Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknik Assertive Training Melalui Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pabuaran Putri Fauziah; Meilla Dwi Nurmala; Bangun Yoga Wibowo
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 5 (2025): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i5.283

Abstract

Putri Fauziah, 2025.Penerapan Teknik Assertive Training Melalui Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pabuaran. Skripsi. Dibimbing oleh : Meilla Dwi Nurmala, S.Psi., M.Pd. (Pembimbing I). Bangun Yoga Wibowo, M.Pd. ( Pembimbing II ) Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Rendahnya motivasi belajar merupakan salah satu masalah yang dapat mengganggu proses belajar siswa dan membutuhkan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik assertive training untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pabuaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, metode pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel penelitian mengunakan Teknik Purposive Sampling yang di peroleh 8 sampel dengan kategori motivasi belajar terendah. kemudian diberikan treatment. Teknik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis yaitu Wilcoxon signed ranks test. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan secara signifikan dari nilai rata-rata sebesar 33 menjadi 60.375. Analisis uji Wilcoxon signed ranks test pada proses pengambilan keputusan hipotesis, nilai 0.012 < 0.05, Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dinyatakan diterima. Dengan demikian Ha diterima dan Hօ ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik assertive training berpengaruh untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran Keluarga Dalam Membentuk Konsep Self Love Pada Pelaku Self Harm (Studi Kasus pada Tiga Orang Remaja Pelaku Self Harm di Kabupaten Serang) Nur Fitri Amalia; Rahmawati; Raudah Zaimah Dalimunthe; Meilla Dwi Nurmala
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.199

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penyimpangan self harm di Kabupaten Serang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran keluarga di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Serang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukanlah data yang dihitung menggunakan prosedur statistik, melainkan berupa narasi yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumen pribadi atau informasi lain yang dapat melengkapi data yang diteliti atau dengan kata lain data dan analisisnya bersifat deskriptif kualitatif. Jumlah subjek sebanyak tiga orang pelaku self harm yang berdomisili di Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi sumber dan member check. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang terdiri dari reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Quirkos dan research coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam membentuk konsep self-love di Kabupaten Serang ternyata belum banyak berperan di kalangan keluarga di Kabupaten Serang. Dari data yang telah diperoleh dan dianalisis oleh peneliti di lapangan, menunjukkan bahwa keluarga informan III masih belum mampu menerapkan dan membentuk konsep self-love pada anak-anaknya dikarenakan kurangnya dukungan emosional yang diberikan oleh keluarga kepada pelaku self-harm, yang mana bentuk dukungan emosional yang diberikan berupa orang tua sering menghakimi anak, melakukan kekerasan fisik pada anak, memotong pembicaraan anak, tidak pernah memberikan apresiasi dan pujian pada anak, kurang menunjukkan kasih sayang serta sering berbicara keras dan membentak anak.
Pengaruh Teknik Homeroom Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Ellin Safitri; Alfiandy Warih Handoyo; Meilla Dwi Nurmala
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 3 No. 2 (2022): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v3i2.3590

Abstract

Dewasa ini memiliki kepercayaan diri tentunya berdampak baik untuk kehidupan individu, dengan adanya kepercayaan diri maka individu mampu melaksanakan tugasnya dengan bersungguh-sungguh dan yakin akan keberhasilan. Sebaliknya, jika individu tidak memiliki kepercayaan diri akan merasa pesimis dan tidak bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya. Kurangnya kepercayaan diri ini dapat berdampak tidak baik untuk individu dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu: a) mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa sebelum diberikan treatment; b) mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa sesudah diberikan treatment dengan teknik homeroom; c) mengetahui pengaruh teknik homeroom untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X Di SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner berupa skala kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kepercayaan diri siswa dilihat dari hasil post-test yang lebih tinggi dari hasil pre-test serta melalui perhitungan dengan menggunakan analisis data uji Wilcoxon yang menunjukkan Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,018 menjabarkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik Homeroom berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X di SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang Tahun Ajaran 2021/2022.
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK DENGAN MINAT BELI HAND BODY LOTION PADA SISWA-SISWI KELAS XI DI SMA 2 CIPOCOK JAYA KOTA SERANG Meilla Dwi Nurmala; Aria Mulyapradana; Meitami Sofiyanti
Economicus : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 11 No. 1 (2020): Desember: Economicus : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47860/economicus.v11i1.97

Abstract

Teenagers are potential consumers for skin care products such as hand body lotion because in their teens they want to try new things. Seeing this phenomenon, the manufacturers of skin care products competing to captivate the hearts of consumers by growing a positive brand image to adolescents, causing interest in buying hand body lotion. Based on this, a hypothesis emerged that students tend to be interested in buying hand body lotion from brands with positive images. Therefore, the purpose of this study was to obtain a picture of the relationship between brand image and buying interest at students of SMAN 2 Cipocok Jaya, Serang City. The method used is quantitative by using SPSS version 12.0 and the method of data collection by observation, interviews and distributing questionnaires to students of Cipocok Jaya Serang City with 123 people. Data collection techniques using a questionnaire with a Likert scale, each of which has been tested using validity and reliability. The data analysis used a bivariate correlation analysis and hypothesis testing using the t test so that the results show that there is a positive relationship between brand image and buying interest in Class XI students of SMAN 2 Cipocok Jaya, Serang City, this is evidenced by the results of the correlation coefficient of brand image with buying interest (r) equal to 0.332 and p = 0,000 with p <0.05.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEDISIPLINAN PADA ANAK DIDIK SD (KELAS 3) Faiza Ni’mah Fillah; Meilla Dwi Nurmala; Bangun Yoga Wibowo
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi September)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i9.922

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of group guidance with role play techniques in improving disciplinary behavior. quantitative approach with quasi-experimental method in the form of quasi-experimental design through nonequivalent control group Group consisting of 78 populations with 22 research samples. This study uses Purposive Sampling technique. And using primary data in the form of questionnaires and providing treatment in the form of pretest and post-test with role play as the results of the study so that it shows that there is an influence between the role play variable (X) on disciplinary behavior (Y) on aspects of discipline, which consists of discipline Mental attitude (mental attitude), discipline in enforcing rules, discipline attitude and discipline in behavior.
Pengembangan Media Pembelajaran Board Game “Reproquest” untuk Mengenalkan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 16 Kota Serang Yerica Resty Anjaly, Caca; Meilla Dwi Nurmala; Alfiandy Warih Handoyo
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2025): Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i4.2478

Abstract

This study aims to develop an innovative learning medium in the form of a board game titled “ReproQuest: Adolescent Reproductive Health” to introduce and enhance students’ understanding of adolescent reproductive health at SMP Negeri 16 Kota Serang. The development process employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with eighth-grade students as research subjects selected through purposive sampling. The stages included analyzing student needs, designing an interactive game concept, and conducting feasibility and effectiveness tests. The feasibility assessment results showed an average score of 86.3% (categorized as highly feasible), consisting of 72.87% from linguists, 92.85% from media and material experts, and 87.5% from practitioners. A limited trial involving 10 students demonstrated improved understanding of reproductive health, with 70% of students achieving a moderate level and 30% reaching a high level of comprehension. These findings indicate that the “ReproQuest” board game is feasible, engaging, and effective as a learning medium and guidance tool to promote reproductive health education among adolescents. Moreover, it serves as an enjoyable and participatory learning alternative that fosters positive attitudes and awareness of reproductive health among junior high school students.