Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TARIK LENTUR BETON Tumbel, George W. Y.; Dapas, Servie O.; Mondoringin, Mielke R. I. A. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan pembangunan infrastruktur juga berkembang dengan cepat, sehingga pemakaian beton pun meningkat. Semen Portland (SP) sebagai salah satu bahan dasar pembuat beton dalam proses produksinya menghasilkan gas emisi karbondioksida (CO2) yang berdampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Limbah cangkang telur yang melimpah bisa dibuat menjadi bahan alternatif pengganti semen karena dalam kandungan cangkang telur ayam memiliki senyawa yang sama dengan bahan pembentuk semen yakni kalsiumkarbonat.Penelitian ini menggunakan Metode ACI 211.1-91 untuk perhitungan komposisi campuran beton. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm, sedang untuk pengujian kuat tarik lentur menggunakan benda uji ukuran 100x100x400 mm. Jumlah serbuk cangkang telur ayam yang digunakan sebesar 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10%.Hasil penelitian beton dengan substitusi parsial semen menggunakan serbuk cangkang telur menunjukkan bahwa kuat tekan optimum terdapat pada presentase SCT 5%, yaitu sebesar 22.15 MPa dan kuat tarik lentur optimum terdapat pada presentase SCT 2.5%, yaitu sebesar 5.57 MPa.  Kata Kunci: Beton, Kuat Tarik Lentur, Cangkang Telur Ayam.
STUDI KOMPARASI SIMPANGAN BANGUNAN BAJA BERTINGKAT BANYAK YANG MENGGUNAKAN BRACING-X DAN BRACING-K AKIBAT BEBAN GEMPA Jansen, Lucy P. S.; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem rangka bracing pada bangunan tingkat tinggi dapat meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi.terutama untuk menahan gaya-gaya lateral beban gempa yang terjadi. Simpangan horisontal yang terjadi serta perbandingannya dengan menggunakan bracing X dan bracing K telah ditunjukkan didalam penelitian ini. Pemodelan dilakukan berdasarkan data analisis pembebanan gempa statik ekivalen serta pembebanan gempa dinamik menggunakan respon spektrum  UBC 1997. Presentase perbandingan rata-rata simpangan horisontal antara struktur dengan pemakaian bracing X dan struktur dengan pemakaian bracing K memperlihatkan simpangan sebesar 4,3853 % akibat beban gempa statik dan 3,0410 % akibat beban gempa dinamik. Simpangan yang dihasilkan oleh struktur dengan pemakaian bracing K lebih kecil dibandingkan dengan simpangan yang dihasilkan oleh struktur dengan pemakaian bracing X. Kata kunci:: simpangan, struktur baja, bracing, beban gempa
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH 5 LANTAI Liando, Frinsilia Jaglien; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan bertingkat banyak rawan terhadap gaya lateral, terutama akibat beban gempa. Perencanaan struktur gedung bertingkat di daerah dengan potensi kegempaan yang tinggi perlu dilakukan dengan memperhitungkan beban lateral akibat gempa tersebut. Kota Manado termasuk daerah dengan potensi kegempaan yang cukup tinggi.  Oleh karena itu perencanaan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Unsrat Manado yang berlantai 5 akan dilakukan dengan memperhitungkan aspek kegempaan tersebut agar struktur bangunan tahan terhadap gempa.Perencanaan meliputi komponen struktur gedung beton bertulang menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), serta mengacu pada peraturan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019. Pemodelan, analisis, dan desain struktur menggunakan bantuan program ETABS 2017.Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada bangunan gedung ruang kuliah 5 lantai Fakultas Teknik Unsrat Manado, dimensi elemen-elemen struktur yang direncanakan (balok 350 x 650 mm, 300 x 400 mm, 200 x 350 mm dan kolom 500 x 500 mm, 400 x 400 mm) telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), yaitu Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syarat–syarat pendetailan untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Kata kunci: struktur, beban gempa, SRPMK, daktail, gaya lateral, ETABS
KAJIAN SIFAT MEKANIK BETON TAILING PADA PENGERJAAN BETON DALAM AIR LAUT (UNDERWATER–CAST CONCRETE) Simanjuntak, Jefri J. H.; Kumaat, Ellen J.; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tailing merupakan sisa dari pengolahan tambang yang tidak diperhatikan pengelolaannya oleh para penambang tanpa izin (PETI). Sehingga limbah tersebut hanya ditampung atau dialirkan ke sungai dekat lokasi penambangan yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari tailing, maka dipilih tailing sebagai substitusi semen. Kandungan sifat kimia tailing berupa unsur silika yang cukup besar dapat digunakan sebagai substitusi parsial semen pada campuran beton. Untuk pengecoran dalam air masalah utama adalah terjadinya segregasi sehingga perlu perlakuan khusus antara lain dengan menambahkan zat additive Sikacrete-W yang mampu meningkatkan kohesi/daya ikat antar material penyusun beton.Dalam penelitian ini diselidiki pengaruh Sikacrete-W terhadap sifat mekanik beton tailing yaitu kuat tekan, kuat tarik belah dan kelecakan beton tailing yang dicor di dalam air, dengan kadar tailing 15%, Sikacrete-W 0%, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18% dan 20% dari berat semen dan dibandingkan dengan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton tailing pada kondisi normal. Komposisi campuran beton menggunakan metode ACI 211.1.91. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan dan kuat tarik belah dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder berukuran 10/20 cm yang dilakukan pada umur perawatan beton 7, 14 dan 28 hari, dan pengujian kuat tarik belah pada umur 28 hari. Perawatan benda uji yang dilakukan adalah perawatan basah dengan direndam dalam air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar Sikacrete-W yang dipakai dalam pengecoran dalam air relatif menaikkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton tailing, namun tidak melebihi konsentrasi optimum Sikacrete-W yaitu 16% dari berat semen. Kuat tekan beton tailing tertinggi yang dicapai pada kondisi underfreshwater-cast concrete dengan menggunakan konsentrasi Sikacrete-W optimum BTKS-16% hanya sebesar 54,96% dari kuat tekan beton tailing pada kondisi normal (non underfreshwater-cast concrete).Kata kunci: Pengecoran dalam air, beton tailing, Sikacrete-W, kuat tekan, kuat tarik belah.
EFISIENSI PENGGUNAAN DINDING GESER UNTUK MEREDUKSI EFEK TORSI PADA BANGUNAN YANG TIDAK BERATURAN Lumban Batu, Mikael; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan bertingkat membutuhkan elemen pengaku seperti dinding geser yang dapat digunakan untuk meredam goyangan pada bangunan akibat beban lateral. Dinding Geser berfungsi juga sebagai struktur bangunan yang ikut memikul gaya-gaya beban yang bekerja pada balok dan kolom sekitarnya. Peletakan dinding geser yang tepat pada suatu denah bangunan bertingkat, dapat membantu mereduksi nilai simpangan pada bangunan tersebut. Untuk meninjau pengaruh letak dinding geser pada suatu bangunan telah dicoba 8 variasi model struktur dengan posisi dinding geser yang berbeda beda. Model sturktur yang ditinjau adalah struktur dengan ketidekberaturan horisontal. Dari 8 variasi model yang telah dicoba, model dengan letak atau posisi dinding geser pada pusat massa bangunan merupakan model struktur yang paling baik. Dinding geser yang terletak pada pusat massa bangunan menjadi variasi model paling baik karena jenis dinding geser ini dekat dengan wilayah inti bangunan yang menjadi poros putaran bangunan. Kata Kunci : Dinding Geser,  Peletakan dinding geser, Simpangan, Bangunan Bertingkat
PERHITUNGAN GAYA GESER PADA BANGUNAN BERTINGKAT YANG BERDIRI DI ATAS TANAH MIRING AKIBAT GEMPA DENGAN CARA DINAMIS Erwinsyah, Fillino; Windah, Reky S.; Dapas, Servie O.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh gempa pada struktur bangunan biasanya dimodelkan dengan terjadinya gaya geser yang bekerja pada dasar bangunan yang disebut sebagai gaya geser dasar (base shear). Besarnya gempa yang bekerja sangat mempengaruhi gaya geser dasar yang terjadi pada struktur bangunan. Apalagi jika struktur bangunan memiliki kekakuan kolom yang besar.Struktur bangunan yang memiliki variasi nilai kekakuan kolom karena bertumpu pada kemiringan tanah tertentu dan berada pada wilayah gempa 5 menurut SNI dengan kondisi tanah lunak dianalisa dengan menggunakan metode spektrum respon untuk mengetahui gaya geser yang terjadi pada struktur bangunan tersebut.Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pada struktur bangunan yang memiliki kekakuan kolom paling besar, biasanya pada saat gempa akan memikul gaya geser yang paling besar.Kata kunci: Gaya geser, kemiringan tanah
PEMANFAATAN TAILING SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL PADA SEMEN DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK LENTUR ( Studi Kasus : Tailing dari Ratatotok, Minahasa Tenggara ) Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah materi bangunan yang paling banyak digunakan saat ini, seperti pembuatan bangunan bertingkat, pembuatan saluran, pondasi, serta bendungan. Beton merupakan suatu bahan komposit yang dibentuk dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air. Tailing merupakan limbah pengolahan tambang emas yang selalu menjadi masalah yang sangat kompleks yaitu mengenai lokasi pembuangan limbah tersebut dan dampak bagi lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diambil tailing sebagai tambahan sebagai pada semen. Dalam penelitian ini diselidiki  pengaruh penambahan tailing pada semen terhadap sifat mekanik beton yaitu kuat tekan dan kuat tarik lentur. Kadar tailing yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan benda uji silinder 10/20 yang dilakukan pada umur 3, 7, 14, 28 hari dan pengujian kuat tarik lentur dilakukan menggunakan benda uji balok 10/10/50 yang dilakukan pada umur 28 hari. Perawatan yang dilakukan yaitu perendaman dalam air. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar prosentase tailing yang ditambahkan pada semen maka kuat tekan dan kuat tarik belah semakin rendah. Kuat tekan paling tinggi yang dicapai pada kondisi tailing 0% atau beton normal yaitu 26, 51 MPa dan kuat tarik belah paling tinggi dicapai pada kondisi beton normal 6, 49 MPa. Kata kunci:      Beton, beton tailing, tailing, kuat tekan, kuat tarik belah
VARIASI KONSENTRASI SIKACRETE-W TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PENGECORAN DALAM AIR Dapas, Servie O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor air sangat mempengaruhi mutu dari beton. Jumlah air yang digunakan dalam adukan beton harus dalam proporsi yang tepat agar diperoleh mutu beton sesuai yang direncanakan. Persoalan muncul bila pengecoran dilakukan dalam air (underwater cast concrete). Pemisahan material (segregation), pencemaran air (water pollution), peningkatan FAS (w/c ratio), dan penghanyutan (wash out) material merupakan persoalan utama, sehingga pengecoran dalam air biasanya dihindari. Apabila pengecoran dalam air mau tidak mau harus dilakukan maka perlu dilakukan perlakuan khusus pada teknik pengecoran ataupun pada material pembentuk betonnya.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang spesifik mengenai penggunaan bahan tambahan super plasticizer Sikacrete-W untuk mempercepat laju pengerasan beton dalam air. Komposisi campuran beton ringan direncanakan dengan metode ACI 211.2-91 yang dimodifikasi dengan berat semen 400kg dan substitusi parsial batu pecah terhadap agregat ringan batu apung dengan prosentasi Viscocrete 0,6% dan variasi konsentrasi Sikacrete 0%, 4%, 6% 8% 10%, 12%, dan 14% dari berat semen. Pemeriksaan kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Hasil pengujian menunjukkan bahwa berat beton yang diperoleh berada pada rentang1600-1850 kg/m3 dan termasuk pada klasifikasi beton berbobot ringan. Umumnya kuat tekan beton yang dicor dalam air lebih rendah dari beton kondisi normal yang tidak dicor dalam air. Prosentase Sikacrete yang memberikan kuat tekan beton yang optimal adalah 12% dari berat semennya. Nilai kuat tekan yang diperoleh pada konsentrasi Sikacrete optimal 12% adalah 73,53% dari kuat tekan beton kondisinormal.Kata kunci: Kuat tekan, cor dalam air, penghanyutan, prosentase Sikacrete, beton berbobot ringan
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.; Windah, Reky S.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 4 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Utara dikenal memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan  alam yang banyak ditemukan adalah pasir, kerikil dan teras, dimana ketiga bahan ini apabila dipadukan dengan semen yang berfungsi sebagai perekat akan menjadi bahan dasar alami yang cocok digunakan sebagai campuran beton mutu tinggi. Bahan bahan ini dapat ditemukan dalam jumlah yang banyak dan relatif murah dan dapat langsung digunakan sebagai bahan dasar pembentuk beton mutu tinggi. Beton mutu tinggi sebagai material pembentuk elemen struktur sudah merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari terutama untuk daerah-daerah yang memiliki tingkat resiko kegempaan tinggi seperti Sulawesi Utara. Salah satu keunggulan beton mutu tinggi dibandingkan dengan beton normal adalah dimensi elemen strukturnya menjadi lebih ramping. Hal ini akan mereduksi berat struktur yang merupakan fungsi dari gaya gempa yang pada akhirnya mengurangi resiko bahaya gempa terhadap sebuah struktur. Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkan sifat karakteristik dari material pembentuk beton mutu tinggi yang nantinya merupakan dasar untuk mendisain komposisi (mix-design) beton mutu tinggi. Setelah komposisi campuran beton mutu tinggi diperoleh, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap nilai kuat tekan beton mutu tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan grafik hubungan antara variasi umur beton terhadap nilai kuat tekan beton. tren menunjukkan bahwa semakin lama umur beton mutu tinggi terjadi peningkatan kuat tekan beton, dimana kuat tekan maksimum terjadi pada umur beton 28 hari. Kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 62.64 MPa. Kuat tekan pada umur 3 hari mencapai 58%, 7 hari mencapai 78%,  umur 14 hari mencapai 88% dan umur 21 hari mencapai 93% dibandingkan dengan kuat teklan pada umur 28 hari. Kata Kunci : Mutu Tinggi, Kuat Tekan Beton
STUDI EKSPERIMENTAL PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN KAPUR DAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN Melinda, Sintia; Dapas, Servie O.; Sumajouw, Marthin D. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material konstruksi yang pada saat ini sudah sangat umum digunakan. Gas emisi karbondioksida (CO2) yang di hasilkan pada saat pembuatan semen yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Guna meminimalisirkan penggunaan semen portland pada konsrtuksi bangunan dan menguranggi penggunaan limba pada matrial alam, maka pemakaian semen jenis lain perlu dicoba, kapur dan batu apung adalah contoh limbah yang mengandung oksida silika sebagai bahan utama penyusunnya, demikian hal tersebut memberikan sifat pozzolanik sehingga diimanfaatkan sebagai bahan penganti sebagian semen.Penelitan  kali ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur dan batu apung sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Menggunakan metode ACI 211.1-91 digunakan untuk menghitung komposisi pada kuat tekan beton. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada beton umur 14 hari dan 28 hari, dengan variasi presentase benda uji KPR, KPRBA1, KPRBA2, dan KPRBA3.Hasil penelitian uji kuat tekan beton dengan bahan pengganti sebagian semen bahwa seiring bertambahnya variasi batu apung nilai kuat tekan beton menurun. Pada beton dengan bahan tamba KPR 16% dan BA 4% mengalami peningkatan presentase paling optimum sebesar 28,46%. Kata Kunci: Pozzolan, kapur, Batu Apung, Kuat Tekan.
Co-Authors . Sudarman Alfirdaus, Ade Putra Alow, Grace Ruth Andre Kusuma Putra Baharta, Nurjannah Banu Dwi Handono, Banu Dwi Berny Andreas Engelbert Rumimper Bonny M. M. Ointu Boyoh, Ezra Ronaldo Braien Octavianus Majore, Braien Octavianus Bryan Jeferson Tololiu Carolus Sanapang Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Christy Nathalie Brenda Turambi, Christy Nathalie Brenda Crisando Daniels Matani Ellen J. Kumaat Fillino Erwinsyah Fransiska Verrent Supit, Fransiska Verrent Freddy Jansen Gladys Hestika Kalalo Gregoria Megastia Langitan Griebel H. Rompas Hierico Manalip Hieryco Manalip Ivonne Jeanette Rosalina Sondakh, Ivonne Jeanette Rosalina Jefri J. H. Simanjuntak Jeremia Polopadang Jorry D. Pangouw Karisoh, Patrisko Hirel Kawulusan, Julianda Astari Kembuan, Patricia Kojongian, Alexandro Mark Korua, Anggi Marina Kuhu, Ferhen Anggreini Liando, Frinsilia Jaglien Lilik Fauziah Lolowang, Deamilenda B. Lucy P. S. Jansen, Lucy P. S. Mandey, Geraldy C. A. Manoppo, Mecky R.E. Marthin D. J. Sumajouw Mecky R. E. Manoppo Melinda, Sintia Mielke R. I. A. J. Mondoringin, Mielke R. I. A. J. Mikael Lumban Batu, Mikael Mongisidi, Eucharis D. Monika Eirine Tumimomor, Monika Eirine Nelwan, Intan Tiara Norman Werias Alexander Supit Olivia Maria Tumurang Oryza Dewayanti Oscar H. Kaseke Pandaleke, Stefano Pangloly, Dewira Rante Paskah, Mega Tri Poluan, Danny Steven Prijantoro, Johanes P. E. Prins, Muhammad Immalombassi Priscillia Engelin Ester Ticoalu, Priscillia Engelin Ester Rajak, Febriany Safitri Abd. Reky S. Windah Renaldo Glantino Regar Roi Y. A. Sumangkut Ronny E. Pandaleke Ronny Pandaleke Roring, Youfrie Ruddy Tenda Sakul, Verrent E. Saruni, Cintya Violita Sharon Ruth Toreh, Sharon Ruth Siagian, Christin Steenie E. Wallah Steven Limbongan, Steven Sumampouw, Franco Michael Tumbel, George W. Y. Walangitan, Deane R. Winny J. Tamboto Yacob Yonadab Manuhua, Yacob Yonadab