Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

School-based sexual and reproductive health education among adolescents in developing countries Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Nurwati, Ida; Lestari, Anik
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23267

Abstract

The increase in risky sexual behavior among adolescents indicates the need to strengthen sexual and reproductive health. Schools have an essential role, but few studies are related to mapping models of school-based sex and reproductive education for adolescents in developing countries. This scoping review examines school-based sexual and reproductive health education among adolescents in developing countries. A systematic approach was used to search the literature through 5 electronic databases: Science Direct, EBSCO, PubMed, CrossReff, and Proquest. Subsequently, two reviewers conducted a conformity analysis with the inclusion/exclusion criteria, and then the search results that met the requirements were analyzed descriptively. A total of 14 articles met the inclusion criteria. The model of sexual health education in schools comprises digital-based education, peer groups, and comprehensive sex education to improve life skills. Barriers to implementation include culture, traditional norms, organization, commitment, and supporting resources. The supporting factors are student enthusiasm, exciting methods and media, community, and parental support. School-based sexual and reproductive education increases knowledge and attitudes about sexual health. Therefore, there is a need for a comprehensive sexual education model integrated into the school curriculum using attractive media and involving several well-organized stakeholders.
Pemberdayaan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Desa Jetis dalam Inovasi Makanan Berbahan Kelor Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Maryatun; Haryoto; Husein, Fida'
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5277

Abstract

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan anak yang dapat menghambat pencapaian tumbuh kembang anak di tahap selanjutnya. Salah satu upaya cegah dan atasi stunting pada anak adalah memberikan makanan tinggi nutrisi bagi anak, ibu hamil, ibu menyusui dan remaja. Daun kelor adalah bahan makanan yang kaya akan nutrisi yang mampu cegah dan atasi stunting. Dashat adalah salah satu program pemerintah dalam penanganan stunting. Metode pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat (kader Dashat) Desa Jetis dengan tahapan kegiatan meliputi analisis stuasi, sosialisasi dan edukasi, praktik inovasi makanan berbahan kelor dan konservasi lahan dengan tanaman herbal alami (kelor, temulawak, kunyit dan jahe). Hasil pengabdian ini adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader terkait cegah dan atasi stunting menggunakan makanan berbahan kelor, tersedianya resep dan makanan berbahan kelor, serta penanaman tanaman herbal alami di Kawasan Wilayah Tani desa Jetis. Simpulan: kegiatan pemberdayaan kader Dashat ini mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan kader dalam upaya cegah dan atasi stunting menggunakan bahan pangan lokal yakni kelor
INOVASI MAKANAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM FORTIFIKASI MAKANAN PADA BALITA Maryatun, Maryatun; Haryoto, Haryoto; Husain, Fida’; Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Lusia, Eka; Ikhsan, Maulida Nur; Siyama, Anis; Abdul, Rasyid
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.5139

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi 30,8% pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Di Kabupaten Sukoharjo, prevalensi stunting lebih rendah dari rata-rata nasional, namun masih memerlukan perhatian dan aksi segera. Metode: Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Jetis, Kabupaten Sukoharjo, dengan 16 peserta kegiatan yang terdiri dari kader kesehatan posyandu dan ibu penggerak PKK. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik untuk kesehatan anak dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap makanan yang bergizi. Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Jetis, Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai model bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat yang lainnya.
PENGEMBANGAN VIDEO KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI MEDIA EDUKASI SISWA SMP Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.664

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak ke dewasa, dengan berbagai perubahan yang ada. Apabila tidak dikelola dengna baik dapat mengakibatkan munculnya perilaku berisiko pada remaja. Salah satu perilaku berisiko yang muncul adalah perilaku seksual pra nikah yang berdampak bukan hanya pada remaja itu juga pada orang lain, bukan hanya saat ini tetapi juga dampak jangka panjang. Edukasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi menjadi salah satu tindakan pencegahan perilaku beriisko pada remaja tersebut. Pemilihan media video meyang menarik, sederhana dan jelas bermanfaat dalam proses edukasi kesehatan reproduksi siswa SMP. v Metode: Pengembangan media edukasi menggunakan rancangan Research & Development dengan ADDIE model yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi Hasil: Adanya media edukasi berupa video dengan durasi 1 menit 52 detik dengan materi karakteristik remaja (pubertas), pentingnya kesehatan reproduksi dan cara merawat kesehatan reproduksi. Video tersebut terdiri dari animasi gambar, tulisan dan suara. Kesimpulan: Video edukasi kesehatan reproduksi mampu dijadikan media edukasi yang menarik dan dapat digunakan secara daring ataupun luring
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Anemia melalui Penyuluhan di MTS Muhammadiyah 3 Masaran, Sragen, Jawa Tengah Nurrohmah, Anjar; Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Purwantiningsih, Sri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JAMSI - Maret 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1526

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri. Dampak anemia pada remaja adalah gangguan kesehatan, cepat Lelah, dan gangguan konsentrasi belajar. Data Riskesdas (2018) menyebutkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri berada pada 32 %. Data anemia remaja putri di Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen pada tahun 2016 menunjukkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri usia 10-14 tahun sebesar 908 (2,5%) dan usia 15-19 tahun sebesar 1022 (2,7%) dari 35.657 remaja. Pendidikan kesehatan merupakan hal penting untuk merubah perilaku dan kebiasaan makan pada remaja. Siswi kelas 7 menjadi kelompok rentan anemia disebabkan karena haid yang baru dimulai sehingga mereka belum tahu nutrisi yang untuk pencegahan anemia dan belum adanya pengalaman konsumsi tablet tambah darah sebagai suplemen zat besi untuk pencegahan anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk transfer pengetahuan terkait anemia dan pencegahannya pada remaja. Kegiatan diikuti 60 peserta remaja putri kelas 7. Hasil pengambilan data pengetahuan peserta sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar adalah kurang yaitu sebanyak 34 orang (56%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar adalah baik yaitu sebanyak 51 orang (85%). Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan remaja mengenai anemia, yang dapat mendukung program kesehatan nasional.
IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS SEKOLAH DI KABUPATEN SRAGEN Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.224

Abstract

Pubertas yang terjadi pada masa remaja merupakan hal yang natural, akan tetapi jika tidak didasari dengan pengetahuan yang sesuai dapat berdampak negative. Pendidikan seksualitas dan reproduksi di sekolah memiliki sangat efektif diberikan disaat orang tua tidak berperan dalam memberikan pendidikan seksualitas kepada anak. Beberapa upaya pendidikan seksual diberikan kepada remaja di wilayah Kabupaten Sragen, tetapi masih ditemukan adanya perilaku seksual berisiko yang dilakukan remaja. Ekplorasi mengenai kegiatan pendidikan seks di sekolah belum teruraikan secara jelas, padahal ini penting untuk analisis situasi kebutuhan yang diperlukan untuk bisa menyusun program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi mengenai implementasi pendidikan seksual dan reproduksi berbasi sekolah yang telah dilakukan di Kabupaten Sragen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pemegang program kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Sragen. Analisis data kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini sudah adanya program kesehatan remaja di tiap sekolah berupa sosialisasi dan edukasi. Adanya faktor penghambar anggaran, sumber daya manusia dan sarana prasarana. Perlunya program kesehatan reproduksi yang terintegrasi kurikulum dengan melibatkan beberapa pihak.
Evaluasi Respon Pendidikan Seksualitas Komprehensif Berbasis Sekolah Pada Siswa SMP Negeri Di Kabupaten Sragen Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Nurwati, Ida; Lestari, Anik
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i1.125

Abstract

Kurangnya integrasi pendidikan seksual dengan kurikulum pada remaja menjadikan perlunya implementasi pendidikan seksual komprehensif berbasis sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi respon atas pelaksanaan pendidikan seksualitas komprehensif yang diselenggarakan di SMP Negeri Kabupaten Sragen. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan seksualitas komprehensif memberi dampak positif siswa dalam memahami dan menguatkan sikap serta memudahkan guru dalam mengajarkan materi kesehatan seksual reproduksi. Kesimpulan: Pendidikan seksualitas komprehensif efektif dalam meningkatkan pencegahan perilaku seksual berisiko bagi siswa dengan respon positif dari siswa maupun guru.
Program Pemberdayaan Ibu Balita dalam Menyiapkan Menu Makanan Cegah Stunting di Desa Jetis Kabupaten Sukoharjo Utami, Dyah rahmawatie ratna budi; Haryoto, Haryoto; Husain, Fida'; Utomo, Chandra Wahyu; Maryatun, Maryatun; Lusia, Eka; Azzahra, Hanifa Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22285

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi fos permasalahan yang dihadapi di negara berkembang. Penurunan prevalensi stunting tahun 2024 belum sesuai dengna target yang ditetapkan. Pemberian makanan dengan gizi seimbang menjadi intervensi spesifik dalam penanganan stunting dengan melibatkan masyarakat. Mengoptimalkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memberikan makanan gizi seimbang pada balita. Kegiatan ini dilakukan dengan edukasi makanan gizi seimbang dan lomba masak makanan gizi seimbang berbahan utama telur. Adapun tahapan yang dilakukan adalah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sebanyak 20 ibu balita dan 5 kader mengikuti edukasi. Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dan kader sebanyak 61 %. Peningkatan pengetahuan peserta meliputi definisi dan manfaat gizi seimbang, ide kreativitas ibu dalam pengolahan makanan, serta keinginan untuk menerapkan pola makan sehat. Tercipta 4 menu berbahan utama telur dari 4 kelompok dengan memadukan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Adanya variasi bahan makanan yang dipilih peserta, pengolahan dan penyajiannya. Kegiatan pemberdayaan ibu melalui edukasi dan lomba memasak mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang gizi seimbang sebagai upaya cegah stunting pada balita. Kata Kunci: Pemberdayaan, Ibu, Gizi Seimbang, Stunting  ABSTRACT Stunting remains a problem faced in developing countries. The reduction in stunting prevalence by 2024 has not met the established target. Providing balanced nutrition is a specific intervention in handling stunting by involving the community. To improve mothers' knowledge and skills in providing balanced nutrition to toddlers. Research Method: This activity was carried out through education on balanced nutrition and a cooking competition using eggs as the main ingredient. The stages carried out were preparation, implementation, and evaluation. A total of 20 mothers of toddlers and 5 cadres participated in the education. There was an average increase in the knowledge score of mothers and cadres by 61%. The increase in participants' knowledge included balanced nutrition, creativity in food processing, and awareness of implementing a healthy diet. 4 egg-based menus were created from 4 groups by combining carbohydrates, proteins, vitamins, and minerals. There was a variety of food ingredients chosen by participants, their processing, and presentation. Conclusion: Mother empowerment activities through education and cooking competitions were able to improve mothers' knowledge and skills regarding balanced nutrition as an effort to prevent stunting in toddlers. Keywords: Empowerement, Mother, Balanced Nutrition, Stunting
HUBUNGAN RIWAYAT KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DI DESA PARE KECAMATAN MONDOKAN SRAGEN Fansiska, Tia; Imamah, Ida Nur; Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/m78q7g55

Abstract

Stunting menjadi salah satu masalah gizi utama di dunia dengan jumlah balita terdampak mencapai 149,2 juta atau sebesar 22%. Indonesia menempati urutan kedua kasus stunting tertinggi di Asia Tenggara, dengan prevalensi sebesar 31,8%. Pada tahun 2023 angka stunting nasional masih tergolong tinggi sebesar 21,5% melebihi target pemerintah yaitu sebesar 14%. Jawa Tengah termasuk provinsi prioritas penanggulangan stunting dengan prevalensi sebesar 20,7%. Kabupaten Sragen mencatat angka stunting sebesar 11,6% pada akhir tahun 2024. Kecamatan Mondokan menjadi lokus stunting dengan jumlah balita stunting tertinggi yaitu sebanyak 373 kasus. Untuk mengetahui hubungan riwayat kunjungan antenatal care (ANC) dengan angka kejadian stunting  di Desa Pare. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 78 ibu yang memiliki balita dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan antara riwayat kunjungan antenatal care (ANC) dengan angka kejadian stunting dibuktikan dengan nilai p value = 0,001. Riwayat kunjungan antenatal care (ANC) ibu yang tidak sesuai standar berhubungan dengan resiko peningkatan angka kejadian stunting pada balita. Upaya peningkatan kesadaran ibu hamil untuk melakukan ANC secara rutin sesuai standar sangat penting dalam pencegahan stunting sejak dini
THE EFFECT OF ONE EGG A DAY PROGRAM ON WEIGHT WITH STUNTING IN JETIS VILLAGE Utami, Dyah Rahmawatie Ratna Budi; Haryoto; Husain, Fida; Utomo, Chandra Wisnu; Utomo, Maryatun
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fnc5x356

Abstract

Background: The nutritional status of toddlers is an important indicator of public health. Malnutrition during infancy can impact growth, cognitive development, and the risk of chronic disease in the future. Eggs are a source of high-quality animal protein and have the potential to be a simple intervention to improve the nutritional status of toddlers. Objective: To determine the effect of the 1-egg-a-day program for 1 month on the weight of stunted toddlers. Methods: A quasi-experimental study with a pre-test, post-test, and control group design was conducted on 18 toddlers aged 6–59 months in Jetis Village. The intervention group was given 1 boiled egg daily for 30 days, while the control group received no intervention. Weight was measured using a calibrated scale. Data analysis used a paired t-test due to the normally distributed data. Results: The average weight gain of toddlers was 0.3 kg with a p-value of 0.0001. The highest increase was 0.8 kg. Conclusion: The 1-egg-a-day program for 1 month had a significant effect on weight gain of toddlers in Jetis Village.