Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisa Indikator Mutu IGD Terhadap Kepuasan Pasien di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Oktaviana Rinduan; Atik Kridawati; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6645

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang optimal merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. RS Bhayangkara Mataram terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan IGD, namun masih ditemukan tantangan terkait waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan, dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga indikator mutu tersebut terhadap kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang mendapatkan pelayanan di IGD sampai dipindahkan ke ruang rawat inap. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi untuk mengukur indikator mutu, serta kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien berdasarkan model SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan korelasi Spearman rho dan uji multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Analisis uji spearman rho menunjukkan bahwa waktu respon triase memiliki korelasi negatif sedang (r sama dengan -0,404 dan p sama dengan 0,000), waktu tunggu pelayanan memiliki korelasi negatif lemah (r sama dengan -0,232 dan p sama dengan 0,020), dan waktu transfer pasien memiliki korelasi negatif kuat (r sama dengan -0,538 dan p sama dengan 0,000). Analisis multivariat menunjukkan bahwa ketiga indikator secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F sama dengan 26,082 dan p sama dengan 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara indikator mutu IGD (waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap) dengan kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Kata Kunci : Indikator Mutu, IGD, Kepuasan Pasien, SERVQUAL, Waktu Respon Triase, Waktu Tunggu, Waktu Transfer
Pengaruh Kepatuhan Minum Obat, Dukungan Keluarga, Aksesibilitas, dan Anggaran dalam Peningkatan Kualitas Hidup bagi Pasien Skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya Atik Ida Susana; Eka Yosida; Atik Kridawati
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7204

Abstract

Abstrak Skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental kronis yang sering menyebabkan penurunan fungsi sosial serta kualitas hidup pasien, sehingga memerlukan pengobatan jangka panjang dan dukungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh pasien dan keluarga, serta wawancara dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat dan multivariat untuk melihat pengaruh antara kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan paling dominan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia (p sama dengan 0,002 atau OR sama dengan 239,967). Selain itu, dukungan keluarga (p sama dengan 0,003 atau OR sama dengan 44,087), aksesibilitas layanan kesehatan (p sama dengan 0,025 atau OR sama dengan 27,835), dan anggaran (p sama dengan 0,007 atau OR sama dengan 68,109 juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor utama yang menentukan kualitas hidup pasien skizofrenia, dikontrol oleh dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran. Disarankan perlu dilakukan strategi peningkatan kepatuhan pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga, pengoptimalan akses layanan kesehatan, serta dukungan kebijakan terkait anggaran kesehatan mental. Kata kunci: aksesibilitas, anggaran, dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, kualitas hidup, skizofrenia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL SISWA SMA NEGERI DAN SWASTA DI KOTA SALATIGA Kiki Natassia; Herman Sudiman; Atik Kridawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Di dunia remaja usia 15-24 tahun yang melakukan hubungan seksual sebanyak 66,5% dan 32,0% remaja dari tiga kota besar di Indonesia telah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Perilaku seksual cukup mengkhawatirkan ini dapat memicu terjadinya kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri dan Swasta di Kota Salatiga Tahun 2015   Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel 382 siswa SMA Negeri dan Swasta di KotaSalatiga. Pengambilan sampel dengan cara systematic random sampling. Pengambilan data dengan angket menggunakan kuesioner terstrukur yang telah diuji oba. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil: variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual yaitu pengaruh teman sebaya, pengawasan orang tua, efikasi diri, gaya hidup, pacar dan jumlah orang tua dengan p value <0,05. Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seksual adalah teman sebaya. Kesimpulan: perilaku seksual berhubungan dengan pengaruh teman sebaya. dikontrol oleh pengawasan orang tua, efikasi diri, gaya hidup, pacar, jumlah orang tua dan mitos tentang seks, intensitas cinta sebagai variabel confounding.