Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DETERMINAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 KECAMATAN WOYLA  BARAT KABUPATEN ACEH BARAT Putri Dewi; Nizan Mauyah; Fitriani Fitriani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri sering mengalami gangguan siklus menstruasi seperti siklus tidak teratur, nyeri, dan perdarahan abnormal. WHO mencatat 75% remaja putri mengalaminya, yang berkaitan dengan status gizi dan anemia. Di Aceh Barat, 34% remaja mengalami anemia dan 14% bergizi kurang. Data awal di SMPN 1 Woyla Barat menunjukkan sebagian besar siswi mengalami siklus menstruasi tidak teratur, yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup di masa depan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui determinan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Woyla Barat, Aceh Barat, pada tahun 2025. Metode penelitian: Desain yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 siswi kelas delapan. Hasil penelitian: Tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 1,000 (p>0,05). Ada hubungan anemia dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 0,000 (p<0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Namun, ada hubungan anemia dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat. Saran: Penting bagi pihak sekolah dan orang tua untuk melakukan pemantauan kesehatan reproduksi remaja, termasuk siklus haid dan status gizi, guna mendeteksi dan menangani masalah kesehatan secara dini.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP BANGUNAN RUKO TANPA IZIN OLEH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DI KOTA BUKITTINGGI Dewi, Putri; Chofa, Fery; Farda, Nessa Fajriyana
PALAR (Pakuan Law review) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10, Nomor 3 July-September 2024
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/palar.v10i3.10579

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terhadap Bangunan Ruko Tanpa Izin di Kota Bukittinggi. Bukittinggi merupakan salah satu kota wisata di Sumatera Barat yang mengalami pertumbuhan yang cepat dan tampaknya pertumbuhan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan perumahan, kantor, pertokoan, tempat pendidikan dan bangunan lainnya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai penegakan hukum di bidang perizinan, yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bukittinggi, dalam menciptakan tatanan kota yang kondusif serta menjamin keadilan dan kepastian hukum terhadap perlindungan hukum bagi masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, penegakan hukum terhadap bangunan ruko tanpa izin oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bukittinggi belum efektif karena masih banyak masyarakat yang mengabaikan peraturan yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah. Ketidakpedulian masyarakat terhadap peraturan tentang perizinan bangunan gedung ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah kuatnya peranan adat, sehingga beberapa masyarakat beranggapan jika tanah itu punya kumpulan pasukuannya maka tidak butuh izin dari pemerintah atau negara untuk mengelola tanah tersebut. Katakunci: Penegakan Hukum, Dinas Pekerjaan Umum, Bangunan Tanpa Izin. Abstract This research aims to determine the law enforcement carried out by the public works and spatial planning departement against shophouse buildings without permits in Bukittinggi city. Bukittinggi is one of the tourist cities in West Sumatra which is experiencing rapid growth and it seems that this growth will countinue in the increasing need for housing, offices, shops, educational places and other buildings. The problem in this research is regarding law enforcement in the licensing sector, which is carried out by the Bukittinggi city public works and spatial planning service, in creating a conducive city order and ensuring justice and legal certainty regarding legal protection for the community. This research is a descriptive in nature, using an empirical juridical approach. Data collection techniques are interviews and literature study. Based on research results, law enforcement against shophouse buildings without permits by the public works and spatial planning agency of Bukittinggi city has not been effective because there are still many people who ignore the regulations that have been made and determined by the goverment. The community’s indifference to the regulations regarding building permits is influenced by several things, including the strong role of custom, so that some people think that if the land has its own tribal group then there is no need for permission from the goverment or state to manage the land. Keywords: Law Enforcement, Public Works Agency, Ilegal Buildings.
Self efficacy with decision making students of the Islamic psychology study program Uin Raden Fatah Palembang Dewi, Putri
Acta Psychologia Vol. 2 No. 1 (2023): April: Psychology and Health
Publisher : PELNUS | Pen en Light for Natural Union of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses "Self efficacy with decision making of students of the Islamic Psychology Study Program at UIN Raden Fatah Palembang Class of 2017". The research subjects totaled 106 students of class 2017 majoring in Islamic Psychology, Faculty of Psychology UIN Raden Fatah Palembang. the data collection method used is a psychological scale using a Likert scale, namely the self-efficacy scale with a decision-making scale. The Self-efficacy scale consists of 40 items (0.898) while the decision-making scale consists of 35 items (0.920). The data analysis method used to test the hypothesis is Product Moment analysis. All calculations were performed with the help of the SPSS (Statistical Program for Social Scient) version 20 for windows. Based on the results of statistical calculations that have been carried out, it shows that there is a significant relationship between self-efficacy and decision making for students of the Islamic Psychology study program at UIN Raden Fatah Palembang class of 2017. The results of this study are evidenced by the correlation coefficient value which shows the number 0.562 with a sig. 0.000 where p < 0.01, so from these results it can be seen that there is a very significant relationship between self-efficacy and decision making in students of the Islamic Psychology study program at UIN Raden Fatah Palembang class of 2017.
Efektivitas Program Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua tentang Perawatan Luka Pasca Sirkumsisi Di Kelurahan Kedaton Fitri Afdhal; Nurilaini Nurilaini; Yopania Putri; Rahma Dita; Ni Kadek Sunita Saputri; Resti Marsila; Nurul Fitri; Putri Dewi; Shelvy Andela; Patricia Octavianus; Rika Dwi Saputri; Qori Agusti; Irwansyah Irwansyah
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i2.1298

Abstract

Circumcision is a common surgical procedure in male children that requires proper wound care to prevent complications such as infection and bleeding. Parental knowledge plays an important role in ensuring optimal healing. Preliminary observations in Kedaton Village indicated limited community understanding of post-circumcision wound care. This program aimed to improve knowledge through health education and free wound examinations. The intervention was conducted on February 12, 2026, involving more than 30 participants, using lectures, discussions, demonstrations, and educational posters. The results showed improved participant understanding of proper wound care techniques, early signs of infection, and the importance of regular monitoring. This health education program proved effective in increasing knowledge and has the potential to reduce post-circumcision complications.