Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN PENGGUNAAN APD DAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PETUGAS PENGELOLA SAMPAH DI TPA ANTANG MAKASSAR Iskandar Zulkarnaen; Nurleli; Dewi Purnama Windasari; Hardianti; Aminullah; Muh. Dzulkifli MN
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.714

Abstract

Latar belakang: Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, khususnya pada petugas pengelola sampah yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan limbah, debu, cairan, dan mikroorganisme berbahaya. Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang lembab dan penuh kontaminan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, terutama gangguan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri (APD) dan keluhan gangguan kulit pada petugas di TPA Antang Kota Makassar. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 50 responden, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan APD secara lengkap yaitu sebanyak 34 responden (68%), sedangkan yang menggunakan APD lengkap sebanyak 16 responden (32%). Selain itu, sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan kulit yaitu sebanyak 32 responden (64%), sedangkan 18 responden (36%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Diharapkan petugas dapat meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan sesuai standar saat bekerja guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan kulit akibat paparan langsung dengan sampah.
DETERMINAN STATUS GIZI REMAJA SMP: STUDI KASUS JENIS KELAMIN, USIA, DAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA Andi Sani Silwanah; Nurleli; Jinny Graselia; Andi Amal Sakti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.727

Abstract

Latar belakang: Remaja menghadapi tantangan beban ganda malnutrisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan selama masa pertumbuhan pesat. Kondisi status gizi pada usia sekolah menengah pertama menjadi indikator penting bagi kesehatan di masa dewasa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan status gizi remaja sekolah menengah pertama dengan memfokuskan pada pengaruh jenis kelamin, usia, dan indikator sosial-ekonomi keluarga. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di SMPN 52 Makassar. Sampel berjumlah 188 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri (IMT/U) dan pengisian kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (63,8%), namun terdapat prevalensi overweight sebesar 21,3% dan gizi kurang sebesar 14,9%. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,012) dan usia (p=0,027) terhadap status gizi. Sebaliknya, indikator sosial-ekonomi keluarga berupa penghasilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,985) terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: Jenis kelamin dan usia merupakan determinan utama status gizi remaja di SMPN 52 Makassar, sementara faktor ekonomi tidak lagi menjadi penentu dominan dalam fenomena transisi gizi di perkotaan.
PERLOMBAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL Aminullah; Nurleli; Esse Puji Pawenrusi; Yonarti Sulu Padang Ipang; Sri Eka Putri; ST.Nur Nadya yulianti; Melki Husain; Sarafia Inggrit Djeujana; Alvhina Damayanti; Yulinar Zaiful
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.464

Abstract

Latar belakang: Stunting dan wasting merupakan permasalahan gizi yang menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Posyandu sebagai salah satu wadah skrining awal kesehatan menjadi titik penting dalam memotong rantai pemahaman yang kurang terkait kesehatan. Kader posyandu merupakan salah satu penyambung informasi yang efektif pada masyarakat agar rantai kebiasaan yang mengakibatkan stunting bisa dihilangkan. Penelitian Sari 2021 menjelaskan bahwa peningkatan keterampilan kader posyandu dan melakukan KIE mengenai stunting dapat meningkatkan upaya pencegahan stunting (Sari, Angraini, & Oktaria, 2021). Tujuan: Adanya pembekalan pemberian PMT ini agar para kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai pentingnya memperhatikan gizi makanan pada ibu hamil dan anak balita dalam mencegah stunting pada anak. Metode:. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu kader posyandu yang berada di wilayah Puskesmas Dampang,Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng dengan tahap awal. Tahap pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Hasil: Dalam penerapan pembuatan menu PMT, dari 5 posyandu yang mengikuti kegiatan demonstrasi masak yang menerapkan pembuatan menu PMT dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan didaerah masing-masing dengan alasan kenapa kelompok kami memliki panggan lokal ini karena optimalisasi pemanfaatan pangan lokal atau pangan yang ada di sekitar masyarakat merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi terbatasnya akses pangan keluarga. Dengan adanya upaya pemanfaatan pangan lokal, masyarakat desa khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah dapat meminimalisir alokasi pendapatan keluarga untuk membeli pangan. Kesimpulan: Edukasi pembuatan PMT pangan lokal dapat diterapkan kader posyandu di wilayah masing-masing dengan membuat menu yang beragam. PMT dapat dibuat dengan bahan baku yang banyak tersedia di wilayah masing-masing. Pemanfaatan makanan lokal memberikan manfaat penting dalam pencegahan stunting dengan pemenuhan gizi pada anak. Intervensi penggunaan maknan lokal sebagai MPASI memberikan hasil positif dalam pencegahan stunting pada anak
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI MA AL-KHAERAT DESA BIJI NANGKA KECAMATAN SINJAI BORONG Fitria Handayani; Nurleli; Renaldi M; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.597

Abstract

Latar belakang: Remaja putri rentan untuk mengalami anemia karena kebutuhan akan nutrisi terkait dengan percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi pada anak bila kadar Haemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12 gr/dl). Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia Metode: Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh siswi MA Al-Khaerat sebagai populasi. Sampel diambil dengan cara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Pre dan Post test untuk menilai tingkat pengetahuan tentang anemia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja putri setelah menerima intervensi. Pengetahuan Awal yang Rendah Pada tahap pre-test, skor rata-rata pengetahuan remaja putri menunjukkan bahwa pemahaman mereka mengenai anemia masih sangat rendah. Kesimpulan: Investasi dalam program edukasi kesehatan, khususnya mengenai anemia, pada kelompok remaja putri merupakan langkah krusial yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan.