Rully Damayanti
Architecture Department, Faculty Of Civil Engineering And Planning Petra Christian University, Surabaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ALTERNATIF MATERIAL ABSORPSI AKUSTIK DARI MODUL LIMBAH KARTON Jocelyn Emilia Ukalvin; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12945

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya pemanfaatan limbah karton untuk mengurangi banyaknya sampah karton yang dihasilkan akibat banyaknya konsumsi packing dari karton. Daur ulang karton yang dilakukan yaitu dengan memodifikasi material karton menjadi sebuah partisi akustik. Hal ini didasari dari kesadaran para peneliti sebelumnya bahwa karton merupakan material yang berpotensi dikembangkan menjadi material bangunan dan digunakan untukkebutuhan akustik interior. Pengolahan limbah karton menjadi alternatif material akustik murah sangat dibutuhkan terutama bagi berbagai bangunan yang mencakup berbagai kegiatan dan memerlukan bahan penyerap. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Untuk tahap pertama yaitu studi literatur, observasi awal, dan pengumpulan data. Tahap selanjutnya adalah melakukan pengetesan berbagai modul karton menggunakan tabung impedansi untuk menemukan koefisien absorpsi dari berbagai modul karton. Hasil penelitian ini berupa data-data koefisien absorpsi dari modul karton sebagai acuan untuk penggunaan dalam ruang.
MICROALGAE AS A SUSTAINABLE FACADE FOR OCCUPANTS’ HEALTH: A REVIEW Livia Hariyanto; Lilianny Sigit Arifin; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11901

Abstract

Facade as a sustainable strategy can provide energy-efficient solutions. Some designers' knowledge of the sustainable paradigm is incomplete, resulting in façade components that are harmful to occupants' health. The development of facade microalgae can be a sustainable facade solution. The purpose of this study is to examine the microalgae façade with the parameters of Strategies for Sustainable Architecture: Health by Paola Sassi through an analysis of the space comfort and the materials used. The research method is qualitative with a descriptive type of research from previous research articles and journals that discuss the microalgae facade. The results showed that the microalgae facade provides optimal quality of space comfort with materials that decrease pollution. According to the findings, microalgae facades as a sustainable strategy for occupant health and the environment. The microalgae facade as green technology is not only for building performance but also for the health of building occupants.
PARAMETER DESAIN UNIT HUNIAN RAMAH ANAK PADA APARTEMEN MENENGAH KEBAWAH (STUDI KASUS APARTEMEN CBD DI SURABAYA) Kevin Eduard Wuwung; Rully Damayanti; Timoticin Kwanda
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12946

Abstract

Perkembangan penduduk yang cukup pesat di kota Surabaya menyebabkan adanya tren perpindahan dari landed house ke vertical housing. Tapi sayangnya sering kali apartemen menengah kebawah tidak mempertimbangkan anak – anak dan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar padahal anak – anak memiliki pemahaman ruang dan kebutuhan ruang yang berbeda denga orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setelah memperoleh data yang dibutuhkan dilakukan proses pengecheckan dengan variabel dan indikator ramah anak. Dari hasil data tersebut diperoleh parameter desain unit hunian ramah anak pada apartemen kelas menengah kebawah.
STUDI POTENSI KORIDOR DI APARTEMEN CBD SURABAYA MENJADI RUANG SOSIAL ANAK Stanley Odwin; Timoticin Kwanda; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12936

Abstract

Perkembangan kognitif positif pada anak sangat penting karena dapat mengkonstruksi pola pikir dan kepribadian. Kognitif positif didukung dengan adanya sosialisasi yang terjadi dari aktivitas sosial sehingga anak mampu memahami dan mengeksplorasi ruang sekitarnya. Aktivitas sosial membutuhkan ruang yang memadai. Hal ini menjadi masalah bagi anak yang tinggal di apartemen karena keterbatasan lahan dan fasilitas yang tidak ramah anak. Koridor memiliki potensi sebagai ruang bermain anak karena jarak yang dekat dengan unit hunian. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ruang koridor di Apartemen CBD sebagai ruang sosial anak berdasarkan pemahaman kebutuhan kognitif. Melalui teknik observasi, wawancara, dan pemetaan perilaku ditemukan bahwa koridor di apartemen CBD belum memenuhi parameter ruang ramah anak; tetapi memiliki potensi di parameter pencahayaan alami, dimensi ruang, dan warna. Temuan ini bermanfaat untuk memberitahu masyarakat di Indonesia betapa pentingnya tempat bersosialisasi yang ramah anak untuk perkembangan kognitifnya.
STUDI KARAKTERISTIK FISIK LOBBY LIFT SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL DI APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA Celicia Aurielle Angdjaja; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12947

Abstract

Berkurangnya interaksi sosial pengguna apartemen diakibatkan oleh perancangan apartemen yang kurang mengedepankan aspek kebutuhan sosial penghuni. Beberapa perancangan telah merancang ruang interaksi sosial, namun jarang digunakan karena peletakannya yang jauh dari unit kamar. Ruang interaksi sosial akan berpotensi digunakan jika menjadi bagian dari ruangan sehari-hari. Salah satu ruang sehari-hari yang selalu digunakan penghuni adalah lobby lift. Potensi ini didukung dengan adanya perjumpaan pasif penghuni serta aktivitas sederhana yang dilakukan seperti menunggu. Untuk itu penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisik lobby lift melalui parameter ruang interaksi sosial yaitu pencapaian, perletakan, pengalaman spasial dan batasan dengan metode pengambilan data melalui observasi dan dianalisis menggunakan pemetaan zonasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat karakteristik memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain dalam membentuk ruang lobby lift sebagai ruang interaksi sosial.
Permanensi Kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Daniel Alison; Rony Gunawan Sunaryo; Rully Damayanti
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2023): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v9i2.215

Abstract

Title: The Permanence of Sabilal Muhtadin Great Mosque Area   The area of the Great Mosque of Sabilal Muhtadin Banjarmasin was originally the location of "Fort Van Tatas," namely the fortress of Tatas Island in the Dutch East Indies era. This area is the first layer of the development of Banjarmasin City, starting with the Tatas Fortress with a defense function. In its development, the area underwent several changes in function and form until the era of the Republic of Indonesia. In this area, the Great Mosque of Sabilal Muhtadin was established as an Islamic religious center in Banjarmasin. Given the significance of the area as the first layer of the city, the research aims to provide an overview of the morphology of the Sabilal Region from time to time. Next, use the city morphology approach to identify the permanence of the elements forming the area, including what elements remain, the elements that change, and the elements that are missing. Synchronic and diachronic analysis methods are carried out on urban tissue areas, including observed elements: roads, open spaces, natural elements and plots-blocks, and buildings. The analysis results show that the area's morphology has changed the urban tissue character of the area from a center of defense to a center of religion. In comparison, some of the area's elements have changed and disappeared, such as elements of the fort and elements of roads, and rivers.
PENGARUH ELEMEN PERSISTEN TERHADAP KUALITAS STREET FRONT KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BANYUWANGI Suwondo, Georgeanne Elaine; Sunaryo, Rony Gunawan; Damayanti, Rully
MODUL Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.23.1.2023.37-49

Abstract

Kawasan Alun-alun Kota Banyuwangi merupakan kawasan awal dalam morfologi kota Banyuwangi. Pada perkembangannya, kawasan ini memiliki kecenderungan menggantikan bangunan-bangunan lama dengan bangunan-bangunan baru. Tren ini mengakibatkan elemen persisten kawasan banyak yang bersandingan langsung dengan elemen-elemen baru. Hal ini membuat kualitas street front jadi beranekaragam dan fluktuatif. Padahal, kualitas street front merupakan salah satu pembentuk identitas dan karakter kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tingkat kualitas street front di kawasan Alun-Alun Kota Banyuwangi, dan menganalisis pengaruh keberadaan elemen persisten terhadap kualitas street front, serta mengidentifikasi tipologi pada lapangan yang menghasilkan kualitas street front yang baik dan buruk. Penelitian dilakukan dengan analisis tipomorfologis urban tissue seluas 500x800m di sekitar Alun-alun Kota Banyuwangi. Proses penilaian kualitas street front menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya macam-macam tingkat kualitasstreet front pada kawasan. Kualitas street front yang paling banyak ditemukan adalah acceptable yaitu batas tengah. Kualitas terbaik sangatlah sedikit dan terletak di sekitar elemen persisten yang propelling. Sedangkan elemen persisten pathological cenderung memperburuk kualitas street front. Hal ini dikarenakan adanya upaya kolektif untuk menjaga dan merawat elemen propelling, sedangkan elemen pathological dan elemen baru cenderung tidak selaras perkembangannya. Setiap tingkatan kualitas street front memiliki tipologi masing- masing. Kualitas street front paling vibrant didapatkan ketika ada aktivitas yang meluber ke jalan, bangunan dan detail yang bisa dinikmati, skala koridor yang ramah pejalan kaki, fasad yang selaras, serta naungan dan area pejalan kaki yang jelas. Kualitas street front paling buruk ditemukan ketika skala bangunan menghimpit, tidak ada detail yang bisa dilihat, maintenance bangunan buruk, sampah yang berserakan, area pejalan kaki tidak terdefinisi, serta aktivitas manusia terbatas di sepanjang jalan.
Studi Alternatif Desain Tatanan Koridor Apartemen Melalui Aspek Environment Pada Konsep Human Well-Being Rudy Putra Setyantara; Maria Imaculata Hidayatun; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11125

Abstract

Isu pertumbuhan penduduk yang pesat, menjadikan perubahan sistem hunian horizontal menjadi vertikal. Namun dengan perubahan tersebut apakah dapat sesuai dan menunjang kualitas hidup penghuninya, sama dengan hunian horizontal. Perubahan hunian menyebabkan mengakibatkan perbedaan kebiasaan pada hunian horizontal yang belum dapat ditinggalkan. Hal tersebut terlihat dalam sebuah apartemen utamanya pada bagian koridor, yang sering digunakan untuk berkegiatan sepertitempat bermain anak-anak karena ruang unit tidak cukup ruang bermain, ataupun menjadi ruang berbincang dengan sesama pengguna unit. Hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi koridor yang diperuntukkan hanya untuk ruang sirkulasi. Adanya hal tersebut ruang koridor harus di perbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna, sehingga dapat mendukung aktivitas yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu melalui dimensi environment pada konsep human well-being menjadikan koridor mampu untuk mendukung aktivitas pengguna yang masih dalam tahap transisi dari hunian horizontal ke hunian vertikal.
Penerapan Pendekatan Bioklimatik dari Kenneth Yeang terhadap Alternatif Desain Hotel di Kota Bekasi Kevin Christianto; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11145

Abstract

Pertumbuhan masyarakat yang meningkat tinggidapat terlihat dari perkembangan kota yang semakin berkembang. Dengan peningkatan penduduk yang tinggi dan lahan yang terbatas maka solusi yang terbaik untuk mengatasi kebutuhan bagi tempat tinggal adalah dengan cara membangun secara vertikal, termasuk fasilitas hotel.  Artikel ini mengusulkan desain hotel dengan aplikasi konsep bioklimatik dari Kenneth Yeang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah simulasi yaitu menggunakan replikasi objek dan pengaturan dunia nyata. Efek pesatnya perkembangan bangunan di kota Bekasi mengakibatkan penghijauan semakin berkurang. Serta kurang memperhatikan faktor alam ke dalam bangunan terutama pada bangunan vertikal. Sehingga desain pada hotel ini sangat memperhatikan alam dengan memasukan alam kedalam desain bangunan. Serta hasil penelitian ini untuk mengingatkan kepada arsitek agar memperhatikan iklim sebagai respon bangunan vertikal terhadap lingkungan. Keywords: Hunian Vertikal, Hotel, Bioklimatik.
Perubahan Intensitas Penggunaan Ruang Sosial di Apartemen Selama Pandemi Covid-19 (Kasus Apartemen Bale Hinggil Surabaya) Steven Pintono; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11217

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan tak terkecuali ruang sosial apartemen. Penularan yang cepat membuat ruang sosial apartemen yang sebelumnya merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk berinteraksi dan beraktifitas mengalami perubahan menjadi ruang yang cenderung dihindari. Hal ini tentu mengakibatkan perununan intensitas penggunaan dan timbul rasa cemas saat berada di ruang sosial. Terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan ruang sosial saat ini umumnya dihindari seperti ventilasi udara dan asupan udara luar yang kurang baik, penggunaan ruang sosial yang terlalu ramai dan tidak dibatasi, aksesbilitas yang susah dan jauh, dan kurang ketatnya protokol kesehatan yang ada. Penelitian ini mengindentifikasi perubahan intensitas pengguna ruang sosial di apartemen sebelum dan selama pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuatitatif korelasional. Penelitian dilakukan di ruang sosial apartemen Bale Hinggil Surabaya yaitu di area lobby, kolam renang, kantor pengelola, minimarket, dan di café Bale Hinggil. Hasil penelitian ini menunjukan terjadinya penurunan intensitas penggunaan ruang sosial dan efek psikologi (perasaan) kenyamanan penghuni terkait prosedur kesehatan di ruang sosial apartemen.