Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ALIH FUNGSI HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DI KONVERSI (HPK) MENJADI LAHAN TAMBANG BATUBARA OLEH PT. QUASAR INTI NUSANTARA (QIN) DI DESA IBUL KEC.PUCUK RANTAU KAB. KUANTAN SINGINGI Dhinda Tri Yanti; Rikki Afrizal; Agus Candra; Melia Nurafni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Februari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i1.5245

Abstract

Penelitian ini bertema tentang Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara telah terjadi di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN). HPK adalah kegiatan pemanfataan fungsi kawasan lahan yang mana lahan sebelumnya adalah kawasan hutan, atau semak belukar yang dapat dialih fungsikan menjadi kawasan pertambangan dengan landasan Undang-Undang, RTRW, Kebijakan maupun Perda yang dilakukan secara legal. Adapun Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan survei. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan survey diwilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Adapun data primer penelitian ini berupa data yang diperoleh dari wawancara dengan responden dengan beberapa informan kunci, data hasil suvei lansung berupa data-data yang didapat lansung dilapangan,. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa alih fungsi hutan yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Ibul Kecamatan Pucuk Rantau menjadi Kawasan pertambangan batubara yang dilaksanakan oleh PT. Quasar Inti Nusantara (QIN) seluas457,46 hektar. Alih fungsi lahan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) menjadi kawasan pertambangan batubara merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan faktor Internal dan faktor eksternal. Landasan hukum pemanfaatan kawasan HPK untuk pertambangan diantaranya undang-undang tentang kehutanan, Pertambangan mineral dan batubara (Minerba), Penggunaan kawasan hutan, Peraturan menteri tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Peraturan Mentri tentang tata cara pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat di konversi (HPK, dan Perda Kabupaten Kuantan Singingi. Kesesuaian Kegiatan pertambangan dengan RTRW Kabupaten Kuantan Singingi yang termasuk Kawasan HPK sesuai dengan pemanfatan ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pembanguann di luar serktor kehutanan. Dampak alih fungsi kawasan HPK berdampak pada lingkungan, berdampak pada Sosial ekonomi, dampak pada hukum dan tata ruang
STUDI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN BUAH NAGA (DRAGON FRUIT) DI KECAMATAN BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Rikki Afrizal
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v5i2.102

Abstract

This study aims to study and analiyze about 1) condition of land characteristics (effective slope on land, slope, elevation, drainage rainfall, soil texture, permeability, soil ph, nitrogen (N), phospohorus (P), kalium (K), for dragon fruit in research area.(2) The level of land suitable of Naga dragon Fruit (3)Spatial distribution of lands suitability. Analysis of the data used desriptive with the sampling area. The land units in research area consisted of two processes from the fluvial and volcanic land forms be samples study,the are : 1)The land form process of fluvial oringin (F) was F1.I.Sw.Qal.Al, F1.Teg.Qal.Al, F1.I.Pm.Qal.Al, F.I.KB.QTt.Reg. 2) the process area of volcanic origin is V1.III.Ht.QTt.Reg, V2.III.KB.QTt.Gle d, V2.III.KB.Qtau.Gle d. The mapping unit used is land units, from overlays of several maps, namely maps of land froms, slopes, land uses, land and geology. This land unit maps used for basic drawing research samples. The results of this study show 2(two) levels of land suitability, very suitable and suitable. Very suitable land unit found in F1 land unit. I.Sw.Qal.Al. found in Nagari Ketaping, Nagari Buayan, Nagari Sungai Buluh, Nagari Kasang and land units.F3.I.Kb.QTt.Al in Nagari Sungai Buluh, suitable land unit found F1 land unit Teg.Qal. Al found in Nagari Ketaping, Nagari Sunngai Buluh, and Nagari Kasang, F1.I.Pm.Qal.Al, found in Nagari Sungai Buluh, Nagari Kasang and Nagari Buayan. V1.III.Ht.QTt.Reg, found in Nagari Sungai Buluh, V2.III.KB.QTt.Gle d, in Nagari Kasang and Nagari Sungai Buluh, V2.III.KB.Qtau.Gle d, in Kasang and Nagari Sungai Buluh. The obstacle land factors are Phosphorus (P), Kalium (K), permeability and rainfall