Claim Missing Document
Check
Articles

PERHITUNGAN SIMPANGAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT (STUDI KOMPARASI MODEL PEMBALOKAN ARAH RADIAL DAN GRID) Dewayanti, Oryza; Kumaat, Ellen J.; Dapas, Servie O.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembalokan pada bangunan berbentuk dasar lingkaran lebih variatif dibandingkan dengan bangunan dengan bentuk dasar lainnya. Contoh dari sistem pembalokan pada bangunan berbentuk dasar lingkaran adalah sistem pembalokan dengan arah radial dan arah grid. Kedua sistem pembalokan ini diaplikasikan pada struktur gedung beton bertulang dengan beban dinamis yang digunakan adalah beban akibat gempa. Penelitian dilakukan untuk membandingkan besarnya simpangan horizontal yang dihasilkan dari struktur bangunan bertingkat berbentuk lingkaran dengan pembalokan arah radial dan grid.Pemodelan struktur yang dianalisis berupa bangunan dengan diameter 30 m, bertingkat 20 lantai, dengan tinggi tiap lantai sebesar 4 m. Analisa struktur dilakukan dengan menggunakan software ETABS.Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa struktur dengan pembalokan arah radial memiliki simpangan horizontal yang lebih kecil daripada simpangan horizontal yang dihasilkan oleh struktur dengan pembalokan arah grid.Kata kunci : bangunan lingkaran, pembalokan, beban gempa, simpangan, ETABS.
DESAIN STRUKTUR BALOK BETON PRATEGANG UNTUK BANGUNAN INDUSTRI Kojongian, Alexandro Mark; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis konstruksi bangunan di Indonesia memiliki jenis yang beragam. Ada bangunan gedung untuk rumah tinggal, gedung sekolah, rumah sakit, hotel, toko, perkantoran, gedung olah raga dan gedung untuk bangunan industri atau pabrik. Pada dasarnya, seluruh bangunan ini memiliki komponen struktur balok. Jarang terlihat bangunan industri di Indonesia menggunakan material beton prategang untuk mendesain suatu bangunan industri. Sebagian besar sekarang ini menggunakan material baja, tetapi juga menggunakan baja komposit ataupun beton bertulang. Padahal, Jika dilihat dari perkembangan sekarang ini, material beton prategang bukanlah suatu hal yang baru lagi. Pada umumnya balok pada bangunan industri dirancang memiliki bentang yang cukup panjang dan dalam perencanaannya menggunakan balok beton bertulang yang mempunyai dimensi yang cukup besar sehingga menimbulkan berat sendiri yang cukup besar pula. Oleh karena itu penulis ingin memberikan alternatif dengan menggunakan material beton prategang, sehingga dapat dibandingkan dan dapat diketahui mana balok yang lebih efektif digunakan. Hal ini mendasari penulisan tugas akhir untuk merencanakan element balok bangunan industri dengan material balok prategang. Dalam perencanaan ini Balok 1 akan memakai 14 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 5 selongsong, maka luas selongsong 5 x 54.7 x 14 = 3829 mm2 , Balok 2 menggunakan 15 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 5 selongsong, maka luas selongsong 5 x 54.7 x 15 = 4102.5 mm2 dan balok 3 memakai 12 kabel dalam satu selongsong dengan jumlah 6 selongsong, maka luas selongsong 6 x 54.7 x 12 = 3938 mm2 Kata Kunci : Balok Prategang, Bangunan Industri
PERENCANAAN ULANG BANGUNAN STRUKTUR BAJA RUMAH SAKIT UMUM RATUMBUYSANG DI KOTA MANADO Pandaleke, Stefano; Handono, Banu Dwi; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan ulang bangunan struktur baja Rumah Sakit Umum Ratumbuysang di Kota Manado dilakukan untuk mendapatkan dimensi yang optimal dan efisien dari elemen-elemen strukturnya, sesuai dengan beban rencana agar bangunan tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Metode yang digunakan dalam mendesain atau menganalisa struktur baja pada pada bangunan ini adalah Direct Analisys Method (DAM), untuk mendapatkan gaya–gaya dalam, sedangkan kapasitas nominal dari penampang dan sambungan–sambungan diperoleh menggunakan metode LRFD atau DFBK sesuai SNI 1729-2015. Pembebanan sesuai dengan SNI 1727-2013 untuk beban gravitasi dan sesuai SNI 1726-2012 untuk beban lateral (gempa). Konfigurasi rangka struktur terdiri dari rangka sistem penahan beban gaya lateral dan rangka sistem penahan beban gravitasi. Elemen struktur menggunakan profil baja yang memenuhi syarat SNI 1729-2015.Dari hasil disain ulang struktur baja ini maka profil–profil yang digunakan untuk kolom 400 x 400 x 13 x 21, balok 400 x 200 x 8 x 13, Balok anak 300 x 150 x 6.5 x 9, serta sambungannya bervariasi sesuai dengan konfigurasi rangka.  Kata Kunci: Perencanaan, Struktur Baja, DAM, Gempa, LRFD
RESPONS DINAMIK STRUKTUR RANGKA BAJA MENARA AIR DENGAN VARIASI ELEMEN PENGAKU LATERAL Poluan, Danny Steven; Pandaleke, Ronny; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur rangka baja menara air dengan bresing pada dasarnya di buat untuk menahan tekanan dari atas tampungan air di dalam tangki. Struktur rangka baja yang di desain pun rentan terhadap adanya gempa yang bisa terjadi kapan saja sehingga menimbulkan simpangan pada struktur. SNI 1726:2012 mengatur tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung serta metode analisis dinamik respons spektrum yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu struktur yang diberikan beban dinamik.Dalam penelitian ini dilakukan dengan membuat berbagai variasi penggunaan bresing pada rangka baja dan variasi berdasarkan kemiringan menara untuk kemudian membandingan hasil simpangan struktur yang terjadi pada setiap variasi yang dibuat serta melakukan evaluasi hasil simpangan struktur terhadap simpangan antar lantai tingkat ijin.Hasil penelitian menunjukan bahwa simpangan yang terjadi pada elemen pengaku lateral inverted v bracing menghasilkan simpangan struktur paling kecil dan penelitian ini juga menunjukan bahwa kemiringan struktur rangka baja menara air sangat berpengaruh pada besarnya simpangan struktur. Semakin besar kemiringan menara maka semakin kecil simpangan struktur yang terjadi. Kata Kunci : SNI 1726:2012, Menara Air, Bresing, Analisis Ragam Respons Spektrum, Simpangan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS Karisoh, Patrisko Hirel; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam merencanakan gedung bertingkat selalu sangat dituntut perencanaan yang aman dan efisien, dimana struktur diharapkan mampu menahan beban-beban yang ada, tidak terkecuali beban gempa, karena beban gempa selalu sangat mempengaruhi perilaku gedung tersebut dan selalu menjadi prioritas utama dalam perencanaan, salah satu metode yang digunakan untuk menahan beban gempa adalah metode perencanaan struktur sistem rangka pemikul momen, yang terbagi dalam 3 bagian yaitu: sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB), sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM), sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). struktur yang menjadi prioritas perencanaan adalah struktur yang mampu menahan kondisi dimana beban gempa ekstrim atau dalam hal ini adalah struktur SRPMK dimana akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan respon inelastic akibat beban gempa tersebut dengan kata lain struktur diharuskan daktail (fleksibel) agar dapat dikategorikan aman jika digunakan.Lokasi perencanaan ini akan dilakukan di Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Teknik, Manado, Indonesia, struktur gedung yang direncanakan adalah gedung fasilitas laboratorium Fakultas Teknik, memiliki 3 lantai dengan ketinggian 17 m dan luas gedung 1345 m², beban gempa desain menggunakan metode response spectrum, untuk analisis struktur dan pemodelan menggunakan program ETABS 2016.Berdasarkan hasil analisis dan desain pada gedung laboratorium Fakultas Teknik, Unsrat penampang balok dengan dimensi 400 x 600 mm dan kolom 700 x 600 mm telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus, karena secara teori telah memenuhi syarat-syarat yaitu: Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syara-syarat pendetailan setiap komponen-komponen rangka. Kata kunci : Daktail, SRPMK, Strong Column Weak Beam.
EVALUASI TEKNIS PENGGUNAAN KOLOM KOMPOSIT BAJA BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK Alfirdaus, Ade Putra; Dapas, Servie O.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini kolom pada bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring berkembangnya teknologi, kayu dan beton yang selama ini digunakan penuh dalam setiap pembangunan gedung, kini sudah mulai beralih menggunakan material baja. Pada akhirnya terciptalah berbagai metode dalam desain struktur salah satunya struktur komposit yang terdiri dari gabungan baja dan beton. Dengan menggunakan material baja ini selain dapat mengurangi masalah bagi lingkungan juga proses pengerjaannya yang terbilang lebih cepat dari konstruksi beton bertulang biasa. Pada penelitian ini didesain 3 model gedung lantai 15 dengan dimensi bangunan 24x36 m2 dimana masing-masing model kolom materialnya menggunakan beton bertulang, baja dan komposit baja-beton. Didesain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama, yang nantinya akan dibandingkan ketiga kolom tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit baja-beton lebih optimal untuk digunakan pada struktur gedung yang direncanakan. Hal ini ditunjukkan dengan dimensi yang lebih kecil, kebutuhan materialnya lebih rendah juga memiliki kelebihan struktur yang cenderung menyerupai kolom baja serta memiliki ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci: Bangunan bertingkat, Kolom Komposit, Kolom Beton Bertulang, SAP 2000
OPTIMASI TINGGI PEMOTONGAN LUBANG HEKSAGONAL PADA CASTELLATED BEAM Toreh, Sharon Ruth; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja banyak digunakan untuk bangunan bertingkat tinggi maupun bangunan yang berbentang lebar. Namun karena harga material baja relatif mahal maka diperlukan upaya untuk dapat memperoleh desain konstruksi baja yang lebih ekonomis dan dapat meminimalisir penggunaan bahan baja tersebut. Adanya teknologi las listrik pada konstruksi baja, memungkinkan untuk pembuatan castellated beam (balok kastela) yang tujuannya meminimalisir penggunaan bahan baja. Castellated beam memiliki karakteristik yang cukup menguntungkan karena dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), menghasilkan momen inersia dan section modulus yang lebih besar sehingga lebih kuat dan kaku bila dibandingkan dengan profil asalnya. Selain itu, mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan izin yang lebih kecil. Pada penelitian ini akan dikaji profil castellated beam dengan tumpuan jepit-jepit dengan variasi tinggi pemotongan dengan lebar pemotongan tetap dengan bentang sebesar 8 meter dan beban terpusat berada di tengah bentang sebesar 10 kN. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi kenaikan nilai tegangan, nilai momen dan nilai geser di sekitar lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tinggi pemotongan castellated beam memperbesar kemungkinan terjadinya kegagalan profil pada daerah sekitar lubang khususnya yang terletak dekat perletakan sehingga disarankan untuk menggunakan pengaku disekitar lubang. Kata kunci: balok kastela, momen inersia, section modulus, profil baja, lubang
NILAI KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN VARIASI UKURAN DIMENSI BENDA UJI Regar, Renaldo Glantino; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat tarik belah adalah salah satu parameter penting kekuatan beton. Nilai kuat tarik belah diperoleh melalui pengujian tekan di laboratorium dengan membebani setiap benda uji silinder secara lateral sampai pada kekuatan maksimumnya. Pengujian dapat dilakukan pada skala tertentu dengan berbagai kondisi, jenis, beban maupun ukuran benda uji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran benda uji terhadap kekuatan tarik belah beton. Dimensi benda uji silinder divariasikan dalam 4 ukuran: 7,5/15 cm, 10/20 cm, 12,5/25 cm, dan 15/30 cm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan mesin uji “Semiautomatic Concrete Compression Testing 400 kN Cap. Controls – Italy 50-C6632”. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kecil dimensi benda uji semakin besar nilai kuat tarik belah beton. Untuk benda uji terkecil yaitu silinder 7,5/15 cm hasil kuat tariknya mengalami penurunan sehingga tidak sesuai dengan teori size effect. Hal ini dipengaruhi oleh perbandingan rasio diameter benda uji dan diameter maksimum agregat dan juga oleh arah pembebanan terhadap arah pengecoran. Kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh perbandingan penampang dengan ukuran maksimum agregat. semakin kecil rasio ukuran penampang terhadap ukuran maksimum agregat maka semakin kecil pula nilai kekuatan beton yang dihasilkan. Kata Kunci : dimensi benda uji, size effect, kuat tarik belah, kekuatan beton
RESPON DINAMIS STRUKTUR BANGUNAN BETON BERTULANG BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI ORIENTASI SUMBU KOLOM Supit, Norman Werias Alexander; Sumajouw, Marthin D. J.; Tamboto, Winny J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan beton bertulang bertingkat banyak dipengaruhi antara lain oleh dimensi, denah/geometrik dan material elemen struktur serta beban yang bekerja pada struktur. Beban gempa memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan bangunan bertingkat. Penelitian ini memberikan pengetahuan praktis mengenai penempatan/orientasi sumbu kolom terbaik yang dapat digunakan dalam mendesain struktur bangunan sehingga kekuatan struktur bangunan lebih optimal.Penelitian ini dilakukan dengan membuat beberapa contoh kasus dengan orientasi sumbu kolom yang berbeda guna mendapat nilai simpangan struktur minimum pada dua arah pemisalan pembebanan gempa, dilanjutkan dengan memodelkan beberapa denah struktur guna melihat pengaruhnya terhadap pemilihan orientasi sumbu kolom. Analisis respon dinamik dilakukan dengan bantuan software ETABS 2013 E.V.Hasil penelitian menunjukkan nilai simpangan yang paling besar terjadi pada simpangan model yang searah gaya gempa (kasus 1); nilai simpangan yang minimum pada dua arah pemisalan pembebanan gempa terjadi pada model denah struktur yang simetris dengan penempatan orientasi kolom menopang arah sumbu lemah denah struktur (kasus 2). Sedangkan, pengaruh denah struktur terhadap pemilihan orientasi struktur bergantung pada panjang bentang masing-masing arah panel (kasus 3, 4 dan 5)Kata kunci: penempatan, orientasi sumbu kolom, denah struktur, simpangan struktur
PEMERIKSAAN KUAT TARIK LANGSUNG BETON DENGAN TRAS SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS Mongisidi, Eucharis D.; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tras digunakan pada penelitian ini sebagai subsitusi parsial pasir. Untuk mengetahui variasi terbaiknya ditunjukan dengan besaran nilai optimal kekuatan tarikan beton melalui uji kuat tarik langsung. Dipakai silinder pada pengujian kuat tekan dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm, sedangkan pada pengujian kuat tarik digunakan balok I. Tras yang digunakan pada subsitusi pasir untuk pembuatan beton, memiliki bermacam persentase yakni 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. kekuatan rencana 25 MPa. Keseluruhan sampel berjumlah 48 buah 24 silinder dan 24 Balok I, masing-masing pada berbagai variasi sampelnya adalah 8 buah. Silinder berjumlah 4 sampel untuk pengujian kuat tekan juga Balok I berjumlah 4 sampel pada pengujian kuat tarik langsung. Percobaan untuk mendapatkan nilai optimum pada sampel kuat tekan dan kuat tarik langsung didapatkan ketika beton berumur 28 hari, adapun Batasan slump antara 7,5 cm sampai 10,0 cm. Perolehan percobaan uji kuat tekan dan kuat tarik langsung memperlihatkan bahwa subsistusi parsial pasir dengan tras bisa terjadi peningkatan. Pada pengujian kuat tekan secara maksimum memiliki hasil 26,93 MPa meningkat sebanyak 5% dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 25.55 MPa. Adapun kuat tarik langsung maksimum terjadi pada persentase 10% dengan hasil 2,87 MPa meningkat sebanyak 17,40% % dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 2,36 MPa. Kata Kunci: Tras, Subsitusi Parsial, Kuat Tarik Langsung
Co-Authors . Sudarman Alfirdaus, Ade Putra Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra Baharta, Nurjannah Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Boyoh, Ezra Ronaldo Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Bryan Jeferson Tololiu Carolus Sanapang Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Crisando Daniels Matani Ellen J. Kumaat Fillino Erwinsyah Fransiska Verrent Supit, Fransiska Verrent Freddy Jansen Gladys Hestika Kalalo Gregoria Megastia Langitan Griebel H. Rompas Hierico Manalip Hieryco Manalip Ivonne Jeanette Rosalina Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina Jefri J. H. Simanjuntak Jeremia Polopadang Jorry D. Pangouw Karisoh, Patrisko Hirel Kawulusan, Julianda Astari Kembuan, Patricia Kojongian, Alexandro Mark Korua, Anggi Marina Kuhu, Ferhen Anggreini Liando, Frinsilia Jaglien Lilik Fauziah Lolowang, Deamilenda B. Lucy P. S. Jansen, Lucy P. S. Mandey, Geraldy C. A. Manoppo, Mecky R.E. Marthin D. J. Sumajouw Mecky R. E. Manoppo Melinda, Sintia Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Mongisidi, Eucharis D. Monika Eirine Tumimomor, Monika Eirine Nelwan, Intan Tiara Norman Werias Alexander Supit Olivia Maria Tumurang Oryza Dewayanti Oscar H. Kaseke Pandaleke, Stefano Pangloly, Dewira Rante Paskah, Mega Tri Poluan, Danny Steven Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Priscillia Engelin Ester Ticoalu, Priscillia Engelin Ester Rajak, Febriany Safitri Abd. Reky S. Windah Renaldo Glantino Regar Roi Y. A. Sumangkut Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Roring, Youfrie Ruddy Tenda Sakul, Verrent E. Saruni, Cintya Violita Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Siagian, Christin Steenie E. Wallah Steven Limbongan, Steven Sumampouw, Franco Michael Tumbel, George W. Y. Walangitan, Deane R. Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab