Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Beban Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pengemudi Mobil Truk Lintas Kabupaten Rute Kobisonta-Ambon Tunny, Rahma; Sinay, Herlien; Lefteuw, Theresya; Dolang, Mariene. W.; Soamole, Idham
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1892

Abstract

Penyakit akibat kerja telah menjadi hal serius yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hidup pekerja, penyakit yang muncul karena faktor lingkungan, peralatan, atau cara kerja seseorang. Salah satu jenis penyakit akibat kerja yang sering muncul di sektor transportasi adalah gangguan sistem muskuloskeletal, khususnya pada area punggung bagian bawah atau yang sering dikenal sebagai Low Back Pain (LBP). Gangguan Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem muskuloskeletal yang mengakibatkan gejala seperti nyeri akibat kerusakan pada nervus, dan pembuluh darah pada berbagai lokasi tubuh seperti leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan tumit disebabkan oleh cara kerja yang tidak ergonomis. Tujuan Penelitian untuk melihat Ada hubungan Beban kerja terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada pengemudi mobil truk lintas Kobisonta-Ambon. Metode  penelitian ini adalah  kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 36 sampel  dengan Teknik pengambilan sampel (Total Sampling). Analisi yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (0,05). Hasil penelitian Ada Hubungan Beban Kerja dengan Keluhan Musculo Skeletal Disorders (MSDs) pada  Pengemudi Mobil Trek Kobisonta – Ambon di ketahui p value < 0,01.Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengemudi mobil trek Kobisonta-Ambon.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON Rahma Tunny; Asih Dwi Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1165

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang peka terhadap kualitas dan aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) AKI diperkirakan sebanyak 500.000 kematian setiap tahun dan 99% diantaranya terjadi di negara berkembang. Melalui kunjungan antenatal care, komplikasi yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui, dan segera dapat diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut. Faktor internal sangat berperan untuk ibu hamil melakukan Asuhan antenatal, beberapa dari faktor internal merupakan sebab dari dilakukannya dan tidak dilakukannya Asuhan antenatal secara rutin. Faktor internal meliputi usia ibu hamil, pengetahuan, dan paritas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di puskesmas Rijali kota Ambon. Metode yang dipakai dengan deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 95 ibu hamil yang telah melahirkan kurang lebih 30 hari yang lalu yang pernah melakukan kunjungan antenatal care kemudian dilakukan analisa dengan uji chis quare. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh usia ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care yaitu p=0,017 (p< 0,05), pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care yaitu p=0,030 (p<0,05), namun tidak ada pengaruh parietas terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,051 (p>0,05).
Gambaran Kadar Debu Total Dan Gangguan Fungsi Paru Pada Tenaga Kerja Di Unit Pengantongan Semen PT. Semen Tonasa Gudang Arang Kota Ambon Nurul A. B Kalauw; Rahma Tunny; Abd. Rijali Lapodi
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.126

Abstract

Dust is solid particles caused by natural or mechanical forces such as processing, crushing, softening, rapid packing, blasting, etc. from organic or inorganic materials.Many solid particles are produced by various industries, one of which is the cement industry which has an impact on air pollution by dust. The aim of this research is to determine the description of total dust levels and lung function disorders in workers in the cement Packagingunit at PT.CementTonasa Gudang Arang, Ambon City. This type of research is analytical observation,using a cross sectional study design method that is each object is only observed once and measurements are carried out simultaneously. The research results were obtained from measuring dust levels at three points, namely the packing room.21.7, loading space 20.5 and loading and unloading space 17.4, which is already exceeding the threshold value. And the results of lung function examinations on workers showed that 10 workers had disorders in the mild restrictive category, 6 workers had mild obstructive disorders, and 2 combined and 14 workers had no disorders in the normal category. The results of this study showed that dust levels had exceededthreshold value, it is known that the highest dust content is in the packing room at 21.7 mg/Nm3 and the lowest is in the loading and unloading room at 17.4 mg/Nm3. The lung function capacity of the workforce shows that 10 workers have lung function disorders in the restrictive category, 6 workers have obstructive, 2 combined and 14 workers have no disorders (normal).
Gambaran Sanitasi Serta Kualitas Bakteriologis Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon M Fadly Kaliky; Rahma Tunny
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2023): November : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v1i6.105

Abstract

Drinking water produced by drinking water depots (DAM) is an alternative to meeting the drinking water needs of the community. Practicality and relatively cheaper prices when compared to bottled drinking water, become the main attraction for the community to consume drinking water produced by DAM. This study aims to determine the description of sanitation and bacteriological quality in refill drinking water depots in Kebun Cengkeh, Batu Merah Village, Sirimau Kecematan, Ambon City. The type of research used in this study is descriptive which aims to determine the content of E.coli bacteria and sanitation conditions at refill drinking water depots in Kebun Cengkeh, Batu Merah Village, Sirimau District, Ambon City. The population in this sample is the entire drinking water in all refill depots located in Kebun Cengkeh, Batu Merah Village, Sirimau District, Ambon City. The sample in this study was a portion of the refill drinking water depot. The results showed that 3 DAMIUs had a total score of <70 for sanitary inspection assessment and 3 DAMIUs contained E. coli >0 MPN/100 ml. 3 DAMIUs did not meet the sanitary inspection requirements and 3 DAMIUs did not meet the bacteriological requirements.
Pencegahan Stunting Melalui Pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan Di Kelurahan Waehaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Rahma Tunny; Ernawati Hatuwe; Mirdat Hitiyaut; Asih Dwi Astuti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2023): November : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v1i6.149

Abstract

Stunting is a condition where a person's height is shorter than the height of other people in general (of the same age). Stunted (short stature) or low height/length for age is used as an indicator of chronic malnutrition which describes the history of under-nutrition in toddlers over a long period of time. The design used in this research is a research design with a correlational/causal analytical method with a cross sectional design. The population in this study was 82 mothers of toddlers. The sampling technique used in this research was the Slovin formula. The total sample in this study was 82 mothers of toddlers. The results of the research show that there is a significant relationship between healthy latrines and the incidence of stunting among toddlers in Waehaong subdistrict, Nusaniwe subdistrict, Ambon City with a p value of 0.000. For the government, in this case, village officials, especially village heads, are expected to be able to facilitate and plan budget procurement for environmental sanitation improvements such as improving healthy latrine facilities and making efforts to improve residential environmental sanitation programs with healthy behavior. Health workers, especially sanitarian officers, can carry out their role as educators by providing education related to the health of the family environment in order to increase knowledge about maintaining and creating a healthy family environment. And can also provide education about healthy latrine facilities and strive to improve residential environmental sanitation programs with healthy behavior.
Edukasi Kesehatan Tentang Pentingnya Pencegahan Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tunny, Rahma; Cahyawati, Sunik; Tukiman, Suryanti; Nurjana, Wa Ode
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1809

Abstract

Penyakit hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 140/90 mmHg atau lebih. Jika tidak segera di tangani, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, hingga struk. Menurut World Health Organization (WHO) hampir setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebagian besar tekanan darah tinggi terjadi pada generasi yang berusia lanjut (lansia) akibat terjadinya perubahan-perubahan secara fisiologi maupun patologi seiring dengan bertambahnya usia. Oleh sebab itu, sangat diperlukan untuk mencegah dan mempertahankan kualitas hidup para lansia agar terhindar dari penyakit hipertensi. Kasus hipertensi pada tahun 2023 di  puskesmas waihoka menenpati urutan nomor 2 setelah penyakit ISPA.  Penyuluhan hipertensi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai apa itu penyakit hipertensi dan bagaimana cara pencegahannya serta melakukan pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Metode yang di gunakan dalam pengabdian masyrakat adalah dengan memberikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya pencegahan hipertensi dan mengukur tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi. Hasil dari edukasi yang diberikan adalah adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Nania Kota Ambon M Fadly Kaliky; Rahma Tunny
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i3.239

Abstract

Leprosy is an infectious disease that can attack the skin, caused by the bacterium Mycobacterium leprae. Leprosy is an infectious disease with a long incubation time of up to many years. The purpose of this study is to analyze the relationship between personal hygiene and the incidence of leprosy in the working area of the Nania Health Center, Ambon City. Methodology: In this study, the researcher used a quantitative research method with a case control approach. The population and sample were all leprosy patients, namely 21 case respondents and 21 control respondents. Data collection uses questionnaires. Data analysis using the Chi-square Test. Results: The results showed that there was a significant relationship between independent variables, namely bathing habits (p-value = 0.04), towel borrowing habits (p-value = 0.000), and the incidence of leprosy. Discussion: The conclusion in this study is that there is a significant relationship between bathing habits, towel borrowing habits, hand and foot washing habits to the incidence of leprosy in Manguharjo and Ngegong Health Centers. Suggestions for Puskesmas are the need for socialization on how to prevent and treat leprosy and provide education about community stigma that leprosy is not a scary disease.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKAKTIFAN IBU BALITA USIA 24 – 59 BULAN DATANG KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS URIMESING TAHUN 2024 Rahma Tunny; Syaerifah H.Waliulu; Fitria Umagapi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang berhubungan dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke Posyandu merupakan suatu masalah yang harus mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai pihak yang terkait. Semakin meningkatnya jumlah kejadian kematian dan kesakitan ibu, bayi dan balita, maka semakin penting keberadaan Posyandu untuk meningkatkan derajat kesehatan khususnya ibu serta bayi/balitanya. Tujuannya program kegiatan posyandu adalah pemberian imunisasi, pemantauan gizi balita, pemantauan tumbuh kembang balita dan pemberian vitamin, pemberian makanan tambahan dan lain- lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakaktifan ibu balita ke posyandu di wilayah kerja puskesmas Urimessing kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dimana data yang menyangkut data variabel independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 ibu yang mempunyai balita diperoleh dari jumlah populasi di di wilayah kerja puskesmas Urimessing kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran kader dengan ketidakaktifan ibu balita datang ke posyandu dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), ada hubungan Mutu Pelayanan posyandu dengan ketidakaktifan ibu balita datang ke posyandu dengan nilai p = 0.000 (p< 0.05), dan tidak ada hubungan fasilitas pelayanan di posyandu. dengan Ketidakaktifan K unjungan Ibu Balita ke Posyandu dengan nilai p = 0.651 (p > 0,005. Ditujukan bagi pihak P uskesmas Urimessing untuk selalu meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya Keaktifan K unjungan Ibu Balita ke posyandu di kalangan masyarakat khususnya pada ibu agar memperhatikan kesehatan anak balitanya.
PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-23 BULAN MELALUI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BERBASIS INOVASI PANGAN LOKAL Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny; Stenly J. Ferdinandus; Herlien Sinay
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35469

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Stunting memerlukan perhatian yang lebih besar, dikarenakan dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif mereka jika tidak ditangani dengan hati-hati. Salah satu cara untuk mengatasi masalah stunting adalah dengan mengonsumsi hotong. Tanaman hotong atau yang dikenal dengan Hotong Buru (Setaria italica (L)) merupakan tanaman jenis alang-alang yang tumbuh subur di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman kader terkait stunting dan memberikan pelatihan pembuatan biskuit berbahan dasar hotong untuk mencegah stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader posyandu negeri lima sebanyak 26 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan memberikan pelatihan secara langsung terkait cara membuat biskuit berbahan dasar hotong. Hasil pengabdian diketahui metode edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman responden dari rata-rata skor pengetahuan 49 menjadi 84 berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test. Evalusi dilakukan dengan melihat produk biskuit berbahan dasar hotong dan iklan online yang telah dibuat.Abstract: Stunting is a condition in which children experience growth disorders. Stunting requires greater attention because it can hinder their physical and cognitive growth if not handled carefully. One way to address stunting is by consuming hotong. The hotong plant, also known as Hotong Buru (Setaria italica (L)), is a type of reed that grows abundantly on Buru Island, Maluku Province. The purpose of this Community Service Program is to increase cadres' understanding of stunting and provide training in making hotong-based biscuits to prevent stunting. The partners in this activity were 26 Posyandu Negeri Lima cadres. The activity was carried out by providing outreach in the form of counseling and providing direct training on how to make hotong-based biscuits. The results of the community service program showed that the educational method successfully increased respondents' understanding from an average knowledge score of 49 to 84 based on the results of the pre-test and post-test questionnaires. Evaluation was conducted by examining hotong-based biscuit products and online advertisements that had been created.
Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Dasar Pangan Lokal Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Balita Stunting di Desa Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Rahma Tunny; Ernawati Hatuwe; Fitria Umagapi; Mariene Wiwin Dolang; Suryanti Tukiman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50685

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Stunting yang terjadi pada balita perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak, seperti meningkatnya angka kesakitan dan kematian, tumbuh kembang anak yang buruk, meningkatnya risiko penyakit infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, serta menurunnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak stunting setelah diberikan nugget ikan tahu kelor, dimana makanan yang diberikan merupakan makanan yang sudah mengandung protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pratest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 24-59 bulan yang berada di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku sebanyak 30 balita. Analisa data menggunakan aplikasi SPSS versi 23 menggunakan uji paired sampel T test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan rat-rata berat badan balita sebesar 1,22 kg dan tinggi badan sebesar 0,95 cm setelah diberikan PMT, dimana terjadi perubahan berat badan dan tinggi badan antara sebelum dan sesudah pemberian PMT dengan p-value 0,000 yang artinya ada perubahan berat badan dan tinggi badan balita setalah mendapatkan PMT. Pemberian PMT Modifikasi berbasis kearifan lokal dalam hal ini nuget ikan tahu kelor dapat menjadi alternatif program penanggulangan stunting