Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengukuran Percepatan Benda Melalui Pengukuran Frekuensi Efek Doppler Berbantuan Soundcard PC Hadi Hadi
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6487.62 KB) | DOI: 10.56064/jps.v11i1.407

Abstract

Pada penelitian ini, sebuah komputer PC Multimedia standar dengan fasilitas soundcard dan mikropon, dimanfaatkan untuk mengukur percepatan gerak benda (sumber bunyi) yang dijatuhkan bebas dari ketinggian 2 meter. Pengukuran percepatan didapat dari rekaman informasi perubahan frekuensi suara yang dikeluarkan oleh sumber bunyi (speaker), dimana sumber frekuensi dibangkitkan dari sinyal generator. Frekuensi yang diukur khusus pada sumber suara yang mengeluarkan frekuensi tunggal, dalam penelitian ini menggunakan frekuensi yang cukup tinggi (500 Hz). Menggunakan program Matlab 6 dengan memanfaatkan fasilitas Fast Fourier Transform (FFT) didalamnya, pengukuran frekuensi sumber suara telah dapat dilakukan dengan baik. Pengukuran ini menghasilkan kesalahan rata-rata sebesar 4,8% dari harga percepatan sebenarnya.
Pemodelan Inversi Untuk Estimasi Porositas dan Saturasi Air Data Tahanan Jenis Dengan Menggunakan Persamaan Archie Hadi Hadi; Frinsyah Virgo
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4703.564 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i3.459

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan ini didasarkan oleh adanya persamaan Archie yang menggambarkan hubungan empirik antara besaran tahanan jenis batuan dengan besaran porositas batuan dan saturasi air pengisi pori batuan tersebut. Tujian dari penelitian ini adalah mengestimasi besaran porositas dan saturasi air berdasarkan dari data tahanan jenis dan parameter litologi batuan. Metode yang digunakan adalah metode inversi dengan menggunakan persamaan Archie. Parameter litologi yang digunakan sebagai input adalah koefisien tortuositas (a), faktor sementasi (m) dan eksponen saturasi (n). Pengujian model menggunakan data dan hasil yang berasal dari penelitian Harsono4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai porositas (f) dan saturasi air formasi (Sw) yang didapat, cukup signifikan dan mendekati dengan hasil yang didapat oleh Harsono.
Pengukuran Kecepatan dan Amplitudo Gelombang Ultrasonik untuk Klasifikasi Kualitas Batubara Hadi Hadi; Amoranto Trisnobudi; Frinsyah Virgo; Deddy Kurniadi
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4150.738 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i1.154

Abstract

Umumnya, untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia, misalnya menggunakan analisis proksimat dan ultimat. Selama ini pengujian kualitas batubara dilakukan di laboratorium. Pengujian ini memakan waktu yang cukup lama untuk mengetahui kualitas batubara tersebut. Untuk mengetahui kualitas batubara dapat dilakukan dengan mengukur sifat akustik gelombang ultrasonik yang menembus batubara. Pada pengukuran sifat akustik batubara dengan uji ultrasonik, telah dilakukan dengan pengukuran untuk masing-masing sampel. Dari hasil penelitian, rentang kecepatan gelombang ultrasonik untuk semua sampel batubara adalah antara 787 - 3335 m/s. Jadi, pengukuran parameter fisika batubara telah dapat dilakukan dengan metode ultrasonik, khususnya untuk jenis antrasit. Untuk jenis bituminus dan subbituminus tidak dapat diukur dengan baik.
Perbedaan Waktu Hauling Bagan Tancap terhadap Hasil Tangkapan di Perairan Sungsang, Sumatera Selatan Fauziyah Fauziyah; Freddy Supriyadi; Khairul Saleh; Hadi Hadi
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Research Center for Sub-optimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.842 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.2.1.2013.36

Abstract

Anchovies (Stolephorus sp.) were the target species of stationary lift nets in Sungsang estuary of South Sumatra including others small pelagics. Fishermen of stationary lift net in Sungsang estuary operated before midnight until early morning. In order to obtain optimum catches, it was necessary to know when the right time to operate the stationary lift nets. The research objectives were 1) to analyze the effect of hauling time on the catch, and 2) to determine the optimum hauling time of stationary lift net in Sungsang estuary. The research was conducted in May 2012 with Experimental Fishing methods and completely random design models with treatment differences in hauling time was before midnight (21:00 to 23:59), around midnight (00:00 to 02:59), and after midnight (03:00 to 5:59). The fourth stationary lift net was operated for 3 days (3 trips). All data were processed using SPSS 17 software for windows. The results indicated that the hauling time significantly affected the catch and the optimum hauling time of stationary lift net in Sungsang estuary was around midnight (00:00 to 02:59).
Respon Perbedaan Intensitas Cahaya Lampu Petromak Terhadap Hasil Tangkapan Bagan Tancap Di Perairan Sungsang Sumatera Selatan fauziyah .; Khairul Saleh; Hadi .; Freddy Supriyadi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.941 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1389

Abstract

ABSTRACTThe target fish catches in the stationary lift net fisheries are fish attracted to light. Generally, the auxiliary tool catches used petromax lamp. Waters of Sungsang South Sumatra has a low brightness (muddy) so that the strong intensity of the light entering the water becomes important. The research objective is to analyze the diversity of the fish catch and analyzed the differences in the intensity of the light response of the catch. The research was conducted in May 2012. Experimental Fishing method is using a modified cap petromax the angle 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) and controls. Composition of the fish are anchovies (Stolephorus Sp) 72%, squid (Loligo spp) 7% and Ponyfishes (Leiognathus Sp) 21%. Diversity index value> 0.1 means that the selectivity of fishing gear used has a low level of selectivity and the dominance index value> 0.5 means tend to be dominated by a particular species. Treatment of P105 has the best response to the fish catch on Stationary lift net  in the waters of Sungsang South Sumatra. Key words: Stationary lift net, Sungsang estuary, light intensity ABSTRAKTarget ikan hasil tangkapan pada perikanan bagan tancap adalah ikan yang tertarik cahaya sehingga alat bantu penangkapan umumnya menggunakan lampu petromak. Mengingat perairan Sungsang Sumatera Selatan memiliki kecerahan yang rendah (keruh) maka upaya mengoptimalkan intensitas cahaya petromak yang terpancar ke perairan menjadi penting. Tujuan penelitian adalah menganalisis diversitas ikan hasil tangkapan dan menganalisis respon perbedaan intensitas cahaya lampu petromak terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012. Metodenya adalah Experimental Fishing menggunakan modifikasi tudung petromaks yaitu sudut 900 (P90), 1050 (P105), 1200 (P120) dan kontrol. Komposisi ikan hasil tangkapan bagan tancap yaitu teri (Stolephorus Sp) 72%, cumi (Loligo Spp) 7% dan pepetek (Leiognathus Sp) 21%. Nilai indeks keragaman > 0,1 artinya selektivitas bagan tancap yang digunakan nelayan memiliki tingkat selektivitas rendah dan nilai indek dominasi > 0,5 artinya cenderung didominasi oleh spesies tertentu. Perlakuan P105 memiliki respon terbaik terhadap hasil tangkapan ikan pada unit penangkapan bagan tancap di perairan Sungsang Sumatera Selatan.Kata kunci : Bagan tancap, Perairan Sungsang, Intensitas cahaya
PERBEDAAN WAKTU PENGOPERASIAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN SUNGSANG, SUMATERA SELATAN Fauziyah Fauziyah; Freddy Supriyadi; Khairul Saleh; Hadi Hadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.881 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.4.2013.187-194

Abstract

Di perairan Sungsang Sumatera Selatan, target utama penangkapan dengan alat tangkap bagan adalah ikan teri (Stolephorus sp) dan ikan lainnya sebagai hasil sampingan. Pada umumnya, bagan tancap dioperasikan oleh nelayan setempat sebelum tengah malam sampai menjelang pagi. Berdasarkan fakta tersebut, pengkajian waktu pengoperasian yang optimum terhadap hasil tangkapan bagan tancap perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan waktu operasi dan waktu operasi optimum terhadap hasil tangkapan bagan tancap. Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi bulan gelap pada bulan Mei 2012 dengan metode experimental fishing dan model Rencana Arah Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan waktu operasi yaitu sebelum tengah malam  (21.00-23.59 WIB), saat tengah malam (00.00-02.59WIB), dan setelah tengah malam (03.00-05.59 WIB).  Empat bagan tancap dioperasikan dengan masing-masing 3 kali trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu operasi penangkapan bagan tancap berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dan  waktu pengoperasian yang optimum bagan tancap adalah pada saat tengah malam (00.00-02.59 WIB). In Sungsang estuary of South Sumatera, the target species of fixed lift nets is anchovies (Stolephorus sp) and the others species are classified as by catch. Generally, the fixed lift net is operated by local fishermen before midnight until early morning. Based on this fact, a study on the optimum operation time of the fixed lift nets is necessary. The research objectives are  to analyze the operating time, and the optimum operating time of the fixed lift net in Sungsang estuary. The research was conducted in May 2012 using experimental fishing methods and completely random sampling. The differences in operating time i.e before midnight (21:00 to 23:59), around midnight (00:00 to 02:59), and after midnight (03:00 to 5:59) were used as tratments. The four observed fixed lift net were operated for 3 days (3 trips). Data were analyzed using SPSS 17 software for Windows. The results indicated that the operating time significantly affected the catchand the optimum operating time of fixed lift net in Sungsang Estuary was around midnight (00:00 to 02:59).
Rancang Bangun Peraut Pensil Otomatis Berdasarkan Waktu Berbasis Arduino Nano Popy Sagita Ramadhani; Khairul Saleh; Hadi Hadi
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i2.802

Abstract

Meraut pensil yang terus menerus dapat menyebabkan pensil cepat habis hal ini dikarenakan tidak terkontrolnya waktu untuk meraut. Penelitian ini bertujuan merancang hardware dan software rautan pensil otomatis berdasarkan lama waktu yang dibutuhkan untuk meraut pensil sesuai diameter pensil berbasis mikrokontroler ATmega 328. Penentuan waktu yang dihasilkan berdasarkan merek pensil dengan tingkat ketebalan yang sama yaitu 2B dan berdasarkan lima macam tingkat ketebalan grafit pensil yaitu 6H, 2H, F, 2B dan 6B dengan merek pensil yang sama yaitu Faber Castell untuk diameter 1 mm sampai 7 mm. Semakin besar diameter pensil semakin besar pula waktu yang dibutuhkan untuk meraut. Semakin keras tingkat kepekatan grafit pensil maka waktu yang dibutuhkan untuk meraut semakin besar.
Pembuatan Prototype Sistem Palang Otomatis Lahan Parkir Berbasis RFID (Radio Frequency Identification), Google Sheets dan NodeMCU ESP6288 Azzahra, Ayu Kirani; Hadi, Hadi; Assaidah, Assaidah
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.909

Abstract

Telah dibuat simulasi sistem palang parkir otomatis berbasis RFID dan basis data Google Sheets. Simulasi diwujudkan dalam bentuk prototype lahan parkir. Sistem palang parkir otomatis ini terdiri dari inputan berupan hasil scan kartu yang ditangkap oleh RFID reader dan keluarannya akan tampil di LCD (Liquid Crystal Display) dan menggerakkan motor servo. Adapun basis data yang digunakan dibuat dengan menggunakan layanan Google Spreadsheets yang terdiri dari dua file. Pada file pertama digunakan untuk mencatat pengendara yang masuk dan file kedua digunakan untuk mencatat pengendara yang keluar. Masukan pada sistem yang berupa scan card dilakukan pada berbagai jarak yaitu 1-4 cm. Pada saat kartu di scan dan ternyata ID kartu tersebut belum ada di basis data Google Sheets maka akses akan ditolak dimana LCD akan menampilkan “Data Tidak Ada” dan motor servo tetap diam. Jika ID sudah ada di basis data maka sistem akan memberikan akses dengan palang akan terbuka 90°, waktu palang terbuka hanya diatur berdasarkan waktu yakni 10 sekon dan LCD akan menampilkan kalimat “Selamat Datang” atau “Selamat Jalan”.
Pengaruh Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap Curah Hujan di Kota Palembang pada Periode Tahun 2019–2023 Risnawati, Ria Riski; Irfan, Muhammad; Kurniawaty, Netty; Nur Khakim, M. Yusup; Virgo, Frinsyah; Mardiyansyah, Wijaya; Hadi, Hadi; Sutopo, Sutopo; Koriyanti, Erry; Sailah, Siti; Erni, Erni; Safrina, Sri
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1156

Abstract

Posisi geografis Sumatera Selatan yang berada di dekat Samudera India menyebabkan  fenomena alam yang berkaitan dengan perubahan iklim yang terjadi di Samudera India berpangaruh terhadap kondisi iklim di Sumatera Selatan. Pada Samudera India terjadi fenomena alam Indian Ocean Dipole (IOD) yang berdampak pada anomali iklim di Sumatera Selatan termasuk di Kota Palembang. IOD terdiri atas IOD+ dan IOD-. IOD+ menyebabkan berkurangnya curah hujan dan IOD- menyebabkan bertambahnya curah hujan jika dibandingkan dengan keadaan normal. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena IOD apa saja yang terjadi pada tahun 2019-2023 dan pengaruhnya terhadap curah hujan di Kota Palembang. Data yang digunakan berasal dari NASA dan BMKG Kota Palembang. Data diolah secara grafis dan kemudian dikaji untuk mendapatkan fenomena IOD apa saja yang terjadi pada periode 2019-2023 dan pengaruhnya terhadap curah hujan di Kota Palembang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2019 dan 2023 terjadi IOD+ yang kuat sehingga curah hujan di Kota Palembang sangat minim terutama saat terjadi musim kemarau. Pada tahun 2020-2022 secara umum terjadi IOD- yang lemah yang mengakibatkan curah hujan pada musim kemarau di kota Palembang berada sedikit di atas keadaan normal.
Dampak Enso Dan IOD Terhadap Dinamika Kelembaban Udara dan Temperatur di Kota Palembang Pada Tahun 2017-2021 Novianti, Lidia; Safrina, Sri; Satya, Octavianus Cakra; Hadi, Hadi; Affandi, Azhar Kholiq; Virgo, Frinsyah; Irfan, Muhammad
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i1.783

Abstract

Iklim Indonesia sangat dipengaruhi oleh fenomena ENSO dan IOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ENSO dan IOD terhadap kelembaban udara dan temperatur udara di Kota Palembang. Data yang digunakan adalah data kelembaban udara relatif dan temperatur udara hasil pengukuran stasiun klimatologi BMKG kelas 1 Kota Palembang selama 5 tahun (2017-2021). Data tersebut diolah secara grafis dan statistik untuk mencari kaitan ENSO dan IOD dengan kedua parameter tersebut serta mencari korelasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena IOD+ dan El Niño yang terjadi pada tahun 2018-2019 menyebabkan kenaikan nilai kelembaban udara. La Niña yang terjadi pada tahun 2021-2022 juga menyebabkan kenaikan nilai kelembaban udara, namun kenaikannya lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2018-2019. Fenomena IOD+ dan El Niño pada tahun 2019 menyebabkan kenaikan temperatur udara. Hal ini diperkirakan akibat adanya kebakaran lahan gambut yang masif pada tahun 2019.  La Niña 2020-2021 juga menyebabkan kenaikan temperatur udara, namun kenaikannya tidak sebesar kenaikan tahun 2019. Didapatkan juga bahwa korelasi antara kelembaban udara dan temperatur udara adalah lemah.