P extraction method for tomato is Morgan Wolf, with a correlation coefficient (r) was 0.79. Keywords: biomass, extraction method, greenhouse, H3PO4, Morgan Wolf
Penetapan Rekomendasi Pemupukan K untuk Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tanah Andisol Melalui Uji Tanah Gunawan, Endang; D. Susila, Anas; Santosa, Edi
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Penetapan rekomendasi dosis kalium (K) berdasarkan uji tanah untuk tanaman tomat pada tanah Andisol belum banyak dikaji di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rekomendasi pemupukan kalium (K) pada tanaman tomat di tanah Andisol berdasarkan uji tanah. Tahapan penelitian meliputi penetapan status hara K tanah, uji korelasi K di rumah kaca, uji kalibrasi K di lapangan, serta penentuan rekomendasi pemupukan K. Penetapan status hara K tanah dilakukan dengan enam tingkat ketersediaan K dari sangat rendah hingga sangat tinggi (0, ¼X, ½X, ¾X, dan X), di mana X merupakan nilai tertinggi serapan hara K tanah sebesar 413.4 kg K ha-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan lokasi tunggal dengan rancangan acak kelompok sebanyak lima ulangan. Hara K diinkubasi selama empat bulan, kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis kandungan K. Uji korelasi dilakukan di rumah kaca dengan rancangan acak lengkap lima ulangan, sedangkan uji kalibrasi di lapangan menggunakan rancangan petak terbagi dengan rancangan acak kelompok lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi K terbaik untuk tanah Andisol pada tanaman tomat adalah NH₄OAc. Batas ketersediaan hara K-NH₄OAc ditetapkan sebagai sangat rendah (<84 ppm K), rendah (84–<121 ppm K), sedang (121–<202 ppm K), serta tinggi dan sangat tinggi (>202 ppm K). Kebutuhan K untuk hasil maksimum tomat pada tingkat kesuburan sangat rendah, rendah, dan sedang berturut-turut adalah 442, 363, dan 298 kg K₂O ha-1, sedangkan untuk hasil optimum berturut-turut sebesar 426, 348, dan 283 kg K₂O ha-1.  Kata kunci: hara K, NH4OAc, uji kalibrasi, uji korelasi
Co-Authors , Amisnaipa ,, Sopiana A. HAITAMI Adji, Ibnu Surastyo Adolf P. Lonto Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Alghifari, Ahmad Fadli Alveno, Vitho Amanah, Mar'atus Sholihatul Amanda Sari Widyanti Angga Agung Gumelar Anita Maryam Aris Aprilianto Arisa Noguchi, Arisa Atang Sutandi Awang Maharijaya Azzuhdy, Muhammad Zakiyuddin Siroj Badrieh, Haian Amin Budi Nugroho Chin-Hua Ma Christian, Ramot D. Wasgito Purnomo Deli, Syekh Zulfadli Arofah Dermawan, Rahmansyah Dermawan Desi Hernita Dewa Gede Wiryangga Selangga Dewa Gede Wiryangga Selangga Dhika Prita Hapsari Dian Diani Tanjung Didy Sopandie Diny Dinarti Donatila Faranso Dwi Guntoro Edi Santosa Eko Sulistyono Endang Gunawan Endang Wijayanti Faqih Udin Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat Fita Lita Ramadiani Fitri Alfiyah Habibi, Irfan Hakiki, Firdha Annisa Hamdani, Kiki Kusyaeri Hati, Helena A P Haveel Luthfyrakhman Haveel Luthfyrakhman Herry Suhardiyanto Hulu, Versi Putra Jaya Jatsiyah, Venti Jian Ayu Pratiwi Juang G. Kartika Juang Gema Kartika Ken Takahata, Ken Ketty Suketi Krisantini Krisantini , Krisantini Kyoung, Cheong Min La Ode Safuan Lutfi Izhar Majesta Esa Sofian Manuel Celiz Palada Maryam, Anita Masruroh, Qibtiyatul Mathias Pratama Muhamad Syukur Munif Ghulamahdi Nani Yulianti Nicha Muslimawati Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Odit Ferry Kurniadinata Oktavia, Adea Paramyta Nila Permanasari Prathama, Mathias Purwono Purwono Purwono, Purwono Rahanita, Prima Rahmah, Yulia Rahmat Hadi Wibowo Rahmi Fauziah Raka Daniel Lihardo Sumbayak Rhoedy Poerwanto rina ekawati Risna rusdan Rizqi Utami Nugraha Roedhy Poerwanto Rykson Situmorang S Anwar Salvadore J. Locascio Sintho Wahyuning Ardie Siti Halimah Slamet Susanto Sobir Sobir Sofyan Zaman SRI HENDRASTUTI HIDAYAT SRI RAHAYU Sugiyanta Suryo Wiyono TAKAHISA MATSUOKA Tarigan, Hardi Satria Vivit F. Alviana Wibowo, Rahmat Hadi Wika Anrya Darma, Wika Anrya Willy Bayuardi Suwarno Winarso D. Widodo Wirabawana, Bartolomeus Varian Yuliharsa Yohanes Bayu Suharto Yoko Mine Yoko Mine Yudi Chadirin YULIN LESTARI Yuni Koerniawati