Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Relationship Between Complementary Foods and Family Income on Stunting in Toddlers Hukom, Evi Hudriyah; Hutomo, Wahyuni Maria Prasetyo; Prakoso, Resa Juli
An Idea Health Journal Vol 3 No 01 (2023): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v3i01.142

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive that occurs in toddlers, one of the causes of which is chronic malnutrition. This condition can be seen from the height of the child who is shorter than children in the same age. The incidence of stunting in the world reaches 149 million toddler and based on the survey of Indonesia Nutrition Status (SSGI) 2021 in Indonesia in 2019 it reached 27.7%, in West Papua in 2019 it was 24.6% and in Sorong it reached 1026 toddler. The purpose of this study was to determine the relationship between complementary feeding and family income to the incidence of stunting in the working area of ??the East Sorong Public Health Center, Sorong City. This study used a cross sectional approach. The sample of this study were 77 toddlers aged 24-60 months with sampling using purposive sampling technique. Data analysis using Chi-Square test. The results showed that the history of complementary feeding had a relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.017) but family income did not have a relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.802).
Pengetahuan tentang HIV berhubungan dengan Ketertarikan Mengikuti Voluntary Counselling and Testing pada Pasangan Usia Subur: Penelitian Observasional Hutomo, Wahyuni Maria Prasetyo; Pramukti, Iqbal; Sari, Sheizi Prista
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1116

Abstract

Every year there are 5,100 new Human Immunodeficiency Virus (HIV) infections among housewives, 33% of whom are infected by their partners who engage in risky sexual behavior. Therefore, utilization of HIV screening through voluntary counselling and testing (VCT) services is important especially for those with high risk. This study was conducted to determine the relationship between knowledge of couples of childbearing age in Garut Regency, especially in Ciwalen Village with interest in participating in HIV screening through VCT. This study is a quantitative study with a cross sectional approach. Data collection was carried out on May 2-June 2, 2023 and was located in one of the Ciwalen Villages in Garut Regency, West Java. The study population was one of the couples of childbearing age who lived permanently in one of the villages in Garut Regency with purposive sampling technique totaling 121 married men or women of childbearing age. Data collection was conducted using a questionnaire that included information on respondent characteristics, questions related to interest in attending VCT combined with the HIV-KQ-18 questionnaire to assess respondents' knowledge about HIV/AIDS. Data were collected using a questionnaire that included information on respondents' characteristics, questions related to interest in attending VCT combined with the HIV-KQ-18 questionnaire to assess respondents' knowledge about HIV/AIDS. Data were analyzed using SPSS software (Version 21), frequency distribution analysis and chi-square test. The results showed that the majority of couples of childbearing age (78 people, 64.5%) had poor knowledge about HIV/AIDS and only a few (26.4%) of them were interested in following HIV screening through VCT. Interest in VCT was more prevalent among couples of childbearing age who had good knowledge about HIV/AIDS (P < 0.05). To increase the interest of couples of childbearing age in HIV screening, efforts should be made to increase their knowledge about HIV/AIDS.
Integrasi Kesehatan Melalui Peningkatan Kemandirian Kader Kampung Malawor Distrik Makbon Kabupaten Sorong Rahman, Irfandi; F Ratulohoren, Julya; Prasetyo Hutomo, Wahyuni Maria; Ruhukail, Prisilya Prety; ahmadi, Imam; Sikowai, Irtan Henderika; Sikowai, Yuliana Papuani; Nasedum, Ivana Ribka
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i1.2

Abstract

Kampung Malawor berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam survei awal menggambarkan kondisi kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Kampung Malawor telah memiliki Kader yang sudah mendapatkan pelatihan, namun dari sisi kuantitas, pelatihan yang dilakukan masih belum cukup untuk bisa mengetahui kualitas dan kompetensi dari Kader Kesehatan itu sendiri. Tujuan integritas kesehatan melalui peningkatan kemendirian kader kampung malawor. Metode Pemberdayaan yaitu dilaksanakan secara penuh dilapangan dengan memerhatikan dan mengacu pada protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19, metode pelaksanaan yaitu: menyusul jadwal kegiatan, ceramah, tanyajawab, Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), pemeriksaan fisik dan Evaluasi akhir serta menggunakan LFA untuk megevaluasi keberasilan. Hasil program yang telah dilakukan pada bulan November sampai Desember pada 10 Ibu-ibu Kader Kesehatan sudah memahami edukasi dan pelatihan Pelatihan P3K, pemeriksaan fisik dan senam sehat. Kesimpulan para ibu kader kampung Malawor bisa mandiri khususnya dibidang kesehatan. Saran diharapkan ibu Kader sudah mengikuti pelatihan kesehatan, serta kelanjutannya kampung Malawor menjadi binaan STIKES Papua.
Socioeconomic Factors and Its Correlation with Nutritional Status in Toddlers: A Study in Papua Anita Ratna Etnis; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Hansen Maikel Su; Irfandi Rahman; Endofita Kolong
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v2i2.49

Abstract

Nutritional status in toddlers is a critical indicator of overall well-being and long-term health outcomes. Malnutrition among children is persistent and continues to be an alarming burden, often linked to socioeconomic factors in Papua. This study aims to analyze the relationship between socioeconomics and the nutritional health of toddlers. This cross-sectional study involved 300 toddlers aged 1–5 years from working areas at the Primary Health Center (PHC) Remu, Sorong City, Papua. We collected data by conducting structured interviews with the mothers and measuring the anthropometric traits of the toddlers. Socioeconomics was assessed through family income, maternal education, and access to healthcare. We measured nutritional status using WHO standards for weight-for-age (underweight), height-for-age (stunting), and weight-for-height (wasting). We implemented the Pearson and Spearman correlation tests for data analysis. The results indicated family income (p < 0.05), maternal education (p < 0.05), and access to healthcare (p < 0.05) were significantly correlated with nutritional status. This study highlights the significant influence of socioeconomic status on the nutritional status of toddlers in Papua. Toddlers from families with higher income, better maternal education, and enhanced accessibility to healthcare had better nutritional outcomes, with lower rates of stunting, wasting, and underweight. These findings suggest the need for targeted interventions aimed at improving socioeconomic conditions and enhancing access to nutritional and healthcare services in Papua, particularly in rural and remote areas, to reduce malnutrition and promote better health outcomes for children.
HUBUNGAN PERILAKU DAN KETEPATAN PENGGUNAAN KELAMBU BERINSEKTISIDA DENGAN KEJADIAN MALARIA Rahman, Irfandi; Maria Prasetyo Hutomo, Wahyuni; Sasrianto, Dwi; Fabanyo, Rizqi Alvian
Nursing Arts Vol. 17 No. 2 (2023): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi wabah, hal tersebut tertuang dalam Permenkes No 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dan ketepatan penggunaan kelambu berinsektisida dengan kejadian malaria di Puskesmas Fak-Fak Tengah. Kasus malaria terbanyak di Puskesmas Fak-Fak Tengah tahun 2020 adalah sebanyak 82 kasus. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berobat ke Puskesmas Fak-Fak Tengah dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif malaria dan keluarga pasien di tempat tinggal pasien pada bulan Juli- Agustus tahun 2021 yang berjumlah 85 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling. Hasil penelitian dengan uji chi sqare diperoleh nilai P=0,0000 (perilaku), P=0,02 (Ketepatan Penggunaan Kelambu Berinteksida), karena niai ρ-value = <0,05 maka Ha diterima, berarti ada hubungan perilaku dan ketepatan penggunaan kelambu berinsektisida dengan kejadian malaria. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan perilaku dan ketepatan penggunaan kelambu berinsektisida dengan kejadian malaria. Disarankan kepada Puskesmas Fak-Fak Tengah agar melakukan pencegahan malaria dengan meningkatkan penyuluhan tentang penyakit malaria seperti penyebab, tanda dan gejala, cara penularan serta cara pencegahan di rumah.
Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia Tiga Tahun Maria Prasetyo Hutomo, Wahyuni; Rahman, Irfandi; Idris, Irma; Ohoiner, Astriani
Nursing Arts Vol. 18 No. 1 (2024): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah gizi balita masih menjadi isu utama kesehatan di Indonesia. Penelitian secara konsisten menunjukkan perbedaan gender dalam kekurangan gizi bayi, dengan bayi perempuan lebih cenderung menderita malnutrisi dari pada laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan jenis kelamin dengan status Gizi pada bayi usia tiga tahun di Puskesmas Malawai Kota sorong. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian berjumlah 77 sampel yang dipilih menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis uji Chi- Square diperoleh p-value 0.028 (<0.05) artinya ada hubungan jenis kelamin dengan status Gizi pada bayi usia tiga tahun di Puskesmas Malawai Kota sorong. Simpulan jenis kelamin memiliki hubungan dengan status Gizi pada bayi usia tiga tahun. pada penelitian ini menemukan Gizi baik pada bayi tiga tahun dengan jenis kelamin laki-laki memiliki status gizi yang lebih Normal dibandingkan dengan bayi tiga tahun dengan jenis kelamin perempuan cenderung memiliki status gizi sangat kurang. Saran orang tua harus membantu bayi satu sampai tiga tahun, masa emas pertumbuhan mereka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka
Analysis Of Determinants Of Sources Of Information And Knowledge About HIV/AIDS Among Adolescents : Analysis Of Determinants Of Sources Of Information And Knowledge About HIV/AIDS Among Adolescents Maria Prasetyo Hutomo, Wahyuni; Pangaribuan, Sariana; Rahman, Irfandi; Etnis, Baktianita Ratna; Manas, Lusi Priskila
Nursing Arts Vol. 18 No. 2 (2024): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v18i2.62

Abstract

Data Kementerian Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan peningkatan signifikan kasus HIV pada remaja usia 15-24 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan sumber informasi dan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja di SMK Negeri 3 Sorong. Metode penelitian yang digunakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 85 dengan metode simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukan sumber informasi tentang HIV/AIDS lebih banyak melalui media sosial dengan pengetahuan tentang HIV/AIDS cenderung cukup (31.8%) dan baik (3.5%). Terdapat (25.9%) remaja juga mendapatkan sumber informasi dari internet dan menunjukan pengetahuan cukup (16.5%). Terdapat (14.1%) remaja yang juga mendapatkan informasi dari teman sebaya dengan pengetahuan cukup (8.2%) dan baik (2.4%) dibandingkan dengan sumber informasi dari Orang Tua, TV dan radio cenderung rendah. Dapat disimpulkan bahwa remaja mengakses informasi tentang HIV/AIDS lebih banyak melalui media sosial, internet, dibandingkan dengan sumber informasi dari teman sebaya, Orang Tua, TV dan radio yang cenderung rendah
HUBUNGAN FAMILY SUPPORT DENGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI ARV PADA ODHA Hutomo, Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Rahman, Irfandi; Etnis, Baktianita Ratna Etnis
Nursing Arts Vol. 17 No. 1 (2023): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People Live With HIV/AIDS (PLWHA) based on study in Malanu Public Health Center known that there are still around 20.2% of PLWHA who are actively taking ARV therapy while the rest of PLWHA are no longer actively taking ARV therapy. The purpose of this research to determine the relationship between family support and adherence to taking ARV in PLWHA at the Malanu Public Health Center. Method uses quantitative research with cross sectional approach. The research sample found 36 respondents of PLWHA who were recorded at the Malanu Public Health Center. The sampling technique used is accidental sampling. The research instrument used is a questionnaire and the statistical test used is the chi square test. The results of this study indicate that there is a correlation between family support and adherence to taking ARV in PLWHA at the Malanu Health Center in Sorong City with p-value of 0.000
Edukasi dan Pendidikan Kesehatan Pengetahuan Remaja tentang Pencegahaan HIV/AIDS pada Remaja Sma Quba Kota Sorong Hutomo, Wahyuni Maria Prasetyo; Rahman, Irfandi; Hukom, Evi Hudriyah; Etnis, Baktianita Ratna; Amalia, Anisa
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.5659

Abstract

Secara dunia HIV/AIDS menjadi masalah utama terdapat sekitar 39,9 juta tertular, diantaranya 1,4 juta anak usia 0-14 tahun. Indonesia pada tahun 2024 yang berada usia dibawah 15 tahun berjumlah 16.692 HIV/AIDS. Tingginya kasus HIV/AIDS pada remaja masih menjadi masalah serius. Kurangnya pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS dapat mempengaruhi langkah-langkah pencegahan terhadap HIV/AIDS. Ini menunjukkan bahwa masa transisi dari anak-anak ke remaja adalah masa krisis yang jika tidak dipandu dapat menyebabkan perilaku berisiko. Tujuan edukasi dan pendidikan kesehatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahaan HIV/AIDS. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Quba Kota Sorong, dengan jumlah 12 anak remaja di kelas 10 dan menggunakan metode pre dan post. Tahapan prosedur edukasi dan pendidikan kesehatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sebelum dilakukan edukasi dan penyuluhan ditemukan sebagian besar pengetahuan pencegahan HIV/AIDS kurang 66.7 dan setelah dilakukan edukasi dan penyuluhan kesehatan tentang pangetahuan pencegahan HIV/AIDS ada peningkatan 100.0%. Pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS akan menentukan sikap yang benar dalam pencegahan, karena peningkatan pengetahuan dapat menjadi pilar utama dalam pencegahan HIV/AIDS, salah satunya adalah memberikan edukasi tentang HIV/AIDS.
Analisis Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Diabetes Melitus Berdasarkan Tahap Perkembangan Dan Jenis Kelamin Maria Prasetyo Hutomo, Wahyuni; Simon, Merlis; Rahman, Irfandi; Kemo, Rosalona
Nursing Arts Vol. 19 No. 1 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i1.103

Abstract

Pada 2019, kasus Diabetes Mellitus (DM) tercatat sebanyak 463 juta, turun menjadi 424,9 juta pada 2020, lalu meningkat menjadi 537 juta pada 2021 dan 830 juta pada 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengetahuan remaja tentang pencegahan DM berdasarkan tahap perkembangan dan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan 86 responden dari total populasi 344, menggunakan teknik quota sampling. Instrumen berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji frekuensi. Hasil menunjukkan remaja tahap tengah mendominasi (94,2%) dengan 94,8% memiliki pengetahuan baik. Remaja awal (2,3%) memiliki pengetahuan seimbang, dan remaja akhir (3,5%) seluruhnya berpengetahuan baik. Responden laki-laki (54,7%) didominasi pengetahuan kurang (66,7%), sedangkan perempuan (45,3%) lebih banyak memiliki pengetahuan baik (46,8%). Secara keseluruhan, 89,5% responden berpengetahuan baik dan 10,5% kurang. Simpulan: Remaja tahap tengah memiliki pengetahuan tertinggi, dan perempuan lebih memahami pencegahan DM dibanding laki-laki.