Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tari Kurenah: Interpretasi Dampak Negatif TikTok pada Perilaku Remaja Melalui Koreografi Tunggal Ramadhani, Asa; Ariastuti, Idun; OKtavianus, OKtavianus
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 7, No 1 (2023): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v7i1.4765

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena sosial yang terjadi akibat penggunaan aplikasi media sosial TikTok, khususnya dampak negatifnya terhadap perilaku remaja, yang diinterpretasikan melalui karya tari berjudul "Kurenah". Karya ini merupakan sebuah koreografi tunggal yang mengekspresikan perilaku malas dan pemberontakan remaja saat menyelesaikan pekerjaan rumah, sebagai akibat dari ketergantungan pada TikTok. Penggunaan aplikasi ini diketahui memicu perubahan perilaku, seperti kecenderungan untuk menunda pekerjaan, kurangnya disiplin, serta apatisme terhadap lingkungan sekitar. Melalui pendekatan eksplorasi gerak, improvisasi, dan pembentukan komposisi tari, karya "Kurenah" menggabungkan elemen gerakan realis dengan gerakan-gerakan yang diadaptasi dari tren TikTok, disertai ekspresi komikal. Koreografi ini tidak hanya menggambarkan pengaruh teknologi pada kehidupan sehari-hari remaja, tetapi juga menawarkan kritik sosial terhadap fenomena tersebut. Karya ini juga mencerminkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk perilaku generasi muda. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi para pendidik dan orang tua tentang pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial oleh remaja.
Effectiveness of a Game Based Assessment Model for Measuring Character Makeup Skills in Elementary Education Putri Sarah, Ririn Amaliah; Desri, Widia Permata; Afriyenti, Afriyenti; Fitri, Nabila Aida; Mutiara, Rahmi; Zahratunnisa, Aulia; Ariastuti, Idun
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 10, No 1 (2026): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v10i1.81368

Abstract

This study aimed to develop and evaluate the effectiveness of a game-based assessment model to measure character makeup skills among elementary school students. The model was designed to provide authentic assessment capable of capturing students’ creative processes in an engaging and objective manner, aligned with the learning habits of digital-native learners. The study employed a one group pretest posttest experimental design involving fifth-grade students at SD Negeri 14 Padang Panjang. Data were collected using validated performance rubrics, game learning analytics, classroom observations, and student activity logs, then analyzed with descriptive statistics and paired-samples t-tests. The results indicated a significant improvement in student performance, with mean pretest scores of 63.29 increasing to 82.35 on the posttest (t = 15.842, p = 0.000). Engagement indicators showed high enthusiasm (85.4%), strong focus (68.7%), positive interactions (79.1%), and low confusion (14.5%). System analysis revealed 87.5% instruction following accuracy, a 95.8% task completion rate, and only 4.1% technical errors. These findings confirm that the gamification model effectively enhances creativity, fine motor coordination, color accuracy, and visual instruction-following skills, providing an interactive, motivating, and competency-oriented alternative to assessment in elementary arts education.
Interpretasi Sikap “Datuk Maringgih” dalam Novel “Kasih Tak Sampai” pada Karya Tari "Sasau" Windy Avrilia Harlen; Dony Osmond; Wardi Metro; Idun Ariastuti
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zexsgp20

Abstract

The dance work "Sasau" is inspired by the character of Datuk Maringgih in Marah Rusli's novel "Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai," which represents a toxic leader. This leadership trait was chosen because it is still highly relevant to contemporary social phenomena. The artist focused on interpreting the leader's arbitrary behavior, which negatively impacts the surrounding environment, and then translated it into a group choreography divided into three moods. The methods used in the creation process included data collection, exploration, improvisation, forming, and evaluation. The performance was performed by seven dancers—four female dancers and three male dancers—with a dramatic style centered on social themes. The musical accompaniment was developed through a combination of traditional Minangkabau instruments and the latest digital audio technology to support the dramatic flow, in line with the artist's concept.
Krisis Regenerasi Dalam Pelestarian Seni Tradisi Di Sanggar Cinangkiak Saiyo Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Vegussanesa; Firdaus; Ali Sukri; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap seni tradisi serta mendeskripsikan upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Cinangkiak Saiyo di Nagari Sumani. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tiga generasi penari sanggar. Data sekunder diperoleh dari dokumen, profil organisasi serta studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dibedah menggunakan tiga landasan teori utama yaitu, teori pelestarian budaya dari Widjaja, Teori Pewarisan dan Pendidikan Budaya (Vertical Transmission) dari Hermawan, serta teori krisis kebudayaan dari Milan Kundera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis regenerasi pelaku seni di sanggar ini dipicu oleh kuatnya arus teknologi digital, maraknya penggunaan gawai, dan populernya budaya saat ini. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan penurunan drastis jumlah anggota aktif secara berkala. Dampak keberlanjutannya adalah proses pewarisan nilai-nilai seni tradisi antargenerasi tidak dapat berjalan secara optimal, sehingga menciptakan keterputusan sejarah budaya lokal di tengah masyarakat Nagari Sumani
Analisis Tingkat Pengetahuan Siswa Smk Negeri 2 Pangkalpinang Mengenai Penggunaan Tabir Surya Sebagai Perlindungan Kulit Terhadap Paparan Sinar Ultraviolet (UV) Andini Yusevani; Fadli Ilham; Idun Ariastuti; Syielvi Dwi Febrianty
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1449

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan kulit sehingga penggunaan tabir surya menjadi salah satu upaya penting dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMK Negeri 2 Pangkalpinang mengenai penggunaan tabir surya sebagai perlindungan kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 982 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 2 Pangkalpinang Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel penelitian sebanyak 284 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Guttman yang terdiri atas 13 butir pertanyaan. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir pertanyaan valid, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,842 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa mengenai penggunaan tabir surya sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 126 siswa (44,4%), kategori kurang sebanyak 110 siswa (38,7%), dan kategori cukup sebanyak 48 siswa (16,9%). Pengetahuan siswa paling baik terdapat pada indikator pengertian dan fungsi tabir surya, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada indikator cara penggunaan tabir surya yang benar serta pemahaman mengenai jenis tabir surya dan nilai SPF. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa SMK Negeri 2 Pangkalpinang mengenai penggunaan tabir surya sebagai perlindungan kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) secara umum berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat sebagian siswa yang memiliki pengetahuan kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi mengenai penggunaan tabir surya yang tepat.
Persepsi Masyarakat Dalam Mengkonsumsi Jamu Mengkudu Untuk Kecerahan Kulit Di Nagari Kapalo Koto Pariaman Asifa Maulina; Idun Ariastuti; Deby Gemysa Faradiba; Mandalika
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1450

Abstract

Paparan sinar matahari yang tinggi di Indonesia dapat menyebabkan peningkatan produksi melanin sehingga kulit menjadi lebih gelap, terutama pada bagian yang sering terpapar seperti wajah. Kondisi ini mendorong masyarakat, khususnya wanita, untuk melakukan berbagai upaya perawatan kulit, baik menggunakan produk modern maupun bahan alami. Salah satu alternatif yang masih digunakan adalah jamu mengkudu yang dipercaya memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, flavonoid, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan serta kecerahan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner skala Likert, dan wawancara. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh 19 item pernyataan valid (r hitung > r tabel 0,361), sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,974 yang menunjukkan instrumen sangat reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden menyatakan sangat setuju, 33,3% setuju, 20,0% cukup setuju, dan 6,7% tidak setuju terhadap manfaat konsumsi jamu mengkudu untuk kecerahan kulit. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat percaya konsumsi jamu mengkudu secara rutin, disertai pola hidup sehat, dapat membantu menjaga kesehatan dan kecerahan kulit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Nagari Kapalo Koto memiliki persepsi yang positif terhadap konsumsi jamu mengkudu sebagai alternatif perawatan kulit alami untuk mencerahkan kulit.
Strategi Pemasaran Jasa Salon Dalam Menarik Konsumen Di Kota Padang Panjang Indah Mayang Sari; Syielvi Dwi Febrianty; Ririn Amaliah Putri Sarah; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pemasaran jasa salon serta menganalisis pengaruhnya terhadap minat konsumen di Kota Padang Panjang. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis strategi pemasaran berdasarkan klasifikasi salon kategori atas, menengah, dan bawah, sehingga menunjukkan perbedaan penerapan bauran pemasaran jasa (7P) sesuai karakteristik usaha dan segmentasi pasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik salon, karyawan, dan konsumen pada Salon Oasis, Neni Anin Salon, dan Salon Umi Kaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap salon menerapkan strategi pemasaran yang berbeda sesuai dengan target konsumennya. Salon kategori atas menekankan kualitas layanan, fasilitas modern, dan pengalaman pelanggan; salon kategori menengah mengutamakan keseimbangan antara harga dan kualitas pelayanan; sedangkan salon kategori bawah lebih berfokus pada keterjangkauan harga dan hubungan personal dengan pelanggan. Faktor yang paling memengaruhi minat konsumen meliputi kualitas produk dan pelayanan, kesesuaian harga dengan manfaat yang diterima, kenyamanan fasilitas, efektivitas promosi, kompetensi sumber daya manusia, proses pelayanan, serta bukti fisik salon. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas strategi pemasaran ditentukan oleh kemampuan salon menyesuaikan unsur bauran pemasaran jasa dengan kebutuhan dan karakteristik segmen pasar, bukan semata-mata oleh kelengkapan fasilitas atau besarnya skala usaha.
Strengthening Professional Attitudes of Undergraduate Makeup Education Students Through Self-Management and Makeup Skills Training Ririn Amaliah Putri Sarah; Idun Ariastuti; Syielvi Dwi Febianty; Wirma Surya; Mandalika Mandalika
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.479

Abstract

Professional readiness in beauty and makeup education requires the integration of technical competence and professional attitudes. This community service program strengthened professional attitudes of undergraduate Makeup Education students through integrated self management and professional makeup skills training. Using a qualitative participatory design, the program combined training sessions and hands on workshops with 80 students at Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Data were collected through participant observation, guided reflection, short interviews, and documentation, and analyzed thematically using rubrics and indicators. Baseline observations showed only 52.5% arrived on time, 46.3% prepared complete tools, 58.8% displayed low confidence, and about 60% lacked understanding of grooming standards. After the program, 87.5% attended on time, 72.5% participated in discussions, and 65% volunteered for demonstrations. Rubric ratings improved from 45% to 82.5% for discipline and work readiness, from 41.3% to 78.8% for professional communication, and from 37.5% to 85% for professional appearance and hygiene. Reflections indicated 81.3% improved understanding of self management and ethics, and 76.3% reported higher confidence in practice. Overall, the model supports holistic professionalism.
Penciptaan Karya Tari Layantara: Representasi Interaksi Sosial yang Terputus dalam Era Digital Rahmat Fajar Ramadhan; Wardi Metro; Idun Ariastuti; Dony Osmond
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xn4ztz65

Abstract

Layantara is a dance work that represents the social phenomenon of increasingly fragmented human interaction due to the pervasive influence of digital technology. The creation is driven by concerns over how human connections are gradually replaced by virtual relationships that are passive, shallow, and disconnected from physical presence. This work focuses on the experience of individuals who appear connected digitally, yet remain emotionally and socially distant. The choreography adopts a symbolic approach using transparent plastic as a metaphor for the thin but impenetrable boundaries that separate individuals from genuine interaction. The three-part structure of the piece interprets layers of interaction: beginning with passive contact, moving through disorientation and distancing, and culminating in an intense physical effort to reconnect, revealing the illusion within digital proximity. Layantara invites the audience into a reflective space, encouraging awareness and critical thought regarding the forms of connection that shape modern life, and the essential value of physical presence in social relationships.  
Penciptaan Karya Seni “Aku Bukan Aku” Intepretasi Fenomena People Pleaser dari Isu Psikologis Sosial yang Dialami Individu Anggi Safandri Ova; Syahril Syahril; Idun Ariastuti; Dony Osmond
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r3f7ff28

Abstract

The dance work "Aku Bukan Aku" is inspired by a people pleaser phenomenon as a psychological and social issue that is often experienced by individuals, especially the younger generation, in their daily lives. People pleaser refers to a person's tendency to always prioritize the interests, feelings, and expectations of others over their own needs, in order to gain social acceptance, avoid conflict, and maintain the image as a "good" person. This attitude can slowly cause inner pressure, emotional exhaustion, loss of identity, and identity crisis. The phenomenon is then translated into works of art as a form of reflection and social criticism through the medium of body expression. The body is positioned as an experience space that records the psychological burden, excessive obedience, and inner conflict experienced by individual people pleaser.