Claim Missing Document
Check
Articles

KESTABILAN SOLUSI NUMERIK SISTEM BERDERAJAT KEBEBASAN TUNGGAL AKIBAT GEMPA DENGAN METODE NEWMARK (Studi Kasus: Menghitung Respons Bangunan Baja Satu Tingkat) Rompas, Griebel H.; Wallah, Steenie E.; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Newmark merupakan salah satu prosedur numerik yang biasa digunakan untuk menganalisa respon struktur terhadap beban gempa. Metode ini mempunyai dua parameter penting yaitu β dan , yang menetapkan variasi dari percepatan terhadap selang waktu dan menentukan karakteristik kestabilan dan akurasi dari metode tersebut. Apabila dipakai nilai γ = dan β = , artinya digunakan prinsip metode percepatan rata-rata. Sedangkan apabila dipakai nilai γ = dan β = , maka digunakan prinsip metode percepatan linear. Dan seperti metode numerik yang lain pada umumnya, kedua prinsip ini masing-masing juga mempunyai tingkat kestabilan dan akurasi yang berbeda-beda. Kestabilan dan ketelitian/akurasi proses numerik akan terjaga apabila dipakai nilai selang waktu (Δt) yang relatif kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari seberapa kecil nilai Δt yang harus digunakan untuk mendapatkan respon struktur yang stabil dan akurat. Struktur dimodelkan menjadi sistem berderajat kebebasan tunggal (SDOF) dan dikenakan beban impuls setengah gelombang sinus. Perhitungan respons menggunakan kedua prinsip di atas, masing-masing dilakukan variasi untuk nilai Δt dan periode (T). Prosedur ini dilakukan dengan bantuan program MS Excel. Hasil perhitungan menunjukkan untuk rata-rata prosentase perbedaan nilai hasil simpangan ≤ 1 %, kurang lebih diperlukan rata-rata nilai Δt = 0,007 T bila menggunakan prinsip percepatan linear, dan Δt = 0,005 T bila menggunakan prinsip percepatan rata-rata. Dengan kata lain, metode percepatan linear lebih efisien dalam mendapatkan hasil yang akurat dibandingkan metode percepatan rata-rata. Sebaliknya, metode percepatan linear mempunyai syarat nilai Δt tertentu agar proses numerik dapat dikatakan stabil (conditionally stable). Ketika digunakan Δt > 0,551 T respons yang dihasilkan oleh metode percepatan linear semakin lama semakin besar seiring pertambahan waktu meskipun adanya efek redaman dan ciri khas dari beban impuls dimana respons yang dihasilkan seharusnya semakin lama semakin kecil. Metode ini dapat dikatakan stabil ketika digunakan Δt < 0,551 T. Sedangkan metode percepatan rata-rata tetap stabil untuk berapa pun nilai Δt yang digunakan. Kata kunci : Metode Newmark, SDOF, kestabilan dan akurasi numerik
PEMERIKSAAN KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN VARIASI AGREGAT YANG BERASAL DARI BEBERAPA TEMPAT DI SULAWESI UTARA Supit, Fransiska Verrent; Pandaleke, Ronny; Dapas, Servie O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 2 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan beton menjadi tinjauan yang penting untuk kebutuhan perencanaan desain struktur. Kekuatan beton yang menjadi salah satu parameter utama dalam perencanaan adalah kuat tarik belah beton. Dengan memanfaatkan material yang bisa dijangkau dari beberapa tempat yang berbeda khususnya Sulawesi Utara menjadi alternatif untuk dijadikan sebagai bahan pembentuk beton. Nilai kuat tarik belah diteliti dalam penelitian ini. Dengan agregat kasar yaitu kerikil pecah dan kerikil alam, dan agregat halus pasir Ranoyapo, pasir Girian, pasir Sawangan dan pasir Klabat,  menjadi 8 komposisi campuran dengan 4 benda uji tiap campuran. Pengujian dilakukan dengan menggunakan mesin uji “Semiautomatic Concrete Compression Testing 400 kN Cap. Controls – Italy 50-C6632”. Hasil-hasil pengujian menunjukkan ternyata beton yang menggunakan kerikil pecah dan pasir girian yang mendapatkan nilai kuat tarik belah tertinggi dari semua kombinasi agregat pada umur 28 hari. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan kerikil alam sebagai agregat kasar pada beton lebih kecil dari kerikil pecah. Kata kunci : agregat kasar, agregat halus, asal material.
APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA PADA ANALISIS STRUKTUR RANGKA BATANG Dapas, Servie O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

elemen batang pada struktur rangka batang diasumsikan hanya mengalami gaya tekan dan gaya tarik pada sumbu aksialnya. Beban dan reaksi hanya bekerja pada simpul-simpul batang. Elemen elemen rangka batang dihubungkan oleh simpul-simpul yang berperilaku seperti sendi. Pada dasarnya analisis dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode konvensional seperti metode keseimbangan titik simpul dan metode potongan. Persoalan menjadi cukup rumit apabila metode-metode tersebut diaplikasikan pada struktur rangka batang statis tak tentu yang kompleks. Perpindahan titik simpul struktur setelah berdeformasi dan tegangan yang terjadi cukup sulit untuk diperoleh. Persoalan tersebut dapat diatasi dengan mudah antara lain menggunakan metode elemen hingga (Program RB2D), yang cukup mudah diaplikasikan pada struktur statis tertentu maupun statis tak tentu, termasuk menghitung perpindahan-perpindahan titik simpulnya, maupun pengaruh perubahan temperatur dan penurunan tumpuan pada struktur.Kata kunci : elemen hingga, rangka batang, deformasi, tegangan.
ANALISIS AKUNTABILITAS SISTEM PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK v.3.5 DALAM PROSES E-TENDERING Sumangkut, Roi Y. A.; Dapas, Servie O.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 3 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik merupakan terobosan dalam pelayanan public untuk mewujudkan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa, yang dalam pelaksanaannya di proses melalui suatu aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang terus berkembang sampai dengan saat ini sesuai dengan perubahan peraturan di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sehingga disadari bahwa berjalan tidaknya Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik sesuai dengan tujuannya tergantung dari aplikasi sistem yang digunakan, yang bukan hanya fisibel tapi juga akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis akuntabilitas SPSE v.3.5 dalam pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik lebih khusus untuk pengadaan secara E-Tendering dalam hal implementasinya terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa serta untuk mengetahui apakah sistem yang di gunakan ini benar-benar sesuai dengan tujuan yang diamanatkan oleh aturan tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu pengguna aplikasi SPSE v.3.5 antara lain Pejabat Pembuat Komitmen, Pokja ULP dan Penyedia Jasa dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara serta observasi aplikasi SPSE dengan menggunakan akses dari pengguna SPSE. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi SPSE v.3.5 belum menjamin terlaksananya pengadaan sesuai dengan tujuan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik dalam hal untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, meningkatkan akses pasar dan usaha persaingan sehat, serta memenuhi akses informasi yang real time, sehingga disarankan agar pihak pengembangan SPSE dalam hal ini Direktorat Pengembangan SPSE Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia untuk melakukan perbaikan terhadap satu-satunya sistem yang digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik saat ini yaitu SPSE v.3.5. Kata kunci: pengadaan, barang/jasa, aplikasi SPSE, akuntabel, transparansi, elektronik
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON YANG MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL DENGAN PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DAN BATU APUNG SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Rajak, Febriany Safitri Abd.; Dapas, Servie O.; Sumajouw, Marthin D. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton sebagai material pada struktur bangunan semakin meningkat. Gas emisi karbondioksida (CO2) dihasilkan saat proses pembuatan semen yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Guna meminimalkan penggunaan semen portland dalam konstruksi sederhana dan memaksimalkan penggunaan limbah dari material alam, maka pemakaian semen jenis lain perlu dicoba. Abu sekam padi dan batu apung adalah contoh limbah yang mengandung oksida silika sebagai bahan utama penyusunnya, hal tersebut memberikan sifat pozzolanik sehingga dapat dimanfaatkan sebagi bahan substitusi parsial pada semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi dan batu apung sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Metode ACI 211.1-91 digunakan untuk menghitung komposisi campuran beton. Pengujian kuat tekan beton dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada umur 14 hari dan 28 hari, dengan variasi sampel benda uji ASP, ASPBA1, ASPBA2,  ASPBA3,ASPBA4, dan ASPBA5.Hasil penelitian beton dengan substitusi parsial semen menunjukan bahwa kuat tekan yang paling optimum terdapat pada beton dengan substitusi parsial abu sekam padi 10%, dengan hasil 19,46 MPa pada umur 14 hari dan 23,44 MPa pada umur 28 hari. Kuat tekan beton mengalami peningkatan dengan presentase sebesar 20,45%. Kata Kunci: Pozzolan, Abu Sekam Padi, Batu Apung, Kuat Tekan
ANALISIS PENGHUBUNG GESER BALOK KOMPOSIT PRACETAK DENGAN PLAT BETON Sumampouw, Franco Michael; Wallah, Steenie E.; Ointu, Bonny M. M.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur beton pracetak banyak digunakan karena dapat dikerjakan dengan cepat, tepat dan efisien namun masih diperlukan komponen beton cast in situ contohnya plat sehingga balok dan plat harus disambungkan dengan penghubung geser agar struktur menjadi struktur komposit. Pada struktur komposit terdapat gaya geser horizontal yang timbul selama pembebanan. Penggunaan elemen komposit harus memiliki tahanan terhadap geser yang cukup pada bidang singgung agar tidak terjadi slip antara balok dan plat beton. Mekanisme transfer tegangan geser antara beton dipengaruhi oleh kekasaran dari permukaan, tahanan tekan dari beton dengan mutu yang lebih rendah, serta jumlah penghubung geser (shear connector). Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung menurut SNI 2847-2013. Balok Komposit beton pracetak dan plat beton dimodelkan dalam balok dengan perletakan jepit-jepit dengan panjang bentang 4 meter dan plat selebar balok dengan penghubung geser (shear connector) berupa takikan dari balok beton dengan variasi bentuk, tinggi dan lebar. Tahapan analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak Structure Analysis Program (SAP2000).  Hasil analisis memperlihatkan bahwa penghubung geser (shear connector) memberikan pengaruh terhadap elemen balok, dalam menahan gaya geser yang terjadi antara balok pracetak dan plat beton. Penghubung geser yang ditakikan pada plat dengan bentuk yang berbeda walaupun memiliki luas penghubung geser dan jumlah penghubung geser yang sama akan menghasilkan tegangan yang berbeda. Penghubung geser pada balok komposit pracetak dan plat beton dengan bentuk persegi panjang merupakan penghubung geser yang paling efisien dilihat dari tegangan-tegangan dan lendutan yang dihasilkan.  Kata kunci: balok komposit, penghubung geser (shear connector), beton pracetak
STUDI KOMPARASI DISAIN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT AKIBAT GEMPA PADA 5 KOTA DI INDONESIA Prins, Muhammad Immalombassi; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan yang semakin terbatas menyebabkan pembangunan gedung bertingkat dipilih sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang meningkat. Perencanaan bangunan harus dilakukan secara teliti dan seksama menggunakan peraturan terbaru yaitu SNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012.Perencanaan struktur terdiri dari 20 lantai yang berfungsi sebagai perhotelan dengan konstruksi beton bertulang menggunakan SRPMK. Ditinjau dari balok, kolom, HBK dan pelat pada lima kota di Indonesia yaitu Pontianak, Balikpapan, Batam, Yogyakarta dan Palu. Bangunan direncanakan diatas tanah sedang dan berada pada KDS A sampai KDS E. Pembebanan terdiri dari beban mati, beban hidup dan beban gempa. Perencanaan elemen struktur menggunakan SNI 2847:2013 dengan mutu beton, fc’ 30 MPa, mutu tulangan baja,  fy 240 MPa untuk diameter tulangan lebih kecil atau sama dengan 10 mm, fy 400 MPa untuk diameter tulangan lebih besar dari 10 mm. Analisis beban gempa menggunakan SNI 1726:2012. Analisis struktur menggunakan bantuan program ETABS.Hasil perencanaan struktur berupa perhitungan dimensi penampang serta tulangan lentur dan geser balok arah memanjang maupun melintang, tulangan memanjang dan geser kolom, hubungan balok-kolom (HBK) dan tulangan pokok dan susut pelat lantai dan atap.  Kata Kunci : SRPMK, ETABS, Beton Bertulang, HBK, Gempa
PEMERIKSAAN KUAT TARIK BELAH BETON SERAT KAWAT BENDRAT DENGAN VARIASI SUDUT TEKUK PADA KEDUA UJUNGNYA Kawulusan, Julianda Astari; Manalip, Hieryco; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi masyarakat modern dan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembuatan elemen struktur. Disamping mempunyai kelebihan, beton juga mempunyai kelemahan yaitu kuat tarik yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat tarik beton adalah dengan menambahkan serat-serat pada adukan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Panjang serat kawat bendrat total masing-masing 60 mm dengan 3 variasi sudut (0⁰,45⁰,90⁰). Untuk panjang kawat bendrat (0⁰) adalah 60 mm, sedangkan untuk panjang kawat bendrat sudut tekuk (45⁰ dan 90⁰) adalah 40 mm lurus dari tengah kawat bendrat dan tekukan pada kiri kanan kawat bendrat adalah 10 mm. Serat kawat bendrat berdiameter ± 1 mm. Persentase penggunaan bahan tambah serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya: 0,00%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1,00% dari berat total benda uji silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya (45⁰ dan 90⁰) tidak berpengaruh secara signifikan pada nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik belah beton, akan tetapi pada sudut 0⁰ mengalami peningkatan secara signifikan pada nilai kuat tekan. Semua variasi sudut, hasil persentase optimal penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap pemeriksaan kuat tekan dan kuat tarik belah beton didapat pada variasi sudut 0⁰ dengan persentase kawat bendrat sebesar 0,25% dan 0,75% dengan hasil 29,707 MPa dan 3,437 MPa. Dilihat dari beton normal, persentase peningkatan kuat tekan beton sebesar 11,429% dan kuat tarik belah beton sebesar 3,743%. Kata Kunci : Serat Kawat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah
PERILAKU MEKANIS BETON SERAT DENGAN KOMBINASI KAWAT BENDRAT DAN DRAMIX 3D Prijantoro, Johanes P. E.; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi. Tetapi beton memiliki kelemahan pada sifat yang getas dan kuat tarik yang rendah. Salah satu alternatif bahan tambah yang digunakan yang bersifat fisik adalah serat baja (steel fiber). Serat baja memiliki sifat yang baik dalam hal kuat tariknya. Dalam penelitian ini digunakan kawat bendrat dan dramix 3D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi kawat bendrat dan dramix 3D terhadap perilaku mekanis beton yaitu, kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Variasi penambahan serat 0% bendrat 1% dramix 3D , 1% bendrat 0% dramix 3D, 0.25% bendrat 0.75% dramix 3D, 0.75% bendrat 0.25% dramix 3D,  0.5% bendrat 0.5% dramix 3D dari berat agregat kasar .Dari hasil penelitian diperoleh Presentase tertinggi kuat tarik beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.75% bendrat dan 0.25% dramix 3D (BSIV) dengan presentase peningkatan sebesar 10.17% dengan nilai kuat tarik belah Fsp = 3.15 MPa. Presentase tertinggi kuat tekan beton serat terhadap beton non serat terdapat pada kombinasi campuran 0.5% bendrat dan 0.5% dramix 3D (BSV) dengan presentase peningkatan sebesar 14.59% dengan nilai kuat tekan fc = 28.52 MPa. Kata Kunci: Beton Serat, Kawat Bendrat, Dramix 3D, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN SOFT FIRST STORY DAN PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT TERHADAP BEBAN GEMPA Nelwan, Intan Tiara; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat yang dibebani gempa akan mengalami simpangan lateral. Semakin tinggi struktur maka semakin besar simpangan lateral yang terjadi, apalagi jika struktur tersebut memiliki kekakuan kolom tingkat dasar yang lebih kecil (soft first story). Simpangan lateral tersebut dapat mengakibatkan momen guling struktur bangunan menjadi besar sehingga menyebabkan keruntuhan struktur. Untuk mencegah kondisi tersebut, maka kekakuan lateral struktur perlu diperbesar. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan lateral struktur adalah dengan menggunakan Braced Frames Element (Elemen Pengaku Portal).Pemodelan struktur yaitu berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 18 m x 18 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 8 meter untuk lantai dasar, dan 3 meter untuk tiap lantai diatasnya. Struktur dimodelkan tanpa penambahan bracing dan dengan penambahan variasi tipe bracing (Diagonal bracing, X-bracing, dan Inverted V bracing) yang ditempatkan pada bentang tengah vertikal di sisi luar bangunan. Analisa simpangan lateral struktur tanpa dan dengan Braced Frames Element akan menggunakan analisa gempa dinamis yaitu Spektrum Respon (Response Spectrum). Analisa dinamis yang dilakukan dengan bantuan software ETABS, menunjukan bahwa nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, adalah sebagai berikut: Model A 71,7 mm dan 68,7 mm, Model B 56,6 mm dan 61,1 mm, Model C 55,8 mm dan 60,3 mm, Model D 55,8 mm dan 60,3 mm, Model E 70,4 mm dan 60,6 mm, Model F 70,5 mm dan 60,6 mm. Penggunaan Braced Frames Element pada struktur dapat mengurangi respon (simpangan lateral) dari struktur tanpa harus memperbesar dimensi dari kolom, dimana simpangan lateral maksimum yang dihasilkan akan menjadi lebih kecil.Kata kunci: bangunan bertingkat, beton bertulang, beban gempa, bracing, simpangan, soft story, ETABS.
Co-Authors . Sudarman Alfirdaus, Ade Putra Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra Baharta, Nurjannah Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Boyoh, Ezra Ronaldo Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Bryan Jeferson Tololiu Carolus Sanapang Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Crisando Daniels Matani Ellen J. Kumaat Fillino Erwinsyah Fransiska Verrent Supit, Fransiska Verrent Freddy Jansen Gladys Hestika Kalalo Gregoria Megastia Langitan Griebel H. Rompas Hierico Manalip Hieryco Manalip Ivonne Jeanette Rosalina Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina Jefri J. H. Simanjuntak Jeremia Polopadang Jorry D. Pangouw Karisoh, Patrisko Hirel Kawulusan, Julianda Astari Kembuan, Patricia Kojongian, Alexandro Mark Korua, Anggi Marina Kuhu, Ferhen Anggreini Liando, Frinsilia Jaglien Lilik Fauziah Lolowang, Deamilenda B. Lucy P. S. Jansen, Lucy P. S. Mandey, Geraldy C. A. Manoppo, Mecky R.E. Marthin D. J. Sumajouw Mecky R. E. Manoppo Melinda, Sintia Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Mongisidi, Eucharis D. Monika Eirine Tumimomor, Monika Eirine Nelwan, Intan Tiara Norman Werias Alexander Supit Olivia Maria Tumurang Oryza Dewayanti Oscar H. Kaseke Pandaleke, Stefano Pangloly, Dewira Rante Paskah, Mega Tri Poluan, Danny Steven Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Priscillia Engelin Ester Ticoalu, Priscillia Engelin Ester Rajak, Febriany Safitri Abd. Reky S. Windah Renaldo Glantino Regar Roi Y. A. Sumangkut Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Roring, Youfrie Ruddy Tenda Sakul, Verrent E. Saruni, Cintya Violita Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Siagian, Christin Steenie E. Wallah Steven Limbongan, Steven Sumampouw, Franco Michael Tumbel, George W. Y. Walangitan, Deane R. Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab