Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI DAN ANALISIS PERKUATAN BANGUNAN YANG BERTAMBAH JUMLAH TINGKATNYA Saruni, Cintya Violita; Dapas, Servie O.; Manalip, Hieryco
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan tingkat pada sebuah bangunan merupakan suatu alternatif untuk menjawab masalah peningkatan jumlah orang di dalam suatu bangunan, perubahan fungsi bangunan, penambahan infrastruktur ataupun keterbatasan lahan. Evaluasi struktur bangunan awal dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan struktur bangunan akibat dari penambahan tingkat bangunan. Jika struktur tidak mampu menerima beban yang ditambahkan, maka dibutuhkan perkuatan terhadap elemen-elemen struktur eksisting yang tidak kuat.Pradesain struktur dilakukan untuk mendapatkan struktur awal bangunan 2 lantai yang difungsikan sebagai sekolah menggunakan SNI 2847:2013. Evaluasi struktur yang direncanakan dengan menambahkan 1 tingkat sehingga menjadi bangunan 3 tingkat yang dimodelkan 3D menggunakan program ETABS. Denah bangunan berukuran 22.5 m x 12 m dengan tinggi bangunan 3.8 m tiap lantai dengan mutu beton, fc’ 25 MPa, mutu tulangan baja,  fy 240 MPa untuk diameter tulangan lebih kecil atau sama dengan 10 mm, fy 400 MPa untuk diameter tulangan lebih besar dari 10 mm. Elemen struktur dan pembebanan untuk tingkat yang ditambahkan sama dengan struktur awal dan analisa gempa dengan statik ekivalen. Analisis beban gempa berdasarkan SNI 1726:2012. Struktur di evaluasi dengan program ETABS.Hasil evaluasi struktur yaitu kemampuan struktur awal meliputi balok, kolom dan pelat akibat penambahan tingkat serta periode struktur. Perkuatan elemen struktur yang dilakukan dengan concrete jacketing dan dilakukan beberapa pemodelan untuk dijadikan rekomendasi perkuatan. Kata kunci: Penambahan tingkat, Evaluasi struktur, Perkuatan, Concrete Jacketing, ETABS
DESAIN PRAKTIS PELAT KONVENSIONAL DUA ARAH BETON BERTULANG Kembuan, Patricia; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain pelat beton bertulang dibuat berdasarkan standar yang berlaku. Suatu tabel desain praktis pelat adalah tabel desain yang mudah digunakan di lapangan dan dapat dijadikan bahan acuan para enginer sipil. Pelat yang ditinjau adalah pelat beton bertulang konvensional dua arah berdasarkan SNI 2847: 2013, dengan menggunakan metode desain langsung untuk menghitung Momen-momen lentur. Hasilnya dibandingkan dengan hasil analisa struktur dengan software SAP v.14. Hasil analisa menggunakan metode desain langsung dan software yang ada, mempunyai trend yang sama, meskipun nilainya tidak akan sama persis. Program MS Excel digunakan sebagai alat bantu dalam menghitung desain pelat dengan beberapa variasi. Parameter yang divariasikan adalah ukuran bentang, ukuran balok dan kolom, beban hidup, f’c, dan fy. Hasil yang diperoleh berupa nilai momen lentur dan jarak tulangan, yang dituangkan dalam bentuk tabel-tabel desain.  Kata kunci : Desain, Pelat, Metode desain langsung, Momen lentur
ANALISIS TATA LETAK STIFFENER TERHADAP TEKUK LOKAL BAJA Tumurang, Olivia Maria; Dapas, Servie O.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok baja adalah komponen struktur yang memikul beban-beban gravitasi, seperti beban mati dan beban hidup. Dalam balok baja, akan ada saat dimana balok tersebut tidak memiliki kemampuan pada badan profil untuk mendukung reaksi akhir atau beban terpusat sehingga dibutuhkan pengaku vertikal (stiffener). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak stiffener terhadap tekuk lokal baja yang disebabkan oleh gaya aksial atau gaya yang bekerja pada sumbu utama penampang struktur. Stiffener diposisikan bervariasi dengan jarak simetris (a) pada profil yang akan dianalisis. Stiffener dianalisis secara tiga dimensi menggunakan software SAP2000 dengan pemodelan elemen balok baja yang menggunakan WF 2100 x 500, dengan stiffener 2076 x 236 dengan panjang balok 4,5 m. Analisis dibagi menjadi dua pemodelan dengan 5 variasi tata letak jarak stiffener disetiap modelnya. Dari analisa struktur yang dilakukan pada SAP2000, dapat disimpulkan bahwa gaya geser balok dengan stiffener yang dipasang dekat dengan daerah tumpuan semakin kecil, sedangkan gaya geser akan meningkat apabila stiffener diletakkan di daerah lapangan.   Kata kunci: Balok, Stiffener, Tekuk Lokal, Gaya Geser, SAP2000
PERHITUNGAN INTER STORY DRIFT PADA BANGUNAN TANPA SET-BACK DAN DENGAN SET-BACK AKIBAT GEMPA Rumimper, Berny Andreas Engelbert; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada bangunan dengan set-back terjadi perbedaan simpangan yang cukup signifikan antar lantai-lantai yang berbatasan dengan set-back tersebut. Perbedaan massa dan kekakuan yang signifikan itu menyebabkan terjadinya konsentrasi gaya-gaya yang ekstrim pada lantai tersebut. Besarnya simpangan lateral dan potensi kerusakan bangunan mempunyai hubungan yang sangat kuat yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian set-back tersebut. Simpangan dihitung menggunakan respon spektrum dengan menganggap struktur berada pada kondisi tanah keras wilayah gempa V Indonesia. Dalam analisa diambil 2 tipe/model struktur (dua dimensi) yaitu struktur bangunan dengan dan tanpa set-back. Struktur terbuat dari material beton yang dimodelkan sebagai bangunan penahan geser (shear building). Dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh bahwa simpangan struktur pada bangunan dengan set-back seperti pada contoh aplikasi adalah lebih kecil dari pada simpangan struktur pada bangunan tanpa set-back, sedangkan pada bangunan dengan set-back terjadi inter story drift (simpangan antar tingkat) yang cukup ekstrim antara lantai yang berbeda massa dan kekakuannya dan pada bangunan tanpa set-back tidak terjadi, karena massa dan kekakuan tiap lantai adalah sama. Kata kunci: set-back, respon spektrum, inter story drift.
PERENCANAAN HOTEL KONSTRUKSI BETON BERTULANG 12 LANTAI DI JLN. AHMAD YANI KOTA MANADO Boyoh, Ezra Ronaldo; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung bertingkat mengandung pengertian perencanaan elemen - elemen struktur gedung seperti plat lantai, tangga, portal balok kolom dan pondasi untuk menahan seluruh beban-beban yang bekerja. Oleh karena itu, seorang perancang gedung harus memilih sistem struktur yang paling tepat yaitu apakah elastik penuh, daktail parsial atau daktail penuh.Struktur gedung Hotel di Jln Ahmad Yani ini didasarkan pada standar peraturan - peraturan gedung Indonesia. Analisis struktur menggunakan software ETABS Ultimate 17.0.1. Analisis gempa menggunakan analisis dinamik respon spektrum dengan nilai SDS dan SD1 di kota manado adalah sebesar 0.747 dan 0.464. Jenis tanah yang dikategorikan berdasarkan jenis tanah adalah jenis tanah sedang. Struktur gedung hotel terdiri dari 12 lantai dengan lantai pertama sampai dengan keempat adalah sama dan lantai kelima sampai dengan keduabelas juga sama. Beban - beban yang bekerja pada gedung berupa beban mati, beban hidup, beban gempa, dan beban tambahan lainnya yang nantinya pada perhitungan pembebanan mengacu pada SNI 1727-2013 tentang “Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain”. Beban Gempa akan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang “Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung”. Gaya-gaya dalam yang diperoleh dari output ETABS  digunakan untuk menghitung jumlah kebutuhan tulangan yang dibutuhkan oleh struktur bangunan. Hasil yang diperoleh dari perencanaan menunjukkan bahwa hasil perencanaan yang digunakan pada gedung Hotel di Jln Ahmad Yani mampu memikul beban-beban yang bekerja di dalam analisis. Kata Kunci : ETABS, Gedung Bertingkat, Hotel, Beton Bertulang
PENGARUH EKSENTRISITAS PUSAT MASSA BANGUNAN BETON BERTULANG TERHADAP RESPONS STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA Kalalo, Gladys Hestika; Tenda, Ruddy; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrol terhadap besarnya respons struktur adalah salah satu kriteria dasar dalam mendisain struktur bangunan bertingkat banyak. Besar respons struktur antara lain dipengaruhi oleh eksentrisitas pusat massa bangunan yang ditentukan oleh bentuk denah strukturnya. Sebuah bangunan dikategorikan beraturan jika denah strukturnya berbentuk persegi panjang tanpa tonjolan. Kalaupun ada, tonjolan tersebut tidak boleh lebih dari 25%. Ketika denah bangunan memiliki tonjolan lebih dari 25%, maka akan terjadi perubahan nilai respons struktur (deformasi) yang signifikan, sehingga struktur bangunan yang demikian tidak bisa lagi didesain dengan cara yang sama seperti mendisain struktur bangunan beraturan. Pada penelitian ini, dibuat tujuh model struktur bangunan dengan variasi tonjolan pada denah untuk mempelajari pengaruh eksentrisitas pusat massa terhadap respons strukturnya. Untuk mempermudah analisis struktur digunakan program komputer SAP 2000, dimana struktur bangunan akibat pengaruh gempa dianalisis secara 3 dimensi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin besar eksentrisitas bangunan maka semakin besar pula deformasinya. Selain itu, pada struktur yang sama yang diberikan beban gempa yang sama pula, struktur yang memiliki tonjolan arah pendek menghasilkan deformasi yang lebih besar.   Kata kunci: respons struktur, eksentrisitas, struktur bangunan beraturan, analisis struktur, beban gempa, SAP 2000
ANALISIS PENGHUBUNG GESER (SHEAR CONNECTOR) PADA BALOK BAJA DAN PELAT BETON Tumimomor, Monika Eirine; Dapas, Servie O.; Mondoringin, Mielke R. I. A. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur baja dalam suatu bangunan masih memerlukan komponen beton dalam pembangunan gedung bertingkat contohnya pelat lantai. Pelat lantai yang dihubungkan dengan balok baja menggunakan penghubung geser (shear connector) menghasilkan struktur komposit. Pada struktur komposit terdapat gaya geser horisontal yang timbul selama pembebanan. Gaya geser yang terjadi antara pelat beton dan balok baja akan dipikul oleh sejumlah penghubung geser (shear connector) sehingga tidak terjadi slip pada saat masa layan. Untuk mendapatkan penampang yang sepenuhnya komposit penghubung geser harus cukup kaku sehingga dapat menahan gaya geser yang terjadi. Adanya penghubung geser menyebabkan balok baja dan beton diatasnya bekerja secara integral. Fungsi utama dari elemen-elemen penghubung untuk membantu meneruskan gaya-gaya yang ada di titik hubung dari suatu elemen struktur ke elemen struktur lainnya sehingga timbul gaya geser pada baut. Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung menurut SNI 03-1729-2002, Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Tahapan analisis data yaitu berupa perencanaan dimensi baja pada balok struktur baja menggunakan perangkat lunak Structure Analysis Program (SAP). Penghubung geser (shear connector) memberikan pengaruh terhadap elemen balok baja, dalam menahan gaya geser yang terjadi antara balok baja dan pelat beton. Balok baja dan pelat beton yang tidak dihubungkan dengan penghubung geser memiliki tegangan yang lebih besar karena elemen profil dan plat belum menyatu sehingga tegangan yang dihasilkan masih bersifat sendiri-sendiri. Dari setiap variasi diambil nilai tengah dari hasil output tegangan sehingga didapat diameter 19x100 sebagai stud yang ekonomis untuk variasi diameter dengan jarak 125 mm dan untuk variasi panjang stud dengan diameter 16x75 sebagai stud yang ekonomis . Kata kunci : Balok Komposit, Penghubung Geser (shear connector), Stud, Baja
EVALUASI TEKNIS KEKUATAN STRUKTUR RUMAH KAYU TRADISIONAL PRODUKSI DESA WOLOAN TERHADAP GEMPA SESUAI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) Baharta, Nurjannah; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kayu tradisional produksi desa Woloan dievaluasi secara teknis, baik material maupun sistem strukturnya. Kayu yang digunakan diambil sampelnya dan diuji di laboratorium Fakultas Teknik Unsrat untuk mendapatkan sifat mekanis kayu yang sesuai dengan kondisi di lapangan, yang dibutuhkan untuk analisis struktur rumah kayu tersebut.Kayu yang digunakan untuk kolom/tiang dan balok adalah Kayu Besi / Aliwowos (Homalium Foetidum Benth), yang secara teori memiliki kelas kuat I/II, sedang untuk lantai dan dinding digunakan kayu cempaka atau nantu. Dimensi kolom/tiang adalah 18cm x18cm, 18cm x9cm, 15cm x 9.5cm, 9cm x9cm, dan balok berukuran 15cm x10cm untuk balok utama dan 15cm x5cm untuk balok anak.Hasil pengujian dari laboratorium untuk jenis kayu besi jenis aliwowos didapatkan nilai modulus elastisitas E =13771,83 dan Emin = 6436,655. Modulus elastisitas yang diperoleh terdapat dalam rentang modulus elastisitas kayu struktural berdasar SNI Kayu 2013. Hasil uji material kayu di laboratorium kemudian dijadikan input pada program bantu komputasi untuk mengevaluasi dan menganalisis struktur rumah kayu tradisional desa Woloan. Evaluasi desain struktur rumah kayu yang dilakukan secara manual berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa struktur rumah kayu tersebut mampu memikul beban yang direncanakan. Kata Kunci: Evaluasi teknis, rumah, kayu, Desa Woloan, SNI
RESPON DINAMIS STRUKTUR BANGUNAN BETON BERTULANG BERTINGKAT BANYAK DENGAN KOLOM BERBENTUK PIPIH Roring, Youfrie; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi saat ini, kolom dengan tebal seukuran dinding atau biasa disebut dengan kolom pipih dapat ditemukan dalam suatu perencanaan bangunan. Kolom didesain sedemikian rupa sehingga tidak timbul pada dinding ruangan. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan tentang simpangan struktur suatu bangunan beton bertulang dimana bangunan tersebut menggunakan kolom pipih. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan panjang kolom masing-masing untuk kasus 1 sebesar 750 mm, kasus 2 sebesar 650 mm, dan kasus 3 sebesar 550 mm. Selain panjang penampang kolom, penelitian ini juga dilakukan dengan memvariasikan model denah persegi dan persegi panjang dengan maksud untuk mengetahui simpangan struktur pada kondisi denah yang berbeda, serta posisi kolom yakni kolom dengan posisi titik kerja beban berada pada titik berat penampang dan kolom dengan posisi titik kerja beban tidak berada pada titik berat penampang. Untuk perhitungan analisa dinamik dengan menggunakan metode respon spektrum dilakukan dengan bantuan program ETABS 2015. Dari penelitian ini didapat kesimpulan yaitu, untuk denah persegi simpangan pada masing-masing arah utama pemisalan beban gempa bernilai sama, dan simpangan minimum terjadi pada posisi kolom dengan titik kerja beban berada pada titik berat penampang kolom. Sedangkan pada denah persegi panjang simpangan minimum terjadi pada arah y yaitu arah yang tegak lurus dengan arah bertambahnya jumlah bentangan, simpangan minimum juga terjadi pada model dimana titik kerja beban berada pada titik berat penampang kolom. Kata kunci : kolom pipih, simpangan struktur, ETABS.
STUDI KOMPARASI PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN SNI 03-2847-2013 DAN BRITISH STANDARD 8110-1-1997 Ticoalu, Priscillia Engelin Ester; Pangouw, Jorry D.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan struktur bangunan khususnya bangunan bertingkat , banyak hal yang perlu dipertimbangkan agar tercapainya mutu bangunan yang berkualitas. Untuk itu desain tersebut harus memenuhi persyaratan fungsional, struktural dan estetika. Pada perencanaan struktur bangunan bertingkat terdapat banyak peraturan standar. Di Indonesia kita menggunakan Persyaratan Beton Struktural Untuk Gedung SNI 03-2847-2013. Sedangkan untuk luar negeri juga terdapat standar masing-masing negaranya sendiri. Seperti ACI,CSA,EUROCODE, dan BRITISH STANDARD. Penelitian ini akan memaparkan komparasi perhitungan struktur bangunan diantaranya balok, kolom dan juga plat lantai dengan dihitung menggunakanan dua metode yaitu SNI dan BRITISH STANDARD. Dan setelah dikomparasi ternyata didapati ada beberapa perbedaan dalam perhitungan struktur bangunan dengan menggunakan metode SNI dan metode British Standard. Dari bebrapa contoh perhitungan yang telah dihitung, dapat kita simpulkan bahwa kemungkinan besar SNI memiliki desain yang lebih ekonomis dibandingkan dengan British Standard. Kata kunci : komparasi, SNI, BRISTISH STANDARD, balok, kolom, plat
Co-Authors . Sudarman Alfirdaus, Ade Putra Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra Baharta, Nurjannah Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Boyoh, Ezra Ronaldo Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Bryan Jeferson Tololiu Carolus Sanapang Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Crisando Daniels Matani Ellen J. Kumaat Fillino Erwinsyah Fransiska Verrent Supit, Fransiska Verrent Freddy Jansen Gladys Hestika Kalalo Gregoria Megastia Langitan Griebel H. Rompas Hierico Manalip Hieryco Manalip Ivonne Jeanette Rosalina Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina Jefri J. H. Simanjuntak Jeremia Polopadang Jorry D. Pangouw Karisoh, Patrisko Hirel Kawulusan, Julianda Astari Kembuan, Patricia Kojongian, Alexandro Mark Korua, Anggi Marina Kuhu, Ferhen Anggreini Liando, Frinsilia Jaglien Lilik Fauziah Lolowang, Deamilenda B. Lucy P. S. Jansen, Lucy P. S. Mandey, Geraldy C. A. Manoppo, Mecky R.E. Marthin D. J. Sumajouw Mecky R. E. Manoppo Melinda, Sintia Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Mongisidi, Eucharis D. Monika Eirine Tumimomor, Monika Eirine Nelwan, Intan Tiara Norman Werias Alexander Supit Olivia Maria Tumurang Oryza Dewayanti Oscar H. Kaseke Pandaleke, Stefano Pangloly, Dewira Rante Paskah, Mega Tri Poluan, Danny Steven Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Priscillia Engelin Ester Ticoalu, Priscillia Engelin Ester Rajak, Febriany Safitri Abd. Reky S. Windah Renaldo Glantino Regar Roi Y. A. Sumangkut Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Roring, Youfrie Ruddy Tenda Sakul, Verrent E. Saruni, Cintya Violita Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Siagian, Christin Steenie E. Wallah Steven Limbongan, Steven Sumampouw, Franco Michael Tumbel, George W. Y. Walangitan, Deane R. Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab