Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN PEMAAFAN DAN HARGA DIRI SELF-ESTEEM PADA SISWA SMA DI TASIKMALAYA Septi, Septiani Nursaadah; Sulistiana, Dewang; Muhajirin, Muhammad
Journal of Counseling Support Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Cendekia Sinergi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64998/jcs.v2i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan harga diri pada siswa SMA di Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 373 siswa yang diukur menggunakan Skala Pemaafan dan Skala Harga Diri. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment Pearson menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemaafan siswa berada pada kategori sedang, sedangkan tingkat harga diri berada pada kategori tinggi. Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0,216 dengan p = 0,000 (p < 0,01) yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara pemaafan dan harga diri. Artinya, semakin tinggi tingkat pemaafan siswa, maka cenderung semakin rendah tingkat harga dirinya, dan sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa memahami bahwa memaafkan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan psikologis yang mendukung perkembangan emosi dan hubungan sosial yang positif.
The Forgiveness Process for Students Who Were Victims of Bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja Cucu Arumsari; Dewang Sulistiana; Hilma Fauziah G
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3988

Abstract

This study aims to understand the process of forgiveness among students who have experienced bullying at SMP Negeri 1 Mangunreja. Forgiveness is an essential aspect of emotional recovery, which helps reduce anger and hatred while rebuilding the individual’s psychological balance. This research employed a qualitative narrative approach to explore the subjective experiences of students in forgiving their bullies. Data were collected through in-depth interviews with a primary participant (the bullying victim) and two supporting informants: a guidance and counseling teacher and a close friend. The data analysis involved three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the process of forgiveness occurs through four main stages: (1) emotional wounds and psychological impacts of bullying; (2) self-reflection and awareness of the meaning of forgiveness; (3) social support as a factor of recovery; and (4) forgiveness as a form of growth and inner peace. These stages describe a complex emotional journey toward acceptance and self-healing. Forgiveness emerges as an act of self-empowerment influenced by social support, spiritual values, and counseling guidance. This study contributes to the field of guidance and counseling by highlighting forgiveness-based counseling as an effective intervention strategy for students who experience bullying.
Pengaruh Growth Mindset Terhadap Efikasi Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling UMTAS Maulida Awalia; Dewang Sulistiana; Agung Nugraha
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh growth mindset terhadap efikasi diri pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain determinasi. Populasi pada penelitian ini 378 mahasiswa, sementara pengambilan sampel menggunakan random sampling menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sampel, yaitu berjumlah 194 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa skala guttman untuk mengukur sikap dan skala likert untuk mengukur persepsi mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh dari kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Adanya pengaruh growth mindset terhadap efikasi diri, terdapat perbedaan kedua variabel dari masing masing kriteria jenis kelamin, adanya hubungan signifikan dari kedua variabel tersebut. Artinya semakin tinggi growth mindset paa mahasiswa, semakin meningkat pula efikasi diri
Profil Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karir pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Permana, Rega Arbyan; Arumsari, Cucu; Sulistiana, Dewang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4121

Abstract

This study aims to identify the profile of career decision-making self-efficacy among students at Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya based on categorization, specific aspects, and comparisons between male and female students. This research employs a quantitative descriptive method to reveal the general overview of CDMSE among university students. The population of this study consists of students from the 2022 cohort at Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. The sample includes 260 students selected using simple random sampling. The results show that, in general, the CDMSE profile falls into the moderate category, with 60.77% (158 students). The highest aspect identified is self-appraisal. Based on gender, male students demonstrate slightly higher CDMSE levels compared to female students. However, the One-Way ANOVA analysis result of 0.414 > 0.05 indicates that there is no significant difference in CDMSE between male and female students.
Pengaruh Mindfulness Terhadap Penerimaan Diri Pada Remaja Yang Mengalami Fatherless Utami, Audhia Nazla Putri; Arumsari, Cucu; Sulistiana, Dewang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness terhadap penerimaan diri pada remaja yang mengalami fatherless. Fenomena fatherless dapat berdampak pada kondisi psikologis remaja, salah satunya terkait penerimaan diri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah siswa SMKN 1 Rancah, dengan sampel sebanyak 127 siswa yang teridentifikasi mengalami fatherless dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen adaptasi Child and Adolescent Mindfulness Measure (CAMM) dan skala Penerimaan Diri. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara mindfulness terhadap penerimaan diri pada remaja fatherless, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kontribusi pengaruh (R Square) mindfulness terhadap penerimaan diri adalah sebesar 21,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat mindfulness, maka semakin tinggi pula penerimaan diri remaja yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah.
Gambaran Umum Growth Mindset dan Minfulness Terhadap Kesejahteraan Psikologi Siswa Kamila, Shania Putri; Isti’adah, Feida Noorlaila; Sulistiana, Dewang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth mindset dan mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi keberfungsian psikologis yang optimal, mencakup penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 204 siswa kelas XI SMAN 1 Mangunjaya yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket growth mindset, mindfulness, dan kesejahteraan psikologis berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi, regresi berganda, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa berada pada kategori tinggi. Growth mindset memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,295; p < 0,001), demikian pula mindfulness menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,321; p < 0,001). Secara simultan, growth mindset dan mindfulness berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan kontribusi sebesar 25,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pola pikir berkembang dan kesadaran penuh berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya melalui bimbingan klasikal yang berfokus pada penguatan growth mindset dan mindfulness.
Profil Kecerdasan Emosi Siswa SMP PERSIS Gandok Ditinjau dari Jenis Kelamin Syabina, Alya Dewi Lailatus; Sulistiana, Dewang; Nugraha, Agung
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kecerdasan emosi siswa SMP PERSIS Gandok ditinjau dari jenis kelamin. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta orang lain secara adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri atas 81 siswa kelas VII dan VIII SMP PERSIS Gandok, yang meliputi 38 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan. Instrumen penelitian menggunakan skala kecerdasan emosi berdasarkan lima aspek menurut Goleman (1996): kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase tiap kelompok gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor total kecerdasan emosi siswa laki-laki dan perempuan berada pada angka yang sama, yaitu 120, yang tergolong dalam kategori sedang menuju tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan yang relatif seimbang dalam mengenali dan mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta berinteraksi sosial di lingkungan sekolah. Kesetaraan ini mengindikasikan bahwa faktor jenis kelamin tidak menjadi pembeda utama dalam tingkat kecerdasan emosi siswa di SMP PERSIS Gandok.
Perbedaan Self Stigma Pencarian Bantuan Bimbingan dan Konseling Siswa Laki-Laki dan Perempuan Kelas VIII SMP Islamiyah Ciawi Inayah, Neneng Mida; Nugraha, Agung; Sulistiana, Dewang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4210

Abstract

Self-stigma merupakan faktor internal yang dapat menghambat siswa dalam mencari bantuan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-stigma dalam pencarian bantuan bimbingan dan konseling antara siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII SMP Islamiyah Ciawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Subjek penelitian berjumlah 126 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan SSOSH yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent samples t-test, serta dilengkapi dengan perhitungan ukuran efek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tingkat self-stigma antara siswa laki-laki dan perempuan (p < 0,05), di mana siswa laki-laki memiliki tingkat self-stigma yang lebih tinggi. Nilai ukuran efek berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut memiliki makna praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin berperan dalam pencarian bantuan bimbingan dan konseling, sehingga layanan di sekolah perlu dirancang secara lebih responsif terhadap karakteristik siswa.
Gambaran Umum Depresi Pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling shahara, Sypa Jamiatul; Nugraha, Agung; Sulistiana, Dewang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4278

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang serius dan menjadi masalah kesehatan mental penting di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan tingkat keparahan depresi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2024 dan 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling 171 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) versi bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori depresi normal (47%), sedangkan proporsi mahasiswa dengan depresi ringan, sedang, dan parah masing-masing 23%, 19%, dan 11%. Distribusi tingkat depresi ini menunjukkan bahwa meskipun hampir setengah mahasiswa berada pada kategori normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala depresi ringan hingga parah, yang berpotensi memengaruhi motivasi, suasana hati, dan performa akademik. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan dukungan psikologis bagi mahasiswa, serta dapat menjadi dasar bagi strategi pencegahan, intervensi kesehatan mental, dan penelitian lanjutan mengenai faktor risiko depresi di lingkungan perguruan tinggi.
Reducing Career Decision-Making Difficulties Through Rational Emotive Behavior Therapy-Based Career Counseling: A Single-Case Research Hidayati, Annisa Putri; Nugraha, Agung; Sulistiana, Dewang; Muhajirin, Muhammad
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4370

Abstract

Career decision-making difficulty is a psychological barrier experienced by individuals, particularly adolescents, resulting from irrational beliefs and emotional distress that hinder the career exploration process. Research proves that these difficulties are often triggered by irrational thinking patterns and emotional pressures that impede career exploration. Individuals trapped in irrational mindsets tend to experience anxiety and procrastination in decision-making, which negatively impacts their readiness to enter the workforce or higher education.This study reports findings from research using a single-case A-B-A design to analyze the influence of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)-based career counseling in reducing career decision-making difficulties among adolescents. The participants consisted of two vocational high school (SMK) students (n=2) who exhibited high levels of career decision-making difficulty. The REBT-based counseling intervention was administered in six sessions, integrating cognitive restructuring techniques with the stages of career exploration. Self-report data were collected using the Career Decision-Making Difficulties Questionnaire (CDDQ) at pre-, during, and post-intervention time points.Visual analysis revealed that students participating in REBT-based career counseling experienced a significant decrease in career decision-making difficulties during the intervention and throughout the follow-up period. This evidence suggests the potential feasibility of using the REBT approach to help vocational students achieve independence and rationality in career planning.