Claim Missing Document
Check
Articles

Experimental Study on The Performance Characteristics of 4 Stroke CI Engine using Biodiesel Blend from Coconut Oil suardi suardi; Feston Sandi Paribang; Wira Setiawan; Amalia Ika Wulandari; Muhammad Uswah Pawara; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.188-196

Abstract

To address the challenges faced by the government in the realm of petroleum imports, a promising strategy was adopted in the utilization of biodegradable and renewable sources of biodiesel, such as coconut oil. This research employed two distinct methodologies: Transesterification for biodiesel synthesis and a comprehensive assessment of fuel properties. Subsequently, an experimental phase assessed biodiesel within an engine environment to analysis performance metrics. Results showed that B30 (30% coconut oil, 70% diesel oil) has density of 0.850 g/cm³, B50 (50% coconut oil) at 0.861 g/cm³, and B100 (Pure coconut oil) at 0.893 g/cm³. The values differed from regional standards. As per ASTM D6751, B30 has a viscosity of 2.31 cSt, B50 3.22 cSt, and B100 is 7.02 cSt. Engine performance revealed B50 with the highest torque at 11.787 Nm, while B0 (pure hydrocarbon diesel) has a thermal efficiency of 38%. B0’s lowest SFC (Specific Fuel Consumption) is 261.12 g/kWh at 2000 watts load and 1000 rpm. Biodiesel coconut oil provided comparable power and torque (0.3% difference from B0) but consumed more fuel (21.6 % higher usage than B0). Keywords:  Biodiesel, Coconut oil, Engine performance, Fuel properties, Transesterification.
PERAMALAN BEBAN PENERANGAN KAPAL RO-RO 32.45 METER MENGGUNAKAN METODE ZCM (ZONAL CAVITY METHOD) Suardi Suardi; Wira Setiawan; Muhammad Uswah Pawara; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Alamsyah Alamsyah; Widya Yulia Astin
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 3 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i3.5554

Abstract

Sistem penerangan di atas kapal penumpang kapal ro-ro 32.45 meter masih menggunakan lampu fluorescent atau biasa disebut sebagai lampu neon, lampu ini dipandang kurang efektif mengingat berbagai penelitian menyebutkan bahwa lampu fluorescent memiliki dampak negatif berupa kandungan mercury yang membahayakan lingkungan dan daya yang lebih boros dibandingkan dengan menggunakan lampu LED. tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tingkat penghematan daya generator untuk penerangan setelah mengganti lampu fluorescent menjadi lampu LED. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode lumen atau biasa disebut metode ZCM (Zonal Caviti Method). Hasil penelitian di dapatkan jumlah beban listrik penerangan pada penerangan fluorescent yang telah di akumulasikan tiap deck sebesar 24.41 kW, sedangkan penerangan dengan jenis penerangan LED di dapatkan beban listrik penerangan sebesar 12.49 kW. Sehingga dengan hasil yang tertera di atas didapatkan efisiensi daya sebesar 11.92 kW yang kemudian akan disimulasikan pada desain gambar 3D.
APLIKASI DESIGN SAFETY PLAN DI LINGKUNGAN RT.14 KARANG JOANG DALAM MENDUKUNG KEAMANAN DAN KESELAMATAN JIWA MASYARAKAT Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Sherina Fitri Hariani; Elfin Zulmi Azhar; Fiesta Olivia; Rara Gusnia Nurulhaini; Ahmad Razzan; Gom Gom Mulia Yehezkiel Tambunan; Abiyyu Harly Saputra; Suardi; Muhammad Uswah Pawara
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 1 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i1.1112

Abstract

Keamanan dan keselamatan jiwa merupakan aspek yang yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari hari. Ketika beraktiftas, semua instrument pendukung keamanan dan keselamatan harus terpenuhi. Selain instrument untuk perlengkapan diri sendiri, instrumen pendukung yang terdapat di lingkungan harus memadai. Seluruh instrument pendukung sebaiknya dituangkan dalam sebuah desain safety plan agar masyarakat bisa mengetahui, memahami dan mengaplikaikan setiap instrument pendukung keamanan dan keselamatan jiwa yang tersedia. Tujuan dari pembuatan safety plan yaitu untuk memberikan gambaran awal tindakan yang harus dieksekusi jika sewaktu-waktu terjadi kejadian yang mengancam jiwa manusia seperti bencana alam, non alam dan sosial. Olehnya itu, diperlukan sebuah desain perencanaan penanganan bencana pada setiap kawasan pemukiman. Salah satu daerah di Balikpapan yang belum memiliki desain safety plan yaitu lingkungan RT 14 khususnya Perumahan Batu Ratna Indah Residence. Selain itu, Kawasan ini adalah wilayah terdampak banjir jika curah hujan tinggi. Kurangnya kesadaran akan pentingan desain safety plan sebagai wujud mitigasi bencana menjadi fenomena di wilayah ini. Sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang bisa mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya perencanaan antisipasi bencana. Sebuah konsep kegiatan berupa penyuluhan perencanaan safety plan akan dilakukan dilokasi ini. Selain itu, desain safety plan yang direncanakan akan coba diaplikasikan di lingkungan tersebut dengan menyiapkan beberapa marka jalur evakuasi dan rambu keselamatan lainnya.
Plan for the Power Requirements of The Lights in the Fishing Boat Room Using LED Lights baya, Nur; Suardi; Wira Setiawan; Mambang Rezalut T; Aung Ye Kyaw
Indonesian Journal of Maritime Technology Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 Issue 1, June 2023
Publisher : Naval Architecture Department, Kalimantan Institut of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/ismatech.v1i1.877

Abstract

In the process of building a ship, electrical and lighting installation is one of the important components in the construction of a ship that concerns every room on the ship. This study conducted tests on the study of LED lights in the room above the ship. The method used is the zonal cavity method with division in one room into three parts, namely the height ceiling cavity (hcc), height room cavity (hrc), and height floor cavity (hfc) as well as determining the illumination value according to the standards set for each room. And the results obtained for the lamp power at TASA 22 by using the type of lighting with the LED type obtained a lighting electric load of 1.483 Kw. The results of this study provide for the fact that from various other research sources, it is concluded that LED lamps are better than TL lamps.
Preliminary Design and Energy Production of a Mobile Floating Structure (MFS) for Offshore Wind Turbines in Indonesian Waters Pawara, Muhammad Uswah; Sitorus, Chris Jeremy Verian; Hariyono, Hariyono; Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Alamsyah, Alamsyah; Hidayat, Taufik; Suardi, Suardi; Syadzali, Abdul Mujib; Mahmuddin, Faisal
EPI International Journal of Engineering Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Number 1, Februari 2025
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Engineering Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Mobile Floating Structure (MFS) is an innovative floating wind turbine concept that utilizes a catamaran hull design to enhance mobility and operational efficiency. Unlike stationary platforms, the MFS can relocate to areas with higher wind energy density, making it a promising solution for optimizing wind energy harvesting in offshore environments. This study focuses on the preliminary design and energy production of the MFS. Maxsurf is used to analyze hydrostatics and assess the hydrodynamic performance of the MFS hull after the dimension of the MFS is determine with key considerations including rotor diameter and the weight of the wind turbine. Furthermore, four wind turbines are installed in the MFS. Those aspect were integrated into the design process to ensure realistic operational adaptability. As result. the resulting dimensions of the MFS were determined utilizing Maxsurf. Moreover, different with the previous study that use satellite data, the present study employs reanalysis data to estimate the energy density and power production of MFS. the energy density map is also produced in the present study to determine the monthly location of the MFS. The energy production of the MFS with four turbines has been calculated, and the energy production map is also drawn. Finally, the energy production of the MFS in the chosen location has also been estimated. The energy production map can be utilized to develop MFS in other location.
Aplikasi Teknologi Pengelasan dalam Mendukung Industri Rumah Tangga di Karang Joang, Balikpapan Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Suardi; Alamsyah; Nurcholik, Samsu Dlukha; Pawara, Muhammad Uswah
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062023.05

Abstract

Salah satu teknologi saat ini yang banyak digunakan untuk menghasilkan pendapatan yaitu teknologi penyambungan material logam yang biasanya disebut pengelasan (welding). Salah satu contoh produk hasil pengelasan yang kini punya pasar (market) dan menjadi opsi berwirausaha yaitu kanopi rumah. Namun, produk hasil pengelasan lain yang dapat dikomersilkan masih banyak seperti rak sepatu, tiang lampu dan lain-lain. Semakin berkembangnya Kota Balikpapan dengan masifnya pembangunan kawasan perumahan dari tahun ke tahun menjadikan permintaan produk hasil las sangat tinggi. Dengan demikian, untuk memenuhi permintaan pasar yang begitu besar terhadap kebutuhan keahlian mengelas, maka perlu dilakukan pelatihan kepada masyarakat terkait pemanfaatan teknologi pengelasan ini. Dalam hal ini, masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan pelatihan dan unjuk kerja teknologi pengelasan yaitu salah satu kelompok masyarakat yang terdapat di Kelurahan Karang Joang. Karang Joang sebagai salah satu kelurahan di kecamatan Balikpapan Utara menjadi salah satu daerah yang memiliki pembangunan perumahan yang sangat tinggi utamanya di wilayah jalan Batu Ratna KM. 11. Terdapat kurang lebih 9 perumahan yang saat ini masih melakukan tahap pembangunan yang terbentang sepanjang ± 3 KM. Olehnya itu, tingkat kebutuhan akan produk hasil las sangat tinggi. Mitra yang akan dijadikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu kelompok Pengurus Mushollah Baitussalam Karang Joang KM. 11 yang terdiri dari 20 orang anggota pengurus. Mitra ini dipilih karena anggota pengurus belum memiliki pemahaman dan keterampilan terkait teknologi pengelasan. Selain itu, potensi usaha produk hasil las untuk di kawasan ini sangat tinggi. Mitra diberikan bekal penyuluhan teori teknologi pengelasan dan kewirausahaan. Selain itu mitra berkesempatan unjuk kerja mengelas dan berhasil menghasilkan produk hasil las berupa tiang lampu dari bahan pipa carbon steel sebanyak 15 batang.
Pelatihan Pengukuran Kapasitas Gross Tonnage (GT) pada Kapal Kayu Tradisional KUB. Mitra Nelayan Muara Baru di Penajam Paser Utara Pawara, Muhammad Uswah; Naufal, Daffa Ahmad; Baratau, Irentya Anugra; Fitri, Ade; Simatupang, Gusrawati, Sander V S; Dwiyanti, Diva Syahirah; Siagian, Firman Veryvicasi Vernando; Lumbantoruan, Hendra Eliakim; Alamsyah; Syadzali, Abdul Mujib; Suardi; Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Bancin, Sutomo
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062023.06

Abstract

Setiap kapal sebelum dioperasikan wajib dilakukan pengukuran untuk menentukan ukuran panjang, lebar, dalam dan tonase kapal sesuai dengan metode pengukuran kapal yang telah diatur dalam PM Perhubungan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengukuran Kapal. Salah satu ukuran utama kapal yang harus dihitung pada kapal yang dibuat adalah Gross Tonage (GT) yang berfungsi untuk pendataan kapal dan system administrasi yang berkaitan dengan pajak, sewa pelabuhan, asuransi dan docking space. Melalui program pengabdian ini kami bermaksud untuk mengadakan pelatihan pengukuran kapasitas Gross Tonage pada kapal nelayan traditional. Manfaat yang diperoleh dari program pelatihan ini adalah peningkatan kemampuan mitra sebagai pemilik kapal dan masyarakat untuk mampu menghitung tonase kapal yang dimiliki. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah nelayan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB). Mitra Nelayan Muara Baru di Muara Tunan, Tanjung Tengah, Penajam Paser Utara. Harapannya, para nelayan yang merupakan anggota dari kelompok nelayan tersebut melalui kegiatan ini akan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah berkaitan dengan sertifikasi kesempurnaan kapal. Program-program untuk pengembangan kualitas dan peningkatan produksi kapal tradisional dapat berjalan seiring yaitu dengan memanfaatkan data ukuran utama kapal untuk analisa unjuk kerja kapal tradisional.
Kajian Eksperimental terhadap Sifat Kekuatan Tarik Material pada Poros Baling-Baling Kapal Suardi; Alamsyah; Pawara, Muhammad Uswah; Setiawan, Wira; Ramadana, Andi Najwa
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122023.03

Abstract

Poros baling-baling kapal memegang peran krusial dalam sistem propulsi, mengalirkan tenaga dari mesin utama ke baling-baling untuk menciptakan daya dorong. Poros ini menopang beban tarik dan puntir yang dapat menyebabkan kegagalan fatik pada material. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu ada pada uji tarik Stainless Steel (SS 304), Stainless Steel (SS 316), dan Stainless Steel (SS 316L) sebagai bahan poros baling-baling kapal, dengan tujuan memastikan kecocokannya sesuai standar Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). Spesimen uji dibentuk sesuai ASTM A370 dan dianalisis dengan mesin UTM (Universal testing machine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SS 304 memiliki kekuatan tarik maksimum 800,4 MPa dengan kekuatan luluh 692,4 MPa, SS 316 dengan kekuatan tarik 769,9 MPa dan kekuatan luluh 553 MPa, serta SS 316L dengan kekuatan tarik 706,2 MPa dan kekuatan luluh 567,5 MPa. SS 304 menonjol sebagai pilihan superior berdasarkan nilai kekuatan. Uji kekuatan tarik telah memenuhi standar BKI, menandakan bahwa SS 304 dapat diandalkan sebagai bahan poros baling-baling. Penelitian ini memberikan wawasan kritis terkait performa material dalam lingkungan maritim, memberikan kontribusi penting pada pengembangan teknologi kapal yang aman dan efisien.
Evaluasi Kebutuhan Energi Listrik untuk Sistem Penerangan dan Peralatan Pendukung Operasi pada Kapal Rumah Sakit Tipe LCT Suardi, Suardi; Raditya, Muhammad Yogi; Mubarak, Azhar Aras; Hariyono, Hariyono; Sitorus, Chris Jeremy Verian; Kustiwansa, Harlian
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122024.05

Abstract

Analisis kebutuhan daya generator untuk mendukung sistem penerangan dan peralatan operasional pada kapal rumah sakit tipe LCT (Landing Craft Tank) merupakan aspek krusial dalam menjamin keandalan dan efisiensi operasional sistem kelistrikan kapal. Kapal ini berfungsi sebagai rumah sakit terapung, sehingga memerlukan pasokan listrik yang stabil dan andal untuk menunjang perangkat medis, sistem navigasi, serta peralatan pendukung lainnya. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya perencanaan kapasitas daya generator dalam memenuhi beban listrik secara menyeluruh, khususnya pada kondisi puncak dan situasi darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kapasitas optimal generator berdasarkan total konsumsi daya dari setiap beban listrik yang ada, dengan mempertimbangkan margin keamanan, kondisi operasional, serta keberlanjutan sistem daya. Metode yang digunakan meliputi identifikasi dan penghitungan beban listrik, analisis distribusi daya, serta evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan berdasarkan referensi teknis terkini. Sebagai state of the art, pendekatan ini selaras dengan praktik terbaik dalam perancangan sistem kelistrikan kapal modern, yang mengutamakan efisiensi energi, keberlanjutan, dan keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kapasitas generator yang tepat tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan pasien dan awak kapal. Rekomendasi dari studi ini menekankan pentingnya integrasi sistem monitoring daya secara real-time dan pemeliharaan berkala untuk mendukung keberlanjutan layanan kapal rumah sakit. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan sistem kelistrikan kapal serupa di masa depan, khususnya dalam konteks pelayanan medis maritim yang tanggap dan andal.
Analysis of Generator Power Requirements for Lighting Distribution Using LED Lights on a 500 DWT Sabuk Nusantara Wati, Gusra; Suardi, Suardi; Mubarak, Azhar Aras; Fabila, Nova; Simanjuntak, Lowry Gabriel; Adila, Imam Rifqi; Myistro, Evan
Indonesian Journal of Maritime Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Issue 2, December 2023
Publisher : Naval Architecture Department, Kalimantan Institut of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/ismatech.v1i2.1038

Abstract

Sabuk nusantara ship serve as the lifeline of transportation for remote, frontier, underdeveloped, and border islands (3TP), especially in areas devoid of other land and air transportation. These vessels, capable of accommodating up to 500 individuals, connect 3TP-category islands to larger ports, playing a pivotal role in sustaining the economic activities of these regions.This study focuses on the use of LED lights within ship interiors, employing the zonal cavity method. This method divides each room into three segments: the height ceiling cavity (hcc), the height room cavity (hrc), and the height floor cavity (hfc). Illumination values are then determined based on established standards for each specific room.The principal finding reveals that the lighting electricity load for the 500 DWT Pioneer Ship, utilising LED lighting, amounts to 8.74 kW. This research not only addresses technical considerations but also underscores the significance of adequate illumination for passenger comfort and the seamless operation of the ship.By concentrzating on research outcomes, this study provides valuable insights for understanding and enhancing the lighting system on Pioneer Ships. Future steps may involve implementing recommendations to improve efficiency and comfort on such vessels, ensuring the sustainability of the economic and connectivity aspects in regions reliant on these ships.
Co-Authors A, Alamsyah Abdillah, Riza Abdul Basiq Zainal Abidin Abdul Mujib Syadzali Abdurrahman, Luthfi Abidin, Abdul Basiq Zainal Abiyyu Harly Saputra Adhy Rahmat Adila, Imam Rifqi Ahmad Razzan Aknul Ciptiandi Alamsyah Alamsyah Alamsyah - Alamsyah Alamsyah alamsyah alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah, Alamsyah Alamsyah, Alamsyah Alfawan Alfawan Alwi, Muhammad Rusdy Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari amalia ika wulandari Amalia Ika Wulandari Andi Mursid Nugraha Arifuddin Andi Mursid Nugraha Arifuddin Andi Nadia Himaya Anggit Dwi Putra Anugerah, Andi Nurwahid Ardhi Hidayatullah Arifuddin, Andi Mursid Nugraha Astin, Widya Yulia Aulia, Ade Putri Rezki Aung Ye Kyaw Aung Ye Kyaw Ayu Nastiti, Yulia Bancin, Sutomo Baratau, Irentya Anugra Basri Said Baya, Nur Bima Jagad Saksana, Febrillian Burliyanto, Decky Cahyani, Alviana Eka Desinta Larasati Ashar Devy Setiorini Sa’adiyah Dimas Putra Wahid Rusparyansyah Dwiyanti, Diva Syahirah Elfin Zulmi Azhar Erifive, Pranata Erskine Simei Tonda Fabila, Nova Fachrul Jaya, Muhammad Reza Fahmi Zahrotama Fahrizul Hasmi, Achmad Faisal Mahmuddin Faisal Mahmuddin Fajar, Achmad Feston Sandi Paribang Fiesta Olivia Firman Bagja Juangsa Firmansyah, Mohammad Bagus Fitri, Ade Gad Gunawan Gom Gom Mulia Yehezkiel Tambunan Guskarim Rompon Habibi Habibi Handayani, Windah Hariyono, Hariyono Haryawan, Hafiz Hendry Hermayanti, Nabila Ayu Hidayat, Taufik Hijriah Hijriah Hijriah, Hijriah Hijriah, Hijriah Ikhwani, Rodlian Jamal Imawan Santosa, Pramudya Irvan Setiawan Jumalia, Jumalia Jumardi, Jumardi Klara, Syerly Kustiwansa, Harlian Kyaw, Aung Ye Lista Putri Adinda Rahmi Lumbantoruan, Hendra Eliakim Lumenteri, Fido Fortunatus M. Uswah Pawara Mahmuddin, Faisal Mambang Rezalut T Mamola, Randi Maulana, Mohammad Khafid Moch Purwanto mubarak, azhar aras Muhammad Rusdy Alwi Muhammad Yusuf Ismail Muhdar Tasrief Myistro, Evan Naufal, Daffa Ahmad Naval Architecture, Diva Nugraha Arifuddin, Andi Mursid Nugraha, Andi Mursid Orientius Paseru, Ricko Paribang, Feston Sandi Pradityana, Atria Prahmana, Rico Aditia Pranatal, Erifiive Pratama, Brian Yoga Pratama, Raditya Hendra Prihasto, Bima Qalbi AM, Chaerul Raditya, Muhammad Yogi Raditya, Muhammad Yogi Rajagukguk, Pernando Anju Ramadana, Andi Najwa Ramadhani, Rizky Rara Gusnia Nurulhaini Ratna Septati Yani Rifai, Muhammad Rijal Surya Rahmany Rio Hermawan Risaldo, Rizky Rizky Risaldo Rizqi Fahrezi, Dimas Rodlian Jamal Ikhwani Rodlian Jamal Ikhwani Rodlian Jamal Ikhwani Ryanda Bayu Laksana S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Samsu Dlukha N Sarani Nigrat Nai Pos-Pos Setiawan, Wira Setiawan, Wira Setiorini Sa’adiyah, Devy Sherina Fitri Hariani Sherly Clara Siagian, Firman Veryvicasi Vernando Simanjuntak, Lowry Gabriel Simatupang, Gusrawati, Sander V S Sitanggang, Syahrul Gunawan Sitorus, Chris Jeremy Verian Stofani, Dhio Suanggana, Doddy Sultan Mahmud Cakasana Syadzali, Abdul Mujib Syahab, Husein Syaiful Umara, Muhammad Syerly Klara Syerly Klara Tasrief, Muhdar Tasrief, Muhdar Taufik Hidayat Taufik Hidayat Wati, Gusra Widya Yulia Astin Wijaya, Vibra Wira Setiawan Wira Setiawan Wira Setiawan Wira Setiawan wulandari, amalia ika Wulandari, Amalia Ika Wulandari, Amalia Ika Yosefan, Andreyano Zaed Yuliadi, Mochamad Zulkarnaen, Zen