Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengeruh Tanaman Ketapang Kencana (Terminalia Mantaly) Terhadap Penurunan Konsentrasi Polutan Udara Akibt Emisi Kendaraan Bermotor Di Simpang Tujuh Ulee Kareng Lensoni; Noeroel Arham; Erna Savitri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor menjadi salah satu permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama pada wilayah dengan aktivitas lalu lintas yang tinggi. Vegetasi seperti Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu upaya alami dalam mengurangi partikulat udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas tanaman Ketapang Kencana dalam menurunkan konsentrasi partikulat udara di Simpang Tujuh Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan satu kali sebelum dan satu kali sesudah penempatan tanaman dalam polibag selama 7 hari pada titik yang sama. Parameter yang diukur meliputi PM₂.₅, PM₁₀, PM₅.₀, PM₁.₀, AQI, suhu, dan kelembapan. Hasil menunjukkan penurunan PM₂.₅ dari 101 menjadi 14 µg/m³, PM₁₀ dari 144 menjadi 20 µg/m³, PM₅.₀ dari 115 menjadi 16 µg/m³, dan PM₁.₀ dari 110 menjadi 14 µg/m³. AQI menurun dari 205 menjadi 97, suhu dari 40°C menjadi 30°C, sedangkan kelembapan meningkat dari 43% menjadi 57%. Secara deskriptif, penempatan Ketapang Kencana diikuti oleh perbaikan kondisi kualitas udara dan mikroklimat pada lokasi penelitian.
Efektivitas Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata) dalam Menurunkan Konsentrasi Polutan Udara di Desa Kajhu Erna Savitri; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 3: Agustus 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat meningkatnya aktivitas transportasi, pembangunan, dan aktivitas antropogenik lainnya dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan tanaman Sansevieria trifasciata sebagai biofilter alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman Sansevieria trifasciata dalam menurunkan konsentrasi polutan udara berdasarkan parameter Air Quality Index (AQI), PM₂.₅, PM₅.₀, dan PM₁₀ di Desa Kajhu, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental dan desain one group pretest-posttest. Pengukuran kualitas udara dilakukan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah pemberian tanaman selama 7 hari (posttest) menggunakan Air Quality Monitor (AQM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AQI menurun dari 463 (kategori berbahaya) menjadi 18 (kategori baik). Konsentrasi PM₂.₅ menurun dari 182 menjadi 15 µg/m³, PM₅.₀ dari 234 menjadi 18 µg/m³, dan PM₁₀ dari 261 menjadi 21 µg/m³, dengan seluruh parameter berubah ke kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa tanaman Sansevieria trifasciata efektif menurunkan konsentrasi polutan udara sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif alami untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan permukiman
Model Prediksi Risiko Stunting Berbasis Faktor Ibu, Anak, dan Lingkungan pada Balita Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pante Raja Kabupaten Pidie Jaya Noeroel Arham; Safitria Safitria; Mika Sari; Selly Hidayanti; Siti Aminah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s0kdm061

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan produktivitas pada masa dewasa. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting, sebagian besar masih berfokus pada analisis hubungan antarvariabel tanpa menghasilkan model prediksi yang dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi risiko stunting berdasarkan faktor ibu, faktor anak, dan faktor lingkungan pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 180 balita yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara terstruktur, dan observasi kondisi lingkungan rumah, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,8%. Riwayat tidak mendapatkan ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, ketidaktepatan pemberian MPASI, sanitasi rumah yang buruk, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Model prediksi yang dikembangkan mampu mengelompokkan balita ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai alat skrining dini untuk mendukung penentuan prioritas intervensi pencegahan stunting di Puskesmas maupun Posyandu.
Edukasi Ramadhan Sehat Melalui Media Poster untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat di Desa Ulee Lueng Aceh Besar Noeroel Arham
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i2.7029

Abstract

Ramadan is a period that requires changes in dietary patterns and daily activities, which can affect public health behavior. Lack of knowledge about healthy fasting practices often leads to unhealthy habits such as overeating, dehydration, and poor sleep patterns. This community service aimed to improve healthy living behavior during Ramadan through poster-based education in Ulee Lueng Village, Aceh Besar. The method used included health education, poster dissemination, and interactive discussions involving 35 community members. The activity was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires to measure changes in knowledge and behavior. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of healthy fasting practices, including balanced nutrition, adequate hydration, and maintaining physical activity. Posters proved to be an effective educational medium due to their visual appeal and ease of understanding. This program contributed to increased awareness and positive behavioral changes in the community. It is recommended that similar programs be implemented continuously with varied media to strengthen public health promotion.