Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN TENAGA KESEHATAN TENTANG EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DI PUSKESMAS BANTIMURUNG Febriza, Ami
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.58240

Abstract

Early warning system merupakan suatu proses pendeteksian dini terhadap pasien sebelum terjadinya kondisi kegawatdaruratan. Puskesmas Bantimurung memiliki fasilitas instalansi gawat darurat yang tenaga kesehatannya sering melaksanakan pelatihan EWS. Perawat yang memiliki pengetahuan yang baik serta sikap yang positif dapat dengan mudah menerapkan keterampilan tentang EWS sehingga mengurangi lama perawatan pasien. Untuk diketahuinya gambaran pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat tentang Early Warning System di Puskesmas Bantimurung. Kegiatan pengabdian ini ini menggunakan metode pengambilan sampel total sampling yaitu jumlah sampel yang digunakan adalah total dari seluruh populasi yang ada. Dari total 74 sampel, untuk tingkat pengetahuan didapatkan 46 responden memiliki pengetahuan yang cukup, 18 responden memiliki pengetahuan kurang dan 10 responden memiliki pengetahuan baik. Untuk sikap 73 responden memiliki sikap yang negatif dan 1 responden dengan sikap yang positif tentang EWS, sedangkan untuk keterampilan 71 responden memiliki keterampilan yang baik, 2 responden memiliki keterampilan cukup, dan 1 responden memiliki keterampilan kurang tentang Early Warning System yang dilakukan berupa dokumentasi dan observasi sesuai dengan jumlah nilai skoring pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema edukasi tentang early warning system bagi tenaga kesehatan, kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan pengetahuan bagi para tenaga kesehatan tentang cara cepat dan tanggap dalam menangani kejadian gawat darurat.
EDUKASI DETEKSI NEUROPATI DAN PEMERIKSAAN KESEHARAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS TABARINGAN KOTA MAKASSAR Febriza, Ami
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i4.49380

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang menyerang berbagai organ tubuh dan dapat mengakibatkan komplikasi. Neuropati atau kerusakan saraf perifer merupakan komplikasi mikrovaskular yang dapat dicegah dan dideteksi lebih dini. Skrining untuk gejala dan tanda-tanda neuropati diabetes penting dalam praktek klinis, karena dapat mendeteksi tahap awal neuropati, yang memungkinkan dilakukannya intervensi awal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Tabaringan melalui tiga tahapan, yaitu (1) Fokus Group Diskusi, (2) kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi pasien Diabetes Mellitus (DM) dan (3) pengukuran pengetahuan para peserta tentang penyakit Diabetes Mellitus dengan menggunakan kuisoner. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 15 pasien DM dan beberapa tenaga kesehatan di Puskesmas Tabaringan. Hasilnya, sebagian besar pasien hanya memiliki pengetahuan yang cukup terkait Neuropati pada Penyakit Diabetes Mellitus (86.7%). Kegiatan pengabdian masyarakat bertema edukasi neuropati dan pemeriksaan kesehatan bagi pasien Diabetes Mellitus merupakan upaya dalam meningkatkan pengetahuan bagi para penderita DM tentang gejala dan cara mendeteksi dini neuropati.
The Relations Between Diabetes Mellitus Type 2 on The Incidence Cataract in Balai Kesehatan Mata Makassar in 2016 Amaliah, A. Nurul; Febriza, Ami
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.011 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.6.1.2019.99-106

Abstract

The aim of this research was to know about the correlation between cataract occurance with Diabetes Mellitus. This research was performed in Medical Record Departement of Balai Kesehatan Mata Masyarakat Makassar using medical record on the period of January 2016 to October 2016 with case control design, consist of 74 subjects which were divided into cataract as case, consist of 37 subjects and without cataract as control, consist of 37 subjects. Data of diabetes mellitus history were collected from patient medical record and analyzed by Chi Square with the significance’s degree was p<0.05. The result showed moderate correlation between cataract occurance and diabetes mellitus (p=0.002) with Odds Ratio (OR) 4,563 (IC :1,683 – 12,371)
OPTIMALISASI PERAN PEMBIMBING SKRIPSI MELALUI COACHING DI PRODI PENDIDIKAN DOKTER Ami Febriza; Juliani Ibrahim
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2674

Abstract

Penyusunan skripsi merupakan tugas akhir yang wajib dipenuhi oleh sebelum memperoleh gelar sarjana. Pelaksanaan proses penyunan skripsi menjadi sangat kompleks yang diwarnai oleh beberapa kendala dalam prosesnya. Hal yang paling krusial adalah peran pembimbing dalam membimbing mahasiswa sehingga mampu menghasilkan suatu karya ilmiah yang berkualitas. Kegiatan coaching ini dilakukan pada hari Senin 13 Juni 2022 secara hybrid dengan daring via zoom meeting dan tatap muka di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar. Peserta pelatihan berjumlah 35 orang dosen pembimbing skripsi. Kegiatan ini melibatkan 2 orang narasumber yang memberikan topik tentang metodologi penelitian, literature searching dan cara publikasi karya ilmiah bersama antara dosen dan mahasiswa. Setelah kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dosen pembimbing skripsi sehingga diharapkan mampu mengoptimalkan proses pembimbingan skripsi bagi mahasiswa sehinga dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN TENAGA KESEHATAN TENTANG EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DI PUSKESMAS BANTIMURUNG Febriza, Ami
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.58240

Abstract

Early warning system merupakan suatu proses pendeteksian dini terhadap pasien sebelum terjadinya kondisi kegawatdaruratan. Puskesmas Bantimurung memiliki fasilitas instalansi gawat darurat yang tenaga kesehatannya sering melaksanakan pelatihan EWS. Perawat yang memiliki pengetahuan yang baik serta sikap yang positif dapat dengan mudah menerapkan keterampilan tentang EWS sehingga mengurangi lama perawatan pasien. Untuk diketahuinya gambaran pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat tentang Early Warning System di Puskesmas Bantimurung. Kegiatan pengabdian ini ini menggunakan metode pengambilan sampel total sampling yaitu jumlah sampel yang digunakan adalah total dari seluruh populasi yang ada. Dari total 74 sampel, untuk tingkat pengetahuan didapatkan 46 responden memiliki pengetahuan yang cukup, 18 responden memiliki pengetahuan kurang dan 10 responden memiliki pengetahuan baik. Untuk sikap 73 responden memiliki sikap yang negatif dan 1 responden dengan sikap yang positif tentang EWS, sedangkan untuk keterampilan 71 responden memiliki keterampilan yang baik, 2 responden memiliki keterampilan cukup, dan 1 responden memiliki keterampilan kurang tentang Early Warning System yang dilakukan berupa dokumentasi dan observasi sesuai dengan jumlah nilai skoring pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema edukasi tentang early warning system bagi tenaga kesehatan, kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan pengetahuan bagi para tenaga kesehatan tentang cara cepat dan tanggap dalam menangani kejadian gawat darurat.
Upaya Peningkatan Kesehatan melalui Edukasi Makanan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan para Siswa dan Guru di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Kota Makassar Febriza, Ami; Nurmila, Nurmila; Mappanyompa, Fatimah; Nelly, Nelly; Fatikasari, Cicilia Wianda; Herman, Mu’adzah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1309

Abstract

Edukasi kesehatan mengenai gizi seimbang sangat penting, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian menunjukkan bahwa status gizi yang baik berkontribusi terhadap prestasi belajar yang optimal. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, melalui tiga tahapan yaitu (1) Fokus Group Diskusi, (2) kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan) dan (3) pendampingan makan siang dengan menu makanan bergizi. Temuan kegiatan ini, Hasil temuan ini menunjukkan proporsi signifikan responden (31%) dari 71 orang yang masuk ke dalam kategori berat badan kurang, yang mungkin menunjukkan kekurangan gizi atau asupan makanan yang tidak memadai di antara kelompok ini. Hal ini menunjukkan perlunya pendidikan dan dukungan nutrisi untuk memastikan asupan diet yang memadai, terutama di antara mereka yang berisiko kekurangan gizi.
Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Hipertensi serta Diabetes Melitus pada Lansia Dusun Baruga, Kabupaten Maros melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Febriza, Ami; Nurmila, Nurmila; Sahabuddin, Rosdiana; Ibrahim, Juliani; Faidah, Nur; Khairunnisa, Khairunnisa; Anurogo, Dito; Mappanyompa, Fatimah; Nelly, Nelly; Syahrir, Andi Karlina; Fitria, Anni; Samsani, Samsani; Bahjah, Dzata
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1935

Abstract

The prevalence of hypertension and diabetes mellitus (DM) among the elderly is steadily increasing, particularly in rural areas with limited access to healthcare services. This community-based activity aimed to enhance awareness, knowledge, and self-management skills among elderly residents of Dusun Baruga, Maros Regency, for early detection of hypertension and DM through integrated health education and screening. Methods included educational seminars, health screening using Easy Touch GCU (blood pressure, random blood sugar, cholesterol, uric acid), and waist circumference measurement. Results indicated a high prevalence of hypertension (43%), prediabetes (26%), borderline cholesterol levels (28%), high uric acid (17%), and abdominal obesity risk (70%). In conclusion, culturally-tailored educational interventions combined with routine health screenings effectively improved elderly awareness and self-detection skills for hypertension and DM, with potential applicability to similar community settings.ABSTRAKPrevalensi hipertensi dan diabetes melitus (DM) pada lansia terus meningkat, khususnya di wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan mandiri lansia Dusun Baruga, Kabupaten Maros dalam mendeteksi dini hipertensi dan DM melalui edukasi dan skrining kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, seminar edukasi, pemeriksaan kesehatan menggunakan Easy Touch GCU (tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat), serta pengukuran lingkar pinggang. Hasil pemeriksaan menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 43%, prediabetes 26%, kolesterol borderline 28%, asam urat tinggi 17%, serta risiko obesitas abdominal 70%. Kesimpulannya, intervensi edukasi yang disesuaikan dengan kondisi sosial-budaya lokal serta skrining rutin efektif meningkatkan kesadaran dan kemampuan deteksi dini lansia terhadap hipertensi dan DM, dengan potensi untuk diaplikasikan pada komunitas serupa lainnya.
Phytochemical Screening and Antibacterial Activity of Jackfruit Seed Extract (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Against Salmonella typhi In Vitro Febriza, Ami; Amalia Kartika, Salwa; Asdar
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v10i3.400

Abstract

Salmonella typhi infection remains a public health concern, necessitating natural treatment alternatives. This study aimed to evaluate the antibacterial activity and identify the active compounds of jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lamk) ethanol extract against S. typhi in vitro. Antibacterial activity was tested using the well diffusion method at extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, with chloramphenicol and 10% DMSO as positive and negative controls. All extract concentrations produced significant inhibition zones (mean: 19.83 mm to 31.42 mm; p<0.05). Phytochemical screening revealed flavonoids, alkaloids, steroids, and saponins as the active compounds. Antibacterial efficacy increased with concentration and was comparable to chloramphenicol (mean: 33.49 mm). These results indicate that jackfruit seed extract holds promise as a natural antibacterial agent against S. typhi.
EDUKASI DETEKSI NEUROPATI DAN PEMERIKSAAN KESEHARAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS TABARINGAN KOTA MAKASSAR Febriza, Ami
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i4.49380

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang menyerang berbagai organ tubuh dan dapat mengakibatkan komplikasi. Neuropati atau kerusakan saraf perifer merupakan komplikasi mikrovaskular yang dapat dicegah dan dideteksi lebih dini. Skrining untuk gejala dan tanda-tanda neuropati diabetes penting dalam praktek klinis, karena dapat mendeteksi tahap awal neuropati, yang memungkinkan dilakukannya intervensi awal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Tabaringan melalui tiga tahapan, yaitu (1) Fokus Group Diskusi, (2) kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi pasien Diabetes Mellitus (DM) dan (3) pengukuran pengetahuan para peserta tentang penyakit Diabetes Mellitus dengan menggunakan kuisoner. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 15 pasien DM dan beberapa tenaga kesehatan di Puskesmas Tabaringan. Hasilnya, sebagian besar pasien hanya memiliki pengetahuan yang cukup terkait Neuropati pada Penyakit Diabetes Mellitus (86.7%). Kegiatan pengabdian masyarakat bertema edukasi neuropati dan pemeriksaan kesehatan bagi pasien Diabetes Mellitus merupakan upaya dalam meningkatkan pengetahuan bagi para penderita DM tentang gejala dan cara mendeteksi dini neuropati.
The Correlation of Community Knowledge Level of Makassar Citizens About Covid-19 and Compliance with The Use of Mask Sahabuddin, Rosdiana; Ananta, M. Muhlis; Kusuma Hapsari, Bramantyas; Febriza, Ami
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.314 KB)

Abstract

Acute Respiratory Syndrome caused by a virus that is a subtype of the SARS-CoV virus is called Covid-19 (SARS-CoV-2). This virus targets the respiratory system and results in COVID-19, an illness (Coronavirus Disease-2019). In addition, several other clinical signs of this illness are frequently seen, such as fever, anosmia, coughing, sore throat, or dyspnea. According to information from the Makassar City Health Office, as of August 1, 2021, there are 4310 current cases in Makassar City, with a downward trend in mask use. Aim: This study aims to determine whether there is a correlation between the amount of community knowledge about COVID-19 and the amount of mask compliance in Gunung Sari Village, Makassar. Methods: The study used observational analytical research with a cross-sectional design sample of 52 people. The sampling used a random sampling technique. Results: About 61.5% of respondents know about COVID-19 awareness. Among them, 21.8 % (7 respondents) rarely use masks, 31.2% (10 respondents) sometimes use a mask, and 46.9% (15 respondents) continuously use a mask. Furthermore, there was a statistical association between the level of knowledge about COVID-19 and compliance using a mask (p <0.05). Conclusions: It can be concluded that there is a significant correlation between community knowledge about Covid-19 awareness and mask compliance in Gunung Sari Sub-district