Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMAKER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM MENUNJANG TEACHER PROFESSIONAL DEVELOPMENT OF LEARNING Sri Dewi Nirmala; Astri Dwijayanti Suhandoko; Sendi Ramdhani; Tita Rosita; Fitria Amastini; Kristanti Ambar Puspitasari; Amalia Sapriati; Isti Rokhiyah; Puryati Puryati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21601

Abstract

Abstrak: Pentingnya keterampilan pemanfaatan tekonologi informasi selaras dengan tuntutan kompetensi guru dalam pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan disimpulkan bahwa guru memiliki motivasi yang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun masih belum maksimal dalam membuat media berupa video pembelajaran. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memfasilitasi dan mengembangkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berupa video pembelajaran berbasis animaker untuk menunjang Teacher Professional Development of Learning. Kegiatan PkM dilaksanakan di SD Negeri Marga Mulya VI Kota Bekasi, khususnya terhadap guru kelas maupun guru mata pelajaran yang berjumlah 18 orang. Kegiatan dimulai sejak Bulan Agustus sampai dengan Bulan Oktober 2023. Pendekatan PkM dilakukan melalui Asset Based Community Development (ABCD) melalui Enam tahapan yakni: analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan/pendampingan, refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut.. Hasil evaluasi kegiatan PkM yakni: (1) meningkatnya kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran berbasis animaker, terbukti dengan dihasilkannya 16 video pembelajaran yang layak digunakan dalam pembelajaran dengan kategori baik; (2) terpublikasikannya kegiatan dan hasil pelatihan berupa video melalui media surat kabar, dan diunggah pada kanal youtube; dan (3) persepsi guru terhadap kegiatan PkM sangat baik. Sebagai tindak lanjut, mitra mengharapkan kegiatan PkM dilanjutkan dengan topik mengenai penyusunan instrumen asesmen dalam pembelajaran.Abstract: The importance of information technology utilization skills is in line with the demands of teacher competence in utilizing information and communication technology for the benefit of learning. The results of the needs analysis concluded that teachers have great motivation in improving the quality of learning, but still not optimal in making media in the form of learning videos. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to facilitate and develop teacher skills in making learning media in the form of animaker-based learning videos to support Teacher Professional Development of Learning. PkM activities were carried out at SD Negeri Marga Mulya VI Bekasi City, especially for class teachers and subject teachers totaling 18 people. The activity starts from August to October 2023. The PKM approach is carried out through Asset Based Community Development (ABCD) through six stages, namely: needs analysis, planning, implementation/mentoring, reflection, evaluation, and follow-up. The results of the evaluation of PKM activities are: (1) the increasing ability of teachers to make animaker-based learning videos is proven by the production of 16 learning videos that are suitable for use in learning with good categories; (2) publication of activities and training results in the form of videos through newspaper media, and uploaded on YouTube channels; and (3) teachers' perception of PKM activities is very good. As a follow-up, partners expect PKM activities to be continued with topics on the preparation of assessment instruments in learning. 
Revitalizing Elementary Education: The Impact of Characteristic Learning Development and P5 Implementation on Mitigating Learning Loss Sri Dewi Nirmala; Tita Rosita; Wakhudin Wakhudin; Sendi Ramdhani; Riandi Marisa
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5761

Abstract

This study analyzes strategies to reconstruct learning experiences in elementary schools, focusing on character development and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) to mitigate learning loss. Conducted in Bogor, Jakarta, and Banyumas, this research used a phenomenological approach to explore participants' lived experiences, aligning with the study’s focus on personal insights into learning loss impacts. Purposive sampling selected participants, including teachers, principals, and two students from each of five schools, chosen for their direct engagement in character education and P5 activities. Data were collected via interviews, observations, and documentation, with credibility validated through triangulation. Findings reveal that learning loss impacts are significant and multifaceted, including declines in motivation, increased learning disparities, dropout risks, delays in reading, and decreases in academic performance and character. Effective character development was identified as involving positive reinforcement, a character-centered school culture, teacher modeling, and habitual practices. The P5 project, implemented through a project-based learning model, effectively integrated Pancasila values, fostering essential character traits such as perseverance, hard work, and adaptability alongside academic skills. The results highlight the P5 project's role in addressing learning loss by enhancing both academic and character growth. This approach provides practical insights for schools aiming to strengthen student resilience and adaptability. The study concludes that character development and P5 implementation can effectively reconstruct learning experiences in elementary education, supporting both academic recovery and character formation. These findings offer implications for educators and policymakers seeking comprehensive strategies to address learning loss in Indonesian schools.
The Impacts of Communication in Transformational Leadership and ICT on Customer Satisfaction in the Educational Sector Elfindah Princes; Tita Rosita; Rais Hidayat
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 1: Oktober 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/1yqrhy46

Abstract

This research aims to assess the impacts of implementing Transformational Leadership (TL) and Information Communication and Technology (ICT) in the education sector to increase Customer Satisfaction especially during uncertainties. Using the quantitative approach, this research argues the importance of customer satisfaction in education business influenced by the communication skills implemented in Transformational Leadership and ICT. Data from 286 respondents using stratified data sampling are gathered and analysed using PLS. The results showed that TL has a stronger influence than ICT in improving customer satisfaction with a value of 0.547 and 0.329, respectively. This study indicates the importance of Communication to build relationships with customers in Transformational Leadership to improve Customer Satisfaction in education. With transformational Leadership and the application of ICT, educational institutions as business units can provide better service and, as an implication, can improve company’s profit
Analisis Tingkat Kualitas Pedagogical Content Knowledge Guru Kelas dalam Perencanaan Pembelajaran di Gugus Rosari Koorwilcam Dindikbud Bojongsari Purbalingga Budi Soekarno; Sigit Mangun W; Tita Rosita
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7596

Abstract

Pentingnya menganalisistingkat kualitas Pedagogical Content Knowledge dalam rancangan pembelajaran guru kelas sekolah dasar, karena kualitas perencanaan pembelajaran yang memadukan aspek pedagogik dan penguasaan materi secara tepat sangat menentukan efektivitas proses belajar serta kedalaman pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis Tingkat Kualitas Pedagogical Content Knowledge guru kelas dalam perencanaan pembelajaran di Gugus Rosari Koorwilcam Dindikbud Bojongsari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode grounded theory yang membangun teori berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari. Metode analisis data yang digunakan melalui tahapan mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Berdasarkan data yang terkumpul dapat diketahui bahwa guru kelas di gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari mampu merancang pembelajaran dengan pengetahuan materi (content knowledge), pengetahuan pedagogi (pedagogical knowledge), dan pedagogical content knowledge. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengambilan dokumen Guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari mampu menyusun perencanaan pembelajaran sesuai dengan standar kerangka pembelajaran. Guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsrai dapat mengembangan pengetahuan materi atau content knowledge yang terdapat dalam rancangan pembelajaran. Pengetahuan materi pada rancangan pembelajaran merujuk pada materi pokok yang terdapat dalam silabus dan buku paket guru dan siswa. Guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari dapat mengembangkan pengetahuan pedagogik atau pedagogical knowledge yang terdapat dalam rancangan pembelajaran. Guru kelas di Gugus Rosari Koorwilcam Bojongsari dapat mengembangkan pedagogical content knowledge dalam rancangan pembelajaran Dalam rancangan pembelajaran terdapat kesesuaian antara materi dengan straegi, metode, dan evaluasi.
Implementasi Kepemimpinan Pembelajaran dalam Pengembangan Profesionalisme Guru dan Layanan Prima di SD Gugus Jodhipati Sakiman Sakiman; Sigit Mangun W; Tita Rosita
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7597

Abstract

Implementasi salah satu kompetensi kepala sekolah sebagai agen pembelajaran sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan SDM yang memiliki keunggulan, kompetitif, dan komparatif dan menjadikan lembaga pendidikan yang dipimpinnya unggul serta terdepan, sangat dipengaruhi kepemimpinan pembelajaran, menjadi pembahasan dalam penelitian ini. Pentingnya menganalisis implementasi kepemimpinan pembelajaran dalam pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan layanan prima di SD Gugus Jodhipati, karena kepemimpinan yang efektif menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kinerja guru, dan mutu pelayanan pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan kepada kepala sekolah dan guru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kepemimpinan pembelajaran dalam pengembangan profesionalisme guru dan layanan prima pendidikan di SD wilayah kecamatan Kemangkon serta mengetahui hasil dan dampak dari implementasi tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus pada tiga sekolah dasar yaitu SD Negeri 1 Toyareka, SD Negeri 1 Kalialang, dan SD Negeri 2 Muntang sebagai sample yang diambil secara acara acak atau snowball. Metode pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Penelitian ini menggunakan Teknik analisis data triangulasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ketiga sekolah dasar yang diteliti telah menunjukkan implementasi kepemimpinan pembelajaran yang maksimal. Maksudnya dari dua belas aspek kompetensi kepemimpinan pembelajaran sudah sepuluh kompetensi yang diaplikasikan atau diterapkan di sekolah masing-masing, sedangkan dalam pengembangan profesionalisme guru, hanya aspek penelitian Tindakan guru yang masih belum diaplikasikan secara maksimal. Kemudian dalam layanan prima pendidikan ada delapan aspek atau ciri layanan prima, dan ketiga sekolah yang diteliti semuanya belum mengimplementasikan layanan adaptif dan tepat waktu secara maksimal. Masih menunda pekerjaan dan pelayanan manual sehingga perlu adanya peningkatan dalam hal tersebut. Secara keseluruhan implementasi kepemimpinan pembelajaran dalam pengembangan profesionalisme guru dan layanan prima Pendidikan di SD wilayah Gugus Jodhipati Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga telah berjalan dengan baik sesuai dengan kriteria dan tuntutan kurikulum.