Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analysis of the Role and Constraints of Field Supervisors in Kampus Mengajar Program at School Hariyanti Hariyanti; Gigieh Cahya Permady; Anif Istianah; Saepudin Kartasasmita; Filma Alia Sari; Irma Irayanti
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 2 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i2.14192

Abstract

This paper aims at  describing the role and identify the obstacles encountered by field supervisors in Kampus Mengajar  program from Batch 3, 4, 5, and 6. The research was conducted in Riau Province with the main informants, namely several DPLs assigned to several elementary schools in Riau province in addition to the students participating in Kampus Mengajar , the research was conducted in the time span of February 2022-December 2023.The research data were collected through interviews and documentation studies. The data analysis technique uses the miles and Huberman model which consists of data collection, verification and data reduction, conclusion drawing. The triangulation technique uses data source triangulation. The results of the study found that there are several roles of DPL, namely (1) communicator, in this role DPLs are required to always coordinate with the Education office and target schools to explain the usefulness and smooth running of Kampus Mengajar  program; (2) facilitator, meaning facilitating students to discuss with each other about the design, implementation and evaluation of Kampus Mengajar  program and; (3) mentor, meaning guiding students to follow the program according to the direction of the ministry but still be able to innovate and develop creativity for the success of the program. The obstacles encountered by DPLs are (1) the remote location of the target schools; (2) Kampus mengajar students who do not obey the rules, making it difficult for DPL positions; (3) the honorarium for Kampus Mengajar program which is compensated and sometimes late in disbursement.
Analyzing Experiences, Prevention and Treatment of Bullying At Schools Hambali Hambali; Al Rafni; Jumili Arianto; Hariyanti Hariyanti
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 4 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i4.11907

Abstract

This research is motivated by the problem of rampant cases of bullying that occur in schools. Therefore, this study aims to describe the experiences of students related to bullying behavior at school and future efforts to prevent and overcome bullying behavior. This research uses a qualitative design with descriptive methods. The study was conducted in SMA / SMK Dumai City by involving school students and teachers in June-August 2023. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model, consisting of data collection, verification and reduction, and conclusion drawing. The triangulation technique uses data source triangulation. The results showed that (1) the bullying experience experienced by students generally occurred verbally. Their attitudes in responding to bullying are also different; some are ignorant and ignore the bullying received, sad and keep it to themselves, but some report to parents and BK (counseling guidance) teachers at school; (2) Efforts to prevent bullying behavior at school are carried out in the form of appeals, socialization, infiltration in subjects through planting about manners and ethics in getting along; (3) As for handling efforts if bullying occurs at school, it will be processed first by the subject teacher or vice-grade. Furthermore, coaching is carried out by the school's counseling teacher or deputy student affairs. The understanding of bullying behavior is quite good in students, which is marked by their ability to identify bullying behavior based on experience and realize that bullying behavior is an act of violation of human rights (HAM). Still, the school needs to maximize the action of preventing and handling bullying behavior. Therefore, synergy is needed between students and schools to minimize bullying behavior in schools.
PENGUATAN LITERASI PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR Hariyanti Hariyanti; Gigieh Cahya Permady; Saepudin Kartasasmita; Irma Irayanti; Anif Istianah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20667

Abstract

Abstrak: Kegiatan PKM ini penting dilakukan karena mitra membutuhkan penguatan pada sisi literasi. Saat pelaksanaan observasi ditemukan beberapa masalah seputar literasi seperti adanya peserta didik kelas tinggi yang belum lancar membaca serta minimnya kunjungan peserta didik ke perpustakaan. Mitra dari pengabdian ini adalah kepala sekolah, majelis guru, peserta didik SDN 011 Bukit Kapur Kota Dumai dan 5 orang mahasiswa kampus mengajar Angkatan 6, serta dilaksanakan dari bulan Agustus-November 2023. Adapun kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim sebagai berikut: (1) private membaca bagi peserta didik kelas rendah maupun kelas tinggi yang belum lancar membaca; (2) pembuatan poster, dengan beragam tema mengunakan bahan yang didaur ulang; (3) mengaktifkan madding sekolah untuk memancing kreatifitas peserta didik; (4) rutinitas membaca buku di perpustakaan; (5) membuat pojok literasi di perpustakaan dan di setiap ruang kelas; (6) pembiasaan kata Ajaib; (7)private belajar di rumah; (8) mengadakan festival literasi di sekolah. Untuk mengukur keefektifan kegiatan pengabdian dilakukan posttest dan pretest literasi pada kelas 5, Dimana hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan literasi peserta didik meningkat dari angka 69% menjadi 76%.Abstract: This PKM activity is important because partners need strengthening on the literacy side. During the observation, several problems related to literacy were found, such as the presence of high class students who were not yet fluent in reading and the lack of student visits to the library. The partners for this service are the principal, teacher council, students of SDN 011 Bukit Kapur, Dumai City and 5 students from the 6th teaching campus, and will be held from August-November 2023. The service activities carried out by the team are as follows: (1) private reading for low class and high class students who are not yet fluent in reading; (2) making posters, with various themes using recycled materials; (3) activating school madding to stimulate students' creativity; (4) routine reading books in the library; (5) create a literacy corner in the library and in every classroom; (6) Magic word familiarization; (7) private study at home; (8) holding a literacy festival at school. To measure the effectiveness of service activities, a literacy posttest and pretest were carried out in class 5, where the results showed that students' literacy knowledge increased from 69% to 76%.
Analisis Strategi dan Tantangan Program Literasi Numerasi Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Dini Handayani; Hariyanti Hariyanti; Saepudin Karta Sasmita
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i3.6160

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan strategi literasi numerasi di sekolah mitra kampus mengajar dan tantangannya.  Penelitian dilakukan di SDN 011 Bukit Kapur Kota Dumai, pada rentang waktu Agustus-Desember 2023.  Adapun informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, majelis guru serta beberapa orang peserta didik .Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara maupun studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, verfikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan. Adapun Teknik triangulasi menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi penguatan literasi numerasi dilakukan dengan membuat media pembelajaran, menginisiasi program literasi numerasi di luar proses PBM seperti membuat pojok baca, pohon angka dan madding hingga mengadakan private membaca, sedangkan tantangan keberlanjutan strategi literasi terdiri dari minimnya inisiasi sekolah dalam memancing kreatifitas literasi numerasi peserta didik diluar rutinitas proses belajar mengajar dan kurangnya sarana prasarana sekolah.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENJAGA PERSATUAN INDONESIA Hariyanti Hariyanti; Gigieh Cahya Permady
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.6

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai posisi dan model Pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana infiltrasi nilai-nilai kebhinnekaan dalam menjaga persatuan Indonesia. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam mengalisis masalah dan berupa mengemukakan upaya mengatasinya. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sejumlah literature baik buku, berita di media massa maupun hasil penelitian terkait. Temuan penelitian menemukan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk terdiri dari keberagaman dari segi Bahasa, agama, suku, budaya yang tentu mempengaruhi cara pandang, pola pikir, dan perilakunya. Jika tidak disikapi dengan baik maka akan mudah memantik konflik sosial. Oleh karena itu diperlukan Pendidikan kewarganegaraan dari segi Solusi edukasi kepada Masyarakat sejak dini sedari di bangku persekolahan untuk mengenal dan menghargai perbedaan yang ada. Kesadaran akan keberagaman perlu ditekankan sejak dini untuk menghindari sentiment primordial dan sukuisme. Model Pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana infiltrasi nilai-nilai kebhinnekaan terdiri dari strategi, materi dan media yang diharpakan dapat memupuk rasa persatuan di Tengah perbedaan yang terbentang di Masyarakat.   This article aims to describe the position and model of citizenship education as a means of infiltrating the values ​​of diversity in maintaining the unity of Indonesia. This article uses the literature review method to analyze problems and propose efforts to overcome them. Data collection was carried out through searching a number of literature, including books, news in the mass media and related research results. The research findings found that Indonesia is a pluralistic country consisting of diversity in terms of language, religion, ethnicity, culture which of course influences perspectives, thought patterns and behavior. If it is not handled well, it will easily trigger social conflict. Therefore, citizenship education is needed in terms of educational solutions for the community from an early age from school to recognize and appreciate existing differences. Awareness of diversity needs to be emphasized from an early age to avoid primordial sentiment and tribalism. The citizenship education model as a means of infiltrating the values ​​of diversity consists of strategies, materials and media which are expected to foster a sense of unity amidst the differences that exist in society.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Peran Organisasi Intra Kampus dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid-19 di Universitas Riau Ariza Febrian; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4225

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan aktivitas organisasi, misalnya dari kurangnya partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Serta kehadiran pandemi covid-19 telah melahirkan tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal kehidupan organisasi secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi mahasiswa terhadap peran organisasi intra kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan kalangan mahasiswa pada masa pandemi covid-19 di Universitas Riau. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu menjadi sumber pembelajaran bagi semua pihak, Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi yang terdiri dari 8 indikator dengan 16 pertanyaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Riau. Pengambilan sampel dari keseluruhan populasi diambil dengan menggunakan teknik Quota Sampling dan untuk menentukan responden yang terdiri dari 10 orang perfakultas peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Secara keseluruhan, temuan dari penelitian ini menunjukkan hasil rata-rata pada persentase alternative jawaban responden dominan yaitu 69,25% dimana rentang ini berada pada kategori “Baik” dengan keberadaan pada rentang 50,01%- 75%. Maka disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap peran Organisasi Intra Kampus dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa pada masa Pandemi covid-19 di Universitas Riau berada pada kategori “Baik” Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa, Peran Organisasi Abstract This research is dependent on several problems in the implementation of organization activities, for example the lack of student participation in student activities. The presence of the covid-19 pandemic has given pressure and changes in the external and internal environment of whole life organization. This study aimed to find out and analyze how students perceive the role of intra-campus organizations in shaping leadership character among students during the covid-19 pandemic at Riau University. The benefit of the results of this study is that it becomes a source of learning for all parties. This research method is descriptive quantitative, the data collection instruments used in this study are questionnaires, interviews, and documentation consisting of 8 indicators with 16 questions. The population in this study were students of the Universitas Riau. Sampling from the entire population was taken using the Quota Sampling technique and to determine the respondents consisting of 10 people from the faculty, the researcher used the Accidental Sampling technique. The findings of this study show that the average percentage of alternative answers for dominant respondents is 69.25% where this range is in the "Good" category with an existence in the range of 50.01% - 75%. It was concluded that students' perceptions of the role of Intra-Campus Organizations in shaping student leadership characters during the Covid-19 Pandemic at Riau University were in the "Good" category Keywords: Perception, Students, The Role Of The Organization
Studi Perbandingan Pembentukan Civic Disposition Antara Siswa Laki-Laki dan Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik Siti Robi Yanti; Hambali; Hariyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4226

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan sistem belajar di setiap elemen pendidikan yang disebabkan oleh Covid-19, dari pembelajaran online kemudian tatap muka terbatas sampai dengan tatap muka menggunakan sip kelas. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi efektivitas belajar yaitu disebabkan oleh sikap atau watak pelajar saat mengikuti proses belajar mengajar atau yang sering disebut dengan Civic Dispotition. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan Pembentukan Civic Disposition antara Siswa Laki-Laki dan Siswa Perempuan pada Pembelajaran PKn di SMP Negeri 2 Lirik. Manfaat dari hasil penelitian ini, yakni sebagai sumber pembelajaran bagi semua pihak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak dengan 50 siswa. Peneliti menggunakan teknik quota sampling dimana sampel yang diambil adalah sebanyak 25 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer wawancara dan teknik angket atau kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, yang terdiri dari 13 indikator dengan 31 pernyataan. Temuan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil uji hipotesis adalah F= 0,069 dan nilai sig pada Levene's Test for Equality of Variances sebesar 0,794 dan data dikatakan homogen karena nilai sig 0,794> 0,05. Nilai yang didapatkan pada kolom sig. (2-tailed) adalah 0,013, yang artinya nilai 0, 013 lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci: Civic Disposition, Siswa Laki-laki dan Perempuan, Pembelajaran PKn Abstract This research is motivated by changes in the learning system in every element of education caused by Covid-19, from online learning then limited face-to-face to face-to- face using class sips. One of the things that can affect the effectiveness of learning is caused by the attitude or character of students when following the teaching and learning process or often with Civic Dispotition. The purpose of this study was to determine the Comparison of the Formation of Civic Disposition between Male and Female Students in Civics Learning at SMP Negeri 2 Lirik. The benefits of the results of this study, namely as a source of learning for all parties. The population used in this study were all students of class IX as many as 50 students. The researcher used quota sampling technique where the samples taken were 25 male students and 25 female students. The data collection instruments used were interview primary data and questionnaire or questionnaire techniques, as well as secondary data obtained from observation and documentation, which consisted of 13 indicators with 31 statements. The findings of this study indicate that the results of the hypothesis test are F = 0.069 and the sig value in Levene's Test for Equality of Variances is 0.794 and the data is said to be homogeneous because the sig value is 0.794> 0.05. The value obtained in the column sig. (2-tailed) is 0.013, which means the value of 0.013 is smaller than 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: Civic Disposition, Male and Female Students, Civics Learning
Sosialisasi tentang Pengentasan Stunting dan Sanitasi Hariyanti; Anggi Fauziah Harahap; Adiva R.M Sinaga; Anisyah Saputri; Ayu Lestari; Camelia Esperanza; Primasakti Yudhistira; Rita Fronika Lumban Gaol; Sindy Arfilia Deshinta; Wulanika Apriananda Widi; Zahwa Anugrah Putri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1936

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi global, terutama di negara berkembang dan miskin. Stunting dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, serta perkembangan otak yang kurang optimal, termasuk keterlambatan perkembangan keterampilan motorik dan intelektual. Stunting menggambarkan suatu kondisi kekurangan gizi kronis sejak masa kanak-kanak dan seterusnya selama pertumbuhan dan perkembangan. Keterlambatan perkembangan pada anak di bawah usia 5 tahun dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain: B. Karakteristik dan faktor sosial ekonomi anak di bawah usia 5 tahun. Penelitian observasional ini dilakukan di Desa Rimba Sekampong, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai. Karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, mahasiswa KKN Universitas Riau bekerjasama dengan Kerlahan untuk kembali mengikutsertakan warga dalam kegiatan penyuluhan anti stunting. Kegiatan ini mencakup advokasi pencegahan stunting dan penanganan yang tepat. Kedua, dampak kesenjangan yang terjadi bila tidak menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang dapat menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang pada anak. Diperagakan di masyarakat untuk memberikan sosialisasi terkait stunting. Dalam kegiatan ini, prestasi dan tujuan yang harus dicapai mahasiswa KKN adalah orang-orang yang sangat antusias agar kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar. Penduduk desa tidak lagi asing dan tahu bagaimana mencegah stunting. Kata Kunci: Edukasi, Stunting, Sosialisasi Abstract Stunting is a global nutrition problem, especially in developing and poor countries. Stunting may increase the risk of morbidity and mortality, as well as suboptimal brain development, including delayed motor skills Developmental and intellectual disability. Stunting describes a condition of chronic malnutrition from childhood onwards during growth and development. Developmental delay in children under the age of 5 can be caused by many factors, including: B. Characteristics and socioeconomic factors of children under 5 years of age. This observational study was conducted in Rimba Sekampong Village, Dumai Kota District, Dumai City. Due to the lack of public knowledge about stunting, students from the University of Riau Community Service Program worked with Kerlahan to re-engage residents in anti-stunting counseling activities. This activity includes advocating for stunting prevention and proper management. Second, the effects of gaps that occur when not adopting a healthy and clean lifestyle that can cause growth retardation in children. Demonstrated in the community to provide socialization related to stunting. In this activity, the achievements and goals that KKN students should achieve are people who are very enthusiastic about making this outreach work go smoothly. Villagers are no longer strangers and know how to prevent stunting. Keywords: Education, Stunting, Socialization
Penguatan Peran Desa dalam Konvergensi Pencegahan Stunting Terintegrasi di Desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu Hariyanti; Adriano Megumi; Devi Safitri Pasaribu; Emia Kezia Aginta Br. Karo-karo; Hafif Anugerah; Muhammad Fadhal Al Giffari; Nur Mahmudah; Reci Sartika; Rika Enjelina Simatupang; Vera Anjeliana Simanjuntak; Wahyu Nur Khasanah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1995

Abstract

Abstrak Stunting merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting. Upaya percepatan pencegahan stunting lebih efektif apabila semua program intervensinya dilakukan secara konvergen. Dengan mekanisme konvergensi akan tercipta keterpaduan proses mulai dari proses perencanaan, penganggaran, dan pemantauan program/kegiatan pemerintah dari berbagai lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbup no.2 tahun 2021 tentang peran desa dalam konvergensi pencegahan stunting terintegrasi di desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu. Kebijakan konvergensi percepatan penurunan stunting di Desa merupakan program prioritas nasional, masih terdapat interpretasi implementasi peraturan terkait konvergensi stunting,dan kata lain kolaborasi yang sifatnya saling membutuhkan. Percepatan penurunan stunting di desa diharapkan dapat bebas di desa tahun 2024, tentunya sangat memerlukan mekanisme yang disepakati bersama antara desa dan supradesa dalam penetapan bersama indikator cakupan intervensi konvergensi stunting skala prioritas di desa berdasarkan kewenangan lokal desa. Metode yang diterapkan adalah melalui sosialisasi. Kegiatan sosialisasi tentang stunting dilaksanakan di Desa Tandun Barat Kabupaten Rokan Hulu pada tanggal 10 Agustus 2022. Kegiatan sosialisasi berupa penyuluhan dengan memberikan informasi dan edukasi mengenai stunting,gizi dan pola hidup sehat oleh mahasiswa Kukerta UNRI tahun 2022. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan melalui pendekatan dan penggunaan media yang disesuaikan dengan kondisi Obyektif yang ada di desa, dan dapat dilakukan secara informal maupun formal. Peran mahasiwa Kukerta UNRI 2022 lainnya di wujudkan dalam pembagian makanan tambahan (MT ) bergizi berupa bubur untuk menunjang pertumbuhan gizi setiap balita terbukti dengan adanya data bahwa berat badan dan tinggi balita usia 0-59 dalam keadaan normal dapat di indikasikan bahwa tidak adanya stunting pada anak di desa Tandun Barat. Hal tersebut juga didukung oleh partisipasi masyarakat yang secara rutin ikut serta posyandu. Kata Kunci: Aksi Konvergensi, Stunting, Cakupan Program Perbaikan Gizi, Pemerintah Daerah, Mahasiswa Kukerta UNRI 2022 Abstract Stunting is a predictor of the low quality of human resources, so stunting prevention and control is very important. Efforts to accelerate stunting prevention are more effective if all intervention programs are carried out convergently. The convergence mechanism will create an integrated process starting from the planning, budgeting, and monitoring of government programs/activities from various cross-sectors. This study aims to find out Perbup No. 2 of 2021 regarding the role of villages in the convergence of integrated stunting prevention in Tandun Barat Village, Rokan Hulu Regency. The convergence policy for the acceleration of stunting reduction in villages is a national priority program, there are still interpretations of the implementation of regulations related to stunting convergence, and in other words collaboration that is mutually necessary. The acceleration of stunting reduction in the village is expected to be free in the village by 2024, of course it really requires a mutually agreed mechanism between the village and the supra-village in the joint determination of indicators for the priority scale stunting convergence intervention coverage in the village based on the local authority of the village. The method applied is through socialization. The socialization activity about stunting was carried out in Tandun Barat Village, Rokan Hulu Regency on August 10, 2022. The socialization activity was in the form of counseling by providing information and education about stunting, nutrition and healthy lifestyles by UNRI Kukerta students in 2022. And this is done through an approach and use of media that is adapted to the objective conditions in the village, and can be done informally or formally. The role of other UNRI 2022 Kukerta students is manifested in the distribution of nutritious supplementary food (MT) in the form of porridge to support the nutritional growth of each toddler as evidenced by the data that the weight and height of toddlers aged 0-59 under normal circumstances can indicate that there is no stunting in children. in the village of West Tandun. This is also supported by the participation of the community who regularly participates in the Posyandu. Keywords: Convergence Action, Stunting, Coverage Of Nutrition Improvement Programs, Local Government, UNRI 2022 Kukerta Students.
Pembuatan Apotek Hidup Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Indra Sakti Hariyanti; Fayzil Auliaswan; Gari Ardiansyah; Indah Annisa Ramadhani; Latifah Fitri Siregar; Lifeony Maharani; Luqmanul Hakim; Rahmat Hidayat; T. Nadifa Septiani; Tiara Sapta Audia; Tuti Ramadhani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2001

Abstract

Abstrak Desa Indra Sakti merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian dibidang perkebunan. Sebagian besar masyarakat belum memahami jenis-jenis tanaman obat serta khasiatnya. Tanaman obat banyak dijumpai, namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan pembuatan apotek hidup adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang manfaat tanaman obat serta sarana dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Indra Sakti. Tahapan yang digunakan antara lain persiapan, survei lapangan, pembuatan apotek hidup dan pemeliharaan. Jenis tanaman obat yang dibudidaya adalah jahe (Zingiber officinale), lengkuas (Alpinia pyramidata), kencur (Kaemferia galangal), kunyit (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendl), sirih (Piper battle L.), sirih merah (Piper ornatum), binahong (Anredera cordifol) dan betadine (Jatropha multifida L.) Program kerja pengabdian masyarakat di Desa Indra Sakti, Kecamatan Tapung ini menghasilkan apotek hidup sebagai sarana dalam budidaya tanaman obat. Kata Kunci: Apotek Hidup, Tanaman Obat, Indra Sakti Abstract Indra Sakti Village is an area with the majority of the population working in the plantation sector. Most people do not understand the types of medicinal plants and their properties. Many medicinal plants are found, but their utilization is not optimal. The purpose of making a live pharmacy is to provide information and knowledge about the benefits of medicinal plants and facilities in improving the health of the people of Indra Sakti Village. The stages used include preparation, field surveys, manufacture of live pharmacies and maintenance. The types of medicinal plants cultivated are ginger (Zingiber officinale), galangal (Alpinia pyramidata), kencur (Kaemferia galangal), turmeric (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), citronella (Cymbopogon nardus (L.) Rendl), betel (Piper battle L.), red betel (Piper ornatum), binahong (Anredera cordifol) and betadine (Jatropha multifida L.) This community service work program in Indra Sakti Village, Tapung District produces live pharmacies as a means of cultivating medicinal plants. Keywords: Living Pharmacy, Medicinal Plants, Magic Senses