Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA PROYEK PENAMBAHAN BANGUNAN PASAR RAKYAT: TIME AND COST OPTIMIZATION USING THE TIME COST TRADE OFF METHOD IN THE PEOPLE'S MARKET ADDITIONAL BUILDING PROJECT Reno Pratiwi; Suheriah Mulia Devi; Andi Marini; Hikmah Maya Sari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.888 KB)

Abstract

Di daerah perkotaan terutama di kota-kota besar seperti kota balikpapan, pertambahan penduduk dan kemajuan jaman mengakibatkan semakin sulit akan lahan untuk bangunan yang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi, pengendalian biaya dan waktu proyek merupakan hal yang penting dalam proses pengolahan manajemen proyek. Proyek penambahan bangunan yang sudah ada membutuhkan 140 hari kerja kalender untuk menyelesaikan bangunan penambahan, dengan biaya pekerjan sebesar Rp.642.642.000. Analisis pengendalian dilakukan karna mengalami kelalaian konsultan perencana dalam merencanakan struktur, dimana perencana tidak memperhatikan jenis tanah dan merencanakan berdasarkan pengalaman saja yang berakibat keterlambatan. Dengan dilakukannya optimasi biaya dan waktu menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) pada proyek pembangunan penambahan KM.12 Karang Joang Balikpapan, maka waktu dan biaya optimum akibat penambahan tenaga kerja didapat pada 123,62 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp.634.106.512 dengan efesiensi waktu proyek sebanyak 16,38 hari dan efesiensi biaya proyek sebesar Rp.8.535.488. In urban areas, especially in big cities such as Balikpapan, the population increase and the progress of the times have made it increasingly difficult to land for buildings that meet daily needs. In the construction of a construction project, controlling project costs and time is important in the processing of project management. Project to add an existing building is spending 140 calendar working days to complete the addition building, with a workforce cost of Rp.642,642,000. Control analysis is carried out because the planner consultants experience negligence in planning the structure, where the planner does not pay attention to the type of soil and plan based on experience alone which results in delays. By optimizing the cost and time using the Time Cost Trade Off method in the development project for the addition of KM.12 Karang Joang Balikpapan, the optimum time and costs due to the addition of labor were obtained at 123.62 working days with a total project cost of Rp.634,106 .512 with a project time efficiency of 16.38 days and a project cost efficiency of Rp. 8,535,488.
Pengaruh Kultur Bakteri Pada Proses Biosementasi Tanah Laterit Terhadap Nilai CBR: The Influence Of Bacterial Culture On The Soil Laterite Biosementation Process On CBR Value Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo; Nurul Fitriyani
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2023): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v11i2.4590

Abstract

Lateritic soils have a high rate of weathering and non-uniform shrinkage. So this land is not good for construction work. Biocementation is a method of soil improvement by using the ability of bacteria that have lived in the soil to do the MCIP (Microbial-induced Calcite Precipitation) process which is obtained from the bacterium Bacillus Subtilis. This biocementation stabilization can increase the strength of the soil by adding Bacillus Subtilis bacteria as an additive to stabilize the soil. The test was carried out to determine changes in the mechanical properties of CBR Laboratory soil, by mixing 3% bacteria into the soil to be stabilized. The results of testing the CBR value of the Soaked Laboratory with one day of culture increased 4.8-fold at the 28-day curing period and increasing the CBR value of the Soaked Laboratory of three-day culture increased up to 4.9 times the CBR value before stabilization, which was 19.5%. The results of the study with stabilization using bacteria variation of 3% one-day culture increased up to 95% and increased up to 96% in three-day culture. So that it can be used as a soil material for road foundations in class B.
PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP KEKUATAN BATU BATA MENGGUNAKAN LUMPUR LIMBAH IPA Amanda Syasya Billah; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.2089

Abstract

Lumpur Limbah IPA mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan pencemaran pada sungai. Untuk mengurangi pencemaran, lumpur limbah IPA dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan batu bata. Selain itu pada penelitian ini dalam pembuatan batu bata tidak dibakar agar tidak menimbulkan polusi udara. Batu bata yang dibuat tanpa dibakar umumnya menggunakan semen dalam campuran tanah liat. Semen sendiri dalam proses pembuatannya dapat menimbulkan limbah. Salah satu upaya untuk menghindari pencemaran adalah menggunakan bakteri Bacillus subtilis yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan dari batu bata tanpa bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus subtilis terhadap kekuatan batu bata. Pada penelitian ini menggunakan tanah liat dan campuran lumpur limbah IPA sebesar 15% dari berat tanah liat. Untuk perkuatannya ditambahkan larutan bakteri sebesar 2%, 4%, dan 6% dari berat batu bata dengan umur kultur bakteri 4 hari. Kemudian dari hasil pengujian terhadap batu bata yang telah diperam selama 28 hari, kuat tekan batu bata dengan larutan bakteri 6% meningkat 59% menjadi 32,04 Kg/Cm2 dibandingkan dengan batu bata tanpa perkuatan bakteri sebesar 20,11 Kg/Cm2 Penelitian ini membuktikan potensi penggunaan bakteri Bacillus subtilis dalam meningkatkan kekuatan batu bata.
Kuat Lentur Beton Menggunakan Agregat Batu Petangis dan Pasir Semboja dengan Penambahan Botol Plastik Topik Wahyu Widianto; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v6i2.4989

Abstract

Utilizing local materials is a strategic step in optimizing concrete production in East Kalimantan. There's an example supply of petangis stone and semboja sand aggregates. Apart from that, using various wastes, including plastic waste, in concrete production is also a current issue. This study aims to investigate the potential substitution of fine aggregates with PET and combine them with local materials, to understand their impact on the bending strength of concrete.  The study tested concrete bending strength using 15x15x60 cm blocks with PET plastic substitutions at 0.30%, 0.45%, and 0.60% of sand weight, comparing them with PET-free concrete. The research results show that adding 0.30 and 0.45% PET plastic bottles causes a decrease in the flexural strength of concrete. This is related to the influence of changes in the composition of the concrete mix, including factors such as uneven aggregate distribution and less-than-optimal material binding. Flexural strength increases at a percentage of 0.60% by 3.7% or 3.3 MPa and shows better results than normal concrete. So the PET percentage can be used as a recommendation in making concrete using local materials such as petangis stone aggregate and semboja sand.
Pemanfaatan Limbah Lumpur yang Distabilisasi Menggunakan MICP Sebagai Lapisan Penutup Sementara Tempat Pembuangan Akhir Tesiana, Selina; Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v8i1.15025

Abstract

Seiring dengan berkembangnya pengolahan sampah, tempat pembuangan akhir (TPA) cenderung memicu berbagai dampak lingkungan. Untuk meminimalkan dampak sampah TPA terhadap pencemaran lingkungan sekitarnya, sampah tersebut ditutupi oleh bahan untuk mengisolasinya dari lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkannya pemanfaatan dengan menggunakan lumpur water treatment guna menghambat dan mengurangi dampak lindi sehingga juga mendapatkan nilai koefisien permeabilitas penutup TPA Sementara. Metode pembuatan penutup TPA sementara menggunakan material lumpur IPAM Perumda Tirta Manuntung Km.8 Balikpapan yang diperkuat dengan MICP (Microbially Induced Calcite Precipitation) dan juga memanfaatkan bakteri bacillus subtilis untuk memperkecil nilai permeabilitas tanah sehingga lapisan penutup yang dihasilkan dapat memperkecil kemungkinan kerusakan lingkungan dan pencemaran air tanah oleh air lindi dari pembusukan sampah. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa Permeabilitas tanah tanpa campuran menunjukkan nilai permeabilitas sebesar 5,04×10-4 cm/s dimana permeabilitas limbah lumpur PDAM dapat memenuhi kriteria sebagai penutup TPA sementara, adapun batas spesifikasi permeabilitas antara 10-4 sampai 10-5 cm/dtk. Setelah dilakukan penambahan dengan metode MICP diperoleh permeabilitas terdapat pada sampel larutan bakteri 16 % dengan kultur 2 hari pada masa pemeraman 7 hari yaitu sebesar 4,19x10-4 cm/s dan permeabilitas terendah yang didapatkan adalah 1,49x10-4 cm/s dengan konsentrasi larutan bakteri 16 % kultur 3 hari pada masa pemeraman 28 hari.
Karakteristik Marshall Quotient pada Hot Mix Asphalt Menggunakan Agregat Melak Kutai Barat Khoiriyah, Dewi Isroul; Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v8i2.15052

Abstract

Konstruksi perkerasan lentur jalan raya di Indonesia umumnya menggunakan agregat lokal  serta aspal minyak sebagai pengikat. Hingga saat ini, belum pernah dilakukan penelitian karakteristik agregat halus sebagai pengisi lapisan AC-WC dari daerah Melak, Kutai Barat Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat kasar dan agregat halus, berupa indeks rendaman sisa pada kombinasi AC-WC dan sifat campuran marshall. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini berupa pengujian karakteristik agregat kasar, filler, agregat halus, dan aspal, merancang komposisi pencampuran, dan melakukan pembuatan benda uji dengan menggunakan kombinasi uji AC-WC dan Marshall yang digunakan dalam kriteria Bina Marga 2018. Berdasarkan data yang diperoleh, sifat-sifat agregat Kutai Barat Melak dan kombinasi AC-WC telah memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan. Didasarkan data hasil perancangan perbandingan komposisi campuran AC-WC menggunakan agregat Kutai Barat Melak dengan kadar ideal 5,75%, dan 5,93%, didapatkan hasil dengan perbandingan Kadar Aspal Optimum (KAO) 5,75% dengan nilai stabilitas 1,123kg > 800kg, flow (Pelelehan) 2,21 mm, memenuhi di antara Min 2 mm – Maks 4 mm, VIM 3,5% memenuhi diantara Min 3% - Maks 5%, rongga terisi aspal (VFB) dengan hasil pengujian > 65% dan rongga diantara agregat (VMA) dengan hasil yaitu 15,1% > 15%.
Analisa Kuat Tekan Bio Batu Bata Tanpa Bakar Dengan Memanfaatkan Lumpur Limbah IPA Km. 8 Kota Balikpapan Az'Zahrah, Yuninda; Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy Utomo
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12, No 2 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i2.2271

Abstract

IPA waste sludge contains pollutants that can damage rivers. To reduce this, this research focuses on using mud to make bricks. This research also aims to make bricks without burning to minimize air pollution. Generally, bricks made without burning use cement to strengthen their strength. However, this research explores using biocemented Bacillus huizhouensis bacteria as a substitute for cement to strengthen bricks without burning. By adding a bacterial solution to the brick mixture, research found an increase in compressive strength of 59.78%, which was 1.47 MPa compared to normal bricks without bacterial reinforcement of 0.92 MPa. This study shows the potential for using the bacteria Bacillus huizhouensis to increase the strength of bricks while reducing pollution.
PENGARUH VARIASI BENTUK PAVING BLOCK PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN Sani, Abdu; Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12, No 2 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i2.2289

Abstract

Jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia semakin meningkat seiiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat. Perlu adanya pengelolaan sampah lingkungan yang bertujuan utama untuk mengurangi jumlah sampah. Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan jenis plastik yang mudah didaur ulang dengan mudah. Penggunaannya sebagai bahan tambahan dalam pembuatan paving block merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi limbah plastik. Dalam penelitian ini, plastik PET  digunakan sebagai pengganti semen dalam paving block. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah paving block yang menggunakan campuran plastik PET dan pasir dapat memenuhi persyaratan uji kuat tekan sesuai standar SNI 03-0691-1996. Campuran yang digunakan antara plastik PET dengan pasir yaitu 30% PET: 70% pasir dengan bentuk wajik, balok, dan hexagon dengan temperatur 260○C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada bentuk wajik rata-rata kuat tekan mencapai 15,9 MPa yang masuk kedalam mutu C dan dapat digunakan untuk pejalan kaki. Sedangkan pada bentuk balok mendapatkan hasil kuat tekan rata-rata sebesar 12,4 MPa yang termasuk dalam mutu D dan dapat digunakan untuk taman dan pengguna lain.
PENGARUH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE SEBAGAI SUBSITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-175 Zahwa Azizulita Aroha; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i2.1384

Abstract

Beton merupakan hasil dari pencampuran bahan seperti agregat kasar, agregat halus, semen, air, dan bahan tambahan lainnya. Prinsip beton ramah lingkungan atau "greener concrete" dapat direalisasikan melalui pemanfaatan limbah dengan pendekatan 4R: reduce, refurbish, reuse, dan recycle. Pada penelitian ini mengevaluasi perbandingan beton normal dengan beton menggunakan plastik PET sebagai bahan pengganti agregat halus persentase 0,30%. Limbah plastik PET diubah menjadi pengganti agregat halus berukuran 1 – 3 mm x 5 cm. Agregat kasar berasal dari material batu pecah petangis dari Grogot. Sampel berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm diuji dengan perawatan selama 7, 14, 21, dan 28 hari. Beton normal dan beton PET 0,30% dibuat sebanyak 5 beton dengan masing-masing masa perawatan sehingga beton normal berjumlah 20 beton dan beton 0,30% berjumlah 20 beton. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan pengganti plastik PET 0,30% perawatan 28 hari menyebabkan penurunan kuat tekan beton sebesar 17,23% terhadap beton normal karena permukaan PET yang licin ketidaksempurnaan perlekatan antara bahan pengganti dan agregat beton.
The Compressive Strength of Unfired Clay Brick with MICP Reinforcement Ochtharima, Zaerima Zahira; Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy; Maslina, Maslina
CIVED Vol. 11 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i3.637

Abstract

Industrial waste in the form of sewage sludge, which is often overlooked, can have significant environmental impacts, especially polluting groundwater and surface water sources. This pollution leads to degradation of water quality, reduces the availability of clean water, and affects ecosystems. To reduce these impacts, sewage sludge can be utilized in the manufacture of construction materials, such as bricks, which is considered an economical and environmentally friendly solution. Fireless brick making, in accordance with the concept of green building, avoids air pollution from the firing process. This study explores the use of Bacillus huizhouensis bacteria in the Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) method to improve the strength of fireless bricks. Bacillus huizhouensis, which can hydrolyze urea and produce calcium carbonate (CaCO₃) or calcite, was chosen for its ability to produce CaCO₃ under alkaline conditions. Bacillus Huizhouensis bacteria were used to strengthen bricks with 15%, 20%, and 25% bacteria concentration variations with culture ages of 8 hours, 10 hours, and 15 hours.  The results showed that the addition of 15% sewage sludge and 25% Bacillus huizhouensis bacterial solution with a culture age of 10 hours produced the highest compressive strength of 34.20 Kg/cm² (3.35 MPa), compared to sewage sludge bricks without bacteria (13.87 Kg/cm² or 1.36 MPa). Although showing significant improvement, this value is still below the SNI 15-2094-2000 standard of 50 Kg/cm² (5 MPa).