Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SCIENCE LEARNING IN PRIMARY SCHOOL IN THE PERSPECTIVE OF NATURE OF SCIENCE: A CASE STUDY IN THE FIFTH GRADE Linda Hania Fasha
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Number 1, February 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v4i1.1613

Abstract

The case study of elementary school science learning is performed in the fifth grade of a primary school located in Bandung. The study aims to describe the extent to which the nature of the sains principle is identified through classroom learning. In this study, the data used include the document of learning draft, teacher’s point of view towards science and its learning, learning activities documentation, and school principal’s point of view about learning in general including the expectation towards science learning. In terms of the main objective of science learning, students’ initial ideas about science triggered in the context of learning problems used can be explored properly through answers to questions raised by the teacher as well as students’ conclusions or statements on the studied problem. The study has successfully identified seven aspects of the nature of science in learning, although the depth and wholeness of these aspects still need further development in the future. Based on the result of the study, it is concluded that a progressive effort is still needed to improve teachers’ beliefs system and their learning.
IMPROVING THE MATHEMATICAL CREATIVE THINKING ABILITY OF ELEMENTARY STUDENTS THROUGH THE CRH LEARNING MODEL ASSISTED BY MONOPOLY GAME MEDIA Siti Ruqoyyah; Linda Hania Fasha; Euis Eti Rohaeti
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.119 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v6i2p231-238.1456

Abstract

This research is motivated by the students' low mathematical creative thinking abilities. The purpose of this research is to examine the achievement and improvement of students' mathematical creative thinking abilities whose learning uses the Course Review Horay (CRH) learning model assisted by monopoly game media. This research is a quasi-experimental type with pretest-posttest control group design with experimental class using Course Review Horay (CRH) learning model assisted by monopoly game media and control class using conventional learning. The population in this study were fifth-grade elementary school students in Cimahi City, while the samples were 30 students each for the experimental and control classes. Data collection techniques used are tests, observations, and documentation with data analysis using statistical data analysis. The results showed the average experimental class value of pretest reached 4.97 and the posttest reached 11.97 with an N-gain value of 0.46. While in the control class the average pretest value reached 4.50 and the posttest reached 9.70 with an N-gain value of 0.34. It can be concluded that the use of CRH learning models assisted by monopoly game media is more effective in achieving and increasing students' creative thinking abilities compared to conventional learning.
MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN KEPADA GURU-GURU SD DI SEKITAR SUNGAI CITARUM MELALUI PENYULUHAN TENTANG HAKEKAT SAINS DALAM PEMBELAJARAN Siti Ruqoyyah; Linda Hania Fasha; Euis Eti Rohaeti
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.917 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i2p166-174.3371

Abstract

Secara umum, tujuan jangka panjang program pengabdian ini adalah mengembangkan suatu proses pengabdian melalui penyuluhan bagi guru-guru SD dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada guru-guru SD di sekitar Sungai Citarum tentang hakekat sains dalam pembelajaran. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan serta pemahaman strategi dan pendekatan pembelajaran yang mungkin dilakukan guru-guru SD mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui konteks lingkungan di sekitar Sungai Citarum yang dikaitkan dengan hakekat sains untuk pembelajaran SD. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini dikelompokan menjadi empat tahap kegiatan yaitu tahap persiapan terdiri dari kegiatan observasi, pelaksanaan terdiri dari kegiatan penyuluhan, evaluasi terdiri dari kegiatan mengevaluasi kegiatan, dan penyelesaian terdiri dari kegiatan penyusunan laporan dan publikasi luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu guru-guru memahami mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui konteks lingkungan di sekitar Sungai Citarum yang dikaitkan dengan hakekat sains, terwujudnya kesadaran guru-guru SD akan pentingnya pelestarian lingkungan serta  guru-guru SD memahami strategi dan pendekatan pembelajaran yang mungkin dilakukan, yang menjadi dasar untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dikaitkan dengan pembelajaran di SD.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TALKING STICK MELALUI PEMBELAJARAN PPKN PADA KELAS IV SDN MELONG MANDIRI 2 Santi Risnawati; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran PPKN didalam kegiatan ulangan harian rata-rata siswa cenderung menerima nilai dibawah KKM, rata-rata siswa memandang pembelajaran PPKN membosankan dan kurang menyenangkan serta dan juga permasalahan di SD tersebut. Tujuan pada penelitian ini merupakan mengetahui imbas dan peningkatan hasil belajar siswa, dalam pembelajaran PPKN setelah diterapkan model talking stick serta mengetahui kelebihan dan kekurangan pada hasil belajar siswa melalui pembelajaran PPKN dengan menggunakan model talking stick. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 2 siklus. Adapun subyek dalam penelitian tindakan kelas ini merupakan siswa IV SDN Melong Mandiri 2. Bedasarkan analisis data bisa disimpulkan bahwa dalam siklus 1 ketuntasan siswa dalam materi ini rata-rata siswa hanya mendapatkan 62,14 sedangkan dalam siklus 2 dengan menggunakan model talking stick semakin tinggi mendapatkan nilai rata-rata 82,32, hasil siswa juga meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KEADAAN CUACA TEMA 5 DI KELAS III SD Siti Jaenab; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang, oleh karena itu upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yaitu dengan terus  memperbaiki semua yang kurang dalam penerapan mutu pendidikan. Pendidikan sebagai sarana pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan mempunyai kemampuan yang profesional dalam meningkatkan kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara. Guru merupakan personel yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia, , selain itu juga guru adalah sebagai pembimbing, serta dapat mengarahkan peserta didiknya sehingga menjadi manusia yang memiliki pengetahuan luas, baik pengetahuan agama, kecerdasan, kecakapan hidup, keterampilan, mempunyai kepribadian yang baik dan memiliki semangat untuk membangun bangsa ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning  pada materi cuaca. Alasan  saya  sebagai penulis mengambil judul ini oleh adanya kesulitan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran cuaca di sekolah dasar. Hal ini disebabkan model pembelajaran yang digunakan hanya ceramah  sehingga mengakibatkan kurangnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan beberapa istrumen yaitu, instrumen tes tulis, angket guru dan angket siswa. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SD Negeri di Bandung Barat  tahun ajaran 2019-2020. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada siswa kelas III di salah satu SD Bandung Barat, tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning berada pada kategori baik dengan perolehan rata-rata siswa 76,12%. Berbeda dengan hasil yang sebelum menggunakan model pembelajaran discovery learning siswa hanya memperoleh rata-rata nilai 65%. Perbedaan antara tingkat kemampuan siswa sebelum menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan sesudah menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat peneliti buktikan dengan bertambahnya nilai rata-rata siswa sebesar 11,12%.
PEMBELAJARAN PEMAHAMAN IPA MATERI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS IV SD Desi Indriasari; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i1.5643

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pemahaman dalam pembelajaran IPA pada siswa SDN 004 Cisaranten Kulon, sehingga diperlukan metode pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut. Alternatif metode yang diterapkan yaitu dengan Model pembelajaran Two Stay Two Stray. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Skenario dan Implementasi pembelajaran IPA pada siswa SDN 004 Cisaranten Kulon Kelas IV dengan menggunakan Model pembelajaran TSTS. Respon guru dan siswa SD Kelas IV terhadap pembelajaran IPA dengan menggunakan Model pembelajaran TSTS. Kesulitan siswa Kelas IV dalam menyelesaikan tugas IPA,yang bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran IPA dengan model TSTS, pada awal dan akhir pembelajaran diberikan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN 004 Cisaranten Kulon yang berjumlah 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyimpulkan bahwa pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA materi sumber daya alam meningkat dari sebelumnya, siswa lebih dapat memahami pembelajaran, percaya diri, aktif, tanggung jawab dan mandiri. Selain itu, pembelajaran juga menjadi menyenangkan, dan efektif. Respon guru dan siswanya pun sangat baik.
Pengembangan dan Validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Tema Udara berbasis Model RADEC dan berorientasi Keterampilan 4C Yusup Maulana; Wahyu Sopandi; Atep Sujana; Babang Robandi; Nurul Saadah Agustina; Ika Rosmiati; Tri Pebriati; Jajang Bayu Kelana; Ida Fiteriani; Anugrah Ramadhan Firdaus; Linda Hania Fasha
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 3 (2022): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i3.1772

Abstract

4C skills have become part of the current elementary school curriculum, which is expected to improve the quality of education so that graduates are ready to compete in the global world. Student worksheet, based on the RADEC model, is needed as a learning tool that can help participants practice 4C skills. This study aims to develop and validate the Student Worksheet based on the RADEC model on the theme of aerial skills-oriented 21st century: critical thinking, collaboration, creativity, and communication (4C). This research and development (R&D) use the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). This research was carried out until the development stage or validation stage. The validity of the student worksheet is determined by an assessment of media, materials, and language on a scale of four, validated by twenty-five teachers who have attended the RADEC model workshop for three days. The data obtained were tabulated by calculating the validity of the quantitative and descriptive analysis. The development results show that the student worksheet based on the RADEC model to train 4C skills is declared valid with the calculation results Vh>Vt or Vh> 0.64 and is suitable for use in learning. This research can be used as information on the development and validation of teaching materials, especially student worksheet, based on the RADEC model to train 4C skills in science materials in elementary schools.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMBUAT PERTANYAAN PRA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL RADEC Jajang Bayu Kelana; Wahyu Sopandi; Anugrah Ramadhan Firdaus; Yusup Maulana; Linda Hania Fasha; Ida Fiteriani
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana kemampuan guru sekolah dasar dalam membuat pertanyaan pra pembelajaran menggunakan model RADEC. Metode yang digunakan adalah Survey. Partisipan penelitian adalah guru sekolah dasar yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya dengan jumlah 32 orang. Data penelitian diperoleh secara online menggunakan angket melalui media google form. Analisis kemampuan guru sekolah dasar dalam membuat pertanyaan pra pembelajaran menggunakan model RADEC  terbagi menjadi 4 indikator yaitu dengan (1) pengetahuan guru tentang pertanyaan prapembelajaran dalam model RADEC, (2) pengetahuan guru tentang pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pertanyaan prapembelajaran, (3) respon guru dalam membuat pertanyaan prapembelajaran, (4) kendala pembuatan pertanyaan prapembelajaran. Berdasarkan rata-rata porsentasi tiap indikator menunjukan porsentasi yang tinggi Adapun Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru bukan hanya bertugas sebagai penyampaikan materi saja melainkan harus mampu mengembangkan segala potensi yang ada pada diri siswa. Sebagai bagian dari model RADEC, Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat pertanyaan prapembelajaran.
PEMBELAJARAN DARING MATERI KPK DAN FPB MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF SISWA KELAS IV SD BERBANTUAN MEDIA WHATSAPP Milawati Dewi; Asep Samsudin; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i2.11870

Abstract

Aspek pemahaman materi KPK dan FPB di sekolah dasar belum sepenuhnya dapat memahami siswa yang kurang memahami materi sehingga mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran yang dilaksanakan. Sedangkan siswa banyak mengalami kesulitan dalam pembelajaran berani yang dilakukan saat ini dimana siswa kurang konstensi dalam pembelajaran khususnya Matematika yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada siswa yang mengakibatkan suasana pembelajaran menjadi kurang kondusif. Untuk mengatasi kesulitan pemahaman siswa inilah perlu adanya metode yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana metode Problem Based Learning (PBL) dapat melihat kesulitan siswa dalam memahami materi penjumlahan. Penelitian ini menggunakan kajian 5 literatur artikel nasional melalui pembelajaran berani.Dimana pembelajaran berani. Dari hasil penelitian pemahaman materi KPK dan FPB adalah 60%, respon pembelajaran Matematika KPK dan FPB sebanyak 70%, respon terhadap materi guru KPK dan FPB adalah 80%, dan respon penggunaan metode PBL berbantuan whatsapp adalah 85%. dimana terlihat dari respon siswa dalam pembelajaran dengan minat siswa.
Pembelajaran daring materi KPK dan FPB menggunakan model problem based learning untuk meningkatkan kognitif Siswa kelas IV SD berbantuan media whatsapp Milawati Dewi; Asep Samsudin; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i2.11870

Abstract

Aspek pemahaman materi KPK dan FPB di sekolah dasar belum sepenuhnya dapat memahami siswa yang kurang memahami materi sehingga mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran yang dilaksanakan. Sedangkan siswa banyak mengalami kesulitan dalam pembelajaran berani yang dilakukan saat ini dimana siswa kurang konstensi dalam pembelajaran khususnya Matematika yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada siswa yang mengakibatkan suasana pembelajaran menjadi kurang kondusif. Untuk mengatasi kesulitan pemahaman siswa inilah perlu adanya metode yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana metode Problem Based Learning (PBL) dapat melihat kesulitan siswa dalam memahami materi penjumlahan. Penelitian ini menggunakan kajian 5 literatur artikel nasional melalui pembelajaran berani.Dimana pembelajaran berani. Dari hasil penelitian pemahaman materi KPK dan FPB adalah 60%, respon pembelajaran Matematika KPK dan FPB sebanyak 70%, respon terhadap materi guru KPK dan FPB adalah 80%, dan respon penggunaan metode PBL berbantuan whatsapp adalah 85%. dimana terlihat dari respon siswa dalam pembelajaran dengan minat siswa.