Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Model jual beli kredit (angsuran) pada Lembaga Keuangan Islam Non-Bank (Studi Kasus di Lembaga Keuangan Islam Non-Bank Kota Ponorogo) Ahmad Muqorobin; Annas Syams Rizal Fahmi
Al Tijarah Vol 6, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i2.4808

Abstract

Jual-beli kredit (angsuran) sangat  ramai beredar di masyarakat, dikarenakan keperluan masyarakat akan barang secara langsung, sedangkan pembelian tidak dapat dilaksanakan langsung atau kontan.  Mekanisme ini memungkinkan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan keterbatasan pendapatan yang mereka miliki, sehingga dengan transaksi demikian pembeli dapat memiliki barang-barang konsumsi tanpa harus membayar tunai. Islam mensyariatkan transaksi jual-beli dengan baik tanpa adanya unsur kesamaran, penipuan, riba dan dilakukan dengan dasar keridhoan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memperoleh model jenis jual-beli kredit (angsuran) yang dijalankan oleh lembaga keuangan Islam non-Bank, dengan tujuan tersebut dapat membantu nasabah untuk mendapatkan kebutuhan konsumtif maupun produktif demi memenuhi keperluan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang mempergunakan sumber data sekunder. Normatif, karena penelitian ini akan mengkaji dan menguji data-data sekunder mendapatkan pendapat para ulama fiqih, hukum-hukum, dalil-dalil dalam Al-Quran dan Hadist, yang berkaitan dengan model jual-beli kredit (angsuran) yang sesuai dengan syariat Islam. Hasil penelitian mengungkapkan jenis jual- beli kredit (angsuran) yang diterapkan oleh lembaga keuangan syariah non-Bank dan dapat menyesuaikan dengan model jual-beli kredit (angsuran) yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam, sehingga kita semua bisa terhindar dari keraguan dan bertambah yakin serta bisa bermuamalah melakukan jual beli sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan terhindar dari riba.
Optimalisasi Sektor Pertanian melalui Penerapan Wakaf Berkelanjutan Ahmad Muqorobin; Mahmudah Agustiyani
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 1 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.933 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 1.3

Abstract

Aplication of waqf in Indonesia are still traditional. This is evidenced by the laarge number of the waqf land still dormant or reserved only for worship. Whereas, in the land of the endowments are manage with good management and leads to the productive nature of it can help Indonesia’s developments in several sectors. According to the Minister of agriculture, agriculture land in Indonesia today many experienced a transfer of fungsion of the land. Therefor, the distribution of property including land endowments can be directed to development of the agricultural sector. The agricultural sector is one of the sectors of Indonesia’s economy so that the amplifier throughthe result of the sector can be developed for the contraction sector, such as education, health, economy and so on. So the necessary endowments that are sustainable in the management or sustainable agriculture in order to get maximum result and have an impact on development in other sectors. The writing of this paper use the data of the secondary with the study of librarianship with a qualitative description. In this paper also outline a SWOT analysis of the model of planning-based sustainable endowments.
Model Jual Beli Angsuran di Perbankan Syariah Ahmad Muqorobin; Muharrik Fitragara Fachreza
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 1 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.652 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 1.142

Abstract

Jual beli angsuran adalah salah satu bentuk muamalah yang ramai beredar di masyarakat, karena tingkat pendapatan seseorang itu berbeda untuk membeli barang baik secara langsung dan tidak, maka bentuk pembayaran dalam jual beli bisa dilakukan secara tunai dan tangguh. Contohnya sebagian orang akan memilih untuk membayar barang secara tunai karena kecukupan yang, sedangkan yang lain memilih membayar secara tangguh/kredit karena ketidakcukupan uang untuk membayar tunai. Pada konsepnya jual beli ini mengandung konsekuensi bahwa harga angsuran lebih besar dari pada harga kontan, karena adanya tambahan harga pada pembayaran yang ditangguhkan. Dalam implementasinya hubungan jual beli ini berlangsung antara nasabah dan perbankan syariah, yang mana nasabah sebagai pembeli dan bank syariah sebagai penjual. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi bank syariah dalam mengembangkan produk-produk pembiayaan dengan model jual beli angsuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode kualitatif diskriptif dengan data primer dan sekunder. Temuan penelitian ini adalah model jual beli angsuran yang diterapkan diperbankan syariah yaitu; Murábahah, Ijárah Muntahiyah Bittamllik, Musyárakah Mutanáqishah dan Istishna'. Dengan model jual beli angsuran yang diterapkan perbankan syariah yang sesuai dengan hukum Islam, maka kita bisa terhindar dari keraguan dan bertambah yakin dalam bermuamalah dengan jual beli yang sesuai dengan syariah
Legal Facts in Legal Opinions Formulation on The Decisions of Islamic Civil Case Ahmad Muqorobin; May Shinta Retnowato; Nur Helmy Iffah Wafiyah
Veteran Law Review Vol 6 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Faculty of Law |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/velrev.v6i1.4629

Abstract

Development of Islamic civil cases today, the problems that arise in society are increasingly complex and the public's need for services in the legal field is getting higher. This does not escape the need for legal opinions from experts such as lawyers, advocates, or legal advisors. This legal opinion is what we often call a legal opinion. In practice, the determination of a punishment must be fair. To realize this justice, the law enforcers should be impartial and consider many things before deciding on a sentence or giving a legal opinion. The weighing of these decisions can be done by looking at the facts that happened and studying them, presenting witnesses, and so on. Legal facts are one of the processes that cannot be overlooked by persons investigating a case, because if this process is missed or not thorough enough, it can affect a decision. The method used in this study is a qualitative juridical normative method. This study aims to find out that legal facts will affect the decisions of Islamic civil law that will be taken and legal opinions that will be made by a legal expert. The result of the study is that Legal facts are important to note because the discovery and analysis of legal facts can support and complete the clauses that will be included in the legal opinion and the decisions that will be handed down by the judge on the defendant. Although in the civil law rules there is no information about the importance of legal facts in legal opinions, if viewed from the facts that occur, it can be identified as a legal risk that will be accepted by the client.
IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI BANK SYARI’AH (STUDI KASUS DI BANK BTN SYARI’AH CAB. MALANG) AHMAD MUQOROBIN
Ijtihad Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1978.179 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v11i2.2554

Abstract

Munculnya krisis moneter di Indonesia tahun 1997 disebabkan oleh rendahnya penerapan Good Corporate Governance (GCG). Memasuki abad 21, abad globalisasi yang penuh dengan tantangan dan persaingan, maka penerapan prinsip (GCG) telah menjadi suatu kebutuhan serta kepatuhan dalam pengelolaan perusahaan seperti perbankan syari’ah dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Syari’ah sebagai lembaga kepercayaan dan intermediasi, melindungi kepentingan stakeholders, meningkatkan moral serta meingkatkan nilai-nilai (values) bagi perusahaan. Penerapan prinsip (GCG) secara sederhana dapat diwujudkan dengan cara peningkatan etos dan budaya kerja yang amanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip (GCG) pada PT Bank Negara Syariah cabanga Malang dalam pelaksanaan prinsip-prinsip (GCG) dan cara mengatasinya. Berdasarkan penelitian, diperoleh jawaban penerapan prinsip-prinsip (GCG) di Bank BTN Syari’ah cabang Malang dengan mengikuti 5 (lima) prinsip (GCG). Dalam prinsip transaksi yaitu: adanya kejelasan fungsi pada laporan keuangan, kejelasan informasi produk pada nasabah, serta kejelasan pada manajemen risiko. Prinsip akuntabilitas diterapkan dalam bentuk pelaksanaan budaya kerja, laporan audit, serta adanya pembinaan unit usaha. Prinsip responsibilitas yaitu dengan adanya penerapan yang berhubungan terhadap CSR. Prinsip indepedensi yaitu dengan adanya pengambilan segala keputusan secara obyektif dengan tidak adanya tekanan dari pihak lain. Dan prinsip kewajaran serta keadilan dilaksanakan demi memperhatikan kepentingan stakeholders dengan pemberian informasi yang wajar serta adanya keadilan yang diterapkan dalam pihak internal bank.
أحكام الحيل في التمويل المصرفي دراسة فقهية تحليلية Ahmad Muqorobin; Imam Kamaluddin; Annas Syams Rizal Fahmi
Ijtihad Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.801 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v14i2.4583

Abstract

تعد المحاولات الجادة في العصر الحديث من خلال إنشاء المصارف الإسلامية التي تقوم بأعمال التمويل والاسثمار التي تسعى إلى تجسيد نظرة الإسلام للمال والاستثمار بما يتماشى ومتطالبات العصر، فأهم عقبة تعوق عملية تنمية المصارف هي التمويل، فنمو المصارف مرتبط بتمويله. فتهدف هذه الدراسة لبحث عن أحكام صيغ التمويل التي قد وقعت الحيل الفقهية في بعض صيغ التمويل المصرفي بصور مختلفة، ولكشف حقيقة الهدف لوجود الحيل التي وقعت في صيغ التمويل المصرفي، وما حكم الحيل في تلك الصيغة، إما أن يكون محرما أو جوازا. واعتمد من خلال هذا البحث بالمنهج الوصفي التحليلي والمنهج الاستقرائي معًا في تناول أحكام الحيل الفقهية من خلال وصف حقيقتها، ثم استقراء التمويل المصرفي بصيغة بيع المرابحة للآمر بالشراء والتورق المنظم التي وقعت فيها الحيل الفقهية.وخلصت الدراسة إلى نتائج عديدة ومن أبرزها أن الحيل الفقهية قد دخلت في تأسيس معاملات المصرفية الإسلامية لأجل تحقق أمرين هما؛ التوسع في خدمات التمويل لعملائها، وتقليل المخاطر المترتبة على العمليات المصرفية لأقصى درجة ممكنة، على سبيل المثال في صيغة بيع المرابحة لآمر بالشراء التي أضافها الوعد الملزم،  فيحيلها إلى حيلة ممنوعة، إلا في حالات مستثنأة، وأما صيغة التورق المنظم فيها حيلة محرمة للتحيل على الربا. 
Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) On Islamic Banking: Maqasid Sy ariah’ s Approach Nurizal Ismail; Ahmad Muqorobin
Islamic Economics Journal Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.688 KB) | DOI: 10.21111/iej.v3i1.1384

Abstract

Islamic banking as corporate is also subjected to the responsible of Corporate social responsibility (CSR). Moreover, Islamic Banking is different from Conventional bank in its worldview, operation and principle. It will impact to CSR operation in Islamic banking. CSR of Islamic Banking must constitute to its objective that should realize the just and welfare in ummah’s life. It came into existence as a collective religious obligation (fard kifayah) on the larger community (Ummah) as a financial intermediary for individuals in the community wishing to comply with Islamic law (Syari’ah). This study aims to discuss the role of maqasid Syari’ah, and to propose it into the applied of CSR on Islamic banking. Implementation of corporate social responsibility (CSR) is very important in Islamic banks because it is used as importantmeasurements to assess a successful company in its operation. CSR in Islamic bank should be different with the Conventional one from its worldview, system and standard of operational. The concept of CSR in Islam is not new, it is deeply mentioned and explained in sources of Islam. Maqasid Syari’ah is used to see the maslahat (benefit) and to make decision in all aspect of human life. In maslahat’s perspective, CSR of Islamic bank is to promote the justice and welfare and to avoid the disruption and chaos.
Parameter Pengembangan Produk-Produk Perbankan Syariah Dengan Pendekatan Maqasid Syariah (Studi Kasus di Perbankan Syariah Kabupaten Ponorogo) Ahmad Muqorobin; Eko Nur Cahyo
Islamic Economics Journal Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.992 KB) | DOI: 10.21111/iej.v5i2.4004

Abstract

Currently, the development and growth of Islamic banking show a positive trend that increases every year. This encourages Islamic banks to produce innovative products which customer needs. However, the methods used to develop products differ from one country and another. For Indonesia, one parameter is needed to harmonize all product developments produced by Indonesian Islamic banking. The purpose of this study is to explore the challenges of current Islamic banking in producing products and make a parameter as a reference for developing Islamic banking products with the Maqāsid Sharia approach for the realization of maslahah. To achieve this study using several methods such as interviews, content and descriptive analysis. The results of this study are the parameters that have been applied with the development product in Islamic banking Ponorogo citywith the Maqāsid Sharia approach. A product can produce maslahah if the five elements in Maqāsid shari’a are achieved, namely; (1) Preservation of religion by the basis of the product offered is based on the Al-Qur'an, Sunnah, and DSN-MUI, (2) Preservation of life, it is manifested by the service and supply to customers in accordance with Islamic ethics, (3) Preservation of intellect, with a form of banking business to explain in detail related to products offered to customers in a clear, (4) Preservation of wealth, it is realized with the management of property management client in Islam, (5) Preservation of progeny, by applying the four things previously, to guarantee halal and affect the sustainability of living for the family and the children of clients.
Model jual beli kredit (angsuran) pada Lembaga Keuangan Islam Non-Bank (Studi Kasus di Lembaga Keuangan Islam Non-Bank Kota Ponorogo) Ahmad Muqorobin; Annas Syams Rizal Fahmi
Al Tijarah Vol. 6 No. 2 (2020): Al Tijarah | December
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i2.4808

Abstract

Jual-beli kredit (angsuran) sangat  ramai beredar di masyarakat, dikarenakan keperluan masyarakat akan barang secara langsung, sedangkan pembelian tidak dapat dilaksanakan langsung atau kontan.  Mekanisme ini memungkinkan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan keterbatasan pendapatan yang mereka miliki, sehingga dengan transaksi demikian pembeli dapat memiliki barang-barang konsumsi tanpa harus membayar tunai. Islam mensyariatkan transaksi jual-beli dengan baik tanpa adanya unsur kesamaran, penipuan, riba dan dilakukan dengan dasar keridhoan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memperoleh model jenis jual-beli kredit (angsuran) yang dijalankan oleh lembaga keuangan Islam non-Bank, dengan tujuan tersebut dapat membantu nasabah untuk mendapatkan kebutuhan konsumtif maupun produktif demi memenuhi keperluan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang mempergunakan sumber data sekunder. Normatif, karena penelitian ini akan mengkaji dan menguji data-data sekunder mendapatkan pendapat para ulama fiqih, hukum-hukum, dalil-dalil dalam Al-Quran dan Hadist, yang berkaitan dengan model jual-beli kredit (angsuran) yang sesuai dengan syariat Islam. Hasil penelitian mengungkapkan jenis jual- beli kredit (angsuran) yang diterapkan oleh lembaga keuangan syariah non-Bank dan dapat menyesuaikan dengan model jual-beli kredit (angsuran) yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam, sehingga kita semua bisa terhindar dari keraguan dan bertambah yakin serta bisa bermuamalah melakukan jual beli sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan terhindar dari riba.
Collection and management of Ziswaf for the prosperity of the ummah Ahmad Muqorobin
Journal of Islamic Economics Management and Business (JIEMB) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jiemb.2022.4.2.12548

Abstract

One of Ziswaf’s goals in Islam is to contribute to creating people’s welfare and alleviating poverty. This study examines the strategy for collecting and managing Ziswaf funds at the BaitulQur’an Social Fund Institution (LDSBQ), which has a vision and mission based on Islamic sharia and aims to prosper the ummah.The research uses a qualitative approach with descriptive analysis methods, while instruments in data collection use interviews, observation, and documentation. Sources are taken from various references related to the problem topic, namely journals, books, and other articles. The result of this study shows the three main programs of LDSBQ. First, Scholar Smileengaged in education. Second, Healthy Smileoperates in the health sector. Third, Independent Smile is a movement for community independence in the economic field, supported by socio-religious activities such as waqf and da’wah programs. This research has implications for the fundraising strategy of Gontor.Meanwhile, the fundraising strategy uses a potential network of guardians of students and teachers, a network of Gontor alumni colleagues with a movement based on the real sector, and community social activities that can have a significant impact on the welfare of the ummah to get happiness in the world and the hereafter.Keywords: Ziswaf; social institution; collection; management; welfare of the ummah.