Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Guru Penggerak Dalam Ekosistem Pendidikan: Studi Kasus Di Provinsi Banten Trian Pamungkas Alamsyah; Isna Rafianti
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 25 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/14mqaj58

Abstract

Abstract   Guru Penggerak program plays a crucial role in advancing learning so far, and thus, the discourse on discontinuing the Guru Penggerak Program should be reconsidered. This study aims to explore the role of Guru Penggerak after participating in the Teacher Education Program (PPGP) in Banten Province. The research method used is descriptive quantitative with an evaluation model based on Kirkpatrick’s model, utilizing a questionnaire distributed to 82 teachers who have participated in PPGP. The questionnaire consists of 25 statements measuring five main roles of Guru Penggerak: motivating practitioner communities, becoming coaches for other teachers, realizing student leadership, promoting collaboration, and leading learning. The data obtained was analyzed using descriptive statistical techniques by calculating the average of each statement. The results show that 90,89% of respondents gave positive responses to the program, with an average score of 4,54, indicating that most teachers are highly satisfied with their roles after participating in PPGP. The highest-achieving role was realizing student leadership, which obtained an average score of 4,67, followed by promoting collaboration and motivating practitioner communities. This study reveals that the Guru Penggerak Program has had a significant positive impact on improving education quality and professional development for teachers in Banten Province. The results also highlight the importance of sustaining the program to create lasting changes in the education ecosystem Keywords: Program Evaluation, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak.   Abstrak   Guru Pengerak memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan pembelajaran sejauh ini, sehingga wacana pemberhentian Program Guru Penggerak harus ditinjau kembali. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran Guru Penggerak setelah mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian evaluasi model Kirkpatrick dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada 82 guru yang telah mengikuti PPGP. Angket ini terdiri dari 25 pernyataan yang mengukur lima peran utama guru penggerak, yaitu menggerakkan komunitas praktisi, menjadi pelatih (coach) bagi guru lain, mewujudkan kepemimpinan murid, mendorong kolaborasi, dan menjadi pemimpin pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung rata-rata dari setiap pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,89% responden memberikan respons positif terhadap program ini, dengan rata-rata skor 4,54 yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru merasa sangat puas dengan peran mereka setelah mengikuti PPGP. Peran yang paling tinggi dalam pencapaiannya adalah mewujudkan kepemimpinan murid, yang memperoleh rata-rata skor 4,67, diikuti oleh mendorong kolaborasi dan menggerakkan komunitas praktisi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Program Guru Penggerak memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru di Provinsi Banten. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program Guru Penggerak untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam ekosistem pendidikan. Kata kunci: Evaluasi Program, Kirkpatrick Model, Guru Penggerak
Penerapan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferring) terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas IV SD Melati Aini Sukma; Indhira Asih Vivi Yandari; Trian Pamungkas Alamsyah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2125

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pembelajaran matematika di sekolah belum memberikan ruang pada siswa untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penerapan strategi REACT dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sempu 2 Kota Serang. Sedangkan sampelnya menggunakan purposive sampling dengan kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan IV A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi REACT dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi Cooperative Learning dan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi REACT lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi Cooperative Learning.
OPTIMALISASI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI INOVATOR DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI SD PLTU SURALAYA WUKIR RETAWU Eva Afifah Lismana; M. Taufik; Trian Pamungkas Alamsyah
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.49

Abstract

Pendidikan senantiasa mengikuti perkembangan jaman terutama penggunaan teknologi dan informasi dalam proses pembelajaran, perkembangan teknologi yang semakin canggih membawa pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Kepala sekolah merupakan alat penggerak dalam mensukseskan tujuan sekolah, untuk mensukseskan tujuan sekolah maka dibutuhkan sebuah program serta inovasi yang digagas kepala sekolah dalam menemukan ide-ide baru serta mendukung perubahan sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai optimalisasi peran kepala sekolah sebagai inovator dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT di SD PLTU Suralaya Wukir Retawu. Adapun pendekatan dan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode deskripstif. Pada hasil penelitian menunjukan bahwa peran kepala sekolah berhasil melaksanakan perannya dengan optimal dibuktikan melalui hasil wawancara terkait kepala sekolah dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran berbasis IT, kepala sekolah telah melakukan pembaharuan di bidang KBM, melaksanakaan pembinaan guru dan melaksanakan pembaharuan sumber daya di masyarakat dan komite sekolah. Terkait dengan faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis IT terdapat fasilitas yang memadai, memiliki tenaga pendidik yang mampu mengimplementasikan pembelajaran dikelas, selain itu terdapat website e-learning sendiri yang dimiliki sekolah. Sedangkan faktor penghambat terdapat kendala jaringan. Pada proses observasi mengenai kegiatan pembelajaran berbasis IT dapat disimpulkan bahwa gagasan kepala sekolah sudah berhasil diterapkan oleh semua guru mulai dari Keterlibatan guru dan peserta didik kemudian menggunakan IT sebagai proses belajar dan keterampilan mengakses secara mandiri bahan materi pelajaran secara online.