Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS (higher order thinking skill) pada materi bangun datar kelas IV sekolah dasar Felomina Loru; Trisniawati Trisniawati; Nelly Rhosyida
TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 9 No 3 (2023): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v9i3.15668

Abstract

The research aims to describe: 1) the type of error that students do when solving HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions and, 2) causes errors that students do when against HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions in Kanisius Sang Timur Yogyakarta fourth grade elementary school student. This is qualitative descriptive research. The subject is Kanisius Sang Timur Yogyakarta fourth grade elementary school students. Miles and Huberman applied data analysis. Data collection techniques used are interview, observation, and test. The instruments study is HOTS question form of the descriptive amount four number of questions, interview guide for teachers and students, documentation, and observation guide. The tendency for error is in three parts. Concept error as much as 37,81%, operation error as much as 41,66%, and principle error as much as 30,76%. Conceptual errors that student do is not able to translate the question, and cannot use units according to two-Dimentional figures. Operational errors are, not carrying out calculations according to the proper settlement procedure, and the written final result is wrong. Principle error that is wrong in writing the formula, conclusion, and wrong placement of numbers according to the formula. Two factors are causing the error. An internal factor that is students are too hasty to solve the question so less careful in the process of solving the question and do not enough understand of the material of the two-dimension figure. An external factor is the impact of covid-19 pandemic, an environment that does not support the student learning process, and a lack of communication tool availability.
PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA SEBAGAI ALTERNATIF USAHA BAGI MASYARAKAT Tuti Nadhifah; Devy Aufia Abshor; Cikita Berlian Hakim; dian rosita; Jeki Purnomo; Nelly Rhosyida
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2443

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Desa Banget, namun masyarakat setempat kurang memanfaatkan buah pepaya. Sleian itu pepaya memiliki nilai jual yang rendah dan permintaan konsumen masih sendikit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang memiliki tujuan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam menghasilkan olahan produk kreatif. Dengan menggali potensi sumber daya alam yang ada dapat bermanfaat dalam meningkatkan usaha sampingan selain bertani maupun pekerjaan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan oktober 2023 dan diikuti oleh 40 peserta dari ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Banget. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahan evaluasi. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penguasaan peserta sebanyak  40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dilaksanakan di sesa Banget dapat dinyatakan berhasil, karena terjadi peningkatan pengetahuan terhadap peserta kegiatan. Saran bagi masyarakat di Desa banget diharapkan dapat diterapkan dengan mengolah pepaya mentah menjadi aneka makanan yang lain sehingga pepaya dapat bernilai jual tinggi dan dapat menambah keankaragaman makanan untuk bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat.