Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mangoli Kepulauan Sula Rahma Tunny
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v2i4.134

Abstract

Based on the results of the 2022 Indonesian Nutrition Status (SSGI) survey by the Ministry of Health, the prevalence of stunting among children under five in Maluku Province reached 26.1%. This figure puts Maluku province in the 13th place nationally. It was recorded that Maluku province cut the number of stunted children under five by 2.6 points from the previous year. In SSGI 2021, the prevalence of stunting in Maluku reached 28.7%, but this figure is still relatively high because it exceeds the threshold set by WHO of 20%. The purpose of this study is: to determine the relationship between feeding patterns and the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Mangoli Health Center, Sula Islands. This study is an analytical observational research using a cross sectional approach. The results of the chi-square test showed that there was a meaningful relationship between feeding patterns, namely the amount of food given to toddlers with a p value = 0.002. because the p value < 0.005 thus H0 is rejected and Ha is accepted, so there is a meaningful relationship between the provision of food to toddlers and the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Mangoli Health Center in the Sula Islands Mangoli Health Center.
ASPEK IBU DAN ASPEK SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING Kamaruddin, Mustamir; Kaliky, M. Fadly; Afriza, Renita; Tunny, Rahma
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2970

Abstract

Abstract: Stunting is a condition in which the growth and development of a toddler is impaired due to long-term malnutrition, which causes the child's height to be shorter than other children of the same age. Based on data tracking of stunting cases in Jambi Province, it is known that one of the districts in the top 5 highest incidence of stunting is East Tanjung Jabung District. According to sub-districts in East Tanjung Jabung Regency, the Simpang Pandan Health Center working area has the highest incidence of stunting. The purpose of the study was to determine the maternal and sanitation aspects of the incidence of stunting. The research design used in this study was cross sectional. The research was conducted in the Simpang Pandan Health Center Working Area. The research was conducted in November 2023. The population is mothers who have children aged 0-59 months in the Simpang Pandan Health Center area, totaling 1176 mothers. The sample amounted to 73 people. The sampling technique used Stratified Random Sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate. The results showed a relationship between maternal knowledge (p value: 0.000) and latrine ownership (p value: 0.028) to the incidence of stunting. It is recommended to the Puskesmas to increase the knowledge of mothers and also other communities about stunting, it is hoped that the Puskesmas can increase public knowledge through preventive actions and health promotion to the community and conduct counseling to cadres in each village.Keywords: Latrines, Knowledge, Stunting
faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja pada nelayan di kawasan pesisir dusun pakarena desa kairatu Aja, Aspia La; Lihi, Maryam; Lating, Zulfikar; Sinay, Herlien; Tunny, Rahma
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5656

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada hasil laut, baik melalui penangkapan maupun budidaya. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh nelayan, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, adalah penyakit akibat kerja. Penyakit ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, seperti peralatan kerja, bahan yang digunakan, lingkungan kerja, serta proses kerja itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja pada nelayan di Kawasan Pesisir Dusun Pakarena, Desa Kairatu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan crosshsectional dengan jumlah populasi sebanyak 50 orang, di mana sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia dan penyakit akibat kerja dengan nilai p=0,05, serta masa kerja dengan penyakit akibat kerja dengan nilai p=0,018. Selanjutnya, penggunaan alat pelindung diri (APD) memiliki hubungan signifikan dengan penyakit akibat kerja dengan nilai p=0,054. Berdasarkan analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan penggunaan APD dengan penyakit akibat kerja. Sebaliknya, variabel pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penyakit akibat kerja pada nelayan di Kawasan Pesisir Dusun Pakarena, Desa Kairatu.
Health Education pada Masyarakat Penderita TB Paru terhadap Pencegahan Risiko Menular Rahma Tunny; Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v2i1.1313

Abstract

TB is a serious infection caused by the Mycobacterium tuberculosis. Even now, tuberculosis paru remains one of the world's most pressing health issues. Even though many nations have taken steps to combat this illness, if it is not treated, it could lead to kematian. The goal of health promotion is to increase awareness of how to prevent tuberculosis in children. In order to conduct a thorough investigation, this community's pengabdian uses a quantitative approach and a kuesioner's lembar to understand the experiences of TB patients and other members of the community. Following the dissemination of health education about TB Paru to the general public at Puskesmas Negeri Lima, the general public's knowledge increased by 70–80%. This score is higher than the pre-test score of roughly 62%. This health education is provided in a gentle manner via ceramah, discussion, and tanya jawab. The results of the test indicate that the general public's knowledge has increased.
Pengaruh Ketersediaan Air Bersih dalam Rumah Tangga Terhadap Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Daerah Kawasan Pesisir dan Kepulauan Sunik Cahyawati; Rahma Tunny; Sahrir Sillehu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk441

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that children become too short for their age. With the magnitude of the impact caused by stunting, special attention is needed through the availability of clean water in the household, considering the availability of clean water is one of the programs implemented in reducing stunting. The purpose of this study was to analyze the effect of the availability of clean water in the household on the risk of stunting in toddlers in coastal and island areas. The research design used was cross-sectional, involving 181 toddlers aged 2-5 years in Waesala Village, Huamual Belakang District, West Seram Regency, who were selected by accidental sampling technique. Data was collected through interviews and measuring the toddler's height using a microtoise and then determining the Z-score. Data analysis was performed using the Chi-square test. P value = 0.262, which means that there Was no effect of the availability of clean water in the household on the risk of stunting in Waesala Village, Huamual Belakang District, West Seram District.Keywords: availability of clean water; stunting; toddler ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Dengan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh stunting maka maka perlu adanya perhatian khusus melalui ketersedian air bersih dalam rumah tangga, mengingat ketersediaan air bersih merupakan salah satu program yang diterapkan dalam penurunan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketersediaan air bersih dalam rumah tangga terhadap risiko kejadian stunting pada balita di daerah kawasan pesisir dan kepulauan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, yang melibatkan 181 balita berusia 2-5 tahun di Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran tinggi badan balita menggunakan microtoise dan kemudian menentukan Z-score. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Nilai p = 0,262 yang artinya tidak ada pengaruh ketersediaan air bersih dalam rumah tangga terhadap risiko kejadian stunting di Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat.Kata kunci: ketersediaan air bersih; stunting; balita
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Kamal Hitiyaut, Mirdat; Hatuwe, Ernawati; Tunny, Rahma
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1595

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak ke dewasa yang memerlukan perhatian  khusus  untuk pencarian identitas diri, eksplorasi, dan eksperimentasi berbagai peran sosialnya. Masa remaja merupakan salah satu masa yang rentan terhadap kejadian stres. Stres   merupakan   perasaan   ketidaksesuaian   individu   ketika   berinteraksi   dengan lingkungannya baik  secara  fisik, psikologis, maupun sosial.  Kondisi stres ini juga bisa dirasakan oleh remaja yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren atau yang disebut dengan santri. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stres baik itu faktor internal maupun eksterna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres pada Santri di Pondok pesantren Darussalam Kamal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 55 responden dengan menggunakan Instrumen berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Spearman's rho. Hasil: Adanya hubungan dukungan emosional teman sebaya dengan tingkat stres pada santri di Pondok pesantren Darussalam Kamal. adanya hubungan lingkungan dengan tingkat stres pada santri di Pondok pesantren Darussalam Kamal (p-value =0.005) dan adanya hubungan penyusuaian diri dengan tingkat stres pada santri dan santriwati di Pondok pesantren Darussalam Kamal.  Kesimpulannya adanya hubungan dukungan emosional teman sebaya, lingkungan dan penyusuayan diri dengan tingkat stres pada santri dan santriwati di Pondok pesantren Darussalam Kamal.
Peningkatan Pemanfaatan Layanan Posyandu Untuk Kesehatan Balita Di Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan Sinay, Herlien; Tunny, Rahma; Windari, Arindiah Puspo; Pariama, Melinda Evana
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1580

Abstract

Pelayanan Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan balita, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan. Namun, partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, informasi, dan persepsi yang keliru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Posyandu melalui penyuluhan dan edukasi kepada ibu balita, kader, dan tokoh masyarakat. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan tercipta peningkatan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang balita. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki status kesehatan anak dan menjadi model intervensi kesehatan berbasis komunitas di daerah serupa. Kegiatan ini dilakukan di Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pemanfaatan pelayanan posyandu, terutama dalam pemenuhan gizi sejak kehamilan dan praktik pemberian makanan sehat bagi balita. Selain itu, kader Posyandu mengalami peningkatan keterampilan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, pencatatan data kesehatan, serta koordinasi dengan Puskesmas. Keberhasilan program ini ditunjang oleh metode interaktif dalam penyuluhan serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran ibu balita tentang pentingnya posyandu dalam pencegahan stunting serta mengoptimalkan peran kader Posyandu dalam layanan kesehatan primer.
Edukasi Sanitasi Lingkungan Di Wilayah Pesisir Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Hatapayo, Soleha; Cahyawati, Sunik; Lapodi, Abd Rijali; Tunny, Rahma
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i1.4003

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter height compared to children of the same age. One of the indirect causes is the availability of inadequate and unsafe sanitation. Objective: This study is to determine the effect of environmental sanitation education on maternal knowledge in efforts to reduce stunting rates in Telutih Baru Village, Tehoru District. Method: This study uses the Pre-Experiment method with a one group pre-test and post-test design. The population in this study were 45 mothers who had toddlers aged ≤ 2 years. While the sample in this study was 45 mothers who had toddlers aged ≤ 2 years in Teluti Baru Village, Tehoru District. The sampling technique used the total sampling technique. The research instrument used a questionnaire in the form of statements, the variables in this study were environmental sanitation education variables and maternal knowledge. The analysis used in this study was the Wilcoxon Test. Analysis of the Influence of Environmental Sanitation Education on Mother's Knowledge in Efforts to Reduce Stunting Rates in Teluti Baru Village, Tehoru District in 2024 from the results of the Wilcoxon Test, the significance value is 0.000 and this value is smaller than the alpha value of 0.005. There is a significant influence after respondents are given education or Ha is accepted, meaning that there is an influence of education using video media on mothers' knowledge of environmental sanitation in Teluti Baru Village, Tehoru District in 2024.
PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM ERA DIGITAL: TINJAUAN NARATIF TENTANG PEMERATAAN LAYANAN KESEHATAN PADA POPULASI RENTAN Tunny, Rahma; Kaliki, Fadly; Umasugi, M Taufan; Fitriasari, Endah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4834

Abstract

Latar Belakang: Kesenjangan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan global utama, terutama pada populasi rentan. Tinjauan naratif ini menganalisis literatur terkini mengenai peran tenaga kesehatan masyarakat (Community Health Workers/CHW) dalam konteks transformasi digital dan upaya pemerataan layanan kesehatan. Metode: Penelusuran sistematis dilakukan terhadap literatur yang dipublikasikan antara tahun 2016-2025. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian. Hasil: Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama: (1) integrasi teknologi digital dalam intervensi berbasis CHW; (2) pendekatan adaptif untuk pemerataan layanan kesehatan; (3) intervensi multisektoral antara kesehatan dan pendidikan; (4) penanganan penyakit kronis dan multimorbiditas di tingkat komunitas; dan (5) pengembangan kapasitas CHW dalam penerapan teknologi kesehatan. Ditemukan bahwa intervensi berbasis teknologi yang diimplementasikan oleh CHW menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan, terutama pada daerah dengan sumber daya terbatas. Kesimpulan: Tinjauan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan masyarakat dan inovasi teknologi dalam mencapai pemerataan layanan kesehatan. Diperlukan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan karakteristik lokal, kebutuhan populasi rentan, dan integrasi multisektoral untuk mengoptimalkan dampak intervensi kesehatan masyarakat.
Edukasi Kesahatan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Lateri sinay, herlien; Lating, Zulfikar; Tunny, Rahma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5061

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum dijumpai di masyarakat. Angka kematian karena hipertensi di Indonesia sangat tinggi. Kasus hipertensi lumayan banyak dijumpai terutama pada lansia. Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Lansia dikatakan memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif dibandingkan dengan usia muda. Salah satu penyakit degeneratif yang sering timbul tanpa gejala adalah hipertensi. Hipertensi disebut sebagai “silent killer”. Penyebab terlambatnya penanganan pada pasien dengan hipertensi adalah mayoritas pasien datang ke fasilitas kesehatan apabila telah terjadi komplikasi, dan kurangnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan kurangnya kontrol terhadap keadaan penyakitnya khususnya pada lansia. Adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hipertensi diharapkan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas penyakit hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman bagaimana penanganan dan pencegahan hipertensi sedari dini di Puskesmas Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Program penyuluhan ini dilaksanakan di Puskesmas Lateri pada bulan Agustus 2024 dalam bentuk ceramah, tanya jawab dan pemeriksaan tekanan darah. Peserta pada kegiatan ini para lansia. Sehingga peserta dapat benar-benar mengetahui dan memahami penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan dan penanganan hipertensi. Begitu pula diharapkan agar warga lansia dapat rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri ataupun di pusat pelayanan kesehatan.