Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Jurnal TILAPIA

Pengaruh Suhu Kalsinasi Terhadap Nilai Rendemen CaO Cangkang Tiram (Crassostrea Gigas) Lia Handayani; Reza Zuhrayani; Nadia Putri; Riska Nanda
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i1.1007

Abstract

Oyster shell contained more than 60% of calcium carbonate.it can be used as natural calcium source. Calcium oxide (CaO) can be converted from natural calcium carbonate (CaCO3) at high temperature with decomposition reaction. The purpose of this research was to isolating calcium oxide and to know the yield of CaCO3 decomposition. Calcined samples oyster shells flour is at 500ºC, 700ºC,  900°C and 1100ºC for 2 hours. The sequential data yield of CaO obtained was 96.65%; 96.57%; 60.41% and 54.67%.
Histologi Insang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Dipelihara Pada Media Bersalinitas Dengan Penambahan Kalsium Cangkang Langkitang (Faunus ater) Tedi Kasvarin; Lia Handayani; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i1.2601

Abstract

Osmoregulasi adalah proses pengaturan konsentrasi cairan dengan menyeimbangkan pemasukkan serta pengeluaran cairan tubuh. Ikan Nila bersifat hiperosmotik apabila proses osmoregulasi tidak berjalan dengan baik akan mengakibatkan lambatnya pertumbuhan hingga kamatian.Keberhasilan osmoregulasi ikan nila ditentukan oleh ketepatan pengaturan tekanan osmotik, selain melalui reasa salinitas, hal lain yang harus diperhatikan adalah keberadaan mineral kalsium pada media pemeliharaan agar air dan ion ion yang terkandung dalam lingkungan dan tubuh  ikan berada pada kondisi yang seimbang.Pada media bersalinitas. kalsium bermanfaat sebagai kofaktor berbagai jenis enzim serta berperan dalam meningkatkan aktivitas saraf. Insang berfungsi sebagai pengatur osmoregulasi sehingga perubahan – perubahan yang terjadi pada lingkungan akan secara langsung berdampak pada struktur histologi insang.Salah satu sumber kalisum yang dapat diberikan adalah CL.. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan kalsium CL kedalam lingkungan bersalinitas berpengaruh terhadap histologi insang ikan nila serta pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial, dilakukan di Laboratorium Perikanan Universitas Abulytama Aceh dan pengujian histologi insang dilakukan di Central Pet yang dimulai dari bulan Januari sampai Februari 2021. Parameter ujiadalah histologi insang, tingkat kelangsungan hidup ikan, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium CL berpengaruh terhadap kerusakan insang. Perlakuan terbaik dijumpai pada Ca20 (pemberian CL 20 ppm).
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG AKTIF TULANG IKAN DALAM PAKAN TERHADAP HISTOLOGI USUS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Fanni Risna; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i2.1113

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of reactive activated charcoal to the intestinal histology of tilapia (Oreochromis niloticus). 8.5 Lampoh Keude, Aceh Besar. Measurement of intestinal histology of tilapia was carried out at the Histology Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University. The method used in this study is a completely randomized design method (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions. The parameter tested was intestinal villi length. The treatments in this study were treatment A (control), treatment B (addition of activated charcoal 1%), treatment C (addition of activated charcoal 2%), and treatment D (addition of activated charcoal 3%). The results showed that the addition of the best charcoal active bone fish to intestinal histology was in treatment C with the addition of 2% activated charcoal with 344.44 µm intestinal villi length
Gambaran Histologi Insang Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Terpapar Pestisida Golongan Organofosfat Nova Fifi Alfis; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i1.2581

Abstract

Abstrak: Peningkatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang relatif cepat mengakibatkan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat. Dalam proses pengelolaannya, petani menggunakan bahan kimia berupa pestisida untuk mencukupi kebutuhan pangan tersebut. Salah satu pestisida yang umum digunakan ialah golongan organofosfat berbahan aktif diazinon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana toksisitas dan tingkat kerusakan jaringan insang ikan nila yang terpapar pestisida berbahan aktif diazinon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Prosedur penelitian terdiri dari pemeliharaan hewan uji, adaptasi hewan uji (aklimatisasi), pembuatan konsentrasi perlakuan (uji pendahuluan, uji sesungguhnya analisis probit), dan pengamatan tingkah laku ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pestisida berbahan aktif diazinon berpengaruh terhadap mortalitas dan histopatologi insang ikan nila. Perlakuan dengan pemaparan konsentrasi pestisida 8,49 menunjukkan pencemaran berat dimana terdapat kerusakan pad edema dan fusi insang ikan nila.Kata kunci : diazinon, ikan nila, pestisida, uji toksisitas akut LC50-96 jam
Aplikasi Penggunaan Enzim Protease Kasar Tanaman Biduri (Calotropis gigantea) Pada Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Zenni Farida; Nurhayati Nurhayati; Lia Handayani
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i1.2600

Abstract

Tanaman biduri merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dieksplorasi secara optimal sebagai sumber enzim protease yang berfungsi menghidrolisis protein menjadi asam amino sehingga asam amino tersebut lebih mudah di proses oleh tubuh ikan.Penambahan protease dalam pakan diharapkan dapat membantu menghidrolisis protein kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enzim protease kasar tanaman biduri yang diberikan pada pakan ikan nila. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 perlakuan 2 ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila dengan ukuran 3-5 cm sebanyak 36 ekor per akuarium, wadah penelitian yang digunakan aquarium berukuran 60x40x40 cm dengan tinggi 30 cm dan volume air 72 liter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim protease getah rubek kedalam pakan berpengaruh terhadap histologi usus ikan nila dimana perlakuan terbaik dijumpai pada  perlakuan B (1%) dengan panjang vili usus 395 µm yang mengalami peningkatan hingga 176 µm, pada lebar vilim 95µm yang mengalami peningkatan 31 µm. Pada parameter pertumbuhan perlakuan terbaik dijumpai pada B (1%).
Pengaruh Pemberian Adsorben Cangkang Langkitang (Faunus ater) Untuk Mereduksi Kadar Amonia Pada Media Budidaya Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Elmi Wati; Nurhayati Nurhayati; Azwar Thaib; Lia Handayani
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i1.2604

Abstract

Kualitas air merupaka faktor yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam lingkungan budidaya, kualitas air juga di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor fisika dan kimia. Cangkang langkitang (Faunus ater) merupakan limbah yang dapat di gunakan sebagai adorben, karena mengandung kalsium turunan dari CaCO3 yang secara fisik memiliki pori-pori yang mampu mengikat ion logam. Karakteristik cangkang langkitang kalsium yang berbentuk CaCO3 setelah di kalsinasi pada suhu 800oC selama 2 jam. Dengan karakteristik analisa BET adorben cangkang langkitang memiliki volume mikropori 0,004 cc/g, luas permukaan 10,791 m2/g, luas permukaan mikropori 11,375 m2/g, dan radius pori-pori 16,075 Ȧ. Penelitian ini di laksanakan selama 45 hari, dengan menggunakan analisis data secara deskriptif  dengan perlakuan A (tanpa penambahan adsorben cangkang langkitang), B (penambahan adsorben cangkang langkitang sebanyak 0,5%), C (penambahan adsorben cangkang langkitang 1%) dan D (penambahan adsorben cangkang langkitang sebanyak 1,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan adsorben cangkang langkitang mampu mereduksi amoniak pada perlakuan B dengan penambahan adsorben sebanyak 0,5% yang memiliki nilai 0,091 mg/l disusul pada perlakuan C (1%) dengan nilai amonia 0,075 mg/l. Sedangkan nilai amoniak yang mengalami peningkatan pada perlakuan A (0%) dengan kadar amoniak 0,134 mg/l dan perlakuan D (1,5%) dengan kadar amoniak 0,166 mg/l, dengan nilai  suhu kisaran 28-300C dan pH 7-8.
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG AKTIF TULANG IKAN PADA PAKAN TERHADAP GAMBARAN DARAH IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) Mauditia Azhari; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 1, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v1i2.1112

Abstract

tilapia (oreochromis niloticus) is one type of fish that has high economic value. however, the great potential and open development prospects, is not a guarantee that fish farming will run smoothly without problems (yogiswara, 2008). the aim of this study was to determine the effect of the addition of activated charcoal from fish bones to feed on the blood picture of tilapia (oreochromis niloticus. test fish seeds used an average weight of 3.4 ± 0.1 gram and a length of 5.6 ± 0.1cm with a total of 15 tails / container maintenance time is 57 days feeding is carried out by adlibitum of 5% with a frequency of 2 times a day at 08.00 and 17.00 wib the design used is a non factorial complete randomized design (crd) by applying 4 treatments and 3 times repetition: as treatment, among others, treatment a (0%), b (1%), c (2%), and d (3%). the best blood test results showed that the addition of activated fish bone char on the feed to the picture of leukocyte blood was found in treatment c (2%)by 80.6%, erythrocyte treatment d (3%) by 1.89%, hemoglobin treatment c (3%) by 8.9%, hematocrit treatment b (1%) by 38.4 %, and treatment d platelets (3%) by 90%.
Pengaruh Penambahan Enzim Protease Getah Reubek (Calotropisgigantea) terhadap Protein Tubuh Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Susi Elamanidar; Nurhayati Nurhayati; Lia Handayani
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i2.2679

Abstract

Abstrak:Tanaman biduri (Calotropis gigantea) merupakan tanaman mangrove asosiasi yang memiliki getah di seluruh tubuhnya. Getah biduri mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, polifenol, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Enzim protease berfungsi untuk meningkatkan pemanfaatan, pertumbuhan protein dalam pakan dan dapat memecah protein menjadi asam amino yang akan digunakan untuk pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis enzim protease getah reubek yang berpengaruh terhadap protein tubuh ikan, pertumbuhan, rasio konversi pakan, dan efisiensi pemanfaatan pakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan 2 ulangan, sebagai perlakuan A (penambahan getah reubek 0%), perlakuan B (penambahan getah reubek 1%), dan perlakuan C (penambahan getah reubek 2%). Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan enzim protease getah reubek dalam pakan tidak berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, dan efisiensi pemanfaatan pakan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A (penambahan getah reubek 0%) memberikan pengaruh yang baik terhadap retensi protein sebesar 96,25%, pertumbuhan panjang mutlak 1,42±0,23, laju pertumbuhan harian 5,88±0,09, rasio konversi pakan 2,28±0,85, dan efisiensi pemanfaatan pakan 47,11±17,46.
Buah Pandan Laut (Pandanus tectorius) menjadi Hard Candy Yuliza Maulidar; Lia Handayani
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i2.3098

Abstract

Pandanus Tectorius this type of mengrove plant that grows both wild and cultivated has several benefits ranging from leaves, stems, and fruit. According to Hani and Dendang (2008) the benefits of marine pandanus gardens from an ecological aspect include preventing coastal abrasion, reducing the impact of tides on terrestrial ecosystems. The process of making hard candy by heating sugar (48.78%) in water (24.4%) lime (2.43%) and oranges plus all treatments and the adding sea pandan fruit extract (24.39%) while continuously strirring until homo geneous, when it is cooked, let it sit for 10 minutes before first and then candy dough is in the mold and allowed to harden, then it is taken from the application to be packaged. The assessment of this preference test is based on the sensing process. The things that are assessed include: appearance, aroma, taste and texture. The test was carried out by 30 panelists with a hedonic scale of 1-5. In general, hard candy is only known as a food product as a sources of calories and doest not contain antioxidants. Antioxidants are inhibitor compounds that inhibit, slow down, or delay the reaction of oxides in foof or the human body by donating electrons or transferring hydrogen atoms to free radicals. Antioxidants can prevent other cells in the body’s organs from free radicals (Pardede, 2013).
Histologi Usus Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberikan Pakan dengan Campuran Adsorben Cangkang Langkitang (Faunus ater) Farisah Nadhilah; Nurhayati Nurhayati; Lia Handayani
Jurnal TILAPIA Vol 3, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v3i2.2678

Abstract

Permintaan pasar akan kebutuhan ikan nila yang tinggi mengakibatkan pembudidaya ikan berlomba-lomba dalam meningkatkan produksi usaha, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan konsumsi pakan. Mengingat padat tebar yang tinggi tanpa menjaga kualitas air, mengakibatkan kualitas air menjadi buruk  sehingga berdampak menurunnya penyerapan nutrisi oleh ikan sehingga berdampak pertumbuhan ikan. Salah satu organ yang berperan langsung dalam penyerapan nutrisi adalah usus. Kalsium merupakan salah satu sumber mineral yang butuhkan oleh ikan untuk proses metabolisme dalam tubuh, sehingga kebutuhan mineral kalsium oleh ikan harus dipenuhi secara maksimal. Sumber kalsium yang digunakan dapat berasal dari limbah perikanan, salah satunya adalah cangkang langkitang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran histologi usus ikan nila yang diberikan pakan dengan campuran adsorben cangkang langkitang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial. Parameter yang diamati adalah histologi usus, kelangsungan hidup ikan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, efesiensi pakan, suhu dan pH. Hasil penelitian pada gambaran histologi usus menunjukkan  panjang vili terbaik terdapat pada perlakuan C (949,02 µm) dan D (931,39 µm) dibandingkan pada perlakuan B (744,50 µm). Pada parameter pertumbuhan seperti kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, efesiensi pemanfaatan pakan perlakuan terbaik dijumpai pada A (kontrol) dan B (Adsorben 0,5%).