Subekti, Trisno
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGETAHUAN SISWA-SISWI TENTANG METODE 20-20-20 PADA SAAT MENGGUNAKAN GADGET Annisa Aprilia Wulandari; Trisno Subekti; Hotman P. Simanjuntak
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.433

Abstract

Ada kekhawatiran bahwa peningkatan intensitas penggunaan perangkat yang berlebihan berpotensi membahayakan kesehatan mata, terutama bagi siswa yang belajar online. American Optometric Association merekomendasikan untuk melakukan tes 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, dengan istirahat 20 detik dengan memfokuskan mata pada objek yang berjarak 20 kaki (6 meter). Ini sangat membantu dalam meminimalkan gejala CVS (Computer Vision Syndrome) bagi para pengguna komputer. Hasil penelitian, distribusi Jarak, Durasi, Intensitas cahaya dan jenis penggunaan gadget diperoleh 70 orang (77.78%) menggunakan gadget dengan jarak 20 cm, 47 orang (52,2%) menggunakan gadget dengan durasi 1 jam - 2 jam /Hari, sebanyak 73 orang (81,11%) menggunakan gadget dengan intensitas cahaya redup, dan sebanyak 90 orang (79,65%) menggunakan handphone. Pentingnya edukasi dari sekolah bagi orang tua dan siswa/i untuk berupaya memperoleh informasi mengenai 20-20-20 sebagai pengembangan pengetahuan agar dapat di terapkan kepada anak-anak mengenai metode 20-20-20, yang dapat merubah prilaku anak-anaknya.
Tingkat Pengetahuan Siswa SMA tentang Kacamata Koreksi sebagai Alat Bantu Penglihatan Alisa Novianti; Trisno subekti; Heri Hermawan
Jurnal Sehat Masada Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i1.598

Abstract

Kacamata koreksi adalah salah satu pilihan pada koreksi kelainan refraksi. Koreksi pada kelainan refraksi perlu diperhatikan untuk mendapat tajam penglihatan yang sempurna. Pemakaian kacamata koreksi pada anak harus dilakukan secara rutin yaitu dipakai setiap saat selama sekolah dan melakukan aktivitas lain terutama membaca. Apabila pemakaiannya tidak rutin atau tidak akurat maka akan menimbulkan ambliopia, menganggu proses belajar, penurunan fungsi penglihatan dan mengurangi quality of life. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa/i Kelas XI SMA Negeri 1 Cikalongwetan tentang Kacamata koreksi sebagai Alat Bantu Penglihatan. Jenis penelitan ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang berjumlah 73 siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa berdasarkan tingkat pengetahuan pada siswa kelas xi yang berjumlah 73 orang siswa didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberi edukasi sebagian besar kategori kurang yaitu sebanyak 42 responden (58%), kategori cukup sebanyak 24 responden (33%) dan kategori baik sebanyak 7 responden (9%). Hal ini menyebabkan banyak siswa yang memiliki kelainan refraksi namun mereka tidak menggunakan kacamata dikarenakan banyak siswa yang belum pengetahui peran penting kacamata sebagai alat bantu penglihatan.