Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

“Sapu Cantik” Innovation (Healthy, Safe, and Caring for Our Prospective Brides) as an Effort to Increase Motivation for Catin Health Visits M. Suhron; Siti Safitri Mulita; Hasinuddin
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v13i1.1109

Abstract

Health service visits are decreasing at the Primary Health Care level, including a decrease in premarital couple visits. This innovation aims to provide support and cross-sector cooperation in increasing health visits for couples before marriage. The implementation method in developing this innovation is to use the Research and Development design, which has 2 stages of activity. The first stage is to evaluate a couple's premarital visit through field studies using documents, interviews, and observations and determine strategic issues. The results show that the number of premarital couple visits has not reached 100% and is not optimal. This Sapu Cantik Innovation provides solutions for premarital couples as a form of cross-sectoral concern for the health of premarital couples. This innovation hopes to help and identify premarital couples who face health problems before, during, and after marriage to improve family health.
Gerdu Buresti (Gerakan Peduli Ibu Hamil Resiko Tinggi) Bersama Keluarga Dalam Kesiapan Rujukan di Desa Kelbung, Sepuluh, Bangkalan Zainiyah, Zakkiyatus; Zainiyah, Haniyatuz; Susanti, Eny; Suhron, M.
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.26593

Abstract

Salah satu bentuk perhatian dari pemerintah daerah yaitu adanya peraturan atau kebijakan mengenai sistem rujukan pelayanan kesehatan. Dukungan sangat diperlukan mengingat proses rujukan memerlukan keterlibatan berbagai pihak yaitu masyarakat, tenaga dan fasilitas kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan dasar, rumah sakit (RS) pemerintah maupun swasta. Penelitian ini bertujuan melakukan Gerdu Buresti (Gerakan Peduli Ibu Hamil Resiko Tinggi) Bersama Keluarga dalam kesiapan di rujuk. Penelitian ini kualitatif variabel proyek inovasi ini Gerakan peduli ibu hamil resiko tinggi Bersama keluarga dalam kesiapan di rujuk. Populasi dalam proyek inovasi semua ibu hamil yang ada di desa kelbung kecamatan Sepuluh dan sampel ibu hamil resiko tinggi dengan deteksi dini melalui kartu skor puji rochyati dengan kategori kehamilan resiko rendah, resiko sedang dan resiko tinggi dan ibu hamil yang bersedia menjadi responden, dan keluarga yang kooperatif dalam penelitian. Teknik sampling purposive sampling, besar sampel sebanyak 15 ibu hamil resiko tinggi. Instrumen proyek inovasi wawancara individu secara mendalam. Kesiapan untuk dirujuk dari hasil wawancara 60% tidak siap dilakukan rujukan jika ada komplikasi dan 40% siap dirujuk demi keselamatan ibu dan bayinya. Pengambil Keputusan sebagian besar dari keluarga dan suami, sehingga pendekatan yang efektif adalah dengan keluarga dan suami. Deteksi dini tetap dilakukan secara rutin, konseling dan pendekatan kepada keluarga dan suami untuk keefektifan rujukan dan tidak terjadi keterlambatan rujukan.
Kepuasan Pasien Dalam Penjadwalan Operasi Elektif Melalui Josi (Jadwal Operasi Pasti) di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Hidayat, Yusfik Helmi; Suhron, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15792

Abstract

Di era BPJS dengan rujukan berjenjangnya banyak pasien mengeluh semakin lama dan rumit untuk dilakukan operasi elektif pada antrian operasinya. Kami berusaha merancang JOSI (Jadwal Operasi Pasti) untuk membuat sistem penjadwalan operasi elektif baru dan memberi kepuasan bagi pasien operasi elektif di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Penelitian dengan menggunakan cross sectional dan quasy experimental diantara 32 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok (JOSI dan tanpa JOSI). Usia rerata pada penelitian ini adalah 48,59 tahun ±11,16. Laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan jumlah responden 16 (50%). Responden terbanyak adalah berpendidikan SD yaitu 12 orang (37.5%). Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pasien operasi elektif yang diberi penjadwalan JOSI dengsan yang tidak (p=0.724). Penjadwalan JOSI dapat digunakan sebagai rancangan alur baru utnuk memberi dan menambah kepuasan pada pasien elektif di RSUD Bangkalan yamg kedepannya dapat juga menambah jadwal operasi keseluruhan dengan penajdwalan yang efektif dari JOSI ini.
Strategic Model of Mental Health Nurse Competence and Caregiver in Preventing Relapse Risk in Schizophrenia Patients M. Suhron; Sitti Sulaihah; Faisal Amir
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.998

Abstract

Background: The competences under consideration include clinical knowledge, clinical skills, communication competence, crisis and safety management, professional growth, management of care, and recommendations. Purpose: Analyzing the Strategic Model of Mental Health Nurse Competence and Caregiver in Preventing Relapse Risk in Schizophrenia Patients. Methods: The study used a quantitative design with a cross-sectional methodology and included 110 participants, including nurses and caregivers from five community health clinics in East Java Province. The data were obtained using a Likert-scale instrument that was previously validated and reliable. The data was analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) approach using the SmartPLS tool. Results: All competency characteristics of psychiatric nurses and caregivers have a substantial and essential relationship to the prevention of relapse risk in schizophrenia patients, with a very high model commitment in producing variations in variables which are dependent variables. Conclusion: Thoroughly enhancing the competence of psychiatric nurses and caregivers is an effective method for lowering relapse rates among schizophrenia patients. Suggestions include enhancing the psychiatric nurse education curriculum, providing competency-based continuing training, and incorporating collaborative care models into health care organizations.
DESAKU ASIK : DESA SAHABAT KUSTA TANPA STIGMA UNTUK ELIMINASI DAN DETEKSI DINI KUSTA Kamariyah, Nur; Zainiyah, Zakkiyatus; Masinuddin, M.; Suhron, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54196

Abstract

Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada aspek medis, sosial, ekonomi, serta psikologis. Tingginya stigma sering menyebabkan keterlambatan diagnosis, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Inovasi DESAKU ASIK dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, dan memperkuat deteksi dini kusta di Desa Plakaran. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan melibatkan 63 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 23.36 menjadi 42.20 dan nilai N-Gain sebesar 0,70. Stigma juga menurun tajam, dari rata-rata 41.33 menjadi 20.49 dengan N-Gain 0,70. Program turut memperkuat deteksi dini melalui skrining aktif yang mengidentifikasi tujuh suspek yang kemudian dinyatakan negatif. Secara keseluruhan, DESAKU ASIK terbukti sangat efektif sebagai intervensi edukasi berbasis komunitas.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Pemahaman dan Tata Laksana Keperawatan Mandiri Pasien Gangguan Jiwa Faisal Amir; M Suhron; Sitti Sulaihah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.299

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat mulai dari tingkatan yang ringan, sedang hingga berat. Gangguan jiwa berat kronis dengan penyebab dan dampak yang kompleks salah saatunya adalah skizofrenia. Permasalahan yang dihadapi oleh maysrakat dan keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) antara lain minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang perawatan yang berdampak pada tidak teraturnya manajemen perawatan, sikap yang masih tabu akan gangguan jiwa, perilaku yang kurang adaptif dalam perawatan Skizofrenia. Tujuan secara umum dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan tugas anggota keluarga dan meminimalkan hambatan yang dialami dalam upaya perawatan pasien skizofrenia dimasa pandemi Covid-19. Hal ini dinilai penting mengingat keluarga merupakan faktor yang paling memungkinkan dalam pemberian pelayanan terbaik dan memberikan nilai tambah dalam peningkatan kesehatan jiwa pasien skizofrenia. Kegiatan bertujuan untuk dapat memandirikan keluarga dan membantu permasalahan ketika merawata pasien skizofrenia dirumah. Manfaat tersebut antara lain adalah : (1) Penyuluhan dan pendampingan membuat keluarga memiliki perspektif yang baik dan terjadi peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang tugas keluarga; (2) menumbuhkan sikap adaptif dan supportif terhadap hambatan yang dialami dalam merawat pasien skizofrenia ; (3) mengubah perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik dalam upaya penyembuhan penyakit skizofrenia. Hasil pengabdian masyarakat ini ternyata mampu memberikan peningkatan wawasan, sikap positif dan perilaku adaptif dalam upaya merawat pasien dengan skizofrenia. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini adalah psikoedukasi dan kemitraan antara perawat dan keluarga akan membantu dalam kesembuhan pasien skizofrenia yang dirawat dirumah
SI BASKARA (Sistem Informasi Broadcast Surat Keterangan Medis) untuk Meningkatkan Informasi Layanan Permintaan Surat Keterangan Medis Manarul Aini; M. Suhron; Ulva Noviana; Novi Anggraeni
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i3.985

Abstract

Background: The medical certificate request service at RSUD dr. Mohammad Zyn, Sampang Regency, still faces challenges in delivering information regarding requirements, procedures, application status, and notification of document completion. Manual communication may increase waiting times, repeated visits, and the communication workload of staff. Objective: To develop and examine the effectiveness of SI BASKARA (Medical Certificate Broadcast Information System) in improving the effectiveness of information delivery and user satisfaction. Methods: This study employed a Research and Development approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The implementation stage used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 medical certificate service users. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The mean information delivery effectiveness score increased from 1.14 before the innovation to 3.45 after implementation, representing an increase of 2.31 points. The mean user satisfaction score increased from 11.40 to 34.48. The Wilcoxon test indicated a significant difference before and after implementation (p < 0.001), with a Cohen's d value of 5.821, indicating a very large effect. Conclusion: SI BASKARA effectively improves information delivery and user satisfaction while supporting faster, easier, more responsive, and user-oriented digitalization of hospital administrative services.
Sinofa Pasti (Sistem Notifikasi Whatsapp Broadcast Pemantauan Ibu Nifas Resiko Tinggi) untuk Meningkatkan Fast Respon dan Kontinuitas Kunjungan Nifas Resti Pasca Perawatan di Rumah Sakit oleh Bidandi Kabupaten Sampang Siti Masturah; M. Suhron; Eny Susanti; Zakkiyatus Zainiyah
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i3.988

Abstract

Background: Manual back-referral systems from hospitals to primary health care facilities often lead to a breakdown in the continuity of information. This results in slow and inadequate follow-up monitoring within the community, particularly for patients with vulnerable medical histories. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of the SINOFA PASTI innovation (a WhatsApp Broadcast Notification System) in improving response speed ("fast response") and monitoring continuity—specifically for high-risk postpartum mothers following hospital care—as carried out by midwives in Sampang Regency. Methods: This study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 26 midwives managing back-referrals of high-risk postpartum mothers from Dr. Moh Zyn Regional General Hospital (RSUD) in Sampang, selected via total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The average "fast response" score among midwives increased from 5.08 (pre-test) to 11.19 (post-test). Regarding the monitoring continuity indicator, the average score rose from 6.50 to 9.27. Wilcoxon test results for both variables yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention regarding response speed and the continuity of postpartum visits for high-risk mothers after hospital care. Conclusion: The SINOFA PASTI innovation shows potential effectiveness as an early warning system. It can be implemented sustainably not only for high-risk postpartum patients but also for all obstetric patients.