Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Insentif Dan Semangat Kerja Terhadap Prestasi Kerja Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Di Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Aceh Utara Zahara, Hafni
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 1, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Insentif dan semangat kerja pegawai merupakan faktor yang sangat mempengaruhi prestasi kerja penyuluh keluarga berencana di bidang pemberdayaan masyarakat dan keluarga sejahtera Kabupaten Aceh Utara. Permasalahan yang terjadi pada kantor penyuluhan keluarga berencana Kabupaten Aceh Utara adalah pemberian insentif yaitu kurangnya perhatian pimpinan terhadap pemberian insentif kepada pegawai. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya Insentif dan semangat kerja yang tinggi bagi para pejabat fungsional yang ada di daerah. Tujuan penelitian ini adalah: a)Untuk menganalisis pengaruh insentif kerja dan semangat kerja secara bersama-sama terhadap prestasi kerja penyuluh keluarga berencana di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Aceh Utara. b)Untuk menganalisis pengaruh secara parsial insentif kerja dan semangat kerja terhadap prestasi kerja penyuluh keluarga berencana di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Aceh Utara. c)Untuk menganalisis variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap prestasi kerja penyuluh keluarga berencana di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat explanatory, dengan subjek petugas penyuluhan keluarga berencana di Kabupaten Aceh Utara. Jumlah responden sebanyak 85 orang data dikumpulkan secara singkat menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian dianalisis dengan metoda uji asumsi klasik menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS 13.0. Hasil penelitian  ini menunjukan adanya pengaruh secara simultan antara insentif dan semangat kerja terhadap prestasi kerja dengan nilai VIF< 10. semangat kerja merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi prestasi kerja dengan nilai Beta sebesar 0.61. Kata kunci : Insentif, Semangat Kerja, Prestasi Kerja.     ABSTRACT Incentives and employee morale are  factors that greatly affects the performance of family planning counselors working in the field of community  empowerment and family  welfare of North Aceh District. Some of the problems which  occurred at the family planning counseling office of the North Aceh District is the provision of incentives, namely the lack of attention  by it’s leaders to provide incentives to employees. To achieve these objective it is necessary that incentives be given to the functional leaders and  that they possess  high morale. The purpose of this study  was: a) To analyze the effect of work incentives and morale  put together on the  achievement of family planning counselors at the Community Empowerment and Family Welfare Agency in North Aceh District.  b) To analyze the effect of work incentives and morale singularly on the work performance of family planning counselors at the Agency for Community Empowerment and Family Welfare of North Aceh District. c) To analyze the most dominant variables  which influence work performance of family planning counselors at the Agency for Community Empowerment and Family Welfare of North Aceh District. This study is explanatory, with 85  family planning extension workers in North Aceh  District.  as respondents.  Questionnaires were used to collect the data. The data  were then analyzed using SPSS 13.0 software. The results of this study indicated the existence of joint influence of incentives and morale  on work performance with a value of VIF <10. Morale is the most dominant variable affecting job performance with a Beta value of 0.61. Keywords: Incentives, Morale, Work Achievement.
TINJAUAN PERLAKUAN AKUNTANSI ASET TETAP PADA BKKBN PROVINSI SUMATERA SELATAN BERDASARKAN PSAP NO. 07 TENTANG AKUNTANSI ASET TETAP Dwitayanti, Yevi; Zahara, Hafni
Jurnal Bisnis Darmajaya Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Bisnis Darmajaya
Publisher : Institut Informatika Dan Bisnis (IIB) Darmajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study is aimed to determine the suitability of fixed asset management applied in the National Population Family Planning Board (BKKBN) of South Sumatra Province with PSAP no. 07 regarding Fixed Asset Accounting. This study includes case study research. The type of data used by the authors in this study is primary data by doing obervasi and secondary data that is data obtained from journals, documentation books, and internet. The data have been obtained then analyzed by descriptive analysis method. The results in this study indicate that for the management of recognition and depreciation of fixed assets in BKKBN of South Sumatra Province has been in accordance with PSAP. 07 regarding Fixed Asset Accounting. While for the management of discontinuation and disposal of fixed assets in BKKBN of South Sumatera Province not yet in accordance with PSAP. 07 concerning Fixed Assets Accounting since it only records permanent assets that are permanently discontinued. Whereas the Government Accounting Standards also record fixed assets that are discontinued from active use of the government and are not defined as fixed assets to other asset items. Keywords : Fixed Asset Management, PSAP No.7 ABSTRAK Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kesesuaian perlakuan aset tetap yang diterapkan di Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan dengan PSAP No. 07 tentang Akuntansi Aset Tetap. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus. Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data primer dengan melakukan obervasi dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari jurnal, buku dokumentasi, dan internet. Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa untuk perlakuan dalam pengakuan dan penyusutan atas aset tetap pada BKKBN Provinsi Sumatera Selatan telah sesuai dengan PSAP No. 07 tentang Akuntansi Aset Tetap. Sedangkan untuk perlakuan penghentian dan pelepasan aset tetap pada BKKBN Provinsi Sumatera Selatan belum sesuai dengan PSAP No. 07 tentang Akuntansi Aset Tetap karena hanya melakukan pencatatan aset tetap yang dihentikan secara permanen saja. Padahal Standar Akuntansi Pemerintah juga mencatat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah dan tidak didefinisikan sebagai aset tetap ke pos aset lainnya. Kata Kunci : Perlakuan Aset Tetap, PSAP No.7
Implementasi Pemberdayaan Masyarakat PT Pupuk Iskandar Muda Dalam Program Paya Nie Lestari, Damai, Dan Berdaya Di Gampong Blang Mee Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen Zahara, Hafni; Jufri, Jufri; Milna, Milna; Choirunnisa, Mierta Ivani; Purnama, Fahry; Kembaren, Emmmia Tambarta
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jf0wzp21

Abstract

Rawa Paya Nie mengalami alih fungsi lahan dari daerah resapan air menjadi daerah persawahan  dan perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya debit air di kawasan Paya Nie, sehingga mengganggu fungsi Paya Nie sebagai embung alami untuk pengairan bagi sawah – sawah yang ada di sekitarnya. Guna melestarikan ekosistem Paya Nie dan kearifan budaya yang berkembang di Blang Mee, maka perlu adanya upaya pelestarian berkelanjutan tersebut. PT PIM sebagai perusahaan yang memiliki komitmen penuh dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan, turut menjawab permasalahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Blang Mee melalui program Paya Nie Lestari, Damai, dan Berdaya. Tujuan dilaksanakan program pengabdian ini adalah untuk: Melestarikan ekosistem Paya Nie, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan melestarikan budaya dan kearifan lokal. Metode pelaksanaan program pengabdian dirancang untuk pendampingan yang berupa pendekatan partisipasif dan mangacu pada proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning). Hasil pengabdian diperoleh bahwa program pendampingan yang dilakukan oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sangat bermanfaat bagi masyarakat Payanie. Program yang diselenggarakan di Ekoduwisata Paya Nie juga didukung oleh instansi, mulai dari perusahaan, pemerintahan, hingga kelompok masyarakat. Biasanya pemasukan dalam bentuk penyediaan makanan dan minuman atau konsumsi, serta dari produk barang anyaman yang laku terjual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Payanie.
Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga Untuk Membangun UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Kerajinan Bordir Aceh Di Desa Reuleut Timu Zahara, Hafni; Mawardati, Mawardati; Kembaren, Emmia Tambarta; Jamilah, Jamilah; Ramayana, Ramayana; Salsabila, Naura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.496

Abstract

Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara merupakan desa sekitar Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sawah (Zahara et al., 2021). Budidaya padi di sawah bersifat musiman sehingga jika tidak musim tanam maka keluarga di daesa akan mengalami kesulitan ekonomi. Selanjutnya, para ibu rumah tangga selalu berada di rumah tanpa memiliki usaha sampingan (Mawardati et al., 2022). Hal ini menyebabkan kesulitan bagi ibu rumah tangga untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Metode pelaksanaan dirancang untuk pedampingan berupa pendekatan partisipasif dan mangacu proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning) yang terdiri dari: (1) Pemaparan materi yang dilengkapi dengan Power Point, (2) diskusi mendalam, (3) Praktik langsung, dan (4) Evaluasi dampak kegiatan. Jenis pelatihan yang dilakukan adalah: workshop pemilihan ide bisnis kreatif kerajinan bordir, pelatihan penyusunan rencana bisnis, teknik menjahit dan bordir, seminar motivasi dalam memulai bisnis kreatif kerajinan tangan bordir Aceh, pelatihan kerjasama untuk mendapatkan sistem permodalan, dan pelatihan menjahit dengan mesin jahit.
Program Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tas Dari Anyaman Pandan Untuk Peningkatan Kapasitas Perempuan Berstatus Janda Di Desa Reuleut Timu Usnawiyah, Usnawiyah; Zahara, Hafni; Sari, Cut Rozana; Ramayana, Ramayana; Yuningsih, Meileni; Salsabila, Naura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.508

Abstract

Budaya patriarkhi di berbagai wilayah Indonesia memberikan previlage pada jenis kelamin laki-laki untuk mengakses material basic of power dari perempuan. Wacana perempuan sebagai makhluk yang lemah begitu dominan. Hal ini dialami oleh kaum perempuan berstatus janda karena mereka harus bertanggungjawab menghidupi anak-anaknya dan merasakan beban psikologis yang menganggap kehidupan menjanda sebagai hal negatif. Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara merupakan desa sekitar Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sawah. Jika tidak musim tanam, keluarga di desa ini mengalami kesulitan ekonomi terutama kaum perempuan janda yang tidak memiliki usaha sampingan padahal mereka memiliki kreatifitas tinggi dalam bisnis untuk menciptakan produk kerajinan tangan. Hal inilah yang menjadi alasan utama tim pengusul untuk menjadikan mereka mitra melalui program yang diusulkan. Lokasi pengabdian masyarakat yang diambil adalah Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Metode pelaksanaan berupa pendekatan partisipasif dan mangacu pada proses pembelajaran orang dewasa yang terdiri dari: (1) Pemaparan materi (2) diskusi mendalam (3) Praktik langsung, (4) Evaluasi dampak kegiatan pengabdian. Target luaran yang ingin dicapai adalah: (1) Publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian Internasional, (2) Publikasi kegiatan pada media cetak atau online, (3) Surat Perjanjian Kerja Sama dengan Mitra, dan (4) Poster Pengabdian.
PARTNERSHIP MANAGEMENT AND POTATO COMPETITIVENESS IN BENER MERIAH DISTRICT, ACEH PROVINCE Nurmala, Nurmala; Sullaida, Sullaida; Zahara, Hafni; Jamilah, Jamilah; Saputra, Jumadil
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 21 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jam.2023.021.04.03

Abstract

The research aims to identify supply chain partnerships and analyze potato competitiveness. The research location is in Bener Meriah Regency, Aceh Province. Supply chain partnership management is studied using qualitative and quantitative descriptive approaches. Potato competitiveness was analyzed using the Policy Analysis Matrix (PAM) approach. The research results show that potato farming is quite profitable for farmers and has competitiveness as a superior product. Potato farming partnerships are carried out by farmers at the level of seed procurement and farming costs with a profit-sharing system or general trading pattern through farming capital loans with the condition that farmers must sell potatoes to traders at below-market prices. Potato farming in Bener Meriah Regency has comparative advantages and competitive advantages. It is worthy of development based on the acquisition of PCR and DRCR, both of which have a value of more than one. Potato farming has good prospects for intensive development to increase the competitiveness of potatoes through synergistic partnership programs with downstream business players, considering the high market demand for potatoes and processed potato products.
Fungsi Kelompok Tani Pada Usaha Tani Padi Sawah di Gampong Uteun Bunta Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Riani, Riani; Zuriani, Zuriani; Zahara, Hafni; Hafizin, Hafizin
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v6i1.4941

Abstract

Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antaranggota mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat tani, sebab segala kegiatan dan permasalahan dalam berusaha tani dilaksanakan oleh kelompok secara bersamaan. Gampong Uteun Bunta memiliki dua kelompok tani yang bergerak di bidnag tanaman pangan, khususnya padi sawah. Namun, menurut pengamatan, anggota kelompok tani di Gampong Uteun Bunta jarang memanfaatkan pertemuan kelompok tani serta kekurangan informasi dalam melakukan usaha tani padi sawah. Objek penelitian adalah petani padi sawah yang merupakan anggota kelompok tani. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran Skala Likert. Hasil dari penelitian menunjukkan, fungsi kelompok tani terhadap usaha tani padi sawah di Gampong Uteun Bunta Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dikategorikan  tidak baik dengan nilai indeks 61,28 %.  Adapun dalam indikator fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar memiliki fungsi yang baik dengan nilai indeks 62,32%, fungsi sebagai unit produksi tidak baik dengan nilai indeks 61,65%, sedangkan wahana kerja sama juga berfungsi tidak baik dengan nilai indeks 60,14%.
ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH UTARA Aini, Nur; Zahara, Hafni; Wardah, Eva
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 7 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v7i2.12988

Abstract

The performance of agricultural extension workers is the result of work achieved by agricultural extension officers in North Aceh Regency in accordance with the duties and responsibilities given to him for the achievement of agricultural extension goals that have been set. This study aims to analyze the performance of agricultural extensionists in North Aceh district and to determine the relationship of extension characteristics with the performance of agricultural extensionists in North Aceh Regency. The analysis method used is descriptive qualitative and quantitative. The results showed that the performance of agricultural extensionists in North Aceh District was very good with an average index value of 81.32%. There are two significant relationships between the characteristics of extension, namely the age and working period of the extension with the performance of extension workers at the stage of agricultural extension preparation with a significant value below 0.05 which is 0.039. The correlation coefficient is negative (-) which means that there is an indirect relationship between the age and working life of the extension and the performance of the extension.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENYULUH DI KECAMATAN BANDA BARO KABUPATEN ACEH UTARA Martina, Martina; Zuriani, Zuriani; Zahara, Hafni
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 7 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v7i2.15229

Abstract

The implementation of agricultural extension activities in Banda Baro Subdistrict aims to increase the amount of agricultural production of farmers, add insight or skills of farmers in farming activities and in adding infrastructure for farmer groups, in addition to other general services needed by farmers in order to increase the empowerment of farmers, so that extension workers as field implementers must have good competence so that extension is carried out effectively. In their duties, agricultural instructors in Banda Baro District are not free from perceived obstacles such as the difficulty of holding direct meetings with farmers, the limited number of instructors, the difficulty of accessing transportation to locations and the difficulty of communication networks. The research aims to formulate a strategy for developing the competency of agricultural instructors in Banda Baro District, North Aceh Regency. Data analysis using SWOT Analysis. The research results show that in the SWOT position matrix. The strategy for increasing instructor competency shows that the position matrix is in quadrant I supporting the SO (Growth oriented strategy) strategy, meaning that the competency of agricultural instructors has a very favorable situation. The instructor's competency has strengths and opportunities so that he can take advantage of these opportunities by growing existing strengths.
IDENTIFIKASI MODEL PENYULUHAN PARTISIPATIF PADA PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH UTARA Martina, Tina; Zuriani, Zuriani; Riani, Riani; Zahara, Hafni; Barmawi, Barmawi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 9 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v9i1.15983

Abstract

Aceh Utara has the largest number of farmers in Aceh Province, namely 82,877 farmers who are members of 4,939 farmer groups. This shows that extension activities are carried out well in Aceh Utara. Extension activities are generally carried out starting from planning, implementation and evaluation activities. However, these activities need to be carried out in a participatory manner by actively involving rice farmers in each activity so that an appropriate model in the extension program is important to achieve targeted extension goals. The aim of this research is to identify a participatory extension model for lowland rice farmers, analyzed descriptively qualitatively. The research results showThe participatory extension model in Aceh Utara is implemented according to procedures, but there is a need to improve the model, namely by establishing farmer contacts and activating their involvement as an extension of the extension agent and as someone who is most trusted by farmers so that the extension program can run well and make it possible to minimize the obstacles faced instructor.