Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Kader Posyandu Deteksi Dini Stunting Syakur, Rosdiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.423

Abstract

Hasil riset kesehatan dasar 2018 menunjukkan bahwa sulawesi selatan menempati urutan keempat penderita stunting terbanyak di Indonesia setelah NTT, NTB, dan Sulawesi Tenggara. Kabupaten Takalar adalah daerah di Sulawesi Selatan dengan prevalensi stunting cukup tinggi yakni 33,3 % pada tahun 2017. Desa Bontokadatto merupakan bagian dari Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar memiliki 7 posyandu dengan 35 kader posyandu, namun sebagian besar merupakan kader yang tidak terlatih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan Kader Posyandu tentang stunting , meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu tentang cara mengukur berat badan dan tinggi badan balita dan terselenggaranya buku pegangan yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan standar pengukuran tinggi badan dan berat badan dalam pencegahan dan deteksi dini stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan dengan simulasi dengan pendekatan partisipasi aktif. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan terlihat bahwa penyuluhan dan  pelatihan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan kader Posyandu yang dilatih pada kategori baik sebesar 57,14 %. Kesimpulan : Penyuluhan dan Pelatihan yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu  dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai deteksi dini stunting
Pemeriksaan Status Gizi Ibu Hamil Syakur, Rosdiana; Basri, Mohammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1180

Abstract

Stunting adalah masalah yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, kekurangan gizi tidak hanya terjadi setelah bayi lahir, tetapi juga bisa disebabkan oleh kekurangan gizi selama pertumbuhan dalam rahim. Dengan demikian, pemantauan status gizi selama kehamilan sangat penting untuk dilakukan agar masalah gizi pada ibu hamil dapat segera diatasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menilai status gizi ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LiLA), penghitungan kenaikan berat badan, dan pemeriksaan hemoglobin Kegiatan ini melibatkan 60 peserta dalam waktu dua hari, di mana setiap ibu hamil menjalani pemeriksaan satu kali. Dari hasil kegiatan ini, sebagian besar ibu hamil memiliki status gizi yang baik berdasarkan pengukuran LiLA, dengan kenaikan berat badan yang sebagian besar berada dalam batas normal sesuai dengan usia kehamilan. Namun, masih ada beberapa ibu hamil yang mengalami anemia  yaitu sebanyak 7 orang (11,6%),  yang didukung oleh keluhan yang disampaikan pada saat  pemeriksaan fisik.
The Impact of Multisector Intervention to Accelerate Derivation of Child Stunting: A Systematic Review Syakur, Rosdiana
International Journal of Halal System and Sustainability https://jurnal.narotama.ac.id/https://www.spb.gba.gov.ar/campus/https://conference.trunojoyo.ac.id/https://ojs.ucp.edu.ar/https://libros.cimsur.unam.mx/https://ojs.stikesmucis.ac.id/http://medi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v3i1.224

Abstract

Stunting is considered a major concern for children worldwide in public health. Around 149 million children under the age of 5 were affected by stunting in 2018. The purpose of this article is to evaluated health and nutrition programs to identify context-specific intervention packages that may help prioritize the implementation of stunting programs. Methods: Using electronic databases, the literature published between 2009 and 2019 was systematically reviewed, It identified programs in which nutrition-specific and nutrition-sensitive interventions for children under 5 years of age were implemented. Results: 11 programmes identified where nutrition specific and sensitive approaches had been implemented, Nutrition education and counseling, growth monitoring and promotion, immunization, water, sanitation and hygiene, and social security networks were the most common interventions. Conclusions: Programs combining nutrition-specific and nutrition-sensitive interventions, especially those with strong access to health and safety net components, are most effective in reducing stunting.
Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Permainan Ular Tangga Syakur, Rosdiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 2 No. 1 (2023): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v2i1.64

Abstract

Permasalahan stunting terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Satu dari tiga anak balita di Indonesia mengalami stunting dan berdampak pada tumbuh kembangnya. Berdasarkan data Riskesdas 2018, kasus stunting mencapai 30,8%.  Sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi stunting kepada remaja khususnya kepada para siswa tentang cara pencegahan stuting melalui perannya dengan metode permainan ular tangga. Edukasi tentang pencegahan stunting melalui media ular tangga ini dihadiri oleh siswa SDN. Bayang makassar kelas 5 yang berjumlah  berjumlah  50 orang. Sebelum dilakukan edukasi, peserta diberikan pre test untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum edukasi ular tangga.  Pemberian materi tentang stunting dilakukan dengan metode ceramah yang dikemas dengan menarik di sela-sela permainan ular tangga. Hasil peningkatan skor pengetahuan meningkat sebesar 80 % setelah diberikan edukasi melalui permainan ini. Peserta juga dapat menyimpulkan kembali pengetahuan yang didapat selama permainan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi stunting melalui permainan ular tangga sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan terutama dikalangan remaja/siswa.
Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal Atasi Stunting Dewi, Rosmala Kurnia; Untari, Sri; Syakur, Rosdiana; Azzahra, Fariha; Susanti, Meity Mulya; Wafa, Zaenul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.789

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam pengolahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk balita dengan bahan lokal di Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Permasalahan yang dihadapi mitra ini adalah minimnya pelatihan gizi berbasis pangan lokal dan tidak tersedianya pelatihan teknis pembuatan makanan sehat balita dari bahan pangan lokal yang mudah diakses dan terjangkau. Melalui pendekatan survei, pelatihan dan pendampingan langsung, tim pengabdian memberikan simulasi langsung pengolahan makanan tambahan pangan lokal (nugget tempe daun kelor, bakso ikan lele, puding labu kuning) dan penyediaan buku resep PMT dengan bahan pangan lokal yang mudah didapat dan murah. Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan kemampuan mengolah bahan pangan lokal menjadi PMT yang sehat, murah dan mudah. Terdapat peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata 30 point dari nilai pre test dan post test.
Enhancing Ecopreneurship Competency Through Bidan Elok E-Learning Based on Local Wisdom Haris, Risma; Duygulu, Sergul; Hafidah, Andi; Syakur, Rosdiana; Djatmiko, Budi; Maryam, Andi; Indrawati, Andi
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 2 (2025): July
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i2.510

Abstract

Local wisdom-based ecopreneurship focuses on sustainability and environmental preservation, offering midwives the opportunity to utilize local natural resources efficiently while preserving social and cultural values. In South Sulawesi, integrating ecopreneurship into midwifery education remains underexplored. This study evaluates the effectiveness of the "Bidan Elok" E-Learning platform in enhancing midwifery students ecopreneurship competency, aligning with Sustainable Development Goals (SDGs) 4 (Quality Education) and 8 (Decent Work and Economic Growth). A One Group Pre-Test and Post-Test design was conducted with 150 midwifery students from Gowa, Makassar, Parepare, and Palopo. The study measured competency changes before and after using local wisdom-based learning media. Results indicated a significant improvement, with average scores increasing from 58.4 (pre-test) to 82.6 (post-test). Effectiveness varied by work experience, with the highest N-Gain score (0.72) in the 0-5 years experience group and the lowest (0.60) in the 15-20 years group. E-Learning media integrated with local wisdom values effectively enhanced students ecopreneurship competency. However, more adaptive approaches are needed for students with longer work experience. This study recommends further development of technology and culture-based learning methods to strengthen ecopreneurship competency in midwifery education and support SDG achievement.