Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berbasis Gamifikasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta: Studi Kualitatif Fenomenologis Farah Putri Ramadhani; Lovandri Dwanda Putra; Marta Lia Ningtyas; Tsasya Ridha Sholekhah; Addien Khiyarina
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2640

Abstract

This study aims to describe the implementation of gamification-based learning in Islamic Religious Education at SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, focusing on Aqidah Akhlak and Al-Qur’an Hadith subjects. The research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, using interviews with the Vice Principal for ISMUBA Curriculum, two Islamic Education teachers, and learning documentation. The findings indicate that gamification was implemented through interactive quizzes, point systems, rewards, and the use of Canva as a learning medium. This approach was found to enhance students’ activeness, learning motivation, and understanding of the subject matter. Therefore, gamification-based learning can serve as an effective alternative strategy in Islamic Religious Education to create interactive, meaningful learning experiences that align with the characteristics of vocational school students.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis gamifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, khususnya pada materi Akidah Akhlak dan Al-Qur’an Hadis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum ISMUBA, dua guru PAI, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi diterapkan melalui kuis interaktif, sistem poin, pemberian reward, dan pemanfaatan media Canva. Penerapan tersebut mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PAI yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah kejuruan.
Implementasi TPACK dalam Pembelajaran PAI dan Tantangan Guru pada Abad 21 di SD Muhammadiyah Bodon Kotagede Aulia Wulan; Lovandri Dwanda Putra; Syifa' Inda Robbi; Dinnia Hafiza Ilmi; Wahyu Anisa Fatikhah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2630

Abstract

Twenty-first-century education demands innovative technological integration; however, Islamic Education (PAI) teachers often encounter specific challenges in aligning digital tools with religious values at the elementary school level. This study aims to provide an empirical overview of how PAI teachers implement the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework and to identify the challenges faced during this process at SD Muhammadiyah Bodon Kotagede. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of teaching instruments from purposively selected PAI teachers. The results indicate that TPACK implementation has been adequately internalized through the use of Power Point media for visualizing Tajwid material, combined with direct practice using the Al-Qur'an Mushaf. Despite facing technical constraints such as internet stability and student dependence on visual displays, the school has successfully mitigated these obstacles through infrastructural support and routine technology training for educators. This study concludes that the success of TPACK in PAI learning depends not only on technological sophistication but also on the teacher's ability to maintain the "sanctity" and spiritual value of religious material through the harmonization of digital and conventional methods.ABSTRAKPendidikan Abad 21 menuntut integrasi teknologi yang inovatif, namun guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan spesifik dalam memadukan perangkat digital dengan nilai-nilai religius di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran empiris mengenai cara guru PAI mengimplementasikan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut di SD Muhammadiyah Bodon Kotagede. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi perangkat ajar terhadap guru PAI yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TPACK telah terinternalisasi secara memadai melalui penggunaan media Power Point untuk visualisasi materi Tajwid yang dipadukan dengan praktik langsung menggunakan Mushaf Al-Qur’an. Meskipun menghadapi kendala teknis seperti stabilitas jaringan internet dan ketergantungan siswa pada tampilan visual, pihak sekolah berhasil memitigasi hambatan tersebut melalui dukungan infrastruktur dan pelatihan teknologi rutin bagi tenaga pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan TPACK dalam pembelajaran PAI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada kemampuan guru dalam menjaga ”marwah” dan nilai spiritual materi agama melalui harmonisasi metode digital dan konvensional.
The Utilization of Educational Technology to Improve the Bilingual Abilities of Elementary School Children: A Case Study of First and Second Language Interaction Lovandri Dwanda Putra; Sri Nur Rahmi; Rina Farah
International Journal of Language and Ubiquitous Learning Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijlul.v3i1.2150

Abstract

Background. Educational technology is increasingly being used to support bilingual learning in elementary school children. The interaction between first and second languages in the context of education is still a challenge in formal learning. The use of technology is expected to be able to improve children's bilingual skills without reducing their first language competence. Purpose. This study aims to analyze the effectiveness of educational technology in improving the bilingual ability of elementary school children and understanding the interaction between first and second languages in the learning process. Method. The research method uses a quantitative approach with a pseudo-experimental design. The sample consisted of elementary school students who were divided into control and experimental groups. Results. The results of the study show that the use of educational technology significantly improves children's bilingual skills. Second language scores increased higher than first languages, but without causing a decrease in first language competence. Conclusion. The conclusion of this study confirms that technology can be an effective tool in increasing bilingualism in elementary school children if used in a directed manner and supported by a conducive learning environment.
Analisis Perspektif Guru PAI Terhadap Inovasi Modul Digital Interaktif Canva di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Farif Nur Hidayat; Lovandri Dwanda Putra; Yuhandi; Muhammad Ilham
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15227

Abstract

Akselerasi teknologi digital menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu mengakomodasi karakteristik generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring terhadap penggunaan modul digital interaktif berbasis Canva. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada guru pengampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang modul digital interaktif sebagai inovasi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui fitur multimedia seperti video dan kuis interaktif. Meskipun demikian, aspek metakognisi dan pendampingan guru tetap krusial dalam menyeimbangkan penggunaan teknologi agar tidak sekadar menjadi alat hiburan. Kendala utama yang ditemukan adalah durasi persiapan materi dan keterbatasan perangkat siswa di sekolah. Kesimpulannya, modul digital Canva sangat potensial untuk mendukung pembelajaran mandiri, namun implementasinya memerlukan kolaborasi antara kecanggihan visual dan penguatan karakter siswa secara langsung.