Zulvera
Kampus Unand Limau Manis, Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi.

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang Puput Indah Pratiwi; Zulvera Zulvera; Hery Bachrizal Tanjung
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.415

Abstract

Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) merupakan tanaman khas yang membuat Kota Padang dikenal sebagai Kota Bengkuang. Namun petani bengkuang Kota Padang saat ini hanya menjadikan bengkuang sebagai tanaman pengganti, dan jumlah petani bengkuang terus menurun setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran usahatani bengkuang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metodesurvei dan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan petani bengkuang di Kota Padang dikarenakan harga bengkuang yang relatif rendah. Petani menanam bengkuang hanya sebagai tanaman pengganti yang bertujuan untuk menyuburkan tanah. Di samping itu pemeliharaannya dilakukan dengan teknik yang sederhana dan tidak sesuai literatur. Faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan keputusan petani adalah aspek ekonomi dan juga peran penyuluh pertanian. Agar memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya petani melakukan teknik budidaya yang baik sesuai dengan pedoman dan literatur yang telah dianjurkan, serta pemerintah setempat diharapkan agar memberikan penyuluhan kepada petani tentang materi budidaya bengkuang.
Analisis Keuntungan dan Titik Impas Usaha Kopi Sahabat Baru di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Monalisa Octavia; Ira Wahyuni Syarfi; Zulvera zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil Usaha Bubuk Kopi Sahabat Baru yang dilihat dari aspek operasional, aspek keuangan dan aspek pemasaran, (2) menganalisis tingkat keuntungan dan titik impas usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data dari penelitian ini diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan informan kunci dan data sekunder dari BPS dan litelatur lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru sudah mendapatkan perizinan usaha yaitu sertifikasi pangan produksi industri rumah tangga (SPP-IRT) dan sudah terdapat pembagian kerja yang jelas, akan tetapi pemilik usaha merangkap sebagai pemilik dan pimpinan usaha, juga bertanggungjawab untuk bagian administrasi dan keuangan. Metode pemberian upah menggunakan metode upah langsung dengan tingkat upah didasarkan pada bidang pekerjaannya. Pemasaran produk menggunakan saluran tidak langsung yaitu melalui pedagang besar dan pedagang pengecer. Usaha Kopi Sahabat Baru belum melakukan sistem pembukuan yang mencatat keuangan dengan jelas dan terstruktur. Berdasarkan analisis keuntungan dan titik impas yang dilakukan pada periode April 2021, Usaha Kopi Sahabat Baru memperoleh keuntungan sebesar Rp183.235.062 dan berdasarkan analisis titik impas Usaha Kopi Sahabat Baru berada pada titik impas jika volume penjualannya sebanyak 1.525,35 kg dengan tingkat penjualan sebesar Rp53.387.190. Pada periode April 2021 volume penjualan kopi sahabat baru telah berada diatas titik impas yaitu dengan volume penjualan 13.680 kg. Hal ini menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru telah mendapatkan keuntungan dalam menjalankan usahanya. 
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi Teknologi Budidaya Bawang Merah Dari Biji Hanif Gusrianto; Zulvera; Sri Wahyuni
Jurnal Niara Vol. 16 No. 1 (2023): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i1.13950

Abstract

Research objectives for 1). Knowing the Adoption Rate of Shallot Technology from Seeds in Lamposi Tigo Nagori District, Payakumbuh City. 2). Analyze the factors influencing the adoption rate of Shallot Cultivation Technology from Seeds in Lamposi Tigo Nagori District, Payakumbuh City. This study was conducted with a correlative descriptive survey method, namely collecting information from a selected sample representing a population of 95 respondents using the Likert Scale questionnaire as a data collection tool. The analysis tool uses multiple regression. The results of the research in the first objective showed that the adoption rate of onion cultivation technology from seeds in Lamposi Tigo Nagari district, Payakumbuh City, was in the moderate category with an interval of 50-77 percentage of respondents 62.1%. The results of the study on the second objective showed that the constant value (α) of 69,860 explained that if the variable Internal Characteristics of Farmers for the Social Dimension (X1), the characteristics of Innovation (X3) and Extension Support (X4) are assumed to be zero, then the Adoption Rate of TSS technology (Y) is worth a constant of 69,860 units. Thus, the four research variables have a positive effect on the adoption rate of onion cultivation technology from seeds in Lamposi Tigo Nagori District, Payakumbuh City
Tingkat Adopsi Petani Terhadap Sistem Tanam Jajar Legowo (Studi Kasus Di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman) Sandra Dewi; Rahmat Syahni; Zulvera
Jurnal Niara Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i2.16263

Abstract

This study examines the factors that influence the level of farmer adoption of the jajar legowo planting system in Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. This research was conducted from April to June 2022 on 8 farmer groups that implemented the jajar legowo planting system in 2021. The objectives of this study were: to analyze the adoption rate of farmers towards the jajar legowo planting system in Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. This study uses a survey method with a quantitative approach in collecting data from a population of farmers who apply the jajar legowo planting system in 2021 with a sample of 112 farmers. The analytical tools used for this study were obtained from the calculation of the total score divided by the number of questions. Then the interval class was determined with the following details: (1) Not applying or low (15-35), (2) Partial or moderate (36-56), and (3) Applying completely or high (˃56). The results showed that the level of farmer adoption of the jajar legowo planting system in Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman was assessed from the level of technical application of cultivation of the jajar legowo planting system recommended by the Center for the Study of Agricultural Technology in the medium category with 36-56 intervals which included the following activities: processing land, making plant rows, planting, fertilizing, weeding and controlling Plant Pest Organisms. Conclusions and recommendations From this research, education, cosmopolitan as an indicator of farmer characteristics variables need to be improved, one of which is by increasing farmers' knowledge through training and technical guidance and intensity of extension meetings with farmers, implementing group or individual extension methods and increasing farmers' ability to utilize and access information media
Analisa Kelas Kemampuan Kelompok Tani Di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat Ade Putra; Fuad Madarisa; Zulvera
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.18761

Abstract

This study aims to assess and analyze the class ability of farmer groups in Sijunjung District, West Sumatra. The research was conducted for three months, from September to November 2022 in farmer groups from 4 sub-districts: Sijunjung sub-districts, IV Nagari sub-districts, Koto VII sub-districts, and Tanjung Gadang sub-districts. The population of this research was all farmer groups in Sijunjung District. Furthermore, samples were randomly selected using the Slovin formula, and 92 samples were assessed using a questionnaire/assessment guide. Then the score of each group was calculated and grouped into four classes of farmer group abilities. The determination of respondents was proportional to the class level of the farmer group, namely beginner, advanced, intermediate, and main classes. Analysis of farmer group ability class referad to the guideline of farmer group class ability (Regulatory chief BPPSDMP : 168/Per/SM.170/J/11/11), namely assessment in planning, organizing, carrying out activities, controlling and reporting, and developing farmer group leadership. The results of calculating scores are grouped into several ability classes, which are then used for developing strategies like coaching, escorting, and mentoring. There ware: 28 farmer groups (30.4%) which were beginner class, 57 groups (62%) of advanced class, and seven groups of farmers (7.6%) were middle class. Mean while, there were no farmer groups in the main class. Regarding planning activities obtained a total score of 38.57; organizing activities of 54.28; the ability to carry out activities 37.52; activity reporting of 5.22; and developing the leadership of 11.51. Among the five aspects, the reporting aspect was the lowest score
Pelatihan Pertanian dengan Pendekatan Perencanaan Partisipatif: Literatur Review Hermawan, Retno; Noer, Melinda; Tanjung, Hery Bachrizal; Zulvera
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/hf95pm53

Abstract

Pelatihan pertanian merupakan salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan masih belum optimal. Efektivitas mengacu pada transfer pelatihan yang dilakukan oleh peserta setelah mengikuti pelatihan. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kondisi tersebut adalah lemahnya perencanaan program pelatihan yang umumnya masih didominasi oleh pendekatan top-down dan minim pelibatan peserta dan stakeholder. Artikel ini mengkaji pelatihan pertanian dengan pendekatan perencanaan partisipatif. Penelitian menggunakan metode Literature Review dengan Narrative Review. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan relevansi materi pelatihan sesuai konteks lokal, memperkuat partisipasi dan motivasi peserta, memperbaiki proses pembelajaran, mendorong transfer hasil pelatihan ke praktik kerja, serta mendukung keberlanjutan dampak sosial dan lingkungan. Meski demikian, perencanaan partisipatif masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, hambatan sosial-budaya, dan tantangan replikasi pada skala yang lebih luas.