Claim Missing Document
Check
Articles

Pemeriksaan Kehamilan Serta Pemberian Vitamin Dan Senam Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Betungan Weti; Fatsiwi Nunik Andari; Liza Fitrilina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hamil merupakan sesuatu yang di tunggu oleh pasangan suami istri, tentunya dengan hamil kita juga harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelahiran sang buah hati nantinya, persiapan yang tidak kalah penting adalah kesiapan sang ibu dan kesehatan sang ibu, jika ibu sehatlah akan melahirkan bayi yang sehat pula. Oleh karena itu, agar proses kehamilan dan persalinan lancar maka bisa dilakukan dengan melakukan senam hamil (Pramitasari Roischa, 2009). Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan atau prenatal care yang bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam persalinan normal. Bila dicermati lebih lanjut, sebenarnya dalam gerakan senam hamil terkandung efek relaksasi yang dapat menstabilkan emosi ibu hamil. Melalui senam hamil ibu hamil akan diajarkan cara mengurangi kecemasan dan mengurangi rasa takut dengan cara relaksasi fisik dan mental, serta mendapatkan informasi yang mempersiapkan mereka untuk mengalami apa yang akan terjadi selama persalinan dan kelahiran. Angka kematian ibu baik di dunia maupun di Indonesia akibat komplikasi persalinan masih cukup tinggi, menurut WHO tahun 2010, sebanyak 536.000 perempuan meninggal akibat persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negaranegara berkembang Tujuan dari pengabdian ini adalah Untuk mengetahui Pemberian Vitamin Dan Senam Pada Ibu Hamil di puskesmas Betungan. Mitra pengabdian di sini adalah puskesmas betungan kota Bengkulu.
Prevention of Hypertension through Health Education for the Elderly: Andri Kusuma Wijaya; Dewi Suliyanti; Fatsiwi Nunik Andari; Hasan Husin
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2024): NOVEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i02.1002

Abstract

Hypertension is a condition characterized by high blood pressure, with systolic blood pressure levels of 140 mmHg or higher and diastolic blood pressure levels of 90 mmHg or higher. Hypertension affects people of all ages and social groups worldwide, with the number of individuals suffering from this condition continuously increasing year by year, including among the elderly. The elderly are individuals undergoing the ongoing process of aging, which is marked by a decline in the body's ability to cope with environmental stressors. This aging process represents a form of anatomical functional decline, which is, in fact, a biological phenomenon encompassing evolutionary and maturation signs that continue throughout an organism's life. One such change occurs in the vascular system, where thickening of the blood vessels in the elderly can lead to hypertension. Hypertension can be caused by several factors, including a lack of knowledge and unhealthy lifestyle habits, such as excessive salt consumption from fast food beyond normal limits. As a result, public awareness about hypertension prevention remains low.
Pencegahan Penyakit Tipes Dengan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Yang Bersih Pada Siswa/i SMP Negeri 17 Kota Bengkulu Fatsiwi Nunik Andari; Andri Kusuma Wijaya; Afriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i11.1356

Abstract

Tipes (Typhoid fever) adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Gejala utamanya termasuk demam tinggi, sakit kepala, kelelahan, sakit perut, dan kadang disertai ruam kulit. Penyakit ini dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh kotoran orang yang terinfeksi. Pengobatan biasanya melibatkan antibiotik, dan pencegahan dapat dilakukan dengan kebersihan yang baik dan vaksinasi. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan tetap bersih merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dan diterapkan Supaya bisa Mencegah terjadinya Penyakit Tipes dan penyakit-penyakit lainnya. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait Pencegahan penyakit Tipes. Penyuluhan Kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Penyakit Tipes di SMP Negeri 17 kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penyuluhan Kesehatan ini adalah metode video based learning dan ceramah serta tanya jawab. Hasil yang didapatkan setelah penyuluhan Kesehatan diharapkan Siswa/I dapat menerapkan pola hidup sehat, menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan mengetahui gejala/tanda-tanda penyakit Tipes.
Pendidikan Kesehatan tentang Insomnia pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu Andrianto, Muhammad Bagus; Fatsiwi Nunik Andari; Andri Kusuma Wijaya
Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v3i2.962

Abstract

Sleep health is an important concern in the aging population due to the common insomnia problem that older adults often face. This community service program aims to provide health education regarding insomnia to the elderly in the community. Through a series of seminars and workshops, participants will be provided with information about the causes, symptoms, and impacts of insomnia. In addition, the program will also offer practical insomnia management strategies and techniques, including implementing healthy sleep patterns, stress management, and the use of non-pharmacological therapies. The methods used include interactive presentations, group discussions, and relaxation exercises. It is hoped that through this program, seniors can increase their knowledge about insomnia and be able to implement steps to manage and reduce insomnia symptoms, thereby improving their sleep quality and overall quality of life.  
PENGALAMAN PERSALINAN PERTAMA DENGAN RIWAYAT MENIKAH DINI DI KELURAHAN PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Andari, Fatsiwi Nunik; Ayuningrum, Ratu
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan : Angka pernikahan dini di Indonesia tertinggi kedua di ASEAN. Kondisi rahim wanita pada usia 19 tahun ke bawah masih belum cukup kuat, sehingga kehamilan yang terjadi pada usia tersebut, memiliki risiko perdarahan bahkan keguguran serta rIsiko terjadinya pre-ekslamsi dan ekslamsi pada akhir kehamilan. Calon ibu yang menikah di usia dini, dikhawatirkan akan terjadi penyulit dalam kehamilan, seperti ukuran panggul sempit, tidak sabar menahan sakit saat mau melahirkan, tenaga untuk mengedan kurang, his kurang dan lain sebagainya, sehingga terkadang dokter menyarankan untuk memilihoperasi sectio caesarea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman melahirkan pertama pada wanita dengan riwayat menikah dini.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey danwawancara mendalam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ketidaksiapan yang dirasakan wanita dengan riwayat menikah dini saat akan bersalin atau melahirkan baik secara fisik, psikologis, maupun finansial.Simpulan: Pengalaman persalinan pertama pada wanita dengan riwayat menikah dini kurang baik yaitu tidakadanya kesiapan secara khusus baik secara fisik, psikologis, maupun finansial. Diharapkan kepada para remaja untuk memilih lingkungan yang baik dalam pergaulan agar terhindar dari seks bebas dan pernikahan dini.
Supportive Educative System Intervention Based On The Integration Of Self Care And Family Centered Nursing Model On Family Support In Improving The Nutritional Status Of Tuberculosis Patients weti; Fatsiwi Nunik Andari; Liza Fitri Lina; Bintang Agustina Pratiwi
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.579

Abstract

Malnutrition and tuberculosis (TB) are interconnected or interconnected problems. Malnutrition in TB patients is one of them influenced by lack of family support for TB patients, both in emotional, appreciative, instrumental, and informational support. The purpose of this study is to evaluate the influence of supportive educational system  interventions in improving family support. This research method is quantitative with a quasi experimental design, in two health centers, namely Kandang Mas and Betungan, consisting of 48 respondents who were divided into 2 groups, namely the control group, given the standard intervention of the health center (n=24) and the treatment group, given the standard intervention of the health center and the supportive educative system (n=24). The data were analyzed using the two-way anova test. The results showed that the family development stage and the interaction between the family development stage and the intervention group did not affect family support (p > 0.05). Meanwhile,  the supportive educative system  intervention had a negative effect on family support in improving the nutritional status of TB patients (p = 0.015, mean = 76.52), however,  the supportive educative system  intervention had a positive effect on instrumental support in the treatment group (p = 0.029, mean = 81.19). Conclusion of this study is that  the supportive educative system intervention  is not more effective than the standard intervention of the health center, this can occur due to the influence of sample characteristics, research time, and control of variables and other factors that also affect the results of the study.
Pengaruh Negatif Gadget Terhadap Anak Dibawah Umur Di SD Negeri 66 Kota Bengkulu Weti; Fatsiwi Nunik Andari; Liza Fitri Lina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1802

Abstract

Di era globalisasi saat ini, tentunya sangat mudah bagi kita untuk mencari informasi atau berkomunikasi satu sama lain menggunakan gadget. Karena kita memiliki gadget, kita lebih mudah untuk berinteraksi meski dalam jarak jauh, baik dengan saudara maupun teman. Hampir semua kalangan memilikinya baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Namun, gadget saat ini berdampak buruk, terutama bagi anak-anak. Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah anak cenderung individualistis, sulit bergaul dan ketika kecanduan akan sangat sulit dikendalikan yang pada akhirnya otak anak sulit berkembang karena terlalu sering bermain game. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan dan mengawasi penggunaan gadget pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak; memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat orang tua dalam mengatasi perilaku anak dalam menggunakan gadget; dan Mengetahui dan memahami peran orang tua terhadap anaknya dalam penggunaan gadget. Data yang terdapat dalam penelitian ini diperoleh dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan lainnya sehingga mudah dipahami dan tentunya dapat diinformasikan kepada orang lain.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBANG SERI BENGKULU TENGAH Elviani, Nia; Andari, Fatsiwi Nunik; Wijaya, Andri Kusuma
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v20i1.1334

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular sekaligus penyakit degeratif yang paling banyak dialami. Apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Penyakit jantung dan stroke akibat hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penatalaksanaan hipertensi selain dengan pengobatan farmakologi dapat juga dilakukan dengan pengobatan non farmakologi, salah satunya yaitu dengan pemberian air rebusan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kembang Seri Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment menggunakan desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi sebelum diberikan air rebusan daun kelor sebesar 149.53 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 90.53 mmHg sedangkan sesudah pemberian air rebusan daun kelor rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 127.07 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 80.73 mmHg. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian air rebusan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kembang Seri Bengkulu Tengah dengan p-value 0.000 < α (0,05). Saran untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambahkan madu murni atau gula batu pada air rebusan daun kelor.
MENGURANGI RESIKO KEKAMBUHAN HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DAN PENATALAKSANAAN NONFARMAOLOGI PADA LANSIA Andri Kusuma Wijaya; Fatsiwi Nunik Andari; Emi Kosvianti
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i2.970

Abstract

Hypertension or what can be simplified is called high blood pressure at a level of 140 mmHg or more and diastolic blood pressure at a level of 90 mmHg or more. Hypertension can attack almost all groups of people throughout the world, where the number of people who suffer from hypertension always increases from year to year, including the elderly. Elderly is a stage where the continuation of the human life process is characterized by a process of decreasing function of the body's ability to deal with changes in stressful conditions due to the surrounding environment. This aging process is a form of decline in the role of the anatomical function of the human body, where this condition is actually a biological phenomenon that can be comprehensive with signs of ongoing evolution and maturation of the organism. One of the changes occurs in the vascular system where the blood vessels thicken in the child, thus triggering hypertension. Hypertension can be prevented or controlled through efforts starting from health check-up activities such as measuring blood pressure, providing health education about hypertension, a healthy diet that is low in salt, fat or cholesterol and consuming foods high in fiber and regularly doing exercise such as hypertension exercises so that it can controlling blood pressure in the elderly. Therefore, it is considered necessary for elderly people to undergo a health check and then be given health education about hypertension, a low salt, low cholesterol diet, high fiber foods and regular exercise for hypertension so that it is hoped that elderly people who experience hypertension can control the increase in blood pressure that occurs in these elderly people.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu Wijaya, Andri Kusuma; Andari, Fatsiwi Nunik; Wati, Nopia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14992

Abstract

ABSTRACT Chronic renal failure is a condition where there is a progressive, irreversible problem with kidney function, characterized by a decrease in the body's ability to fail to maintain a balance between fluids and electrolytes, which results in the emergence of uremia. This condition also causes the kidneys to lose physiological performance in concentrating or diluting urine through normal procedures. This condition occurs where there is retention of fluid and sodium which results in an increased risk of edema, congestive heart failure or hypertension, the appearance of anemia, this is caused by the production of erythropoietin. work optimally, the lifespan of red blood cells becomes shorter, nutritional deficiencies, and a tendency to bleed due to the patient's uremic status. One intervention that can be given to help chronic kidney failure patients live their lives is hemodialisa therapy. Continuous hemodialisa therapy causes physical and physiological health problems for patients, one of which is a decrease in the patient's sleep quality. One intervention that can be given to improve the sleep quality of chronic kidney failure patients undergoing hemodialisa therapy is by carrying out progressive muscle relaxation. The aim of this research is to determine the distribution of respondents' characteristics based on gender and to determine the effect of progressive muscle relaxation on the sleep quality of chronic kidney failure patients at RSUD Dr M Yunus Bengkulu. This research was carried out as a quantitative type of research using a quasi-experiment method with a pre- and post-test design carried out on a group (One group pre-post design). The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were male with a total of 10 respondents (66.7%) while there were 5 respondents with female gender (33.3%). Meanwhile, the results of bivariate analysis from this research using statistical tests in the form of the dependent t test obtained a p value = 0.00 < 0.05. The conclusion of this study is that there is an influence of progressive muscle relaxation on the sleep quality of chronic kidney failure patients at RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Keywords: Sleep Quality, Progressive Relaxation, Chronic Kidney Disease  ABSTRAK Gagal ginjal kronik ialah kondisi dimana adanya masalah pada fungsi ginjal yang bersifat progresif, irreversible ditandai dengan penurunan pada kemampuan tubuh yang gagal dalam mempertahankan keseimbangan antara cairan, elektrolit dimana berakibat pada munculnya keadaan uremia. Keadaan ini juga menyebabkan fisiologis ginjal kehilangan kinerja dalam  mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin melalui tata cara normal, kondisi ini terjadi dimana adanya penahanan cairan dan natrium yang berakibat pada peningkatan resiko munculnya edema, gagal jantung kongestif maupun hipertensi, munculnya anemia, hal ini disebabkan oleh produksi eritropoetin bekerja secara maksimal, usia dari sel darah merah menjadi lebih pendek, defisiensi nutrisi, dan kecenderungan munculnya perdarahan akibat dari status uremik pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk membantu kehidupan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani kehidupanya ialah pemberian terapi hemodialisa. Terapi hemodialisa yang dilakukan secara terus menerus menyebabkan permasalahan kesehatan fisik dan fisiologis bagi pasien salah satunya penurunan kualitas tidur pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa ialah dengan melakukan relaksasi otot progresif. Adapun tujuan  dari penelitian ini diketahui distribusi karateristik responden berdasarkan jenis kelamin serta diketahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan  jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy experiment  dengan desain pre dan post tes yang dilakukan pada suatu kelompok (One group pre-post design).  Hasil dari analisis univariat diketahui sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 10 responden (66,7%) sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 5 responden (33,3%).  Sementara hasil analsis  bivariat dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistik berupa uji t dependent  diperoleh nilai p value = 0,00 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ialah ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Relakasi Progresif, Gagal Ginjal Kronik