Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Hubungan antara konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2021 Linus, Ariel; Darmawan, Hari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.25215

Abstract

Dermatitis atopik (DA) memiliki karakteristik yang bisa dilihat secara klinis dengan adanya lesi eksim kronik rekuren, kulit kering, serta pruritus. Perbedaan data terkait konsumsi protein, di mana protein yang tinggi dapat menyebabkan DA namun kekurangan protein juga dapat menyebabkan DA, membuat studi ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik. Studi analitik observasional yang didesain secara cross-sectional dilakukan terhadap mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021. Responden dalam studi ini berjumlah 79 mahasiswa yang telah didiagnosis dermatitis atopic menggunakan serangkaian instrument. Pengambilan responden menggunakan teknik consecutive sampling. Konsumsi protein dinilai dengan Recommended Daily Allowance (RDA) protein. Pada studi didapatkan mayoritas mengalami dermatitis atopik ringan (65,8%) dan mengonsumsi protein di bawah batas yang dianjurkan, yaitu 5,6 g/kgBB/minggu (79,7%).  Sebanyak 38 (60,3%) orang dari 63 responden yang mengonsumsi protein di bawah batas anjuran mengalami dermatitis atopi ringan. Hal yang sama juga terjadi pada 14 (87,5%) orang dari 16 responden yang mengonsumsi protein ≥ 5,6 gram/kgBB/hari mengalami dermatitis ringan.  Secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara konsumsi protein dengan keparahan dermatitis atopik (p-value = 0,04). Hasil studi memperlihatkan sesorang yang mengonsumsi protein kurang maupun berlebih lebih cenderung mengalami dermatitis atopik derajat ringan.