Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dengan Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Poli Penyakit Dalam RSD Balung Jember Hidayat Hidayat; Luh Titi Handayani; Sofia Rhosma Dewi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.27

Abstract

Penyakit diabetes mellitus dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi, salah satunya komplikasi neuropati diabetik dan menyebabkan sejumlah infeksi hingga kematian jaringan di kaki. Efikasi Diri merupakan keyakinan seseorang bahwa dia dapat menjalankan suatu tugas pada suatu tingkat tertentu. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuropati diabetik adalah perawatan kaki. Perawatan kaki dapat dilakukan apabila penderita memiliki Efikasi Diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan perawatan kaki pada pasien diabetes mellitus di poliklinik penyakit dalam RSD Balung Jember. Desain penelitian menggunakan desain korelasional dengan observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 36 orang pasien diabetes mellitus menggunakan teknik sampling non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSE) dan Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 35 (97,2%) memiliki efikasi diri tinggi. Perawatan kaki 26 (72,2%) masuk kategori perawatan kaki baik. Terdapat hubungan efikasi diri dengan perawatan kaki dengan hasil p-value = 0.0001 dengan tingkat kekuatan hubungan (r=0.610) kekuatan hubungan kuat. Sehingga H1 diterima yang berarti ada hubungan efikasi diri dengan perawatan kaki pada pasien diabetes mellitus di ruang poliklinik penyakit dalam RSD Balung Jember. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin baik perawatan kaki pada pasien diabetes mellitus.
Hubungan Fungsi Kognitif dengan Pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living pada Lansia di Posyandu Lansia Alamanda 15 Kelurahan Patrang Jember Tahun 2023 Prisilia Rosa Amarta; Ns. Sofia Rhosma Dewi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.58

Abstract

Lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Lanjut usia sering ditandai dengan berbagai penurunan fungsi tubuh salah satunya pada fungsi kognitifnya, jika fungsi kognitif lansia mengalami penurunan maka dapat mempengaruhi aktivitas hariannya salah satunya dalam pemenuhan IADL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Pemenuhan Instrumental Activity Of Daily Living Pada Lansia Di Posyandu Lansia Alamanda 15 Kelurahan Patrang Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini melibatkan seluruh lansia yang aktif mengikuti kegiatan posyandu Alamanda 15 Kelurahan Patrang Jember sejumlah 40 orang, sampel yang digunakan sebanyak 36 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner MMSE dan The Lowton of IADL. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank Spearman rho, yakni sig (0,007), dengan nilai r 0,445 dengan kekuatan hubungan cukup kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan Fungsi Kognitif Dengan Pemenuhan Instrumental Activity of Daily Living Pada Lansia Di Posyandu Lansia Alamanda 15 Kelurahan Patrang Jember. Analisis: Tingkat fungsi kognitif lansia di Posyandu Lansia Alamanda 15 Kelurahan Patrang Jember berada pada kategori gangguan kognitif ringan 21 responden (58,3%) dan kemandirian dalam melakukan IADL pada kategori perlu bantuan sebanyak 19 responden (52,8%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan sebagai cara alternatif tenaga kesehatan setempat untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif pada permasalahan lansia yang berhubungan dengan penanganan mengenai tingkat ketergantungan lansia dalam memenuhi aktivitas hariannya dalam pemenuhan kebutuhan IADL.
Hubungan Pola Asuh Keluarga dengan Tingkat Penggunaan Smartphone pada Anak Sekolah Usia 10-12 Tahun di SDN Jember Lor 3 Desi Fajriyanti; Cahya Tribagus Hidayat; Sofia Rhosma Dewi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.72

Abstract

Pengenalan anak terhadap smartphone diawali dari cara pengalihan maupun pola asuh orang tua terhadap anak sekolah dan berharap dapat membantu anak dalam hal proses belajar. Tujuan peneliti untuk mengetahui hungan pola asuh keluarga dengan tingkat penggunaan smartphone pada anak sekolah usia 10-12 tahun. Metode : Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdii dari 246 anak SD usia 10-12 tahun dengan sampel yang dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 153 rresponden. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dan menggunakan uji statistik Spearman Rank (Rho). Hasil : Penelitian menunjukkan dari 46 orang tua (48,9%) menerapkan pola asuh keluarga demokkratis. Tingkat penggunaan smartphone sebanyak 76 anak sekolah (49,7%) memiliki tingkat penggunaan smartphone sedang. Dari nilai uji statistik (ρ = 0,042, ρ<α 0,05) yaitu ada hubungan antara pola asuh keluarga dengan tingkat penggunaan smartphone. Nilai koeisien korelasi menunjukkan nilai r = - 0,164 dengan interpretasi koefisien korelasi sangat lemah maka dapat disimpulkan semakin demokratis pola asuh keluarga semakin rendah penggunaan smartphone pada anak sekolah 10-12 di SDN Jember Lor 3. Diskusi : Penggunaan smartphone yang terjadi pada anak sekolah dipengaruhi oleh jenis pola asuh yang didapatkan dari orang tua. Diharapkan orang tua menerapkan pola asuh yang benar dan sesuai agar anak tidak mengalami kecanduan penggunaan smartphone yang berlebihan sehingga meminimalisir dampak negatif dari penggunaan smartphone. Pada penelitian ini diharapkan keluarga menerapkan pola asuh demokratis yang memungkinkan anak tidak mengalami tingkat penggunaan smartphone yang tinggi.