Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi Senam Kaki Diabetik terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Postprandial pada Klien DM Tipe II Andari, Fatsiwi Nunik; Rahmalena, Rentia; Wijaya, Andri Kusuma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.426 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10047

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a chronic progressive disease when the body is unable to carry out proper metabolic processes in carbohydrates, lipids and proteins so that it can cause hyperglycemia. DM sufferers need physical activity such as diabetic foot exercises because these exercises can improve the blood circulation process so that the process of delivering nutrients to the tissue is smoother, strengthens muscles and can reduce blood glucose levels. This study aims to determine the effect of diabetic foot exercise on reducing postprandial blood glucose levels in clients with type II diabetes. The purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on age and gender, and also postprandial blood sugar levels. While another goal is to  assess efficiency of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels. This study uses quantitative research with a Quasi Experimental research design in the form of a group pre-post test design with sampling using the Accidental Sampling technique. The sample in this study amounted to 15 respondents with the analysis used was Dependent t-test. Before being given diabetic foot exercises, the results of blood glucose in DM clients were in the high category with an average value of 221.2mg/dl and blood sugar levels after the posttest decreased with a value of 216.4 mg/dl. The results of this study indicate that there is an effect of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels with p value = 0.001. The conclusion of the results of this study is diabetic foot exercises is effective for decreasing postprandial blood glucose levels. Suggestion, it is hoped that diabetic foot exercise can be used as a routine exercise for people with type II diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Postprandial, Diabetic Foot Exercise  ABSTRAK Diabetes melitus (DM) ialah salah satu penyakit yang bersifat kronis progresif pada saat tubuh tidak mampu melakukan proses metabolisme yang seharusnya pada  karbohidrat, lipid dan protein sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Penderita DM membutuhkan aktivitas fisik seperti senam kaki diabetik karena senam tersebut dapat memperbaiki proses peredaran darah sehingga proses penyampaian nutrisi kejaringan lebih lancar, menguatkan otot-otot dan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial pada klien dengan DM tipe II. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik responden meliputi usia dan jenis kelamin serta kadar gula darah post prandial responden. Selain itu, penelitian ini juga akan menilai apakah ada efisiensi senam kaki diabetik terhadap penurunan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperiment dalam bentuk group pre-post test design dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden dengan analisis yang digunakan adalah Dependent t-test. Sebelum diberikan senam kaki Diabetik didapatkan hasil glukosa darah pada klien DM dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai rata-rata 221,2mg/dl dan kadar gula darah setelah posttest mengalai penurunan dengan nilai 216,4 mg/dl. Hasil penelitian ini didapatkan adanya efisiensi senam kaki diabetic terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial dengan p value = 0,001. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah senam kaki diabetic efektif untuk menurunkan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Saran, diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadikan kegiatan senam rutin bagi penderita DM tipe II. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Postprandial, Senam Kaki Diabetik
Teknik Relaksasi Pernapasan dan Bladder Training terhadap Frekuensi Berkemih pada Lansia Wijaya, Andri Kusuma; Andari, Fatsiwi Nunik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.461 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10053

Abstract

ABSTRACT Disorders of urinary frequency or increased frequency of urination where this condition most often occurs in the elderly, of course, this condition requires special attention and is carried out continuously with the aim of minimizing conditions which can certainly be detrimental to sufferers in terms of physical, biological, psychosocial and spiritual health. . One of the interventions in this case non-pharmacological therapy that can be given is breathing relaxation techniques and bladder training where this intervention can certainly reduce the increase in the frequency of urination in an elderly person. Bladder training is one of the efforts to restore impaired bladder function to normal or to neurogenic function. Bladder training is an effective therapy among other non-pharmacological therapies, especially for correcting abnormal urinary frequency. Another non-pharmacological therapy that can reduce the frequency of urination in the elderly is a breathing relaxation technique where it turns out that this therapy can make the elderly able to get used to extending the duration of urination so that eventually the frequency of urination that occurs in the elderly with an abnormal category can change to a frequency that is not excessive. In addition, this breathing relaxation technique is also able to increase the fulfillment of the oxygen needs of the elderly where oxygen is needed by the elderly to improve the performance of a person's neurology or urinary system which ultimately triggers a sensation of urgency resulting in benefits in the form of the elderly being able to control excessive daily urge to urinate. The Purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on the category level of urinary frequency in the elderly before and after being given breathing relaxation techniques and bladder training while another expected goal is to know the effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution. This research is a quantitative study using the Quasi Experiment method (One group pre-post design). Where later this research data will be analyzed both univariately and bivariately using the dependent T test which is used to see the effect of giving breathing relaxation technique therapy and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Social Institution Bengkulu. The results of this study for univariate analysis showed that the frequency distribution of respondents was based on the category of urinary frequency before administration of breathing relaxation techniques and bladder training where most of the 15 respondents had abnormal urination patterns (100%). While the results of the frequency distribution of respondents were based on the category of frequency of urination after giving breathing relaxation technique therapy and bladder training where the majority of respondents had normal urination patterns with a total of 12 respondents (80%), while 3 respondents had abnormal urination patterns (20%). The results of bivariate analysis obtained from this study using the t-dependent statistical test obtained P value = 0.000 <0.05 so that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly. The conclusion of the results of this study is that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution Keywords: Elderly, Bladder Training, Breathing Relaxation Technique.  ABSTRAK  Gangguan frekuensi berkemih atau peningkatan frekuensi buang air kecil dimana kondisi ini paling sering terjadi pada lansia  tentunya kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dan dilakukan secara terus menerus  dengan tujuan agar dapat meminimalisir  kondisi yang tentunya dapat merugikan penderita dari sisi kesehatan baik fisik, biologis dan psikosoial dan spiritual. Salah satu intervensi dalam hal ini terapi non farmakologis yang bisa diberikan ialah melakukan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training dimana intervensi ini tentunya dapat mengurangi peningkatan frekuensi berkemih seorang lansia. Bladder training adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi neurogenic. Bladder training ini salah satu terapi yang efektif diantara terapi nonfarmakologi lainya terutama untuk memperbaiki frekuensi berkemih yang polanya abnormal. Terapi nonfarmakologi lainya yang dapat mengurangi frekuensi berkemih pada lansia ialah teknik relaksasi pernapasan dimana ternyata terapi ini dapat membuat lansia mampu membiasakan memperpanjang durasi berkemihnya sehingga akhirnya frekuensi berkemih yang terjadi pada lansia dengan kategori abnormal dapat berubah  menjadi frekuensi yang  normal atau tidak berlebihan. Selain itu teknik relaksasi pernapasan ini juga mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan oksigen lansia dimana oksigen tersebut dibutuhkan lansia guna meningkatkan kinerja neurologi atau system perkemihan seseorang yang akhirnya memicu terjadinya sensasi urgensi sehingga menimbulkan manfaat berupa lansia akan dapat mampu mengontrol keinginan buang air kecil sehari-hari yang berlebihan. Adapun tujuan yang diharapkan dari penelitian ini ialah diketahui distribusi karateristik responden berdasarkan tingkat kategori frekuensi berkemih   pada lansia sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training sementara tujuan lain yang diharapkan ialah apakah ada pengaruh  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.  Penelitian yang dilakukan ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Experiment (One group pre-post design). Dimana nantinya data penelitian ini akan dilakukan analisis baik secara univariat maupun analisis secara bivariate dengan menggunakan uji t dependent yang dipergunakan untuk melihat pengaruh dari pemberian terapi  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Hasil dari penelitian ini untuk analisis univariat diketahui distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih sebelum pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar 15 responden  tidak normal dalam pola berkemih (100 %). Sementara hasil distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih setelah pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar responden normal dalam pola berkemih dengan jumlah 12 responden (80 %), sementara 3 responden memiliki pola berkemih tidak normal (20%). Hasil analisis bivariat yang diperoleh dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistic uji t-dependent didapatkan  P value= 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia. Kesimpulan hasil dari penelitian ini ialah ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Kata Kunci: Lansia, Bladder Training , Teknik Relaksasi Pernafasan 
Mengontrol Hipertensi melalui Pemberian Jus Buah Naga dan Pendidikan Kesehatan pada Lanjut Usia Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Andari, Fatsiwi Nunik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20114

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi dimana adanya peningkatan tekanan darah kategori tinggi dengan rentan 140 mmHg atau lebih untuk tekanan sistolik dan  untuk tekanan darah diastolic berada pada rentan 90 mmHg atau lebih. Masalah kesehatan hipertensi ini menyerang semua unsur masyarakat yang berada di dunia, terjadi peningkatan penderita hipertensi dari tahun ketahunya dalam hal ini termasuk masyarakat dengan kategori lanjut usia. Lansia atau lanjut usia merupakan keadaan dimana tahapan dari sebuah proses perjalanan hidup manusia yang dengan perubahan penurunan fungsi  tubuh dari seorang lanjut usia terkhusus dalam menghadapi perubahan  stress didalam tubuh lanjut usia tersebut sebagai akibat dari lingkungan yang berada disekitar kehidupan lanjut usia. Proses ini dikatakan juga sebagai keadaan menua dimana adanya proses kemunduran berbagai fungsi dan struktur anatomi dari tubuh seorang manusia. Perubahan struktur anatomi dari lanjut usia akan memiliki akibat pada perubahan fungsi organ system peredaran darah lanjut usia dalam hal ini adanya permasalahan kesehatan yang disebut sebagai hipertensi.  Hipertensi dapat dihindari atau dikontrol dengan berbagai kegiatan salah satunya ialah kegiatan pemeriksaan kesehatan terkait pengukuran tekanan darah, dilanjutkan dengan pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan terkait hipertensi, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan intervensi keperawatan atau pemberian terapi non farmakologi seperti mengkonsumsi jus buah naga sehingga dapat mengontrol munculnya kekambuhan hipertensi. Metode kegiatan yang digunakan ialah pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah lanjut usia mampu mengontrol hipertensi melalui pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan pada lanjut usia. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya 15 lanjut usia yang menderita hipertensi serta terjadi perubahan tekanan darah lanjut usia kearah yang lebih baik dimana terjadi perubahan kategori hipertensi dari yang sebelumnya sebagian besar lanjut usia atau 9 orang lanjut usia (60%) berada pada kategori hipertensi tahap 2 dan 6 orang lanjut usia (40%) berada pada kategori hipertensi tahap 1 setelah pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan sebagian besar lanjut usia penderita hipertensi memiliki tekanan darah dengan kategori pre hipertensi sejumlah 6 orang lanjut usia (40%) sementara sisanya berada pada kategori hipertensi tahap 2 sejumlah 5 orang lanjut usia (33,3%) dan kategori hipertensi tahap 1 sejumlah 4 orang lanjut usia (26,7%). Kesimpulan terjadi perubahan tekanan darah kearah yang lebih baik serta selama kegiatan pengabdian ini lanjut usia penderita hipertensi aktif mengikuti kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu  dengan harapan lanjut usia yang menderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darahnya. Kata Kunci: Hipertensi, Buah Naga, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Hypertension is a condition where there is an increase in high blood pressure with a range of 140 mmHg or more for systolic pressure and for diastolic blood pressure is in the range of 90 mmHg or more. This hypertension health problem attacks all elements of society in the world, there is an increase in hypertension sufferers from year to year in this case including the elderly category. Elderly or elderly is a condition where the stages of a human life journey with changes in the decline of the body's function of an elderly person, especially in dealing with changes in stress in the elderly's body as a result of the environment around the elderly's life. This process is also said to be a state of aging where there is a process of decline in various functions and anatomical structures of the human body. Changes in the anatomical structure of the elderly will have an impact on changes in the function of the elderly's circulatory system organs in this case there is a health problem called hypertension. Hypertension can be avoided or controlled with various activities, one of which is a health check-up activity related to measuring blood pressure, followed by providing education or health education related to hypertension, followed by carrying out nursing interventions or providing non-pharmacological therapy such as consuming dragon fruit juice so that it can control the emergence of recurrence of hypertension. The activity methods used are health checks, socialization of dragon fruit juice and health education about hypertension. The purpose of this community service activity is that the elderly are able to control hypertension through the provision of dragon fruit juice and health education for the elderly. The results of this activity showed that there were 15 elderly people suffering from hypertension and there was a change in the elderly's blood pressure towards the better where there was a change in the hypertension category from the previous most elderly or 9 elderly (60%) were in the stage 2 hypertension category and 6 elderly (40%) were in the stage 1 hypertension category after the provision of dragon fruit juice and health education most elderly people with hypertension had blood pressure with the pre-hypertension category of 6 elderly (40%) while the rest were in the stage 2 hypertension category of 5 elderly (33.3%) and the stage 1 hypertension category of 4 elderly (26.7%). The conclusion was that there was a change in blood pressure towards the better and during this community service activity elderly people with hypertension actively participated in activities starting from health checks, socialization of the provision of dragon fruit juice and health education about hypertension at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Home. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the UPTD of the Pagar Dewa Bengkulu Tresna Werdha Social Home with the hope that elderly people suffering from hypertension can control their blood pressure. Keywords: Hypertension, Dragon Fruit, Health Education
Penyuluhan Tentang Kesehatan Mental (Stop Bullying dan Cara Bersikap Yang Baik) Pada Anak Usia Dini Di RA BA Aisyiyah X Kota Bengkulu Susilawati; Fatsiwi Nunik Andari; Padila; Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi psikologis dan emosional yang dimiliki seseorang dalam keadaan baik, sehingga mereka mampu menerima kekurangan yang ada pada dirinya sendiri, tidak selalu menyalahkan diri sendiri atas sesuatu yang telah terjadi, memiliki semangat menjalani hidup, mampu bersosialisasi serta memiliki kemampuan untuk menangani masalah yang terjadi di dalam hidupnya. Kondisi kesehatan mental anak usia dini merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus diperhatikan dan dikembangkan karena kesehatan mental anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak salah satunya dalam hasil belajarnya..Bentuk-bentuk kesehatan mental pada anak usia dini adalah stop bullying ,cara berprilaku yang baik. Kegian Penyuluhan Kesehatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan mental pada anak usia dini dan dapat mengetahui stop bullying dan cara bersikap yang baik pada naka usia dini. Penyuluhan Kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehtan mental anak usia dini di RA BA Aisyiyah X kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penyuluhan Kesehatan ini adalah metode video based learning dan ceramah serta tanya jawab. Hasil yang didapatkan setlah penyuluhan Kesehatan diharapkan anak-anak menerapkan perilaku yang baik, tidak suka membully, dan mampu mengelola emosi.
PENGEMBANGAN POTENSIAL KESEHATAN ANAK MELALUI SCREENING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT Andari, Fatsiwi Nunik; Yanti, Lussyefrida; panzilion, panzilion
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golden Age merupakan masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 1-6 tahun. Masa kanak-kanak ini memberikan pengaruh yang besar pada seorang individu dalam tahapan perkembangan selanjutnya. Tahapan perkembangan anak meliputi beberapa aspek, salah satunya aspek fisik motorik. Perkembangan pada aspek fisik motorik anak diartikan sebagai perubahan bentuk tubuh pada anak yang berpengaruh terhadap keterampilan gerak, khususnya dalam hal ini adalah keterampilan dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan cuci tangan yang benar. Mencuci tangan adalah membasuh kedua telapak tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan tujuan untuk menghilangkan kuman. Membiasakan mencuci tangan sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya kuman dan resiko tertularnya penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang anak antara lain dengan melakukan kegiatan screening atau pendeteksian secara dini. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan stimulasi-stimulasi perkembangan anak baik dengan permainan ataupun kegiatan belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang anak di masa emasnya, mencegah terjadinya gangguan tumjbuh kembang secara dini dan mencegah penyakitakibat tidak mencuci tangan dengan benar.Sasaran pada pelaksanaan kegiatan ini adalah anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu. Tahapan kegiatan dimulai dengan melakukan analisa situasi, melakukan penilaian screening tumbuh kembang anak, memberikan penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan yang benar sekaligus melakukan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar, dan mendampingi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas perkembangan anak. Dari hasil evaluasi kegiatan didapatkan gambaran tumbuh kembang anak-anak TK TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu normal atau sesuai dengan usianya, serta terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal  IV tentang cara mencuci tangan yang benar.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN FISIK DAN PSIKIS SISWA MTS PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN HARSALLAKUM KOTA BENGKULU Andari, Fatsiwi Nunik; Susilawati, Susilawati; Pratiwi, Bintang Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPondok pesantren pada umumnya berbentuk asrama atau kamar-kamar kecil dengan desain bangunan yang sederhana. Dalam kesehariannya para santri/siswa menempati satu kamar yang biasanya dihuni oleh lebih dari 3 orang. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit menular, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kondisi ini tentu saja memberikan ancaman kesehatan baik secara fisik maupun secara psikis bagi para siswa, bahkan ancaman kesehatan ini dapat berdampak pula pada ancaman kematian. Ancaman kesehatan fisik yang terjadi di Pondok Pesantren Harsallakum Kota Bengkulu diantaranya penyakit skabies, cantengan (paronikia) dan Corona Virus Desease-19 (covid-19). Untuk mencegah dampak yang lebih jauh dari tidak sehatnya fisik dan psikis para siswa, perlu dilakukan upaya edukasi kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa sehingga dapat menjaga kesehatan fisik dan kesehatan psikis guna mencegah penularan penyakit. Melalui kegiatan pengabdian ini, pengetahuan siswa tentang penyakit skabies, cantengan, covid-19 dan perkembangan psikologi remaja meningkat. Pengetahuan yang telah dimiliki diharapkan dapat diterapkan dalam kesehariannya dan menjadikan siswa pondok pesantren sehat baik secara fisik maupun psikis. Kata Kunci : cantengan, covid-19, sehat fisik dan psikis, skabies
INTERVENSI BRAIN GYM MAMPU MENSTIMULASI PENINGKATAN SHORT MEMORY ANAK RETARDASI MENTAL Padila, Padila; Andri, Juli; Andari, Fatsiwi Nunik; Panzilion, Panzilion; Ningrum, Dhea Septeah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan retardasi mental (RM) mengalami kesulitan dalam hal mengingat terkhusus memori jangka pendek (Short Memory). Hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi guru dan tim kesehatan dalam memberikan pengetahuan dan intervensi masalah tersebut. Upaya yang dapat dilakukan dengan pelaksanaan intervensi Brain Gym atau senam otak yang dikhususkan untuk anak RM. Gerakan senam otak bertujuan untuk merangsang otak kanan dan otak kiri, dapat memberikan rasa ringan atau relaksasi pada bagian depan otak dan belakang otak. Dari hasil wawancara yang dilakukan tim PKMS didapatkan data : Saat ini sekolah belum pernah mendapatkan informasi terkait senam otak khusus anak RM, beberapa anak RM baru diajarkan belajar mandiri secara bertahap, akan tetapi setelah diulang dan ditanyakan hanya dalam beberapa hari saja sudah tidak mampu mengingat apa saja yang telah mereka kerjakan. Kegiatan  ini bertujuan  untuk menstimulasi peningkatan Short Memory anak RM dengan intervensi Brain Gym di SDLB NO.05 Kota Bengkulu. Adapun tahap kegiatan yang dilaksanakan 1) Anak RM, guru pendamping dan orangtua dijelaskan apa itu intervensi Brain Gym, 2) Demonstrasi gerakan Brain Gym yang diikuti Anak RM, guru pendamping dan orangtua. Hasil dari kegiatan PKMS ini adalah didapatkan 1) anak RM dapat mengikuti gerakan Brain gym, 2) terstimulasi short memory anak secara bertahap, 3) Sekolah melaksanakan kegiatan brain gym secara terjadwal dihari kamis. 4) Adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Dengan telah terjadwalnya pelaksanaan Brain gym ini disekolah, maka diharapkan anak RM memiliki peningkatan informasi dalam menerima, mengingat dan belajar. Simpulan terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Keyword: Brain Gym, Retardasi Mental, Short Memory
PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA DENGAN TERAPI ZIKIR Yanti, Lussyefrida; Andari, Fatsiwi Nunik; Novriadi, Dedy; Ferasinta, Ferasinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gangguan dalam kuantitas, kualitas, atau waktu tidur seseorang. Gangguan tidur dapat memengaruhi perkembangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial orang dewasa. Insomnia pada lansia sering terjadi bersamaan dengan penyakit lain yaitu penyakit fisik (hipertiroidisme, gout), penyakit jiwa (depresi, kecemasan) yang membuatnya tidak dapat tidur dengan normal. Lanjut usia atau yang biasa disebut dengan lansia adalah individu yang berada pada tahap akhir siklus kehidupan dengan usia 60 tahun ke atas. Proses penuaan yang terjadi pada lansia melibatkan perubahan kumulatif di dalam tubuh dimana jaringan dan sel tubuh mengalami penurunan kemampuannya untuk berfungsi. Lansia memiliki kapasitas regeneratif yang terbatas dan rentan terhadap berbagai macam penyakit atau sindroma. Salah satu terapi non- farmakologi  yang  dapat  diterapkan  untuk  menurunkan  insomnia  pada lansia  adalah  dengan  terapi  dzikir.  Terapi dzikir merupakan penanganan non-farmakologi yang dapat bermanfaat bagi lansia. Hal ini dikarenakan mekanisme dari terapi dzikir dapat membuat jiwa merasa nyaman dan tenteram  serta tidak memiliki efek samping sehingga insomnia pada lansia dapat diatasi. Kata Kunci : Lansia, insomnia, terapi dzikir
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Latihan Enam Langkah Cara Cuci Tangan Yang Benar Pada Anak SD Negeri No 42 Kabupaten Seluma Andri Kusuma Wijaya; Eva Oktavidiati; Fatsiwi Nunik Andari; M Bagus Andrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan terkait PHBS serta sosialiasi terkait cara cuci tangan yang benar dan pemberian makanan sehat. Proses perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari namanya kesehatan karena ini merupakan hal yang sangat penting. Manusia berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda akan tetapi kesehatan ialah hal yang paling penting dalam proses kehidupan manusia. Manusia yang rentan bermasalah dalam konteks kesehatan ialah kelompok anak usia sekolah. Bentuk pencegahan permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah dengan cara melakukan peningkatan pola hidup sehat dengan melakukan berbagai kegiatan yang mampu menciptakan perilaku hidup sehat pada anak sekolah. PHBS yang dapat diberikan berupa pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan benar, makan makanan dan minuman sehat, tidak meludah sembarangan, tersedia jamban sehat, rutin olah raga, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok diarea sekolah, pemeriksaan berat dan tinggi badan. Hasil kegiatan menunjukkan pemeriksaan berat badan siswa rata-rata kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma adalah 46 kg, sementara rata-rata tinggi badan siswa kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma ialah 138 cm. Hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait pengetahuanya tentang PHBS dan cara cuci tangan yang benar
Identifying the Presence of Anxiety in Heart Failure Patients Nurhayati, Nurhayati; Andari, Fatsiwi Nunik; Fredrika, Larra
Journal Of Nursing Practice Vol. 4 No. 2 (2021): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v4i2.122

Abstract

Background: Heart failure is an emerging disease associated with morbidity and mortality. The prevalence of heart failure is expected to expand largely due to population aging and rising risk factors of heart failure incidence.Purpose: To examine the presence of anxiety and its contributing factors among heart failure patientsMethods: A descriptive cross-sectional study was performed at a cardiovascular outpatient of a public hospital in Indonesia. The Zung Self-rating Anxiety Scale (SAS) was used to determine the anxiety level of respondents.Results: Thirty heart failure outpatients enrolled in this study, 76.7% were male with the mean age of 50.0 years (SD 12.8). Regarding the SAS score, 60% of respondents experienced anxiety. Age, gender, educational level, NYHA classification, comorbidities, and body mass index were associated with the presence of anxiety.Conclusions: This study indicated that coexisting anxiety was found in heart failure patients. The intervention on anxiety which focuses on individuals might be needed to improve health and decrease the anxiety level.