Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN SENSOR PENGUKUR KADAR OKSIGEN DALAM DARAH DENGAN NODE RED UNTUK GURU SMK WALISONGO SEMARANG Surono Surono; April Firman Daru; Whisnumurti Adhiwibowo
Jurnal DIMASTIK Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v2i2.8601

Abstract

Abstrak SMK Walisongo merupakan SMK swasta yang cukup terjangkau secara biaya bagi masyarakat semarang dan merupakan SMK yang menyumbang lulusan-lulusan yang ahli sehinga perlu di bekali kemampuan yang sesui dengan perkembangan dunia secara global. Sehingga pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan sensor Max 30100 dengan menggunakan Internet of Things untuk mengukur kadar oksigen yang sering digunakan dalam sektor kesehatan, Internet of Things sudah menjadi bagian daripada kehidupan manusia di masa kini. Teknologi ini terimplementasi di mana pun dan dalam bentuk apapun mulai dari jam pintar hingga smart grid di industri. Dengan memanfaatkan sensor ini diharapkan dapat melakukan antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu dalam menggunakan sensor di sektor kesehatan memerlukan keahlian khusus sehinga kita harapkan PKM ini dapat memberikan tambahan ilmu bagi guru  dan siswa SMK Walosongo. Kata Kunci: Internet of Things, Sensor, Node Red, Kadar Oksigen, MAX 30100
PENGELOLAAN DATABASE FIREBASE DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR DHT11 DAN NODEMCU DI SMK WALISONGO SEMARANG surono surono; April daru; Whisnumurti adhiwibowo
Jurnal DIMASTIK Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v3i1.9777

Abstract

Dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 SMK di harapkan dapat  menghasilkan lulusan-lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri (Rosina et al., 2021). Dan diharapkan SMK menerapkan kurikulum yang berkaitan dengan dunia industri, sehingga penyerapan tenaga kerja khususnya di Indonesia bisa meningkat (Baitullah & Wagiran, 2019) Seiringan dengan hal tersebut diatas maka dengan kami sebagai tim PKM perupaya lewat pengabdian ini kami akan melakukan pelatihan dengan tema  IOT pada SMK walisongo yaitu "Pelatihan Pengelolaan Database firebase dengan menggunakan sensor DHT11 dan Nodemcu di SMK Walisongo Semarang , kami membuat pelatihan atau simulasi tentang alat pengukur suhu dan kelembaban untuk mengetahui berapa suhu didalam ruangan tersebut. Suhu ruangan dapat di monitor jika terlalu panas akan berbahaya dikarenakan suhu panas bisa bersumber dari api .Untuk mengecek suhu ruangan bisa di lakukan dari jarak jauh menggunakan smartphone dan internet Kata Kunci:  Internet of Things, Sensor DHT11, NodeMCU
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENYUSUNAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU SMA ADVENT SEMARANG Lenny Margaretta Huizen; Yulinda Kusumaningrum; Charis Maulana; Whisnumurti Adhiwibowo
Jurnal DIMASTIK Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v4i1.13698

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), memberikan peluang besar dalam peningkatan kualitas pendidikan. Guru di era Merdeka Belajar dituntut menghadirkan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan, minat, bakat, serta gaya belajar peserta didik. Modul ajar berdiferensiasi menjadi perangkat penting dalam mendukung pembelajaran tersebut. Guru di SMA Advent Semarang mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi yang memanfaatkan AI. Salah satu AI yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran yaitu ChatGPT. Untuk itu dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan AI dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi. Tujuan pengabdian ini yaitu agar para guru memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memanfaatkan AI untuk menyusun modul ajar berdiferensiasi. Sehingga modul ini dapat menyesuaikan kebutuhan, minat, bakat, serta gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran. Evaluasi keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) kegiatan selesai dilaksanakan, yaitu berupa kuesioner tentang materi yang disampaikan oleh pemateri. Hasil kuesioner pretest diperoleh 58,5% sedangkan untuk posttestnya meningkat menjadi 79,75%. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi menggunakan AI.