Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember Nurul Fadillah Azizah; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari; Veronika Vestine
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.670

Abstract

Keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember merupakan permasalahan dalam penyediaan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di RSD dr. Soebandi Jember berdasarkan teori kinerja Mc Cormick dan Tiffin yang meliputi faktor individu dan situasional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 kepala rekam medis, 4 petugas pendaftaran, 2 petugas filling, 2 petugas distributor dan 3 petugas poliklinik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti terkait keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan yaitu belum terdapat anggaran dana untuk pelatihan, belum pernah diadakannya sosialisasi terkait Standar Operasional Prosedur penyediaan rekam medis rawat jalan, belum terdapat pelatihan internal maupun eksternal, latar belakang pendidikan mengenai pengetahuan petugas terkait pelaksanaan, waktu penyediaan yang masih kurang, dan tracer yang digunakan belum maksimal. Menyikapi faktor-faktor tersebut maka perlu memperhatikan dan membuat anggaran terkait dana pelatihan petugas, penambahan rak penyimpanan menggunakan roll o’pack, sebulan sekali melakukan pengecekan pada komputer yang digunakan, diadakan sosialisasi kepada petugas rekam medis tentang SOP atau pedoman penyediaan rekam medis rawat jalan, memberikan pelatihan secara internal maupun eksternal, memberi tahu tentang pelaksanaan penyediaan rekam medis dan dampaknya jika terlambat.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Duplikasi Nomor Rekam Medis di Puskesmas Mayang Jember Yemima Septa Claudia Simamora; Veronika Vestine; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i3.6015

Abstract

The duplication incident that occurred at the Mayang Jember Health Center was one medical record number owned by more than one different patient. Duplications found were 23 files with a percentage of 2.88% in January-March 2023. This research is to identify the factors that cause duplication of medical record numbers based on ability, motivation and opportunity variables. This type of research is qualitative with the research subjects being the person in charge of medical records, medical record officers and porters. Data collection techniques using interviews, observation, documentation and prioritization of the causes of problems using scoring and improvement efforts by brainstorming. The results of the study found that the priority cause of problems using the scoring method is the unavailability of standard operating procedures on medical record numbering. An effort to improve the problem is to recommend Standard Operating Procedures on Medical Record Numbering and conducting socialization related to the clarity of Standard Operating Procedures that have been made.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Rawat Inap Puskesmas Kotakulon Tahun 2022 Tiara Wirdathul Jannah; Selvia Juwita Swari; Gamasiano Alfiansyah; Maya Weka Santi
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i4.6022

Abstract

The provided information outlines a situation at the Kotakulon Health Center where inpatient medical record files are incomplete, failing to meet the standards for medical record filing completeness. The highest percentage of incompleteness was identified in several specific areas, including Pharmaceutical Care Forms, Drug Record Cards, Informed Consent, Entry and Exit Summary, and Discharge Planning, with an 87% incompleteness rate. To address this issue, a study was conducted to analyze the factors contributing to incomplete medical records for inpatients at the health center. The study results identified several factors contributing to incomplete medical records, including a lack of training, low self-awareness, poor discipline, insufficient communication, and the absence of a reward system. To address these issues, the proposed solution involved conducting outreach, training, and seminars, particularly within the inpatient unit, and encouraging officers to adhere to their standard operating procedures (SOPs) more diligently. This approach aims to improve medical record completeness and enhance the overall performance of the officers.
Evaluasi SIMRS Bagian Pelaporan Menggunakan Metode EUCS di RSUD Blambangan Ananda Yuliantika; Selvia Juwita Swari; Sabran; Veronika Vestine
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i2.6097

Abstract

Setiap rumah sakit wajib mencatat dan melaporkan operasional melalui SIMRS. Di RSUD Blambangan, SIMRS bagian pelaporan menghadapi kendala seperti laporan tidak lengkap, data tidak akurat, format tidak sesuai, dan tidak adanya menu bantuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi SIMRS bagian pelaporan menggunakan metode EUCS, yang menilai lima aspek: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan Maret 2024–Januari 2025 dengan enam informan. Hasil menunjukkan bahwa dari segi kemudahan penggunaan, pengguna cukup puas, namun tetap mengharapkan menu bantuan dan buku panduan. Pada aspek isi, keakuratan, format, dan ketepatan waktu, SIMRS belum memenuhi ekspektasi. Laporan belum lengkap, beberapa data tidak akurat, format tidak sesuai kebutuhan, dan informasi disajikan lambat. Rekomendasi perbaikan mencakup pengembangan fitur pelaporan, peningkatan akurasi data, penyesuaian format laporan, serta optimalisasi sistem agar informasi tersaji tepat waktu. Implementasi perbaikan ini diharapkan meningkatkan kepuasan pengguna. Kesimpulannya, pengguna tidak puas terhadap aspek isi dan akurasi, serta belum sepenuhnya puas terhadap format, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu. Tim Instalasi Rekam Medis diharapkan aktif berkoordinasi dalam pengembangan dan peningkatan sistem pelaporan SIMRS agar sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Puskesmas Puger Kabupaten Jember Dyajeng Tsamara Rahastyo Putri; Indah Muflihatin; Sabran; Selvia Juwita Swari
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i4.6110

Abstract

Misfile adalah kesalahan dalam penyimpanan atau penempatan rekam medis yang menyebabkan rekam medis hilang atau tidak ditemukan di tempat yang semestinya. Di Puskesmas Puger, kejadian misfile tercatat sebesar 3,18%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab misfile menggunakan 7 unsur manajemen: Man, Money, Method, Machine, Material, Media, dan Motivation. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi Dimana informannya adalah 1 kepala puskesmas dan 2 petugas pendaftaran. Hasil penelitian faktor Man menunjukkan kurangnya pendidikan dan pelatihan terkait rekam medis khususnya penyimpanan rekam medis dari petugas pendaftaran, serta tidak maksimalnya penggunaan tracer dalam faktor material dan dalam faktor motivation, penerapan reward serta punishment yang dirasa masih kurang tegas. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah mengikutsertakan petugas dalam pelatihan rekam medis khususnya pelatihan filing, penerapan tracer yang lebih efektif. Pembuatan, sosialisasi dan implementasi SOP khususnya SOP pengembalian, serta penerapan sistem reward dan punishment seperti pemberian hadiah serta teguran untuk petugas yang salah
Analisis Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Assessment Rawat Inap RS X di Pasuruan Kuni Adilata; Novita Nuraini; Maya Weka Santi; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.706

Abstract

Assessment awal medis rawat inap merupakan formulir untuk memulai proses asuhan pasien. Terdapat ketidaklengkapan pada formulir Assessment awal medis paru sebesar 78,9%, pada formulir Assessment awal medis bedah sebesar 92,5%, dan pada formulir Assessment awal medis umum sebesar 100%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap menggunakan teori kinerja Gibson serta menyusun upaya perbaikan dengan brainstorming. Riset ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan tertulis, wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek dalam riset ini yaitu dokter spesialis bedah, dokter spesialis paru, dokter umum, pelaksana analisis, kepala rekam medis, dan perawat ruang rawat inap. Hasil riset menjelaskan bahwa faktor individu dan faktor psikologi tidak menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap. Faktor organisasi yaitu tidak adanya sistem reward dan punishment kepada petugas apabila petugas mengisi formulir Assessment awal medis rawat inap dengan lengkap. Upaya perbaikan permasalahan tersebut yaitu pemberian reward dapat diberikan berupa pujian atau memasukkan petugas dalam pegawai teladan, punishment dapat berupa teguran secara lisan kepada petugas.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Arifin Achmad Nelly Yanti; Novita Nuraini; Atma Deharja; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.710

Abstract

Keterlambatan pengembalian rekam medis merupakan kendala dalam penyelenggaraan rekam medis yang dapat menghambat pelayanan pasien di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Studi pendahuluan menunjukkan angka keterlambatan sebesar 37,67% pada Oktober, 29,78% pada November, dan 41,95% pada Desember 2022, jauh dari standar 100% dalam waktu 2x24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian terdiri dari 8 orang, termasuk kepala rekam medis, petugas rekam medis di bagian assembling, dan petugas admin rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi meliputi rendahnya tanggung jawab dan kedisiplinan petugas. Faktor pemungkin meliputi jarak ruangan yang jauh sehingga memerlukan waktu lama untuk mencapai ruang rekam medis. Faktor penguat mencakup kurangnya motivasi dan pelatihan bagi petugas terkait serta tidak adanya sosialisasi SPO tentang pengembalian rekam medis. Upaya perbaikan meliputi evaluasi rutin kedisiplinan, penyediaan sepeda listrik, pemberian motivasi, sosialisasi SPO, serta pelatihan rekam medis bagi petugas rekam medis dan admin ruangan.
Kepuasan Pengguna SIMRS Rawat Inap di RSUP dr Kariadi Semarang Hendra Lexmana; Selvia Juwita Swari; Rossalina Adi Wijayanti; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.741

Abstract

RSUP Dr. Kariadi Semarang telah menggunakan SIMRS sejak 2005 untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, masih ditemukan kendala seperti error saat grouping, tidak tersedianya informasi selisih iur biaya naik kelas, belum terintegrasinya Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK), tampilan yang membingungkan antara simulasi dan final grouping, serta pencampuran kode ICD 2010 dengan INA-Grouper. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pengguna akhir SIMRS menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 37 responden dengan kuesioner berdasarkan lima aspek EUCS: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki harapan tinggi terhadap SIMRS, terutama pada aspek content (56,76%) dan accuracy (54,05%). Kenyataan menunjukkan ease of use dan timeliness dinilai sesuai oleh 86,49% responden. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada ease of use (59,46%) dan format (56,76%), sementara ketidakpuasan tertinggi pada content dan timeliness (51,35%). Disarankan agar rumah sakit menambahkan fitur selisih biaya otomatis, integrasi SMPK, standar kodefikasi ICD nasional, pembaruan tampilan sistem, dan menu bantuan.
Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit X Maria Goreti Riski Wulandari; Ervina Rachmawati; Rossalina Adi Wijayanti; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.764

Abstract

Diketahui bahwa Rumah Sakit X masih mengalami keterlambatan pengembalian berkas sebanyak 51%. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor penyebab keterlambatan. Jenis penelitian kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu 1 kepala RM, 1 PMIK, 2 admin ruangan, dan 7 Kepala Ruangan. Hasil penelitian pada variabel individu kemampuan dan keterampilan dan latar belakang tidak menjadi faktor penyebab keterlambatan. Variabel organisasi sumber daya, kepemimpinan, dan desain pekerjaan menjadi faktor penyebab keterlambatan. Variabel psikologi sikap tidak menjadi faktor penyebab sedangkan motivasi menjadi faktor penyebab keterlambatan. Kesimpulannya yang menjadi faktor penyebab keterlambatan adalah pemahaman petugas yang kurang terkait penggunaan e-setor, arahan, dukungan, dan evaluasi yang belum terselenggara secara berkala, belum maksimalnya penerapan jobdesk, belum terdapat motivasi pemberian reward atau punishment. Sarannya adalah kepala RM dibantu dengan kepala instalasi rawat inap merencanakan adanya sosialisasi dan arahan terkait penggunaan e-setor, kepala RM merumuskan adanya pedoman penggunaan e-setor, diadakan evaluasi secara berkala dibantu dengan adanya formulir monev untuk mengetahui feedback dari ruangan. Arahan, dukungan, dan evaluasi baik dari kepala ruangan, kepala instalasi rawat inap, serta kepala RM untuk selalu secara rutin dan konsisten minimal 1 bulan sekali. Pihak atasan dapat menganggarkan dan memberikan reward berupa penghargaan atau punishment kepada kepala ruangan/admin ruangan.
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Berbasis e-Health untuk Skrining Risiko Diabetes Tipe 2 Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Mudafiq Riyan Pratama; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 7 No 1 (2026): March
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v7i1.193

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a growing global health problem that requires effective early screening strategies. This study aimed to develop an e-Health-based Clinical Decision Support System (CDSS) for assessing type 2 diabetes risk using a rule-based scoring method. The system was developed using a prototype-based system development approach, involving requirement analysis, system design, prototype development, and system evaluation. Risk determination was performed using six major factors including age, sex, body mass index, family history of diabetes, hypertension, and history of gestational diabetes based on ADA and PERKENI guidelines. System evaluation was conducted using black box testing to assess functional performance and usability evaluation using System Usability Scale (SUS) involving end users. The developed system successfully generated risk scores, categorized risk levels, and provided follow-up recommendations aligned with clinical guidelines. Evaluation results indicated that the system functions properly and demonstrates good usability performance. Therefore, the proposed CDSS shows potential as a practical e-Health screening tool to support early diabetes detection in primary healthcare settings.