Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan media pembelajaran e-flashcard melalui pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Indri Kartini; Sri Nurhayati; Agni Muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31536

Abstract

Abstract This research is based on low initial reading skills in lower elementary school grades. Therefore, the study aims to develop E-Flashcard learning media through a constructivist approach to improve these skills. The research utilizes the Research & Development method with Sugiyono’s design. The population consists of second-grade students at SDN Gunung Geulis, Kutawaringin with 10 students for limited trials and 27 for wide trials. Data collection techniques include interviews, action tests, expert validation sheets, questionnaires, and field notes, analyzed through qualitative and quantitative techniques. Expert validation for media and materials reached 100% (highly feasible). Teacher response reached 100%, while student responses were 89% (limited trial) and 87% (wide trial), categorized as highly practical. The limited scale N-Gain test yielded 87.6% (effective), while the wide scale test reached 71% (moderately effective). In conclusion, E-Flashcard media through a constructivist approach significantly improves beginning reading skills. Abstrak Penelitian ini didasari oleh rendahnya keterampilan membaca permulaan pada kelas rendah tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran E-Flashcard melalui pendekatan konstruktivisme sebagai salah satu dari upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research & Development dengan desain Sugiyono. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas II SDN Gunung Geulis Kec. Kutawaringin dengan subjek uji coba terbatas sebanyak 10 siswa dan subjek uji coba luas sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, tes perbuatan, lembar validasi ahli dan media, angket, dan catatan lapangan dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi ahli media dan materi mendapatkan persentase sebesar 100% yang berarti sangat layak. Hasil angket respon guru mendapatkan persentase sebesar 100%, sedangkan hasil respon siswa mendapatkan 89% untuk uji coba terbatas dan 87% untuk uji coba luas yang berarti sangat praktis. Pada uji N-Gain skala terbatas, diperoleh persentase 87,6% yang berarti efektif. Sedangkan pada uji N-Gain skala luas diperoleh persentase 71% yang berarti cukup efektif. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan keterampilan membaca permulaan setelah penggunaan media E-Flashcard melalui pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran.
Pengembangan media video animasi melalui pendekatan discovery learning untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas III Sekolah Dasar Ananda Nabila; Ansori; Agni Muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31600

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan serta mengevaluasi tingkat validitas dan dampak penggunaan media video animasi dengan skema discovery learning. Fokus penelitian diarahkan pada upaya mengoptimalkan kemampuan menyimak bagi peserta didik di jenjang kelas III sekolah dasar. Mengadaptasi kerangka Research and Development (R&D) dari model Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi delapan tahapan, penelitian ini melibatkan siswa SDN Baros Mandiri 2 sebagai subjek uji coba. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar observasi, wawancara, uji kompetensi, serta angket validasi ahli. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media ini sangat layak diaplikasikan, dengan skor validasi dari pakar media mencapai 88,57% dan ahli materi sebesar 98%. Selain itu, peningkatan kemampuan menyimak siswa terlihat signifikan melalui perbandingan skor pretest dan posttest, yang diperkuat dengan perolehan N-gain pada kategori tinggi.