Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kurang Pendengaran Pada Anak Sindrom Down: Hearing Loss in Down Syndrome Damayanti, Maya; Muyassaroh, Muyassaroh
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 9 No. 2 (2022): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.09 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v9i2.780

Abstract

Latar belakang: Sindrom down merupakan kelainan kromosomal genetik yang disebut trisomi dimana terdapat tambahan kromosom pada kromosom 21. Pertumbuhan anak dengan sindrom down cenderung mengalami perlambatan diberbagai sektor, salah satunya adalah gangguan pendengaran ( 65 - 75%) . Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk mengetahui kurang pendengaran pada anak dengan sindrom down serta tatalaksana yang seharusnya diberikan. Laporan kasus: Dilaporkan anak usia 11 bulan dengan sindrom down disertai kecurigaan kurang dengar. Hasil pemeriksaan brain evoked response auditory (BERA) didapatkan gangguan pendengaran sensory neural hearing loss (SNHL) derajat sangat berat pada telinga kanan dan derajat ringan pada telinga kiri. Pasien disarankan menggunakan alat bantu dengar, terapi wicara dan evaluasi perkembangan bahasa dan bicara tiap 6 bulan oleh TS tumbuh kembang anak. Pembahasan: Kurang pendengaran menyebabkan berbagai gangguan pada aspek mental emosional, perkembangan bahasa maupun perkembangan sosial bermasyarakat. Intervensi awal dengan fisioterapi, terapi wicara dan terapi okupasi. Rehabilitasi pendengaran dengan alat bantu dengar (ABD), Bone Anchored hearing Aid (BAHA), dan implant koklea. Kurang dengar pada kasus ini dilakukan habilitasi dengan ABD, terapi wicara dan evaluasi perkembangan bahasa dan bicara. Kesimpulan : Habilitasi pendengaran pada kasus ini dengan penggunaan ABD, terapi wicara dan evaluasi perkembangan bahasa dan bicara.
Optimal Location Analysis for Tourist Accommodation Development in Jepara Nida, Rizqita Shofa; Esariti, Landung; Damayanti, Maya
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.8.1.%p

Abstract

Tourist accommodations in Jepara Regency are focalized on only a number of strategic tourist locations. As such, their insufficient spread constrains tourist accessibility to necessities. This article analyzes and specify locations in Jepara Regency that may be developed into tourist accommodations such so that they are optimally distributed to boost and optimize tourism activities. The analysis carried out employed the weighted overlay quantitative research approach using Geographic Information System software. From the analysis, a map of recommendation was made containing the optimal locations in Jepara Regency to be developed into tourist accommodations consisted of the North, East, and West regions. The locations were determined in consideration of potential for visual beauty, accessibility, proximity to tourist attractions, accessibility to public facilities, proximity to city center, land use, and the slope of land. This study recommends that the government continues to mediate the development of accommodations so as not to be overly centered in the western part of Jepara and considers the regional capacity and environmental conditions of the area in the next few years. Furthermore, the government needs to strengthen the tourism systems in the northern and eastern regions so that these regions are prepped in time to be developed.Keywords: Accommodation, Tourism, Optimal Location
Pengembangan Wisata Rintisan Berbasis Keunggulan Kompetitif di Desa Wisata Montongsari, Kabupaten Kendal Sunarti, Sunarti; Damayanti, Maya; Rahdriawan, Mardwi; Untari, Rustina; Iffaty, Athiya; Rahmadani, Shahwa
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i1.68072

Abstract

Desa wisata rintisan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata pedesaan di Indonesia. Keunggulan kompetitif menciptakan daya saing untuk dapat menarik lebih banyak wisatawan. Namun, Desa Montongsari, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah yang masih dalam tahap desa wisata rintisan menghadapi tantangan dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki. Kapasitas sumber daya yang masih rendah, sulitnya perolehan sumber pembiayaan, dan belum adanya rencana tindak yang menjadi acuan realisasi wisata menjadi permasalahan dalam mengembangkan potensi di Desa Montongsari. Keberlanjutan wisata dapat tercapai dengan pendekatan partisipatif dan pengelolaan yang terstruktur. Tujuan penelitian adalah menganalisis keunggulan kompetitif melalui Community Based Tourism (CBT) dalam pengembangan desa wisata rintisan, Desa Montongsari, Kabupaten Kendal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan tim ahli, perangkat desa, dan masyarakat Desa Montongsari. Hasil FGD selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menghasilkan prioritas keunggulan kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis keunggulan kompetitif, daya tarik berupa event menjadi prioritas utama bagi Desa Wisata Montongsari. Hal ini didukung oleh kesiapan sumber daya, pengelola, dan masyarakat. Kebaruan penelitian adalah peran CBT dalam proses menentukan keunggulan kompetitif dan tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, penerapan CBT dalam keunggulan kompetitif di Desa Montongsari cenderung mengintegrasikan antara partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata rintisan di Desa Montongsari. 
UPAYA PENINGKATAN LITERASI EKONOMI BAGI SISWA SD DALAM MENYONGSONG ERA SOCIETY 5.0 Maritim, Ery; Damayanti, Maya; Susilowati, Diah; Budiarso, Aji
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 1 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i1.1067

Abstract

The rapid development of technology and science today has had a complex impact on human life, including in the field of education. The demand for quality human resources who have a good work ethic is increasing. Therefore, education has an important role in improving the quality of human life. This research aims to increase the economic literacy of elementary school (SD) students in facing the era of Society 5.0 where there is greater emphasis that technology and its functions have become part of human life. Method Used: This research uses a literature review study method. This method is systematic, explicit, and reproducible for identifying, evaluating, and synthesizing papers from previous research. The research was carried out through several stages by practitioners and experts, by combining references from research and conceptual articles in reputable national journals taken via Google Scholar and others. Research Results: The research results show that learning economics at the elementary school level can increase students' economic literacy. Teachers can use a variety of teaching efforts tailored to students' abilities to provide an understanding of basic economic concepts. Economic literacy helps students understand daily economic activities and make more rational decisions. Providing an understanding of economic literacy also requires intervention from families and schools.
RENCANA BISNIS AKUAPONIK SKALA RUMAH TANGGA DI RT 09 RW IV KELURAHAN KANDRI SEMARANG Rahdriawan, Mardwi; Damayanti, Maya; Wahyono, Hadi; Sunarti, S; Yuliastuti, Nany; Caesarany, Dara Amalia
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.24031

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu peserta program 100 Resilient Cities, yang berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan kota dalam menghadapi berbagai bencana, salah satunya melalui pertanian perkotaan. Urban farming, khususnya akuaponik, menjadi solusi potensial dengan menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik), menciptakan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Komunitas akuaponik di RT 09 RW IV, Kelurahan Kandri, telah berupaya mengembangkan pertanian perkotaan ini namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya akses pasar, fasilitas yang tidak memadai, dan tantangan teknis lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberikan sosiaisasi dan pendampingan melalui Focus Group Discussion guna mengidentifikasi kendala dan memberikan solusi praktis rencana bisnis akuaponik. Hasil dari FGD menunjukkan bahwa sebagian komunitas sudah mampu memasarkan hasil pertaniannya, namun tidak secara rutin. Terkait sistem akupaonik, komunitas ini juga berupaya untuk mendapat fasilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar lebih efisien. Hal ini agar rencana bisnis yang disusun yang meliputi proses produksi, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan keuangan dapat menunjukkan prospek keuntungan yang baik. Kesimpulannya, dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, komunitas akuaponik di RT 09 RW IV dapat mencapai keberlanjutan dan berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. Pendekatan kolaboratif perlu dilakukan untuk mengatasi tantangan pengembangan bisnis akuaponik di lingkungan komunitas.
Implementation of online single submission risk based approach (OSS-RBA) policy in business licensing Damayanti, Maya; Jeddawi, Murtir; Arsyad, Romly; Sahyana, Yana
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i2.789

Abstract

The aim of this research is to analyze the implementation of the OSS-RBA policy in risk-based business licensing in Cirebon City, West Java Province and to formulate the relationship between central, provincial, district/city government authority in implementing the OSS-RBA policy in risk-based business licensing in Cirebon City, Java Province. West. This research uses the policy implementation theory developed by Grindle which consists of policy content and policy context. The research approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive type of research. The data analysis technique used is by data reduction and conclusion withdrawal. The research results show that the implementation of the OSS-RBA policy in risk-based business licensing in Cirebon City is not optimal. The OSS-RBA service in risk-based business licensing in Cirebon City has not been communicated well to employees and the public so that there are still many process obstacles faced, from the aspect of policy content there are also too many derivative technical policies that regulate it, resulting in the OSS-RBA policy being ineffective. The OSS-RBA policy model in risk-based business licensing in Cirebon City, the key implication of Grindle's theory of policy implementation, is that there is an additional dimension of action. The implication of the theory developed by researchers is based on research results that to achieve service goals, the dimensions of Coordination, Communication and Commitment need to be added.
PENGARUH PENGALAMAN HUKUMAN FISIK DAN JENIS KELAMIN TERHADAP MITOS DAN INTENSI PENGGUNAAN HUKUMAN FISIK PADA REMAJA Damayanti, Maya; Djuwita, Efriyani
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.541 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.1.63

Abstract

Banyak orang tua memercayai hukuman fisik tepat digunakan sebagai strategi yang efektif untuk mendisiplinkan anak sehingga membuat siklus penerapan hukuman fisik tidak terputus pada generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman menerima hukuman fisik dan perbedaan jenis kelamin terhadap penerimaan mitos dan intensi menggunakan hukuman fisik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 123 remaja berusia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dan berdomisili di Jawa Barat. Pengalaman hukuman fisik diukur menggunakan Parent-Child Conflict Tactic Scale (CTSPC) dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan Corporal Punishment Myth Scale (CPMS). Uji analisis jalur menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin secara signifikan (β=-5,306; p<0,05) berpengaruh pada penerimaan mitos hukuman fisik dengan hasil remaja laki-laki memiliki penerimaan mitos hukuman fisik yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Sedangkan pengalaman hukuman fisik tidak memengaruhi penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Hasil analisis jalur juga menunjukkan bahwa mitos hukuman fisik berpengaruh terhadap intensi penggunaan hukuman fisik. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami alasan tidak terputusnya siklus hukuman fisik dan dapat membantu praktisi dalam pembuatan modul parenting terkait strategi disiplin.